Pasir Pengaraian, katakabar.com - Kolaborasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS)  Rokan Hulu (Rohul) bersama Yayasan Cipta dan Tanoto Foundation program penurunan stunting finishing di 'Negeri Seribu Suluk nama lain dari Rokan Hulu.

Langkah strategis Program Pendampingan Teknis dan Advokasi Keberlanjutan tersebut oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu dilaksanakan secara Zoom Meting di Ruang Vidcon Diskominfo, Kamis (12/12).

Di kegiatan itu hadir Sekretaris Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Rokan Hulu, Dr. Bambang Triono, MM,  Perwakilan TPPS Provinsi Riau, 7 Kabupaten Dampingan Yayasan Cipta dan Tanoto Foundation, Koordinator 7 Kabupaten Tanoto Foundation Program Manejer 7 Kabupaten Yayasan Cipta, District Manejer 7 Kabupaten Yayasan Cipta dan District Officer Area Rahmad Ramadhan Perwakilan program pendampingan sebagai mitra Pemkab Rokan Hulu.

Selain itu, OPD terkait dan perwakilan tokoh agama dan Akademis Universitas Pasir Pengaraian turut hadir di kegiatan ini.

Sekretaris TPPS Rokan Hulu, Dr. Bambang Triono, MM menyampaikan permasalahan stunting masih menjadi tantangan besar bagi kita semua, sebab stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak tapi pengaruhi perkembangan kognitif, pada akhirnya berdampak pada kualitas sumber daya manusia di masa depan.

"Kabupaten Rokan Hulu telah menunjukkan komitmen luar biasa melalui kolaborasi multisektor untuk menghadapi tantangan ini," ujar Bambang.

"Saat ini, kita berada di titik penting untuk merefleksikan perjalanan yang telah kita lalui, mengevaluasi capaian, serta membangun strategi keberlanjutan ke depan. Melalui advokasi keberlanjutan, kita tidak hanya berbicara tentang penyelesaian masalah saat ini, tapi pastikan upaya ini terus berlangsung dan memberikan dampak jangka panjang," jelas bambang.

Sekretaris TPPS Rokan Hulu menekankan, dengan kerja sama semua pihak pemkab terkait bersama Yayasan Cipta dan Tanoto Foundation berharap target nasional yang telah ditetapkan dapat diraih.

"Sejauh ini melalui banyaknya proses pelatihan dan pelaksanaan sampai ditahap end project ini berdampak signifikan pada penurunan stunting," terangnya.

Perwakilan Tanoto Foundation menjelaskan, sejauh ini telah melaksanakan pelatihan, dan pendampingan teknis telah meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dan kader di lapangan.

"Kampanye edukasi telah berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang baik. Tapi, capaian ini batu awal dari perjalanan panjang yang harus terus kita perjuangkan. Lantaran itu, advokasi keberlanjutan menjadi kunci utama untuk memastikan bahwa semua langkah yang telah kita bangun dapat terus dilanjutkan," ucapnya.

Mari, serunya, kita bersama-sama menjadikan program ini sebagai pijakan untuk langkah yang lebih besar di masa depan.

"Kesuksesan program ini tidak hanya dilihat dari angka, tapi dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat, terutama anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa," sebutnya.(Adv/Kominfo)