Ujungbatu, katakabar.com - Jalan utama di kawasan perkotaan Ujungbatu sempat terganggu, Sabtu (10/10) pagi ini. Satu unit truk pengangkut Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit terlihat terjepit di tengah jalan, muatannya terlalu tinggi dan melebihi batas, sebabkan buah sawit jatuh dan berserakan di aspal, membuat permukaan jalan menjadi licin sangat berbahaya bagi pengguna jalan lain.

Peristiwa ini bukan kali pertama terjadi. Padahal, Pemerintah Kecamatan Ujungbatu di bawah pimpinan Camat, Sigit Pranjoro sudah berkali-kali mengingatkan, dan melakukan sosialisasi agar pengusaha sawit tidak memaksakan muatan berlebih saat melintas di kawasan kota. Tetapi, peringatan itu seakan tidak digubris.

Warga pun akhirnya bersuara lantang. Mereka meminta pihak berwenang menindak tegas para pengusaha dan pemilik truk yang kerap memaksakan muatan melebihi kapasitas, terlebih pada jam-jam sibuk.

"Saat orang tua mengantar anak sekolah, justru truk-truk berisi sawit yang muatannya menumpuk di atas dua petak nekat melintas. Belum lagi tangki CPO yang ikut lewat pagi-pagi sekali. Itu kan jelas jam berangkat sekolah," kata Soleh, warga Desa Ujungbatu Timur.

Masyarakat khawatir keselamatan anak-anak sekolah dan pejalan kaki terancam. Truk yang terlalu tinggi dan berat menyulitkan pengendara lain, apalagi saat buah sawit jatuh ke jalan sehingga aspal menjadi licin.

Warga berharap pemerintah dan kepolisian tidak hanya sekadar mengingatkan, tetapi mulai menertibkan secara nyata demi keamanan bersama.