'Pesta Para Babi'
Oleh: Agung Marsudi katakabar.com - Tiga hari lalu, saya dapat undangan bersifat pribadi dan terbatas untuk saksikan film Pesta Babi di Rumah Pembelajar Cilangkap, Rabu, (20/5), bersama: Sudirman Said, MTI, IHN, dan sejumlah sahabat lintas profesi yang masih percaya bahwa harapan untuk negeri ini terlalu mahal untuk diserahkan begitu saja kepada pesimisme. Pesta selalu menarik. Apalagi bila yang dipertaruhkan bukan sekadar makanan, melainkan masa depan bangsa. Fade in. “PAPUA, bukan tanah kosong!” ujar Hendrikus Franky Woro dan para warga suku Awyu lantang usai menancapkan sebuah salib merah dan palang adat di tanah adat mereka di Distrik Fofi, Boven Digoel, Papua Selatan. Teriakan Frangky itu lalu menjadi semesta ruh dari rangkaian gambar-gambar yang menggetarkan film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita garapan sutradara Dandhy Laksono dan Cypri Dale. Seperti diketahui film dokumenter ini digarap selama tiga tahun oleh para pemberani di lima distrik di Provinsi Papua Selatan oleh Jubi Media, Pusaka Bentala Rakyat, Koperasi Indonesia Baru, Greenpeace Indonesia, Watchdoc, dan LBH Papua Merauke. Fade out. Bagi "para babi" yang dipastikan hobinya korupsi. Pesta babi adalah pesta pora merayakan kuasa. Setelah berhasil membabat hutan tropis Papua, menghabisi kekayaan dan keunikan keragaman hayatinya. Atas nama proyek strategis negara, hutan-hutan Papua menangis. Lalu meronta kepada siapa? Di balik ambisi besar, proyek besar, konspirasi besar, selalu ada jeritan rakyat kecil yang harus didengar. Hingga malam tadi, di sebuah warung kopi tubruk di lereng Gunung Lawu arah "Rogombene", Jogorogo, Ngrambe, Sine, saya dan teman-teman Baladesa dengan gitar kecil membuat sepotong lagu tentang pesta babi, pesta para babi (dalam satu teriakan). Seperti kata orang Medan, lagu itu kami beri judul "Memang Babi Kau!" Dan hari ini, genap 40 hari musim nobar Pesta Babi. Lalu di akun resmi medsosnya Dandhy menulis, "Thanks penyelenggara, penonton, dan yang gotong royong menjadikan "setiap jengkal tanah adalah bioskop".