Pemkab Toba berharap tumbuhnya penangkar lokal dan penguatan rantai pemasaran dari hulu hingga hilir dapat membuka jalan bagi kemandirian bawang putih. Jika program berjalan sesuai rencana, Toba diharapkan mampu berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah.
Sebelumnya, penanaman serentak seluas lima hektare telah dilakukan bersama Polres Toba di Desa Gurgur Aek Raja pada Agustus 2026. Pemerintah daerah juga menyebut potensi pengembangan bawang putih di Toba mencapai 2.046 hektare yang tersebar di 57 desa.
Bupati Toba, Effendi Sintong Panangian Napitupulu, menyampaikan dukungan terhadap program tersebut dalam Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Bawang Putih 2026 dan Persiapan 2027 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (7/10/2026).
“Kabupaten Toba memiliki potensi lahan yang sangat masif untuk pengembangan bawang putih, mencapai 2.046 Hektare yang tersebar di 57 desa,” sebut Effendi Napitupulu.
Dalam pertemuan yang melibatkan jajaran pemerintah provinsi dan Kementerian Pertanian itu, Effendi berharap petani memperoleh pendampingan serta pemantauan dari pemerintah pusat.
Langkah tersebut dinilai penting karena pengalaman petani Toba dalam membudidayakan bawang putih masih terbatas.*
Swasembada Bawang Putih, Bupati Toba Memiliki Potensi Lahan Capai 2.046 Hektare
Diskusi pembaca untuk berita ini