https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Riau / Produksi Sagu Kepulauan Meranti Terbesar di Dunia

Limbah Industri Sumbang 80.426 Ton per Tahun

Produksi Sagu Kepulauan Meranti Terbesar di Dunia


Senin, 22 Desember 2025 | 18:43 WIB  

Penulis : Budiman
Editor : Sahdan
Produksi Sagu Kepulauan Meranti Terbesar di Dunia

Apen Taruna, putra daerah Kabupaten Kepulauan Meranti. Foto: Nur/kqtqkabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 42927 | Artikel Judul: Produksi Sagu Kepulauan Meranti Terbesar di Dunia | Tanggal: Senin, 22 Desember 2025 - 18:43

Kepulauan Meranti, katakabar.com - Kabupaten Kepulauan Meranti dikenal sebagai sentra produksi sagu terbesar di dunia, kini dihadapkan pada ancaman serius krisis lingkungan. Limbah industri sagu di wilayah ini tercatat mencapai 80.426 ton per tahun, tetapi hingga kini penanganannya dinilai belum optimal dan berkelanjutan.

Permasalahan limbah industri sagu telah berlangsung selama puluhan tahun tanpa penyelesaian yang komprehensif, baik dari hulu hingga hilirisasi.

Kondisi ini dinilai berpotensi memperluas pencemaran lingkungan apabila tidak segera ditangani secara serius oleh pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Berdasarkan data yang dihimpun, dari sekitar 95 kilang sagu yang beroperasi di Kepulauan Meranti, hanya sebagian kecil yang telah memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Situasi tersebut menjadi persoalan konkret di lapangan dan memperkuat indikasi bahwa industri sagu Meranti telah memasuki tahap darurat lingkungan.

Dampak pencemaran limbah sagu tidak hanya mengancam kualitas badan sungai, tetapi berpotensi memusnahkan ekosistem biota air, merusak hutan mangrove yang berfungsi menahan abrasi pantai, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam tersebut.

Menanggapi kondisi itu, Apen Taruna, putra daerah Kabupaten Kepulauan Meranti sekaligus aktivis lingkungan dan mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan, menyatakan komitmennya untuk berkontribusi langsung melalui penelitian ilmiah.

“Saya ingin berkontribusi nyata bagi kampung halaman dengan melakukan penelitian tesis mengenai limbah industri sagu. Persoalan ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya sangat luas,” ujarnya.

Apen menegaskan, penelitian tersebut bertujuan mencari solusi aplikatif dan berkelanjutan agar industri sagu dapat berkembang sejalan dengan prinsip green economy atau ekonomi hijau. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penyelesaian masalah limbah sagu.

Rencana penelitian ini dijadwalkan mulai dilaksanakan awal tahun 2026, saat ini masih dalam tahap pengurusan administrasi penelitian di universitas. Proses penelitian diperkirakan akan memakan waktu yang cukup signifikan serta melibatkan berbagai pihak terkait.

Tetapi, Apen juga menyoroti pentingnya dukungan dan jaminan keamanan dari pemerintah daerah agar penelitian dapat berjalan dengan lancar di lapangan.

“Saya berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh, termasuk jaminan keamanan, agar penelitian ini dapat berjalan tanpa hambatan dan memberikan manfaat nyata bagi Meranti,” tandasnya.

Upaya akademik ini diharapkan menjadi langkah awal dalam merumuskan kebijakan strategis pengelolaan limbah industri sagu yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Kepulauan Meranti.

www.katakabar.com | Artikel ID: 42927 | Artikel Judul: Produksi Sagu Kepulauan Meranti Terbesar di Dunia | Tanggal: Senin, 22 Desember 2025 - 18:43

TOPIK TERKAIT

# Produksi# Sagu# Terbesar# Dunia# Limbah# Sumbang# Tahun
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Ekonomi

    Akhir Tahun Tiba, Saatnya Susun Resolusi Keuangan 2026

    Senin, 22 Des 2025 | 11:39 WIB
  • Nasional

    Menutup Tahun, LindungiHutan Dorong Solusi Berbasis Alam Hadapi Tantangan Iklim

    Minggu, 21 Des 2025 | 15:31 WIB
  • Internasional

    Tembus Industri Game Dunia Sebelum Wisuda, Arvin Sadeli Buktikan Lulusan BU Siap Bersaing Global

    Minggu, 21 Des 2025 | 10:21 WIB
  • Ekonomi

    Fase Baru Bitcoin! Mengukur Potensi dan Stabilitas Pasar Jelang Penutupan Tahun

    Jumat, 19 Des 2025 | 16:34 WIB
  • Sumut

    Polres Asahan Gelar Apel Operasi Lilin Toba 2025, Siap Amankan Nataru

    Jumat, 19 Des 2025 | 15:26 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :