Pekanbaru, katakabar.com - Wakil Gubernur Provinsi Riau, H Edy Natar Nasution optimis pemanfaatan lahan tidur jadi perkebunan mampu tingkatkan perekonomian masyarakat Riau.
Optimisme Orang Nomor Dua di 'Bumi Lamcang Kuning' nama lain dari Provinsi Riau tersebut, setelah melihat keberhasilan kebun percontohan yang dibuatnya untuk masyarakat di Pekanbaru.
Sistem pengelolaan kebun tidak begitu sulit. Hasilnya bisa cepat direalisasikan untuk masyarakat. Sebelumnya kebun percontohan cuma lahan tidur ditumbuhi tanaman liar seluas 1.500 meter persegi, lokasinya di Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru.
Tapi kini, lahan tidur sudah ditanami ragam tanaman menghasilkan, seperti pohon lengkeng, durian, mangga dan beberapa jenis tanaman lainnya.
Meski masih berumur dua tahun, tapi tanaman sudah mulai berbunga, dan sebagian lagi sudah mulai mengeluarkan putik menunggu jadi buah.
Kata Wakil Gubernur Provinsi Riau seperti dikutip dari situs resmi Pemprov Riau, pemanfaatan lahan kosong jadi perkebunan program yang cukup efektif untuk masyarakat. soalnya, meski lahan tidak luas hasilnya sangat menjanjikan kepada masyarakat.
"Durian jenis montong, dan musang king yang harganya cukup tinggi bisa menjadi penghasilan tambahan masyarakat. Begitu buah lengkeng dan mangga cukup laris di pasaran. Perkebunan seperti ini terus kita edukasikan ke masyarakat. Apalagi hasilnya bisa bersaing dengan sawit, sehingga masyarakat Riau bisa tidak lagi bergantung cuma kepada sawit yang harganya tidak stabil seperti saat ini," ulasnya di Pekanbaru, pada Selasa (12/7).
Menurut H Edy Natar, hal itu sesuai komitmen yang disampaikannya sebelumnya, setelah meninjau perkebunan durian masyarakat di Kabupaten Bengkalis beberapa waktu lalu.
Dimana hasil perkebunan masyarakat di Bengkalis cukup bagus untuk di Riau. Tapi gimana memprogramkan perkebunan durian itu hasilnya tidak cuma bergantung pada musim. Tapi bisa menghasilkan sepanjang tahun.
Program itu lanjutnya, sudah dilakukan di kebun percotohan yang dibuatnya dengan melakukan perangsangan buah melalui terapi infus.
"Sesuai yang sudah dilakukan, 40 hari setelah program terapi infus berjalan, tanaman mengeluarkan bunga. Terapi infus meransang tanaman untuk pembuahan," bebernya.
Mantan Danrem 031 Wira Bima ini menekankan, Provinsi Riau merupakan daerah yang sangat kaya dengan alamnya. Artinya, saat ini kembali pada kemauan masyarakat untuk melakukan kegiatan pertanian. Bertani tidak sulit dan bisa memanfaatkan lahan kosong di lingkungan tempat tinggal.
"Selama kita mau dan berusaha, Insya Allah pasti ada hasilnya. Kuncinya yakin, sebab rezeki itu sudah ditetapkan oleh Allah SWT dan tinggal bagaimana kita berusaha menjemput rezeki itu," jelasnya.
Harapannya, dengan kebun percontohan ini bisa menjadi momen dan support bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomian melalui pertanian maupun perkebunan sesuai program yang terus digesa pemerintah untuk masyarakat kedepan," tandasnya.
Melongok Kebun Durian Percontohan Wagub Riau di Kota Pekanbaru
Diskusi pembaca untuk berita ini