https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Kesehatan / WHO, Menkes dan Menhan Setuju Bentuk Pusat Pelatihan Kedaruratan Kesehatan

Teken MoU

WHO, Menkes dan Menhan Setuju Bentuk Pusat Pelatihan Kedaruratan Kesehatan


, 17 November 2022 | 15:52 WIB  

Penulis : Sahdan
Editor : Sahdan
WHO, Menkes dan Menhan Setuju Bentuk Pusat Pelatihan Kedaruratan Kesehatan

Teken MoU WHO, Menkes dan Menhan di G20 Bali. Foto Ist.

www.katakabar.com | Artikel ID: 28625 | Artikel Judul: WHO, Menkes dan Menhan Setuju Bentuk Pusat Pelatihan Kedaruratan Kesehatan | Tanggal: , 17 November 2022 - 15:52

Pekanbaru, katakabar.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Pertahanan sepakat bangun kerja sama kolaborasi Pembentukan dan Pengoperasian Multi-Country Training Hub for Health Emergency, termasuk Pusat Pelatihan Tim Medis Darurat di Indonesia.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) telah dilakukan Menkes, Budi Gunadi Sadikin, Menhan, Prabowo Subianto, Dirjen WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus di sela KTT G20, di Bali, pada Selasa (15/11) lalu.

Di tengah bahaya hidrometeorologi saat ini disebabkan cuaca ekstrem dan perubahan iklim, memungkinkan terjadinya pandemi berikutnya.

Menkes RI mengatakan Indonesia salah satu negara yang rentan terhadap bencana alam dan keadaan darurat, termasuk keadaan darurat kesehatan.

Untuk menjadi bangsa yang tahan bencana, dan untuk melindungi rakyat, serta generasi mendatang, kita membutuhkan kemauan politik yang kuat dan upaya kolektif dengan pembentukan pusat pelatihan kegawatdaruratan kesehatan.

''Kerangka pengurangan risiko bencana membutuhkan upaya multi-sektoral dalam mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat. Membangun kerangka Kolaborasi Pentahelix, pemerintah, masyarakat sipil, media, akademisi, dan entitas bisnis dapat bekerja sama untuk memecahkan masalah dalam mengurangi risiko bencana,'' ujar Budi seperti dilansir dari laman website resmi Pemprov Riau, pada Kamis (17/11).

Pemerintah sebagai pembuat kebijakan, regulator, dan koordinator pemangku kepentingan harus bekerja sama dengan  masyarakat, sekaligus dapat berperan sebagai akselerator dalam kesiapsiagaan di lingkungannya sendiri.

Peran media menyebarkan informasi dan edukasi tentang bencana dan memahami masalah kedaruratan kesehatan. Sedang, sektor swasta berfokus pada penyediaan layanan dan produk yang membantu mencapai tujuan kesiapsiagaan kedaruratan kesehatan.

''Mengingat hal itu, perguruan tinggi sebagai komponen intelektual punya posisi strategis dalam upaya pengurangan risiko bencana,'' jelasnya.

Masih Budi, perguruan tinggi berperan sebagai pusat penelitian dalam memproduksi dan menyebarluaskan pengetahuan tentang kebencanaan, khususnya yang berkaitan dengan kedaruratan kesehatan.

"Perguruan tinggi dapat mendukung pemerintah dalam pengelolaan kesehatan selama fase krisis," ulasnya.

Kerja sama ini melibatkan Universitas Pertahanan Republik Indonesia untuk mendirikan Multi-Country Training Hub for Health Emergency di Indonesia.

''Saya optimis MoU ini menjadi landasan bagi sistem manajemen krisis kesehatan yang lebih kuat,'' tandasnya.

www.katakabar.com | Artikel ID: 28625 | Artikel Judul: WHO, Menkes dan Menhan Setuju Bentuk Pusat Pelatihan Kedaruratan Kesehatan | Tanggal: , 17 November 2022 - 15:52

TOPIK TERKAIT

# Bali# Indonesia
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Ekonomi

    Asa UMKM Naik Kelas, Pesona Kain Songket Riau di Sarinah Jakarta

    , 14 Nov 2022 | 14:39 WIB
  • Ekonomi
    Periode Januari-September 2022

    Syukurlah, Investasi Sektor Manufaktur Lampaui Rp365 Triliun di Indonesia

    , 27 Okt 2022 | 14:20 WIB
  • Nusantara
    Selepas Kebakaran Ponpes Al Mizan

    Prajurit Satgas Pamtas Yonif 645 GTY Bersihkan Puing-puing Bangunan Terbakar

    , 24 Okt 2022 | 14:41 WIB
  • Ekonomi
    Presidential Summit 2022

    Menparekraf RI: Menghadapi Resesi Pengusaha Mesti Ambil Kesempatan

    , 18 Okt 2022 | 18:59 WIB
  • Kesehatan

    Angka Diabetes Tinggi, Menkes RI: Ayo Terapkan Hidup Sehat

    , 17 Okt 2022 | 14:10 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :