https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Tekno / Teknologi Bahan Bakar Dari Produk Samping CPO Bisa Digunakan di Pelosok Desa

Teknologi Bahan Bakar Dari Produk Samping CPO Bisa Digunakan di Pelosok Desa


Senin, 07 Agustus 2023 | 13:48 WIB  

Penulis : Sahdan
Editor : Sahdan
Teknologi Bahan Bakar Dari Produk Samping CPO Bisa Digunakan di Pelosok Desa

Bahan Bakar produk samping CPO bisa digunakan hingga pelosok desa. Foto Ist.

www.katakabar.com | Artikel ID: 30446 | Artikel Judul: Teknologi Bahan Bakar Dari Produk Samping CPO Bisa Digunakan di Pelosok Desa | Tanggal: Senin, 07 Agustus 2023 - 13:48

katakabar.com - Peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Ronni Purwadi bersama tim rupanya sudah membuat pabrik Bahan Bakar Nabati (BBN) langsung pakai (drop-in) sudah ada dari empat tahun lalu.

Memang, sehari baru dapat mengolah 20 kilogram Palm Fatty Acid Distillate (PFAD) jadi bahan bakar premium atau diesel, tapi dari sini  nanti cikal bakal hadirnya pabrik komersial.

Bisa jadi hadir menjadi pabrik komersial sangat besar. Soalnya secara hitungan ekonomi, masih sangat menguntungkan, khususnya dari bahan bakar diesel yang dihasilkan. 

Lihat, satu ton PFAD dapat menjadi 575 liter bahan bakar diesel dengan Cetane Number (CN) atau kadar setana 60,1. Angka ini berada di atas Pertamina Dex di mana CN cuma 53.

PFAD ini dari produk samping dihasilkan dari proses pengolahan minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) menjadi Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil (RBDPO) pada Refinery Plant.

Tidak cuma diesel, diperoleh pula 188 liter bahan bakar premium hasil olahan satu ton PFAD. Di mana Bahan bakar Premium ini berkadar Oktana 85.   

Proses fraksi residu yang dihasilkan sepertinya bisa mengurangi ongkos produksi lantaran residu tadi bisa dijadikan sumber energi pabrik ini. 

Pada ringkasan Grant Riset Sawit (GRS) yang diterbitkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)

Pada 2019 lalu, pada ringkasan Grant Riset Sawit (GRS) yang diterbitkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Menurut Ronni, untuk menghasilkan diesel sebanyak itu dibutuhkan duit antara Rp1,9 juta hingga Rp3 juta. Ini belum termasuk duit untuk membeli bahan baku PFAD tadi.      

BPDPKS yang membiayai dan membukukan hasil penelitian hingga menghasilkan seperti yang disebutkan Ronni.

Untuk menghasilkan bahan bakar semacam ini jelas Ronni, pastinya tidak perlu pakai teknologi kilang minyak seperti umumnya. 

"Cukup dengan teknologi Dekarboksilasi Sabun Logam (DSL) pada tekanan atmosferik dan temperatur kurang dari 400 derajat selsius," terangnya. 

Masih Ronni, lantaran itu teknologi proses produksi semacam ini cocok dipakai di kawasan terpencil. Di mana proses ringkas untuk menghasilkan bahan bakar tadi seperti yang terlihat pada gambar. 

"Distribusi bahan bakar ke pelosok menjadi kendala yang serius. Untuk itu kami berusaha menghadirkan teknologi semacam ini," bebernya. 

Ronni menambahkan, bahan bakar langsung pakai yang dihasilkan oleh teknologi buatannya tidak perlu dicampur dengan Bahan Bakar Minyak konvensional.

www.katakabar.com | Artikel ID: 30446 | Artikel Judul: Teknologi Bahan Bakar Dari Produk Samping CPO Bisa Digunakan di Pelosok Desa | Tanggal: Senin, 07 Agustus 2023 - 13:48

TOPIK TERKAIT

# Bahan Bakar# Produk# Samping CPO# Digunakan# Pelosok Desa# BPDPKS# Penelitian
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Tekno

    Stabiliser Termal Proses Pembuatan Pipa PVC Dari Turunan Sawit

    Jumat, 25 Agu 2023 | 20:38 WIB
  • Riau

    Anak Petani Lulusan Beasiswa BPDPKS Balik Kampung Kembangkan Industri Sawit

    Selasa, 05 Sep 2023 | 21:35 WIB
  • KatakabarTV

    Cerita Petani Sawit Milenial Pekanbaru

    Kamis, 31 Agu 2023 | 16:45 WIB
  • KatakabarTV

    Produksi Sawit Tua 2,7 Ton Sekali Panen. Ini Hasilnya...

    Sabtu, 26 Agu 2023 | 11:35 WIB
  • Politik

    DPRD Babel Bertandang ke BPDPKS Demi Dapat Bantuan Bagi Pekebun Sawit

    Minggu, 03 Sep 2023 | 21:27 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :