Home / Teknik Makeup Simpel Tampil Segar dan PD Bareng Priska Sahanaya di program CCA di SMK Tri Mulia
Beauty Class Fanbo
Teknik Makeup Simpel Tampil Segar dan PD Bareng Priska Sahanaya di program CCA di SMK Tri Mulia
Foto: Istimewa/katakabar.com.
Jakarta, katakabar.com - SMK Tri Mulia lokasi seminar “Content Research Strategies to Never Run Out of Ideas” hadirkan Priska Sahanaya. Ia dikenal sebagai pakar komunikasi dan content development, Coach Priska telah membantu ratusan peserta mengembangkan pola pikir kreatif dan strategi riset konten yang sistematis.
Pengalamannya merancang konten untuk brand, sekolah, dan perusahaan menjadikannya sosok yang sangat kompeten dalam memberikan panduan riset konten yang efektif.
Seminar ini membahas bagaimana creator dapat menemukan ide secara konsisten tanpa kehabisan inspirasi. Peserta akan diajarkan teknik riset menggunakan social trends, keyword tools, audiens analysis, hingga competitor breakdown. Dengan metode yang mudah dipraktikkan, peserta akan belajar membuat bank ide, memetakan kategori konten, dan mengubah kebutuhan audiens menjadi puluhan ide konten potensial.
Melalui sesi latihan, peserta akan menyusun daftar ide konten yang siap diproduksi. Tujuan akhir seminar ini adalah menciptakan creator yang mandiri secara ide, konsisten, dan mampu menyusun strategi konten jangka panjang.
Beauty Class dan Fanbo: Praktik Makeup Aman untuk Pemula
Sesi beauty class kali ini memperkenalkan dua produk dari Fanbo yang sangat cocok untuk pemula dan remaja, yakni Fanbo Love Letter Eyeshadow Palette serta Fanbo Eyebrow Pencil. Produk ini sudah lulus BPOM, sehingga aman digunakan tanpa rasa khawatir.
Fanbo Love Letter Eyeshadow Palette berisi warna-warna cantik yang mudah diaplikasikan. Teksturnya lembut dan tidak mudah menggumpal. Banyak pengguna memuji kualitas warnanya yang buildable bisa tipis dan natural, bisa juga sedikit lebih intens jika ingin tampil berbeda. Dalam praktik kelas, siswa belajar menentukan warna dasar, membuat transisi halus, dan menambahkan shimmer tipis untuk memberikan kesan cerah pada mata.
Fanbo Eyebrow Pencil jadi produk kedua yang digunakan dalam beauty class. Pensil alis ini memiliki ujung yang mudah dikontrol sehingga cocok untuk pemula yang baru belajar menggambar alis.
Warnanya menyatu dengan baik pada rambut alis dan tidak membuat tampilan terlihat keras. Banyak review positif menyebutkan bahwa pensil ini tahan lama dan memberikan hasil natural bahkan tanpa banyak teknik.
Melalui beauty class ini, siswa dapat memahami cara memakai makeup ringan yang aman dan sesuai usia. Fanbo memberikan pengalaman belajar menggunakan produk berkualitas dengan harga terjangkau.
Priska Sahanaya adalah pendiri dan pemimpin dari PT Priska Sahanaya Grup, perusahaan yang bergerak di bidang pelatihan, event organizer, dan periklanan. Ia lulusan S1 dan S2 dengan beasiswa penuh dari Scranton Korea, serta pernah mengikuti pertukaran budaya dan pendidikan bisnis di Tiongkok. Ia dikenal sebagai pembicara yang inspiratif dan pelatih yang berdedikasi. Lebih dari 7.500 artikel media telah menyoroti sepak terjangnya dalam berbagai event di seluruh Indonesia.
Saat ini, Priska memimpin program besar berupa pelatihan public speaking untuk 1.000 sekolah di Jakarta.
Kegiatan ini bertujuan membangun kepercayaan diri generasi muda dan memberikan mereka keterampilan komunikasi yang kuat. Dukungan sponsor yang besar dan testimoni positif dari peserta membuktikan kualitas event yang ia rancang. Priska membawa visi kuat: menjangkau dan menginspirasi satu juta orang Indonesia untuk menjadi pribadi terbaik dalam hidupnya.
Kolaborasi Intelektual Lintas Institusi
Membangun Pemahaman Komprehensif tentang Etika Politik dan Desentralisasi Pasca 25 Tahun Reformasi
Jakarta, katakabar.com - Di tengah derasnya arus perubahan politik, sosial, dan budaya pasca 25 tahun Reformasi, sekelompok akademisi, praktisi, dan pegiat kebangsaan dari berbagai penjuru tanah air berkumpul sebuah ikhtiar intelektual, merumuskan kembali relevansi, dan aktualisasi Pancasila dalam kehidupan berbangsa di tengah arus perubahan zaman.
Buku “Telaah 25 Tahun Implementasi Pancasila di Era Reformasi: Buku Tiga” hadir membahas kumpulan tulisan para akademisi independen yang merefleksikan 25 tahun penerapan Pancasila di era Reformasi.
Buku ini menganalisis tantangan dan peran Pancasila dalam menjaga persatuan bangsa di tengah perubahan zaman.
Buku ini ditulis 15 penulis dari 14 institusi berbeda, ini menjadi penanda Pancasila bukan sekadar dokumen historis, melainkan living values yang terus diuji dalam dinamika ketatanegaraan, desentralisasi, etika politik, hingga tantangan pluralisme dan multikulturalisme Indonesia.
Di pertengahan November 2025 lalu, Binus Book Review gelar Book Review “Telaah 25 Tahun Implementasi Pancasila di Era Reformasi: Buku Tiga” di Faculty Lounge lantai 8, di Binus @Kemanggisan Kampus Anggrek, yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa, dosen, dan praktisi untuk menambah wawasan publik tentang dinamika kebangsaan Indonesia serta menjawab isu-isu kontemporer menyangkut masa depan negara.
Buku ini ditulis bukan hanya sebagai referensi ilmiah tetapi sebagai tempat untuk berpikir bagi banyak orang, termasuk mahasiswa, akademisi, kaum muda, pendidik, praktisi profesional, politisi, dan masyarakat umum yang memperhatikan Pancasila dan masalah sosial Bangsa Indonesia.
Acara ini berlangsung hybrid yang diadakan secara online dan offline, yang diadakan dari hasil kolaborasi antara BINUS Publishing, Knowledge Management Innovation, dan Library Knowledge Center.
Binus Book Review dimulai dengan pembukaan oleh MC dan dilanjutkan dengan sambutan dari moderator yaitu Dr. Rina Patriana Chairiyani selaku Dosen CBDC, lalu dilanjutkan dengan sesi Sharing Buku bersama Letnan Jenderal TNI AD (Purn.) Bambang Darmono, Sekjen Forum Komunikasi Purnawirawan TNI dan Polri selaku inisiator buku.
Ia menyampaikan “Buku ini kita dorong untuk keluar dibuat bersama teman–teman dari kampus untuk mensosialisasikan pemikiran kita terhadap pentingnya kaji ulang Undang–Undang Dasar NKRI 1945.
Apalagi kita lakukan bersama kampus, bahwa ketika kita bisa bersama–sama berpikir reflektif yang sama tentang kaji ulang UUD NKRI 1945, kami sangat berpikir bahwa langkah yang bisa lakukan bersama Masyarakat, karena saya tahu hari ini kalau kita bicara kepercayaan publik terhadap lembaga negara, dibawah itu ada kampus dan oleh karena itu kampus adalah lembaga–lembaga yang ada di dalam masyarakat yang sampai hari ini dipercaya, dan bisa ditribusikan pemikiran ini kepada mahasiswa sehingga memberikan pemahaman yang komperensif kepada mahasiswa dan masyarakat tentunya," jelasnya.
Para penulis berharap, pembaca dapat melihat ulang Pancasila dalam konteks hari ini bukan sebagai jargon, melainkan sebagai nilai-nilai yang bisa diaktualisasikan di ruang kerja, ruang pendidikan, kehidupan sosial, maupun ranah kebijakan publik. Sebuah ajakan menuju “Indonesia Emas” yang berlandaskan etika, persatuan, perdamaian dan keadilan. Para penulis mengajak pembaca, baik yang hadir dalam peluncuran buku hari ini maupun yang membacanya kelak untuk berdialog, mengkritisi, dan mengembangkan gagasan yang sudah ada.
Bahkan, bukan mustahil jika buku ini menjadi inspirasi bagi lahirnya karya-karya Pancasila berikutnya yang lebih segar, lebih relevan, dan lebih kontekstual.
Kegiatan ini wujud komitmen Binus untuk terus membina dan memberdayakan Bangsa di tengah tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, Binus hadir sebagai pengingat nilai-nilai fundamental Indonesia selalu dapat digali Kembali asal ada kemauan untuk membaca, berdiskusi, dan bergerak bersama.
Binus percaya adanya trans formasi akan menjadi kunci kemajuan bangsa, dan melalui inisiatif seperti Binus Book Review, Pancasila adalah kekuatan pemersatu, kompas moral, sekaligus modal sosial yang sangat penting dan tetap relevan untuk Indonesia masa kini dan masa depan dalam pusaran sejarah.
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
Bareng Priska Sahanaya
Fanbo Ajak Remaja Tampil Optimal Luar Dalam Lewat BC dan CC di SMK Puspita Persada








Komentar Via Facebook :