Tantangannya adalah memastikan peluang tersebut tidak hanya dinikmati pemilik modal. Ariston meminta investor membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk menyerap produk kerajinan dan kuliner masyarakat setempat.
“Investor kami harapkan dapat berkolaborasi dengan pelaku UMKM, sehingga produk masyarakat, baik kerajinan tangan maupun kuliner, dapat terserap dengan baik,” katanya.
Pemkab Samosir juga menyebut program subsidi bunga nol persen bagi UMKM sebagai salah satu upaya memperluas akses pembiayaan usaha. Dukungan tersebut diharapkan membantu masyarakat mengambil bagian dalam rantai ekonomi pariwisata, bukan sekadar menjadi penonton ketika investasi berkembang.
Untuk mendorong kepastian berusaha, pemerintah daerah telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2026 tentang pemberian insentif dan kemudahan investasi. Fasilitas yang disebutkan mencakup pengurangan atau pembebasan pajak dan retribusi daerah sesuai ketentuan, dukungan permodalan bagi usaha mikro, kecil dan koperasi, penyediaan informasi peluang investasi, fasilitasi lahan, serta percepatan perizinan melalui pelayanan terpadu satu pintu.
Ariston juga mendorong perusahaan menyelaraskan program CSR dengan prioritas pembangunan daerah agar bantuan dan kegiatan sosial lebih tepat sasaran.
Kepala DPMPTSP Samosir Pilippi Simarmata menjelaskan, forum tersebut menjadi ruang dialog untuk membahas peluang investasi, kendala perizinan, serta tanggung jawab sosial dan lingkungan pelaku usaha.
Forum ini melibatkan unsur pemerintah, PHRI, KADIN, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), perbankan, investor, dan pelaku usaha. Pembahasan mencakup profil investasi dan pariwisata kawasan Danau Toba-Samosir serta sosialisasi tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Keberhasilan investasi pada akhirnya tidak cukup diukur dari besarnya modal yang masuk. Keterlibatan UMKM, terbukanya kesempatan kerja, kontribusi perusahaan, dan terjaganya lingkungan akan menjadi bagian penting untuk memastikan pertumbuhan pariwisata Samosir memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.*
Investasi Samosir Tembus Rp1,77 Triliun, Wabup Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Diskusi pembaca untuk berita ini