Duri, katakabar.com - Ruas Jalan Hang Tuah Duri, Kabupaten Bengkalis multi fungsi Jalan Lintas Nasional sudah berkali - kali diaspal hotmix. Paling anyar, pengaspalan ruas Jalan Hang Tuah Duri berkisar dua bulan lalu.

Meski baru seumur jagung setelah diaspal permukaan aspal hotmix ruas Jalan Hang Tuah Duri sudah rusak. Jebakan 'Batman' berjejer dari simpang lampu merah, Pokok Jengkol hingga simpang lampu merah Jalan Mawar terus ke depan bengkel sepeda motor Rovi.

Kecelakaan sudah terhitung lagi disebabkan permuakaan aspal hitmix belubang, terutama sepeda motor yang terjebak lubang berdiameter cukup lebar dan dalam.

Para pengemudi kenderaan, baik sepeda motor dan mini bus mesti menghindar permukaan aspal hotmix yang berlubang, dengan cara zig - zag. Bila pengendera gagal fokus, alamat accident dan hal - hal tidak diinginkan bakal terjadi di jalur padat ragam kenderaan siang dan malam hari, cerita Hendrizal kepada katakabar.com pada Minggu (13/12) malam tadi.

Dari pengamatan katakabar.com di lapangan, pada Senin (14/12) pagi tadi, tidak cuma soal permukaan aspal yang berlubang, trotoar jalan ditaksir hampir sepanjang 100 meter jalur sebelah kiri dari arah simpang Pokok Jengkol Duri, sudah ditutupi radama rerumputan disebabkan lahan kosong konsensi PT Chevron yang dibiarkan semak.

Kondisi trotoar tambah parah, oknum - okum warga yang tak peduli kebersihan membuang sampah rumah tangga ke rerumputan yang menutupi trotoar jalan.

Trotoar Jalan Hang tuah semak dengan rerumputan masuk ke kawasan kelurahan Batang Serosa, Kecamatan Mandau, sudah bertahun lamanya.

Sudahlah tak peduli dan tak mau merawat trotoar jalan, terkesan ikut dan mendukung agar trotoar jalan cepat rusak.

Setali tiga uang, oknum - oknum warga buang sampah sembarangan dan Dinas Terkait tak peduli dengan trotoar jalan, semak dan kotor meringsek ke aspal jalan buat apa diurus.

"Kalau trotoar Jalan Hang Tuah rusak tinggal diperbaiki, duit APBD Kabupaten Bengkalis besar, Tahun Anggaran 2021 mencapai Rp3,2 triliun, kok pusing."

Kondisi trotoar yang jorok dan semak oleh ragam rerumputan tak jauh dari gedung Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Mandau ini, kontras bedanya dengan trotoar lainnya di seputaran komplek perkantotaran Kecamatan Mandau Jalan Jenderal Sudirman Duri.

Trotoar jalan terlihat bersih dan asri, warga pagi, siang dan sore hari tampaknya nyaman kongkow - kongkow di bibir Jalan Jenderal Sudirman.

"Petugas kebersihan pagi dan sore hari membersihkan sampah dan dedaunan yang berguguran dari tanam kehidupan."

Hal ini menimbulkan pertanyaan dan spekulasi di ranah publik, kok trotoar Jalan Hang Tuah terkesan dibiarkan semak dan jorok!

Andai, trotoar Jalan Hang Tuah bersih bisa dimanfaatkan masyarakat, khususnya pejalan kaki kebetulan melintas di kawasan Jalan Hang Tuah Duri muliti fungsi Jalan Nasional.