Jakarta, katakabar.com - Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono tiba di Bandara Internasional Indira Gandhi, New Delhi, India, Rabu (13/5) untuk menghadiri Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS atau BRICS Foreign Ministers’ Meeting (FMM) yang akan berlangsung pada 14 hingga 15 Mei 2026.

Kedatangan Sugiono di ibu kota India disambut Additional Secretary (AS) South Kementerian Luar Negeri India, Shri Prashant Agrawal.

Pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi salah satu agenda diplomasi internasional terbesar yang digelar India tahun ini dalam kapasitasnya sebagai Ketua BRICS 2026.

Para menteri luar negeri negara anggota BRICS dijadwalkan membahas berbagai isu strategis global, mulai dari kerja sama ekonomi, ketahanan global, inovasi, hingga reformasi tata kelola internasional.

Fokus Indonesia pada Sustainability dan Ekonomi Digital

Sebelum bertolak ke India, Sugiono menyampaikan Indonesia akan aktif berpartisipasi dalam berbagai pembahasan strategis selama BRICS FMM berlangsung. Salah satu isu yang menjadi perhatian Indonesia adalah penguatan kerja sama antarnegara BRICS di bidang keberlanjutan dan ekonomi digital.

“BRICS juga akan membahas kerja sama antarnegara BRICS, terutama di bidang sustainability, kemudian juga ekonomi digital,” ujar Sugiono usai pernyataan pers bersama Indonesia dan Singapura di Jakarta.

Pernyataan tersebut mencerminkan arah diplomasi Indonesia yang semakin fokus pada isu pembangunan berkelanjutan dan transformasi digital.

Beberapa tahun terakhir, ekonomi digital menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Melalui forum BRICS, Indonesia melihat peluang untuk memperluas kerjasama investasi, pengembangan teknologi, hingga pertukaran inovasi dengan negara-negara anggota lainnya.

Selain itu, isu sustainability atau keberlanjutan juga menjadi perhatian penting di tengah meningkatnya tantangan global seperti perubahan iklim, ketahanan energi, dan transisi menuju ekonomi hijau.

Indonesia dinilai memiliki kepentingan strategis untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, terutama sebagai salah satu negara berkembang dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

BRICS Bahas Ketahanan dan Reformasi Global

Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan BRICS FMM tahun ini akan menitikberatkan pembahasan pada isu-isu global dan kawasan yang berkaitan dengan penguatan ketahanan, resiliensi, dan inovasi.