Home / Ekonomi / Kebun Hidroponik Pram di Atas lahan 200 Meter Ide Kreatif Pak Kadus Raup Cuan Topang Ekonomi
Kebun Hidroponik Pram di Atas lahan 200 Meter Ide Kreatif Pak Kadus Raup Cuan Topang Ekonomi
Pak Kadus Desa Petani, Tahta Syopian saat panen sayur mayur di kebun Hidroponik Pram. Foto: Sah/katakabar.com.
Bathin Solapan, katakabar.com - Kebun Hidroponik Pram dibangun di atas lahan seluas 200 meter persis sebelah kiri di depan pintu rumah sederhana nun jauh sebelah timur Duri Kota, tepat di kawsan Jalan KUD, Desa Petani, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau.
Kebun Hidroponik Pram ide kreatif Pak Kepala Dusun (Kadus) Tungkek Putek, Tahta Syopian 58 tahun sudah berjalan tiga tahun lamanya. Berbagai jenis tanaman, seperti pakcoy, selada, tanaman sayur mayur lainnya ditanam di kebun Hidropinik Pram.
Hasil panen berbagai jenis tanaman sayur mayur cukup menjanjikan karena menghasilkan pundi-pundi cuan (uang) di mana rata-rata Rp300 ribu per hari berarti kalau ditotal bisa mencapai Rp9 juta hingga Rp10 juta per bulan.
"Alhamdulillah, hasil penjualan sayur mayur dari kebun Hidroponik Pram cukup membantu ekonomi keluarga," ujar Pak Kadus ditemani secangkir kopi saat berbincang akrab dengan katakabar.com di Duri, Kamis (27/11) sore
Ide membangun kebun Hidroponik Pram, cerita Pak Kadus, terinspirasi dari acara sosialisasi tentang perkebunan di lahan sempit di pulau jawa beberapa tahun silam.
"Awal membangun kebun Hidroponik Pram tidak mudah Pak, banyak tantangannya. Bahkan orang-orang sekitar sepele, dan banyak tidak percaya, serta betanya-tanya tanam sayur mayur kok sistem Hidroponik," tutur lelaki telah beranak pinak di Dusun Tungkek Putek.

Menurut Syopian, warga wajar bertanya-tanya dan heran dengan kebun sayur mayur Hidroponik Pram Pak. Apalagi lahan-lahan kosong tidak produktif bisa diolah jadi produktif untuk berkebun sayur mayur masih cukup luas.
Meski orang-orang sepele, ulasnya, saya tidak menyerah, dan tetap sabar tak peduli apa kata orang. Alhamdulillah, kini kebun Hidroponik Pram dulunya hanya satu dan dua rak kini telah menjadi sembilan rak. Sedikitnya ada lima hingga enam jenis tanaman sayur mayur yang ditanam mulai dari pakcoy hingga selada.
"Usaha tidak menghianati hasil, kebun sayur mayur Hidroponik Pram saat ini sudah panen jadi usaha penopang ekonomi keluarga. Pembeli datang dari berbagai latar belakang mulai dari warga sekitar, pegawai, pedagang, dan lainnya," ucapnya.
Menurut Syopian, bagi para pembeli yang tahu sistim perawatan sayur mayur mulai musim tanam hingga musim panen lebih memilih sayur mayur dari kebun Hidroponik.
"Perawatan budidaya sayur mayur di kebun Hidroponik tidak menggunakan pupuk kimia semua serba alami atau natural dan dijamin kebersihannya. Itu sebabnya, harga jual pakcoy, selada dan lainnya hasil panen dari kebun Hidroponik harga lebih mahal dibanding sayur mayur jenisnya sama yang dijual di pasar-pasar tradisional," terangnya.
Para pembeli yang minat dengan sayur mayur hasil panen kebun Hidroponik Pram, cerita Syopian, ada yang datang langsung ke lokasi, dan ada yang pesan lewat telepon seluler diantar langsung ke alamat di mana sayur mayur dikemas seapik mungkin setelah dibersihkan sebelumnya.

"Sayur mayur yang dibeli dari kebun Hidroponik Pram akan tetap segar selama seminggu lamanya jika disimpan dalam mesin pendingin. Tidak hanya itu, sayu mayur tetap segar seminggu lamanya cukup diletakkan dalam ember atau lainnya berisi air," imbuhnya.
Budidaya sayur mayur Hidroponik Pram pelan tapi pasti jadi magnet ekonomi baru bagi Pak Syopiam di tengah kesibukan sebagai Kadus, dan Ketua Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Kabupaten Bengkalis yang berkantor di Duri, Kecamatan Mandau.
Bagi Pak Kadus budidaya sayur mayur Hidroponik Pram bukan sekadar atau semata menghasilkan cuan (uang) tetapi sebagai tokoh masyarakat bagaimana memberikan contoh kepada generasi muda terutama milenial, dan gen Z di mana ada kemauan pasti ada jalan kuncinya adalah niat, berani, dan kreatif.
"Apa pun usaha yang dilakukan tidak segampang membalikkan tangan semua butuh proses. Apa pun kata orang anggap angin lalu jadikan sebagai pelecut dan motivasi diri terus bergerak dan maju untuk mencapai tujuan," tandasnya.








Komentar Via Facebook :