Duri, katakabar.com - Hewan belalai panjang bernama Codet kelaparan mengganas di kawasan pemukiman penduduk Jalan Siak, persisnya RT 01 RW 02 Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan, Duri Kabupaten Bengkalis Riau, pada Minggu (11/9) sekitar pukul 16.30 WIB.
Santing laparnya si bongsor nama lain dari gajah, tanaman di sudut dapur rumah warga disikat tak tersisa.
Itu diketahui dari postingan Ketua RT 01 RW 02 Desa Petani Kecamatan Bathin Solapan, Ruslan di dinding fecebook utih atan. Warga net yang viralkan video gajah liar yang di gelar codet tersebut menuliskan jawaban dalam kolom komentarnya mengatakan, gajah liar ini santing berdampingannya dengan masyarakat, tanaman di sudut dapurpun habis di hajarnya Pak.
"Rekaman video pun sudah di kirim ke BBKSDA Riau, tapi belum ada tanggapannya. Sudah dikirimpun videonya ke mereka, begitu balasan selanjutnya."
Menurut salah satu aktivis lingkungan dari LSM. Komunitas Peduli Hukum dan Penyelamatan Lingkungan menyampaikan, di
"Sekitar Jalan Siak Duri, dulunya memang wilayah perlintasan satwa gajah sebelum pemukiman warga padat," ujar salah satu aktivis lingkungan dari LSM.Komunitas Peduli Hukum dan Penyelamatan Lingkungan.
Harapannya, BBKSDA Riau proaktif melakukan pengawasan gajah liar ini jangan sampai sudah jatuh korban nyawa dari masyarakat baru bertindak.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah III, Maju Bintang Huta Julu menyebutkan, itu gajah Codet namanya. FYI, Duri itu merupakan salah satu daerah jelajah gajah liar yang tersisa di Riau.
Saya sudah jelaskan diatas ini bapak. Duri itu merupakan daerah jelajah gajah liar dari dulu, dan sudah sangat sering berita gajah keluar masuk kampung kita dengar selama ini. Di mana kampung tersebut kawasan hutan dulunya yang menjadi rumah bagi gajah liar.
"Saya hanya memberi jawaban atas WA Bapak. Bila ingin statement resmi melalui kantor Balai Besar KSDA saja Bapak. Ada humas yang bisa membantu bapak nanti," jelasnya kepada wartawan.
Bidang Humas Balai Besar KSDA Riau yang diteruskan Dian menimpali, silahkan hubungi call centre di nomor 081374742981 biar langsung didata bang, terima kasih infonya.
"Saya diteruskan ke pemangku terkait. Biasanya ditanya data pelapornya biar bisa dihubungi untuk koordinasi di lokasi," kata Dian.
Di Balai Besar KSDA Riau statemen diberikan satu pintu oleh Kepala Balai Besar dan bukan bagian Humas. Bisa ke pemangku wilayah apabila ada pendelegasian dari Kepala Balai Besar, tapi biar saya teruskan di group struktural bang.
Kita release harus ada informasi yang disampaikan dari lapangan. Saya sudah komunikasikan belum ada jawaban dari petugas lapangan, ditunggu ya sampai ada informasi dari petugas di lapangan bang. Bisa jadi kawan-kawan sulit dihubungi berkemungkinan tidak ada jaringan seluler dan lelet, sebutnya.
Si Codet Lapar Sikat Tanaman di Sudut Dapur Warga di Jalan Siak Duri
Diskusi pembaca untuk berita ini