Dalam sambutannya, Audi mengangkat fenomena sejumlah gereja di Eropa yang mengalami penurunan kehadiran jemaat, bahkan ada bangunan yang beralih fungsi.
Ia menjadikan fenomena tersebut sebagai pengingat bahwa gereja perlu terus merefleksikan perannya agar tetap bermakna bagi umat.
Meski demikian, perubahan fungsi bangunan gereja tidak dapat disimpulkan semata-mata karena gereja kehilangan daya tarik.
Berbagai faktor dapat memengaruhi kehidupan keagamaan, sehingga kondisi tersebut lebih tepat menjadi bahan evaluasi bagi para pemimpin gereja.
Audi menilai, setiap orang mengharapkan pemimpin yang mampu menjadi teladan, termasuk dalam kehidupan bergereja.
Keteladanan diperlukan untuk membangun kepercayaan sekaligus mencegah munculnya penilaian negatif dari jemaat terhadap pemimpinnya.
“Kami pikir ini yang mau dibangun dalam kegiatan hari ini agar kita terbebas dari penilaian negatif oleh umat kita sendiri,” kata Audi.
Wabup Toba Keteladanan Pemimpin Gereja Jadi Kunci Merawat Jemaat
Diskusi pembaca untuk berita ini