https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Nasional / Pansus Stabilitas Harga Sawit  Terbentuk, Beliadi: Perusahaan Bandel Tindak Tegas

Pansus Stabilitas Harga Sawit  Terbentuk, Beliadi: Perusahaan Bandel Tindak Tegas


Selasa, 01 Agustus 2023 | 10:28 WIB  

Penulis : Sahdan
Editor : Sahdan
Pansus Stabilitas Harga Sawit  Terbentuk, Beliadi: Perusahaan Bandel Tindak Tegas

Foto Istimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 30108 | Artikel Judul: Pansus Stabilitas Harga Sawit  Terbentuk, Beliadi: Perusahaan Bandel Tindak Tegas | Tanggal: Selasa, 01 Agustus 2023 - 10:28

Babel, katakabar.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bangka Belitung sudah membentuk Panitia Khusus (Pansus) pembahasan tentang stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dan syarat perizinan perkebunan sawit di Provinsi Bangka Belitung.

Wakil Ketua DPRD Bangka Belitung, Beliadi menjelaskan, Pansus dibentuk bertujuan untuk melindungi harga kelapa sawit di Bangka Belitung, agar tidak terjadi turun dan naik harga.

"Target pertama, melindungi harga sawit masyarakat Babel. Selama ini tidak jelas, kapan turun kapan naik harga. Semaunya dari perusahaan perkebunan yang punya pabrik," ujar Beliadi dilansir dari laman Bangkapos.com, pada Selasa (1/8).

Target kedua kata Beliadi, untuk memenuhi syarat perkebunan, yakni plasma 20 persen, jarak dengan jalan provinsi dan kabupaten mesti sesuai meternya. Jarak anak sungai harus sesuai meternya, dan seluruh perusahaan sawit harus on the track, ikut aturan itu.

Bila Pansus telah bekerja dan menemukan perusahaan sawit melanggar aturan bakal diberikan tindakan tegas kemudian.

"Kalau sudah dibuat Pansus tidak mengikuti aturan. Targetnya diusulkan pencabutan perizinan perkebunan sawit yang membandel," tegasnya.

Jadi tambah Beliadi, dengan terbentuknya Pansus tentang stabilitas harga sawit dan perizinan perkebunan kelapa sawit melalui rapat pembentukan, hendaknya setiap anggota dapat menjalankan tugas dengan sebaik mungkin.

Ketua Komisi II DPRD Babel, Agung Setiawan menuturkan, petani hendaknya membentuk kelompok atau koperasi agar harga TBS kelpaa sawit tidak jatuh.

Jika petani sudah ada kelompok atau koperasi tadi, bakal ada kesamaan harga antara petani satu dengan lainnya, dengan melakukan perjanjian kerja sama dan bermitra dengan perusahan kelapa sawit.

"Kita tahu persoalan harga TBS kelapa sawit hingga kini tidak selesai selesai. Di mana permasalahanya harga sawit ke perusahaan berdasarkan inti dan plasma. Artinya, plasma masuk ke inti," ujar Setiawan.

Tapi lanjutnya, untuk petani mandiri yang tidak bermitra dan hanya punya lahan seluas 1 hingga 3 hektar jadi persoala.

Itu disebabkan, lantaran kualitas bibit dan cara pemupukan yang kurang baik tidak sesuai standar pabrikan berdampak kepada harga kelapa sawit.

"Para petani tanam bibit tidak jelas, cara pemupukan, pertanian tidak diatur. Akibatnya mempengaruhi hasil dan kualitas rendah. Padahal perusahaan atau pembeli menginginkan sesuai dengan standar," ulasnya.

Politikus NasDem ini meminta petani swadaya atau mandiri menunjukkan antusiasmenya untuk bermitra dengan perusahaan kelapa sawit untuk memasarkan Tandan Buah Segar (TBS).

"Untuk itu, pentingnya membentuk kelompok atau koperasi agar bisa bermitra ke perusahaan atau pabrik, sebagai bapak angkat. Apabila sudah panen, tinggal jual ke bapak angkat tadi dengan harga bisa lebih baik ke ke depan," bebernya.

Diceritakannya, pemerintah daerah dan DPRD Babel saat ini perlahan-lahan melakukan pembinaan terhadap petani, termasuk .embentuk kelompok dan bermitra dengan perusahaan sawit.

"Kalau sudah kerja sama ada catatan, dan ada konsekuensi. Misalnya bibit harus ini, bibit jelek bisa replanting. Artinya ada bantuan pemerintah mengganti tanaman sawit yang sudah tidak produktif, dengan adanya batasan berapa hektar," imbuhnya.

Masih Agung, program replanting kelapa sawit untuk membantu petani meningkatkan kualitas dan produkrivitas. Endingnya, agar hasil maksimal. Harapannya, perusahaan atau pabrik sawit dan petani mandiri bermitra lewat perjanjian atau MoU.

Diketahui, Petani Tandan Buah Segar (TBS)  kelapa sawit swadaya atau mandiri di Provinsi Bangka Belitung didorong untuk bermitra dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit.

Adanya kemitraan antara petani dan perusahaan dipastikan dapat memberikan kepastian harga beli Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani harga naik dan turun selama ini.

Saat ini harga TBS kelapa sawit di tingkat tengkulak berkisar Rp1.500 per kilogram dan tingkat pabrik kelapa sawit Rp1.850 per perkilogram belum mencapai Rp2.000 per kilogram.

www.katakabar.com | Artikel ID: 30108 | Artikel Judul: Pansus Stabilitas Harga Sawit  Terbentuk, Beliadi: Perusahaan Bandel Tindak Tegas | Tanggal: Selasa, 01 Agustus 2023 - 10:28

TOPIK TERKAIT

# Pansus# Stabilitas# TBS Sawit# Terbentuk# DPRD Bangka Belitung# Perusahaan# Bandel# Tindak Tegas
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Riau
    Sosialisasi Perkebunan Inti dan Plasma

    Bagus S: Pekebun dan Perusahaan Kelapa Sawit Pahami Aturan Kemitraan

    Minggu, 23 Jul 2023 | 21:43 WIB
  • Nasional

    Dorong Sertifikat ISPO Perusahaan dan Petani Sawit, Ini Target Disbun Kaltim

    Rabu, 19 Jul 2023 | 22:19 WIB
  • Nasional

    Apkasindo Dukung, Rencana DPRD Babel Bentuk Pansus Harga TBS Sawit Rendah

    Senin, 17 Jul 2023 | 23:29 WIB
  • Nusantara

    Disbun Riau Masih di Kasta Tertinggi Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit

    Senin, 17 Jul 2023 | 20:18 WIB
  • Sawit

    Harga Sawit Petani Swadaya Rendah Dari Penetapan Disbun Aceh, Kok Bisa!

    Sabtu, 15 Jul 2023 | 16:26 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :