https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Nasional / Prospek Saham Nikel di Tengah Wacana Pemangkasan Produksi Jumbo

Prospek Saham Nikel di Tengah Wacana Pemangkasan Produksi Jumbo


Sabtu, 27 Desember 2025 | 09:00 WIB  

Editor : Sahdan
Prospek Saham Nikel di Tengah Wacana Pemangkasan Produksi Jumbo

Foto: Ilustrasi/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 43000 | Artikel Judul: Prospek Saham Nikel di Tengah Wacana Pemangkasan Produksi Jumbo | Tanggal: Sabtu, 27 Desember 2025 - 09:00

Jakarta, katakabar.com - Saham nikel kompak naik dalam sepekan terakhir setelah pemerintah Indonesia mengumumkan rencana pemangkasan produksi bijih nikel yang cukup signifikan.

Lalu, apakah ini berpotensi menjadi titik balik sektor nikel untuk terus melaju di 2026?

CEO dan Founder Mikirduit Surya Rianto mengatakan, kenaikan harga saham nikel dalam jangka pendek didorong oleh kenaikan harga nikel di LME sebesar 10,64 persen sejak 17 Desember 2025 hingga menjadi 15.758 dolar AS per ton.

Tetapi, kenaikan ini hanya sifat reaktif dari market atas rencana pemangkasan produksi nikel di Indonesia.

“Realitanya, pasar nikel masih oversupply ratusan ribu ton. Kami menilai kenaikan jangka pendek karena Indonesia hanya baru berencana, tapi belum merealisasikan pemangkasan produksi. Lalu, setelah Indonesia pangkas produksi, sektor nikel baru memperbaiki kondisi supply, sedangkan demand-nya masih lemah,” ujarnya melalui keterangan resmi Rabu lalu.

Kabar terakhir, pemerintah Indonesia berencana memangkas produksi hingga 35 persen menjadi 250 juta ton pada 2026. Tetapi, aksi dari Indonesia ini dinilai belum menjadi solusi atas oversupply nikel di dunia.

Catatan dari BMO CapitalMarkets menilai pasar nikel masih surplus pasokan sekitar 240.000 ton (nikel tingkat kemurnian 99 persen bukan dalam bentuk bijih) pada 2026 (dengan mengecualikan rencana pemangkasan produksi Indonesia).

Pemangkasan produksi di Indonesia dinilai belum bisa berdampak signifikan hingga benar-benar terealisasi.

Sementara, Rusia Nornickel memperkirakan oversupply di sektor nikel masih sebesar 275.000 ton pada 2026. Angka itu meningkat dari surplus 240.000 ton pada tahun ini. 

Rencana Indonesia memangkas produksi nikel juga patut dipertanyakan, terutama terkait komitmennya. Pasalnya, pada akhir 2024, pemerintah berencana memangkas produksi hingga tersisa 150 juta ton di 2025. Realitasnya, produksi bijih nikel Indonesia masih tembus 300 juta ton di 2025.

Prospek Saham Nikel

Dalam jangka pendek, saham-saham nikel naik selaras dengan kenaikan harga nikel di LME dari 14.000 dolar AS per ton mendekati 16.000 dolar AS per ton. Jika harga nikel kembali konsolidasi dan mengalami koreksi bisa menjadi tekanan lagi bagi saham nikel.

Surya menekankan ada normalisasi kinerja keuangan saham nikel di 2025 yang mencatatkan kenaikan signifikan dibandingkan 2024. Hal itu disebabkan adanya kendala persetujuan RKAB pada 2024 yang membuat hampir satu semester pertama di tahun tersebut para emiten nikel tidak mampu mencatatkan penjualan optimal. Sehingga, ketika aktivitas penjualan kembali normal di 2025, ada pertumbuhan anomali yang cukup signifikan di hampir seluruh saham nikel.

“Untuk itu, kinerja keuangan emiten nikel di 2026 akan kembali ke mode normal yang menyesuaikan dengan harga nikel. Meski, kami mencatat ada beberapa saham nikel yang menyelesaikan pembangunan smelter di 2026 dan bisa jadi katalis pendorong kinerjanya lebih atraktif,” jelasnya.

Menurut Surya, pesan terpenting untuk investor ritel bisa bersabar jika ingin masuk ke saham nikel yang baru saja mengalami kenaikan. Tren kenaikan saham nikel sepanjang 2025 didorong oleh tiga faktor utama, mulai dari anomali pertumbuhan karena hal teknis di 2024, kenaikan harga MHP (produk olahan nikel untuk baterai kendaraan listrik di Agustus-Oktober 2024), dan wacana pemangkasan produksi bijih nikel di Indonesia pada 2026.

"Tetapi, secara fundamental, permintaan nikel masih lemah. Kecuali, tiba-tiba demand nikel di China untuk nickel pig iron yang digunakan di industri stainless steel kembali meningkat. Itu bisa menjadi pendorong booming yang lebih besar bagi saham nikel,” terangnya.

Untuk mengantisipasi peluang saham sektor nikel, Mikirduit juga sudah merilis riset prospek 9 saham nikel di 2026 yang ringkasannya bisa dibaca di sini .

Jika ingin laporan lebih lengkap beserta action-nya, kamu bisa join ke Mikirsaham pro dengan klik link di sini

www.katakabar.com | Artikel ID: 43000 | Artikel Judul: Prospek Saham Nikel di Tengah Wacana Pemangkasan Produksi Jumbo | Tanggal: Sabtu, 27 Desember 2025 - 09:00

TOPIK TERKAIT

# Prospek# Saham Nikel# Wacana# Pemangkasan# Produksi
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Riau
    Limbah Industri Sumbang 80.426 Ton per Tahun

    Produksi Sagu Kepulauan Meranti Terbesar di Dunia

    Senin, 22 Des 2025 | 18:43 WIB
  • Internasional

    Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Dorong Tren Bullish Emas

    Kamis, 27 Nov 2025 | 12:00 WIB
  • Tekno

    Layanan Produksi Video: Apa Harus Anda Ketahui?

    Kamis, 27 Nov 2025 | 11:31 WIB
  • Tekno

    Produksi Video untuk Komunikasi Bisnis Tingkatkan Kepercayaan

    Kamis, 27 Nov 2025 | 11:00 WIB
  • Internasional

    Fed Isyaratkan Pemangkasan Suku Bunga, Emas Berpeluang Menguat

    Rabu, 26 Nov 2025 | 08:00 WIB

TERPOPULER

  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • UPDATE Kasus Dugaan Permainan Retribusi Pasar Belantik Siak: Jaksa Minta Inspektorat Audit, Tapi...

    Rabu, 01 Apr 2026 | 15:40 WIB
  • Tidak Bayar Pesangon 34 Eks Karyawan, Ratusan Buruh Geruduk BRI Kanwil Medan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 19:06 WIB
  • Kejari Binjai Tetapkan Empat Tersangka Kasus Kontrak Fiktif di Dinas Ketahanan Pangan

    Rabu, 01 Apr 2026 | 05:02 WIB
  • Kapolres Kepulauan Meranti Tingkatkan Kebersamaan Lewat Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H

    Senin, 30 Mar 2026 | 13:44 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :