Pasir Pengaraian, katakabar.com - Warga Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, kini dibuat kewalahan dan resah disebabkan ledakan populasi lalat rumah (Musca domestica) yang menyerbu kawasan permukiman sepekan terakhir. Kehadiran serangga ini dalam jumlah masif tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi dikhawatirkan menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Dari pengamatan dan pantauan di lapangan, keluhan paling banyak datang dari warga yang tinggal berdekatan dengan area peternakan ayam potong. Lalat-lalat tersebut dengan bebas masuk ke dalam rumah, tempat ibadah, hingga tempat usaha, sehingga mengacaukan aktivitas sehari-hari warga.
Seorang warga Desa Koto Tinggi mengaku jumlah lalat meningkat drastis dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat suasana menjadi sangat tidak nyaman, terutama saat waktu makan tiba.
"Kami menduga sumbernya berasal dari kandang ayam potong yang lokasinya tidak jauh dari sini. Hampir setiap hari lalat masuk ke rumah dalam jumlah banyak dan sangat mengganggu kenyamanan keluarga," ceritanya kepada wartawan, Sabtu (30/5).
Kerugian tidak hanya dirasakan warga rumah tangga, tetapi pelaku usaha alami hal sama. Doyok 37 tahun, pemilik usaha kuliner di Pematang Berangan, mengaku omzetnya terpengaruh karena banyak pelanggan yang merasa enggan makan di tempatnya akibat gangguan lalat. Ia pun harus bekerja ekstra keras menjaga kebersihan agar makanan tetap aman dikonsumsi.
"Sebagai pedagang makanan tentu sangat terganggu. Kami harus waspada ekstra, tapi lalat terus berdatangan. Pelanggan juga merasa kurang nyaman," jelasnya.
Dari sisi kesehatan, keberadaan lalat dalam jumlah besar tidak bisa dianggap sepele. Lalat rumah dikenal sebagai vektor mekanis yang mampu membawa lebih dari 100 jenis mikroorganisme patogen. Serangga ini berpotensi menularkan berbagai penyakit mematikan seperti tifus, disentri, kolera, hingga diare akut melalui kontaminasi makanan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hulu, dr. Bambang Triono, MM, membenarkan sumber utama wabah ini diduga kuat berasal dari area peternakan ayam. Faktor lingkungan yang lembab serta tumpukan kotoran ternak dan sampah organik menjadi tempat yang sangat ideal bagi lalat untuk berkembang biak dengan cepat.
"Populasi lalat yang meningkat saat ini diduga berasal dari area kandang ayam potong. Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah penanganan segera agar kondisi ini tidak berlarut-larut," tegas Bambang.
Untuk meminimalkan risiko penularan penyakit, pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan kebersihan lingkungan. Warga diminta tidak membiarkan sampah berserakan, terutama sampah basah, serta selalu menutup rapat makanan dan minuman.
"Jangan biarkan sampah menumpuk karena itu menjadi sarang lalat. Pastikan makanan dan minuman selalu tertutup. Jika mengalami gejala seperti diare, muntah, atau demam, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat," imbaunya.
Bambang menekankan pengendalian populasi lalat bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama, termasuk para pelaku usaha peternakan untuk menjaga sanitasi lingkungan agar masalah ini segera teratasi.
Warga Resah Wabah Lalat Menggila di Pasir Pengaraian Aktivitas dan Kesehatan Terancam
Diskusi pembaca untuk berita ini