Labuhanbatu, Katakabar — SMK Swasta Pemda Rantauprapat terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu lembaga pendidikan vokasi unggulan di Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara. 

Sekolah yang berlokasi di Jalan K.H. Dewantara ini dikenal sebagai “pabrik” sumber daya manusia (SDM) terampil untuk menjawab kebutuhan industri otomotif, manufaktur, teknologi, hingga energi.

Dengan jumlah peserta didik mencapai 720 siswa, SMK Swasta Pemda Rantauprapat menjadi pusat pembinaan calon tenaga kerja profesional. 

Sekolah ini juga tercatat sebagai salah satu SMK tertua dengan akreditasi A dan telah berdiri lebih dari dua dekade di Rantauprapat.

Beragam program keahlian disiapkan untuk mendukung kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Di antaranya, Teknik Kendaraan Ringan (TKR) dengan enam rombongan belajar, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) lima rombel, serta Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM) dua kelas.

Selain itu, terdapat program Teknik Pemesinan yang mencakup keahlian bubut dan las dengan tiga rombel, serta Teknik Instalasi Tenaga Listrik (TITL) satu rombel.

Melalui program tersebut, sekolah tidak hanya meluluskan siswa, tetapi mencetak teknisi yang siap langsung terjun ke dunia kerja.

Memasuki April 2026, SMK Swasta Pemda Rantauprapat memasuki babak baru dengan pergantian kepemimpinan. 

Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Wan Juma Sari Dewi Jamri, resmi melantik Matnoor Ritonga sebagai kepala sekolah yang baru.

Dalam sambutannya, Wan Juma Sari menegaskan pentingnya inovasi dan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam memajukan pendidikan. Ia menyebut sektor pendidikan sebagai kunci utama pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Sekolah Matnoor Ritonga menegaskan komitmennya untuk mempertahankan kualitas pendidikan sekaligus memperluas kerja sama dengan berbagai pihak.

“Kerja sama dengan dunia industri sangat penting agar siswa memiliki keterampilan nyata. Kami dorong peningkatan lifeskill melalui program praktik langsung,” ujarnya, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, siswa dari jurusan Teknik Komputer dan Jaringan serta Teknik Pemesinan secara rutin mengikuti Praktik Kerja Industri (Prakerin) dan uji kompetensi dengan penguji eksternal dari industri.

Untuk bidang otomotif, siswa Teknik Kendaraan Ringan dan Teknik Bisnis Sepeda Motor mendapatkan pengalaman langsung di bengkel profesional.

Program ini bertujuan agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga terbiasa dengan praktik di lapangan.

“Kami ingin siswa benar-benar siap kerja. Mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi langsung terjun ke dunia industri otomotif modern,” jelasnya.

Di sektor energi dan produksi, sekolah juga membuka peluang melalui program Teknik Instalasi Tenaga Listrik dan Teknik Pemesinan untuk menjawab tingginya kebutuhan tenaga kerja di bidang tersebut.

SMK Swasta Pemda Rantauprapat menerapkan kurikulum vokasi dengan komposisi 60 persen praktik dan 40 persen teori. Dengan sistem ini, siswa lebih banyak mendapatkan pengalaman langsung yang relevan dengan kebutuhan industri.

Setiap tahunnya, lulusan sekolah ini telah banyak terserap di berbagai instansi, baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, BUMN, maupun perusahaan swasta.

Hal ini menjadi bukti bahwa lulusan SMK Swasta Pemda Rantauprapat memiliki daya saing tinggi dan siap terjun ke dunia kerja.

Dengan dukungan akreditasi A, kurikulum berbasis industri, serta program Prakerin hingga enam bulan, sekolah ini terus memperkuat posisinya sebagai pusat pencetak teknisi andal di Labuhanbatu.*

Mahra Lazuardi Harahap, Kontributor Labuhanbatu