https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Sawit / Industri Sawit Nasional Punya Andil Hasilkan Devisa Ekspor dan Substitusi Impor

Industri Sawit Nasional Punya Andil Hasilkan Devisa Ekspor dan Substitusi Impor


Minggu, 09 November 2025 | 17:50 WIB  

Editor : Sahdan
Industri Sawit Nasional Punya Andil Hasilkan Devisa Ekspor dan Substitusi Impor

Foto: Istimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 42150 | Artikel Judul: Industri Sawit Nasional Punya Andil Hasilkan Devisa Ekspor dan Substitusi Impor | Tanggal: Minggu, 09 November 2025 - 17:50

Jakarta, katakabar.com - Industri kelapa sawit nasional punya andil signifikan hasilkan dua jenis devisa sekaligus, yakni devisa ekspor dan devisa substitusi impor.

Sebagai produsen sekaligus eksportir minyak sawit terbesar di dunia, ekspor minyak sawit memiliki peranan yang sangat penting bagi perekonomian Indonesia (World Growth, 2011; Rifin, 2011, 2012; Edward, 2019; Rifin et al., 2020).

Selain berkontribusi pada ekspor, minyak sawit dimanfaatkan untuk menghasilkan produk substitusi impor, yakni biodiesel. Jadi, industri kelapa sawit Indonesia berperan dalam menghasilkan dua jenis devisa sekaligus, yaitu devisa ekspor dan devisa substitusi impor (PASPI Monitor, 2022, 2024a, 2024b).

Devisa ekspor merupakan penerimaan devisa diperoleh dari net ekspor minyak sawit dan produk turunannya, sedang devisa substitusi impor penghematan devisa yang timbul akibat penggantian (substitusi) penggunaan solar fosil impor dengan biodiesel berbasis kelapa sawit.

Jurnal PASPI Monitor (2025) berjudul Devisa Sawit dalam Neraca Perdagangan Indonesia, menjelaskan sejak tahun 2000, kebijakan perdagangan industri minyak sawit nasional berorientasi ekspor (export orientation). Melalui kebijakan berorientasi ekspor tersebut, industri kelapa sawit Indonesia berhasil mencatat peningkatan signifikan dalam volume maupun nilai ekspor minyak sawit secara berkelanjutan.

Ini terbukti dari data ekspor minyak sawit dan produk turunannya selama 24 tahun terakhir. Nilai ekspor minyak sawit dan produk turunannya meningkat secara signifikan dari US$1,1 miliar pada tahun 2000 menjadi US$21,6 miliar pada tahun 2010. Bahkan, devisa ekspor produk sawit mencapai rekor tertinggi pada masa pandemi Covid 19, yakni sekitar US$39 miliar pada tahun 2022 (PASPI Monitor, 2023a).

Setelah itu, nilai devisa ekspor mengalami fluktuasi hingga pada tahun 2024 mencapai US$28,3 miliar. Besarnya devisa ekspor sawit tersebut dipengaruhi oleh volume ekspor, komposisi produk ekspor, serta harga minyak sawit dunia.

PASPI (2025) mengatakan terjadi perubahan positif atas komposisi ekspor dalam periode tahun 2011 hingga 2024. Pada tahun 2011, ekspor minyak sawit Indonesia masih didominasi oleh produk mentah atau crude palm oil (CPO) dan crude palm kernel oil (CPKO) dengan pangsa mencapai 52 persen. Tetapi, kemajuan program hilirisasi yang pesat dan signifikan mulai terlihat setelah tahun 2015, yakni saat kebijakan hilirisasi sawit domestik diintegrasikan dengan kebijakan perdagangan internasional melalui penerapan pungutan ekspor minyak sawit (PASPI Monitor, 2023b; 2023d; 2024b; 2025a).

Keberhasilan hilirisasi sawit domestik tersebut tercermin dari komposisi ekspor sawit Indonesia pada 2024 didominasi produk olahan sebesar 74 persen dan produk akhir sebesar 16 persen, sedang produk mentah hanya menyumbang 10 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas devisa ekspor produk sawit Indonesia meningkat karena komposisi ekspor kini lebih banyak terdiri dari produk olahan (refined dan palm oil-based products) dibandingkan produk mentah (crude).

Selain devisa ekspor sawit, Indonesia memperoleh devisa substitusi impor yang bersumber dari penghematan devisa impor solar fosil akibat penerapan program mandatori biodiesel di dalam negeri. Pengembangan biodiesel berbasis kelapa sawit dan kebijakan penggunaannya di pasar domestik telah dimulai sejak tahun 2006 (Sipayung, 2018).

Nah, kurun waktu 2015–2024, kebijakan mandatori biodiesel Indonesia menunjukkan perkembangan yang konsisten dari B15 (PSO) pada 2015, meningkat menjadi B20 untuk seluruh sektor (PSO dan Non-PSO) pada tahun 2018, kemudian B30 pada tahun 2020, B35 pada tahun 2023, hingga B40 pada tahun 2024 (PASPI, 2023; PASPI Monitor, 2023c; 2024c). Pemerintah Indonesia berencana menerapkan mandatori B50 pada tahun 2026 mendatang (PASPI Monitor, 2025b).

Devisa substitusi impor dihasilkan dari kebijakan mandatori biodiesel pada periode tersebut menunjukkan tren peningkatan meski relatif berfluktuasi. Nilainya meningkat dari sekitar US$0,3 miliar pada tahun 2015 menjadi US$8,3 miliar pada tahun 2022.

Lalu, nilai tersebut kembali meningkat mencapai US$8,1 miliar pada tahun 2024. Nilai devisa substitusi impor tersebut dipengaruhi oleh tingkat implementasi dan volume mandatori biodiesel serta harga solar fosil di pasar dunia.

Secara keseluruhan, devisa sawit yang terdiri atas devisa ekspor sawit dan devisa substitusi impor mengalami peningkatan signifikan dari sekitar US$18,9 miliar pada tahun 2015 menjadi US$36,4 miliar pada tahun 2024. Rekor tertinggi total devisa sawit tercatat pada tahun 2022 dengan nilai mencapai US$47,3 miliar.

www.katakabar.com | Artikel ID: 42150 | Artikel Judul: Industri Sawit Nasional Punya Andil Hasilkan Devisa Ekspor dan Substitusi Impor | Tanggal: Minggu, 09 November 2025 - 17:50
Sumber : BPDP

TOPIK TERKAIT

# Industri Sawit# Andil# Hasilkan# Devisa Ekspor# Sunstitusi Impor# BPDP
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Sawit

    Restorasi Nyata Industri Sawit, Dapur Inovasi AAL Tenang Penuh Potensi di 'Bibir Kobar'

    Jumat, 31 Okt 2025 | 20:00 WIB
  • Sawit

    Kala Industri Sawit Capai Titik Jenuh di Sumut, Pengamat Sebut Investor Baru Sulit Masuk

    Minggu, 26 Okt 2025 | 15:30 WIB
  • Sawit
    Paser dan Kutai Timur Pilot Project

    Multi Pihak Dorong Kesetaraan gender dan Praktik Kerja Inklusif Industri Sawit

    Jumat, 24 Okt 2025 | 19:30 WIB
  • Sawit

    Digitalisasi Dorong Kinerja Industri Sawit Penopang Ekonomi Rakyat

    Kamis, 23 Okt 2025 | 16:00 WIB
  • Sawit

    Dukung Asta Cita Presiden RI, BPDP Dorong Wirausaha UMKM Sawit Sebagai Peluang Karier

    Selasa, 21 Okt 2025 | 17:00 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :