Pemerintah menilai Indonesia saat ini berada pada fase bonus demografi, ketika mayoritas penduduk berada di usia produktif. Kondisi itu dinilai hanya akan menjadi keuntungan apabila didukung keluarga yang mampu membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Karena itu, pemerintah menekankan tiga pilar pembangunan keluarga, yakni kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental.

Orang tua juga diingatkan agar tidak menyerahkan sepenuhnya pengasuhan anak kepada gawai, karena minimnya pendampingan dapat memicu berbagai persoalan sosial, seperti perundungan, tawuran pelajar, hingga kenakalan remaja.

Menteri juga mengajak setiap keluarga menghidupkan kembali nilai-nilai agama, moral, dan kebersamaan di lingkungan rumah sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Upacara Harganas ke-33 diikuti para Asisten, Staf Ahli, pejabat Eselon II, III, IV, pejabat fungsional, serta ASN dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat.

Melalui peringatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Langkat menegaskan komitmennya mendukung program pembangunan keluarga sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Langkat yang maju dan Indonesia Emas 2045.