Bathin Solapan, katakabar.com - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Pemilihan atau Dapil 5 Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Sanusi SH. MH reses RT 07, RW 08, Desa Balai Makam, Kecamatan Bathin Solapan, Kamis (19/12) sore.

Kegiatan reses perdana di periode kedua Sanusi jadi Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis diikuti sangat antusias oleh seratusan emak-emak merupakan warga Perumahan Nasional atau Perumnas tak begitu jauh dari Kantor Desa Balai Makam.

"Mari kita tata lagi pembangunan di Kabupaten Bengkalis, Khususnya di Kecamatan Bathin Solapan kedepan," ujar Politisi Pertai Keadilan Sejahter atau PKS Ini

Pada 2024 ini, kata Sanusi, sebesar Rp2,5 miliar untuk pembangunan struktur dan infrastruktur. Semoga berbagai kegiatan dapat terlaksana dan terealisasi sesuai keinginan dan harapan masyarakat.

"Untuk itu, kepada masyarakat silahkan usulkan dan sampaikan baik yang tersurat maupun yang tersirat. Pada reses perdana ini berfokus pada silaturahmi. Jadi, enggak perlu formal-formal kali. Saya merasa bangga dengan masyarakat di kawasan perumahan ini," ucapnya.

Kalau periode pertama jadi Anggota DPRD Kabupaten Bengkalis, sebut Sanusi, saya di Komisi I DPRD Kabupaten Bengkalis membidangi Huku, Pemerintahan dan bidang lainnya. Untuk periode kedua ini saya diamanahkan jadi Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis membidangi Ekonomi dan Keungan, serta bidang lainnya.

"Komisi III DPRD Kabupaten Bengkalis berfokus bagaimana Pendapatan Asli Daerah atau PAD Kabupaten Bengkalis hasilnya bisa maksimal. Bagimana keuangan daerah, seperti gaji ASN, Honorer dan lainnya terealisasi dengan baik sesuai peraturan dan perundang-undangan," jelasnya.

Di sesi diskusi dan tanya jawab, salah satu warga, Ires sampaikan permohonan secepatnya dilaksanakan pembangunan jalan poros utama lantaran warga yang mengendarai sepeda motor sudah sering terjatuh disebabkan ruasa jalan rusak.

Sedang, Sahmenan mengusulkan masalah sekolah, dan jalan masuk bagian luar sudah hampir 10 tahun lamanya belum dibangun.

"Kami sudah pernah sampaikan ke pemerintah tapi hanya dijanjikan, dan belum direalisasikan. Jadi, janji tinggal janji," tuturnya.

Sedang, warga lainnya Putri mengusulkan di kawasan Jalan Pipa Air Bersih ditambah bak sampah agar tidak ada lagi warga buang sampah sembarangan.

"Kami minta bak sampah agar sampah tidak dibuang sembarangan," harap Putri.

Terakhir, Widya warga Gang Teratai usulkan pembuatan parit guna antisiapasi banjir musiman yang melanda kawasan tempat tinggal warga.

"Warga sudah pernah mengusulkan tapi belum direspon. Mohon Pak dibantu untuk pembangunan parit," kata Widya.

Bagi lingkungan banjir, drainase tersumbat gotong royong bersihkan. Mari kita jaga lingkungan bersama.

Menanggapi berbagai usulan dari masyarakat Sanusi memaparkan, beberapa usulan dari masyarakat sebagian sudah mulai direalisasikan pembangunannya tapi ada berbagaj kendala sehingga pembangunan tidak tuntas, seperti Jalan Poros Utama dari pangkal jalan sudah diusulkan dan diukur mau dibangun ada yang tak mau atau ada yang komplai, sehingga pembangunannya terpaksa dipindahkan ke tempat lain yang lebih membutuhkan.

"Jadi, sebenarnya sudah pernah masuk dalam program pembangunan," ulasnya.

Mengenai Jalan ke Perumahan Mutiara Recident, sambungnya, sudah pernah diukur, dan bakal diusulkan ke Pemprov Riau.

Kalau soal sampah, beber Sanusi, sampah jikan dikelola dengan baik jadi berkah tapi bila tidak kelola dengan baik jadi musibah.

"Ini bukan persoalan ada tidak ada bak sampah tapi perlu kesadaran dalam membuang sampah. Harus berjuang untuk kebersamaan demi kebersihan lingkungan. Saya khawatir dibikin bak sampah tak diangkut-angkut maka menimbulkan masalah baru," imbuhnya.

Sokusinya, ajak Sanusi, eloknya bikin keranjang sampah depan rumah masing-masing bisa diangkat sekali tiga hari.

"Ke depan kita programkan pembangunan Bank sampah solusi persoalan sampah di Kecamatan Bathin Solapan. Mari kita jaga lingkungan agar bersih," sebutnya.

Nah, soal usulan masyarakat lainnya seperti usulan pengeras suara masjid, serta lainnya kita catat dulu, mudah-mudahan tidak begitu lama bakal ada solusinya, tandasnya.