Pengacara Gubsu Bakal Laporkan Choki ke Poldasu

Medan |Katakabar.com  

Polemik antara Gubsu Edy Rahmayadi dengan pelatih billiar Khoirudin (Choki) Aritonang, sepertinya terus berlanjut. 

Sebelumnya,Senin (3/1/2022), Gubsu sudah dilaporkan ke Polda Sumut, berdasarkan Nomor.STTLP/03/1/2022/SPKT/POLDA SUMUT, yang ditandatangani KA SPKT, AKP MI Saragih SE MH. 

Menyikapi hal tersebut, pengacara Gubsu, Junirwan Kurnia mengatakan pihaknya juga akan melaporkan balik pelatih Biliar PON tersebut karena menyebut Edy sebagai 'Gubernur jahanam'.

"Laporan balik soal penistaan, bahasa di undang-undangnya begitu.
 Iya (soal pernyataan jahanam ),"terang Junirwan Kurnia kepada wartawan, Rabu (5/1/2022).

Junirwan saat dihubungi Katakabar.com, menyampaikan pernyataan Choki itu dia sampaikan merespon jeweran Gubsu Edy kepadanya. Choki dinilai tidak sepantasnya menyampaikan itu karena Edy merupakan kepala daerah di Sumut.

"Soal laporan balik kita lihat perkembangan ke depan,"katanya. 

Diketahui kalau kasus ini berawal saat Gubsu Edy menjewer Choki Aritonang saat pemberian tali asih kepada kontingen PON asal Sumut. Edy mengatakan jeweran itu dia lakukan karena Choki tidur saat acara.

"Pelatih saya, saya ngumpul begini, dia tidur," ucap Edy. Diceritakan Choki, dampak dari Edy melakukan hal itu terhadapnya. Sambil menangis, dia mengatakan malu karena peristiwa itu.

"Belum lagi kejadian, ada anak saya. Merasakan malunya. Mohon maaf, 
cemana pun saya malu sekali, betul," ujar Coki saat konferensi pers, Kamis (30/12/2021).

Kata Junirwan Kurnia, laporan yang dilayangkan pihak Choki itu, diduga laporan itu disampaikan karena ada pihak yang menunggangi."Rekaan Pak Edy itu ditunggangi orang," kata Junirwan. 

Menyikapi bakal dilaporkannya balik Choki ke Polda Sumut, Gumilar Aditiya Nugroho SH, selaku kuasa hukum Choki belum bisa memberikan keterangan dan pihaknya hanya menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum. 

 

Editor : Dedi

Berita Terkait