Home / Nasional / Sepuluh Karya Fotografi Makro dari Ngawi Persembahan Rivai dan Ana Hiasi 75 Galeri Jakarta
Sepuluh Karya Fotografi Makro dari Ngawi Persembahan Rivai dan Ana Hiasi 75 Galeri Jakarta
Foto Istimewa/katakabar.com.
Jakarta, katakabar.com - Seni adalah sentuhan, kerja, manifestasi estetika tanpa batas dengan cita rasa tinggi. Berbagai kegiatan seni dilakukan dengan memamerkan karya-karya terbaik para pembuatnya, untuk dinikmati.
Seperti yang dilakukan Komunitas Sambal yang berkolaborasi dengan 75 Gallery menghadirkan beragam karya seni bertajuk “Re-Earth Generation” yang dibuka hari ini, di Jakarta, Minggu (15/6).
Beragam karya seni yang dipamerkan merupakan hasil karya beberapa seniman senior dan muda dari Jawa dan Bali termasuk dua fotografer asli Ngawi, Rivai Nugraha Saputra dan Malika Dwi Ana.
Rivai dan Ana fotografer makro, yang memiliki ciri khas tersendiri. Di pameran bergengsi ini, dua adik-kakak asal Ngrambe, Ngawi, provinsi Jawa Timur, menampilkan 10 karya terbaiknya, 8 karya Rivai yakni Kumbang Permata atau dikenal sebagai Kumbang Kaki Kodok, Tawon Cukco atau Emerald Wasp, Labradus Butterflies, Pea Blue Butterfly, Robberfly Pelangi, Si Bongkok Toxophora, Twins Yellow Potter Wasp, dan dua foto Scolia Hirta karya Ana.
Sepuluh karya fotografi makro mereka dipajang di dinding sisi kanan galeri. Jepretan tingkah lebah, lalat, kumbang dan kupu-kupu, mendapat banyak pujian dari para tamu undangan dan pengunjung, terutama aksi kupu-kupu "Pea Blue”.
Rivai 42 tahun kepada wartawan tak dapat menutupi rasa harunya. "Sejauh ini, ini yang paling jauh. Sebuah pencapaian yang luar biasa, seorang "fotokober" yang hanya bermodalkan "lensbong" dan kamera hape, tidak menyangka bisa mengikuti pameran berskala nasional yang dihadiri oleh orang-orang penting dan fotografer terkenal," ceritanya.
"Saya berharap karya-karya ini bisa berkembang tidak hanya di media sosial tapi go internasional, bisa lebih produktif dan menginspirasi banyak orang," lanjut seorang guru di MTs Darul Hikmah, Ngompak, Ngrambe, Ngawi ini.
Sementara Ana 53 tahun, meski mengaku karya fotografi makronya hasil dari sebuah hobi, pameran ini menjadi pengalaman baru.
"Bisa tampil sudah bagus, ikut berpartisipasi. Apalagi momen ini digelar berkaitan dengan upaya pelestarian bumi. Bumi ini butuh keseimbangan. Menjaga keanekaragaman hayati, flora dan fauna itu kerja-kerja mulia," ujarnya.
Ketua Penyelenggara sekaligus Founder Komunitas Sambal, Jakarta, Rr. Kori Soenarko, ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga pameran bertajuk “Re-Earth Generation” dapat terselenggara dengan baik.
Hadir di acara pembukaan, Rusmantoro dari Dinas Kebudayan Jakarta, fotografer terkenal Darwis Triadi, Hendrajit, R. Bambang Sudyanto, Syarah Andriani, Yuri Marina, Agung Marsudi D Susanto, dan Triyudha Ratulangie Ichwan.
Pameran ini terbuka untuk umum, digelar selama 10 hari, dari 15 hingga 24 Juni 2025.








Komentar Via Facebook :