https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Nasional / KOLTIVA Bersama Unilever, FCDO dan EY Dukung Sugata Transformasi Rantai Pasok Kakao

Kesetaraan Gender hingga Pelacakan Karbon

KOLTIVA Bersama Unilever, FCDO dan EY Dukung Sugata Transformasi Rantai Pasok Kakao


Rabu, 12 November 2025 | 16:31 WIB  

Editor : Sahdan
KOLTIVA Bersama Unilever, FCDO dan EY Dukung Sugata Transformasi Rantai Pasok Kakao

Foto: Istimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 42200 | Artikel Judul: KOLTIVA Bersama Unilever, FCDO dan EY Dukung Sugata Transformasi Rantai Pasok Kakao | Tanggal: Rabu, 12 November 2025 - 16:31

Aceh, katakabar.com - Sugata bersama mitra pelaksana KOLTIVA, dan didukung Unilever, FCDO, dan EY melalui Transform Bestari, pimpin penerapan model terukur produksi kakao regeneratif di Aceh.

Kolaborasi ini integrasikan ketertelusuran digital, pertanian cerdas iklim, dan pelatihan inklusif gender untuk membantu petani kecil beralih menuju praktik produksi bebas deforestasi dan tangguh terhadap perubahan iklim.

Melalui lima fokus kerja Gender Action Learning System (GALS), Pengelolaan Lahan Percontohan (Demo Plot Management), Pertanian Regeneratif, Pengelolaan Limbah Kakao, dan Pemantauan Emisi Gas Rumah Kaca (GHG Monitoring). Di mana program ini menanamkan prinsip keberlanjutan di setiap aspek operasional pertanian.

Kurun waktu setahun, proyek ini telah memberdayakan 500 produsen di 21 desa, membangun 10 lahan percontohan regeneratif, memasang unit biochar untuk mengubah limbah kakao menjadi kompos, serta memperkenalkan pengambilan keputusan inklusif gender di lebih dari 100 rumah tangga. Upaya ini menjadi fondasi rantai nilai kakao yang regeneratif dan bebas deforestasi di Aceh.

Industri kakao Indonesia memegang peranan penting bagi ekonomi lokal dan pasar global. Tetapi, produktivitas yang menurun, usia pohon yang menua, serta dampak perubahan iklim yang kian terasa menjadi tantangan besar bagi
keberlanjutan sektor ini.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Sugata (PT Kudeungoe Sugata), perusahaan kakao berorientasi keberlanjutan dan pemulihan lingkungan, memimpin upaya pengembangan produksi kakao regeneratif dengan dukungan dari KOLTIVA dan mitra global Unilever, Foreign, Commonwealth dan  Development Office (FCDO) Inggris, serta EY melalui program Transform Bestari Challenge.

Inisiatif ini mempercepat inovasi bagi petani kecil melalui integrasi ketertelusuran digital, pelatihan pertanian cerdas iklim, serta model pembiayaan inklusif.

Dengan menggabungkan pendekatan berbasis komunitas Sugata dan ekosistem teknologi  KOLTIVA termasuk KoltiTrace untuk ketertelusuran “farm-to-bar” dan KoltiSkills untuk pelatihan petani kolaborasi ini bertujuan membangun rantai nilai kakao yang lebih
tangguh, berdaya saing, dan mendukung pelestarian hutan.

Didirikan pada tahun 2018, Sugata dikenal sebagai salah satu pionir bean-to-bar di Indonesia yang secara langsung bermitra dengan petani kecil. Misi perusahaan untuk
meregenerasi lahan terdegradasi dan memulihkan mata pencaharian masyarakat menempatkannya di garis depan inovasi kakao berkelanjutan di Tanah Air.

Terletak di sisi timur Ekosistem Leuser seluas 2,6 juta hektare salah satu hutan hujan tropis terakhir di dunia yang masih menjadi habitat bersama harimau, gajah, badak, dan orangutan Sumatra-Aceh menjadi jantung penting produksi kakao nasional.

Dengan luas tanam lebih dari 101.000 hektare dan produksi tahunan sekitar 41.000 ton, Aceh tercatat sebagai provinsi penghasil kakao terbesar keempat di Indonesia (Invest in Aceh,
2023).

Lanskap luas ini, yang menaungi sembilan sungai, tiga danau, serta 185.000 hektare lahan gambut dengan cadangan karbon mencapai 1,6 miliar ton, menyediakan air bersih bagi empat juta penduduk layanan ekosistem yang ditaksir bernilai lebih dari US$600 juta per tahun.

Tetapi, pohon kakao tua, serangan hama, cuaca ekstrem, dan alih fungsi hutan menjadi monokultur terus mengancam keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat dan
keseimbangan ekosistem.

Kurun lima tahun terakhir, kawasan hutan dataran rendah Aceh telah kehilangan sekitar 20 persen tutupan hutannya (Global Conservation, 2023). Meningkatnya tekanan terhadap lingkungan dan regulasi global seperti EU Deforestation Regulation (EUDR), Sustainable Development Goals (SDGs), serta komitmen zerodeforestation korporasi besar, menandai era baru bagi industri kakao.

www.katakabar.com | Artikel ID: 42200 | Artikel Judul: KOLTIVA Bersama Unilever, FCDO dan EY Dukung Sugata Transformasi Rantai Pasok Kakao | Tanggal: Rabu, 12 November 2025 - 16:31



Produksi kakao regeneratif, yang dikembangkan melalui sistem agroforestri, daur ulang nutrisi, dan ketertelusuran digital, kini menjadi strategi kunci untuk mencapai keberlanjutan sekaligus profitabilitas jangka panjang.

Pada 2024 lalu, program Transform Bestari Challenge yang digagas oleh Unilever, FCDO, dan EY, mengundang pelaku usaha Indonesia untuk menghadirkan solusi inovatif mendukung pencapaian SDGs, dengan hibah hingga £300.000 bagi pemenang.

Program akselerator ini memadukan pendanaan dengan dukungan bisnis strategis untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan.

Pada Oktober 2024, Sugata terpilih sebagai salah satu dari tiga pemenang utama, memperoleh dukungan untuk implementasikan proyek kakao regeneratif di Aceh
Tenggara selama 18 bulan.

Sedang, untuk mempercepat pelaksanaan di lapangan, Sugata menggandeng KOLTIVA sebagai mitra pelaksana, menghadirkan keahlian dalam penerapan sistem ketertelusuran digital, pelatihan di tingkat petani, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Melalui lima pilar kegiatan utama Gender Action Learning System (GALS), Pengelolaan Lahan
Percontohan, Pertanian Regeneratif dan Agroforestri, Pengelolaan Limbah Kakao, serta Pemantauan Emisi Gas Rumah Kaca (GHG Monitoring) kolaborasi ini menanamkan prinsip keberlanjutan di setiap kebun dan setiap keputusan petani.

“Yang kami bangun bersama Sugata, Unilever, dan FCDO di Aceh bukan sekadar proyek, melainkan cetak biru masa depan industri kakao berkelanjutan,” ujar Joe Keen Poon,
Executive Chairman of the Board KOLTIVA.

“Bagi kami, petani kecil berhak mendapatkan lebih dari sekadar kepatuhan regulasi, tetapi mereka berhak atas teknologi, pelatihan, dan kesempatan yang adil untuk berkembang di pasar global. Dengan menghubungkan data lapangan secara real-time, pengambilan keputusan inklusif gender, dan pemantauan karbon dalam satu sistem, kami membuktikan regenerasi dan profitabilitas dapat berjalan beriringan bahkan, keduanya adalah satu-satunya jalan ke depan," beber Joe.

Sejak akhir 2024, Sugata dan KOLTIVA telah mengembangkan kurikulum pelatihan, membangun lahan percontohan, dan melatih pelatih utama untuk mempercepat
implementasi di lapangan.

Satu tahun pertama, lebih dari 500 petani kakao di 21 desa telah mendapatkan pelatihan melalui KoltiSkills, 10 lahan percontohan regeneratif didirikan dengan pemantauan emisi langsung, serta lima unit biochar dipasang untuk
mengubah limbah kakao menjadi kompos, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Selain itu, 173 lahan telah disurvei untuk pemantauan emisi GHG, sementara lebih dari 100 rumah tangga kini menerapkan pengambilan keputusan inklusif gender melalui
pendekatan GALS.

“Sugata menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong perubahan sosial dan lingkungan positif di sektor pertanian,” timpal Jessica Pauline, Country Lead Finance & Business Development Unilever Indonesia.

“Perusahaan berdampak seperti Sugata berperan penting dalam menjawab tantangan keberlanjutan global. Melalui Transform, kami tidak hanya memberikan hibah, tetapi juga memperkuat kolaborasi lintas sektor agar dampak sosial dan lingkungan dapat tumbuh secara berkelanjutan," jelas Jessica.

Meski masih menghadapi tantangan seperti cuaca tidak menentu dan kesenjangan literasi digital, inisiatif ini telah menunjukkan bagaimana teknologi, data, dan partisipasi inklusif dapat membentuk masa depan baru bagi petani kakao menghadirkan keuntungan ekonomi, manfaat lingkungan, dan ketahanan sosial yang lebih kuat bagi komunitas petani kecil di Aceh dan sekitarnya.


TOPIK TERKAIT

# Kolvita# Bersama# Unilever# FCDO# EY# Dukung# Sugata# Transformasi# Rantai# Fasok# Kakao
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Ekonomi

    Kolaborasi Dorong Transformasi Digital UMKM Banda Aceh

    Kamis, 06 Nov 2025 | 11:38 WIB
  • Ekonomi

    Pemkab Langkat Dukung Penambahan 5.000 Rumah Subsidi di Sumut

    Jumat, 10 Okt 2025 | 09:13 WIB
  • Ekonomi

    Syah Afandin Sahkan Penyertaan Modal untuk Perseroda Langkat Setia Negeri

    Senin, 20 Okt 2025 | 01:35 WIB
  • Ekonomi

    Ini Langkah Pemkab Langkat Dukung Industri Kopi Lokal Tembus Pasar Internasional

    Senin, 08 Sep 2025 | 00:38 WIB
  • Riau

    Polres Kepulauan Meranti Dukung Program MBG, 84 Anak TK Bhayangkari Nikmati Menu Bergizi

    Senin, 03 Nov 2025 | 22:40 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :