Pasir Pengaraian, katalabar.com - Untuk kali perdana Menteri Perhubungan Republik Indonesia (Menhub RI), Budi Karya Sumadi melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) atau meninjau Bandara Tuanku Tambusai yang berada di Kecamatan Rambah Samo, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau, pada Sabtu (4/5), akhir pekan lalu.
Menhub RI, Budi Karya Sumadi dorong potensi Bandara Tuanku Tambusai agar dapat dioptimalkan keberadaannya guna meningkatkan konektivitas dan perekonomian masyarakat.
“Dengan dioptimalkannya Bandara Tuanku Tambusai, masyarakat semakin mudah untuk melakukan perjalanan dari Kabupaten Rokan Hulu ke tempat-tempat lainnya,” ujar Menhub RI saat kunker di Bandara Tuanku Tambusai disambut hangat Bupati Rokan Hulu, H Sukiman dan jajarannya, Dandim 0313/KPR dan Kapolres Rokan Hulu, serta Pejabat lainnya.
Menurut Budi, konektivitas bandara tersebut jangan hanya terbatas ke Batam saja, tapi harus bisa ke daerah lain, seperti Medan atau wilayah-wilayah lainnya.
Jadi, harap Menhub RI, Bandara Tuanku Tambusai dapat segera diajukan penyerahannya kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Bandara Tuanku Tambusai sudah bagus, apalagi sekarang ini sudah ada konektivitas ke Batam seminggu dua kali. Tapi, ada satu hal yang memang perlu diselesaikan yakni terkait penyerahan aset ke Kementerian Perhubungan,” terang Menhub.
Soal hal itu, Menhub RI pun sudah menyampaikan kepada jajaran Forkompimda di Provinsi Riau agar berkoordinasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, sehingga proses penyerahan aset bisa segera dilaksanakan.
“Apabila sudah diserahkan, maka perawatan-perawatan bandara bisa dilakukan oleh Kementerian Perhubungan,” kata Budi.
Bandara Tuanku Tambusai, rinci Budi, memiliki Runway berdimensi 1.300 meter x 30 meter, sehingga bisa didarati Pesawat berjenis ATR.72-500/600. Adapun luas terminal bandara ini sebesar 3.630 meter persegi.
Sedang, rute penerbangan, Bandara Tuanku Tambusai melayani Rute Batam-Pasir Pengaraian dengan frekuensi dua kali dalam seminggu. Di mana maskapai yang melayani rute tersebut sejauh ini Susi Air.
Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Darmin Nasution, Bupati Rokan Hulu, Sukiman, Dirjen Perhubungan Udara, Maria Kristi, serta unsur Forkopimda Rokan Hulu, turut hadir saat Kunker Menhub RI.
Diketahui, Bandara Tuanku Tambusai memiliki sejarah panjang setelah diresmikan Presiden Republik Indonesia, HM Soeharto pada 1982 silam. Setelah melalui berbagai renovasi, hingga saat ini bandara tersebut masih beroperasi khususnya di akhir pekan dengan penerbangan perintis rute Pasir Pengaraian-Batam pulang pergi (PP).
Kementerian Perhubungan melihat adanya potensi besar ke depan, kalau antusias masyarakat terhadap penerbangan di Rokan Hulu terus meningkat. Titik pentingnya ialah jika pesawat Wings (komersil) dengan 45 kursi bersedia beroperasi di sini maka pemesanan pun dapat dilakukan melalui platform online. Jika itu terjadi maka dipastikan bandara ini akan dapat berkembang lebih pesat lagi.
Selain itu, terdapat dua jenis subsidi dalam bidang penerbangan, yakni subsidi avtur dan tiket pesawat, karena fasilitas pengisian bahan bakar di bandara ini belum tersedia, maka peran pemerintah di sini ialah mensubsidi tiket pesawat (maskapai Susi Air) sehingga tarif yang dijual 50 persen lebih murah.
Dilihat, dari aspek penerimaan negara, bandara kebanggaan Rokan Hulu ini berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui biaya airport tax serta landing charge yang langsung disetorkan ke rekening kas negara.
Berkembangnya bandara ini sangat membantu daerah Rokan Hulu khususnya menjadi destinasi baru masyarakat luar untuk menjadi tempat berbisnis ataupun destinasi wisata yang dapat menstimulus perekonomian. Jadi, penerimaan pajak dari kabupaten ini bakal meningkat. (Adv)
Penerimaan Pajak Meningkat, Menhub RI Dorong Potensi Bandara Tuanku Tambusai Dioptimalkan
Diskusi pembaca untuk berita ini