https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Internasional / Tren Bullish Emas Menguat, Target Kenaikan Dekati Rekor Tertinggi

Tren Bullish Emas Menguat, Target Kenaikan Dekati Rekor Tertinggi


Jumat, 16 Januari 2026 | 13:16 WIB  

Editor : Sahdan
Tren Bullish Emas Menguat, Target Kenaikan Dekati Rekor Tertinggi

Foto: Ilustrasi/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 43343 | Artikel Judul: Tren Bullish Emas Menguat, Target Kenaikan Dekati Rekor Tertinggi | Tanggal: Jumat, 16 Januari 2026 - 13:16

Jakarta, katakabar.com - Harga emas global kembali memperlihatkan daya tahannya di tengah dinamika pasar yang penuh ketidakpastian. Pada perdagangan terbaru, XAU/USD berhasil melanjutkan penguatan dan bertahan di area sekitar $4.615 per troy ounce, mencatat kenaikan sekitar 0,65 persen. Pergerakan positif ini terjadi seiring melemahnya Dolar AS dan meningkatnya minat investor terhadap instrumen lindung nilai, meskipun tekanan dari sisi data inflasi Amerika Serikat masih membayangi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Dari sudut pandang teknikal, analis Dupoin Futures, Andy Nugraha menilai struktur pergerakan emas saat ini berada dalam fase yang sangat solid. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan indikator Moving Average, menunjukkan bahwa tren bullish emas semakin matang. Harga mampu bergerak stabil di atas area rata-rata pergerakan penting, sebuah sinyal bahwa pembeli masih mendominasi pasar.

Jika momentum ini terus terjaga, Andy memperkirakan emas memiliki ruang untuk melanjutkan reli ke zona $4.650 sebagai target kenaikan terdekat.

Tetapi, ia menekankan pentingnya mewaspadai potensi koreksi, mengingat harga saat ini berada tidak jauh dari level tertingginya. Jika terjadi tekanan jual, area $4.565 diperkirakan akan menjadi titik tumpu utama yang dapat menahan penurunan lebih lanjut.

Dorongan utama kenaikan emas saat ini datang dari faktor geopolitik yang kembali memanas. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi perhatian pasar setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras terkait situasi di Iran. Langkah AS yang memindahkan personel militer dan pembatalan pertemuan diplomatik menambah kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik. Dalam kondisi seperti ini, emas kembali berperan sebagai aset aman yang banyak diburu investor untuk melindungi nilai portofolio mereka dari risiko yang sulit diprediksi.

Isu lain yang turut mempengaruhi sentimen pasar adalah kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve. Ketua Fed Jerome Powell mengonfirmasi bahwa institusinya menerima surat panggilan dari Departemen Kehakiman terkait proyek renovasi besar-besaran kantor pusat Fed. Situasi ini memicu spekulasi bahwa tekanan politik terhadap bank sentral dapat meningkat, yang pada akhirnya menimbulkan ketidakpastian arah kebijakan moneter. Ketika kredibilitas dan independensi bank sentral dipertanyakan, emas biasanya diuntungkan karena dianggap sebagai aset yang bebas dari risiko kebijakan.

Di sisi makroekonomi, data AS memberikan gambaran yang tidak sepenuhnya satu arah. Penurunan tingkat pengangguran ke 4,4 persen, kenaikan harga produsen, serta lonjakan penjualan ritel menunjukkan bahwa ekonomi AS masih relatif tangguh. Kondisi ini dapat membuat The Fed mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, yang secara teori menekan emas.

Tetapi pada praktiknya, pelemahan Dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi justru memberikan dukungan besar bagi logam mulia. Indeks Dolar yang turun ke sekitar 99 dan imbal hasil obligasi 10 tahun yang melemah ke kisaran 4,14 persen membuat emas menjadi lebih kompetitif dibandingkan aset berbunga.

Dengan latar belakang tersebut, Andy Nugraha menilai prospek emas masih berada di jalur positif. Selama tekanan terhadap Dolar AS berlanjut dan ketidakpastian global tetap tinggi, emas berpotensi mempertahankan tren naiknya. Bahkan, peluang untuk kembali menguji rekor harga tertinggi masih terbuka lebar dalam waktu dekat, menjadikan logam mulia ini tetap menarik bagi investor yang mencari perlindungan sekaligus peluang keuntungan.

www.katakabar.com | Artikel ID: 43343 | Artikel Judul: Tren Bullish Emas Menguat, Target Kenaikan Dekati Rekor Tertinggi | Tanggal: Jumat, 16 Januari 2026 - 13:16

TOPIK TERKAIT

# Tren Bulllish# Mwnguat# Kenaikan# Rekor# Tertinggi
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Kesehatan
    Lengkapi Tren Gaya Hidup Sehat

    Cermati Protect Tawarkan Solusi Cerdas Hadapi Kenaikan Biaya Medis

    Sabtu, 03 Jan 2026 | 12:03 WIB
  • Internasional

    Emas Terkoreksi dari Rekor, Pasar Masuk Fase Konsolidasi

    Kamis, 01 Jan 2026 | 09:00 WIB
  • Internasional

    Harga Emas Koreksi Setelah Rekor Tertinggi, Tren Kenaikan Masih Terjaga

    Senin, 29 Des 2025 | 13:07 WIB
  • Internasional

    Emas Bertahan Kuat di Tengah Kenaikan Yield, Target $4.425 Masih Berpeluang

    Senin, 22 Des 2025 | 15:05 WIB
  • Ekonomi

    Indonesia Blockchain Week 2025 Catat Rekor Kehadiran 10.000+ Peserta

    Kamis, 18 Des 2025 | 10:13 WIB

TERPOPULER

  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • UPDATE Kasus Dugaan Permainan Retribusi Pasar Belantik Siak: Jaksa Minta Inspektorat Audit, Tapi...

    Rabu, 01 Apr 2026 | 15:40 WIB
  • Tidak Bayar Pesangon 34 Eks Karyawan, Ratusan Buruh Geruduk BRI Kanwil Medan

    Sabtu, 28 Mar 2026 | 19:06 WIB
  • Kejari Binjai Tetapkan Empat Tersangka Kasus Kontrak Fiktif di Dinas Ketahanan Pangan

    Rabu, 01 Apr 2026 | 05:02 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :