Periode Mudik Lebaran 2026 Tingkat Kemantapan Jalan Nasional Banten Capai 96 Persen Nusantara
Nusantara
Minggu, 29 Maret 2026 | 20:30 WIB

Periode Mudik Lebaran 2026 Tingkat Kemantapan Jalan Nasional Banten Capai 96 Persen

Jakarta, katakabar.com - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Banten selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026 capai kemantapan 96 persen. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Direktorat Jenderal Bina Marga telah membereskan berbagai pekerjaan preservasi jalan sebelum batas waktu H -10 Lebaran guna menjamin kelancaran mobilitas masyarakat, khususnya menuju kawasan penyeberangan Merak–Bakauheni. "Seluruh pekerjaan yang berpotensi mengganggu lalu lintas kami targetkan selesai sebelum H -10 Lebaran. Dengan begitu, badan jalan sudah bersih dari alat berat maupun material sehingga masyarakat dapat memanfaatkan jalan nasional secara optimal selama periode mudik," tutur Menteri PU, Dody Hanggodo. Ia menjelaskan pemerintah berkomitmen pastikan jaringan jalan nasional dalam kondisi mantap agar perjalanan masyarakat, khususnya menuju kawasan penyeberangan Merak–Bakauheni, berlangsung aman dan nyaman. Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Primawan Avicenna, mengatakan secara umum jaringan jalan nasional di Provinsi Banten sepanjang 560 kilometer berada dalam kondisi baik dengan tingkat kemantapan mencapai 96 persen. Beberapa pekerjaan fisik saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir. "Target kami H -10 Lebaran seluruh pekerjaan sudah rampung sehingga pengguna jalan dapat melintas dengan nyaman. Setelah periode tersebut, tidak ada lagi pekerjaan pengaspalan maupun pembetonan di badan jalan," ujar Primawan. Tetapi, BPJN Banten tetap siapkan langkah antisipatif terhadap potensi kerusakan akibat cuaca ekstrem. Penanganan cepat akan dilakukan melalui metode Tambalan Cepat Mantap (TCM) menggunakan material CPHMA yang didukung kesiagaan peralatan di lapangan. Selain itu, ulasnya, Kementerian PU menyiagakan delapan posko Lebaran di sepanjang jalan nasional Banten yang akan beroperasi selama masa mudik untuk membantu para pengguna jalan. "Sebagai gerbang utama menuju Pulau Sumatera, arus kendaraan di Banten biasanya meningkat signifikan, terutama yang mengarah ke Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ)," terangnya. Sejumlah skenario rekayasa lalu lintas telah disiapkan guna mengantisipasi kepadatan. Kendaraan menuju Pelabuhan Merak akan diatur dari Exit Tol Kilometer 98, dan apabila terjadi antrean panjang, arus akan diarahkan melalui Simpang Gerem menuju jalur arteri. Tidak cuma itu, diterapkan juga sistem penundaan (delaying system) dengan mengalihkan arus secara bertahap ke Simpang Susun Cilegon Barat hingga Cilegon Timur jika terjadi kondisi darurat, seperti cuaca buruk yang menghambat aktivitas bongkar muat kapal. Kementerian PU petakan sejumlah titik rawan kepadatan, meliputi akses menuju Pelabuhan Merak–Kota Cilegon, Simpang Gerem–Jalan Arteri Cilegon, akses Pelabuhan Ciwandan, serta koridor utama Serang–Cilegon. Untuk mendukung kelancaran distribusi kendaraan dari Jakarta menuju Banten, Kementerian PU bersama Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) turut mengoperasikan Jalan Tol Serang–Panimbang Seksi 2 (Cikulur–Cileles) secara fungsional. Jalur fungsional tersebut dapat diakses tanpa tarif oleh kendaraan Golongan I pada periode 12 hingga 26 Maret 2026, yang diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh Jakarta menuju Banten Selatan menjadi sekitar dua jam. Program kerja ini bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak - Berdampak” menjalankan Asta Cita Presiden RI, H Prabowo Subianto.

Wuih! Sulap Pelapah Sawit Jadi Krey, UMKM Hasilkan 'Cuan' Miliaran Rupiah di Lebak Sawit
Sawit
Minggu, 19 Oktober 2025 | 18:58 WIB

Wuih! Sulap Pelapah Sawit Jadi Krey, UMKM Hasilkan 'Cuan' Miliaran Rupiah di Lebak

Banten, katakabar.com - Pelepah kelapa sawit biasanya jadi limbah dibuang begitu saja dibiar membusuk ternyata bisa jadi sumber cuan bagi masyarakat di Kabupaten Lebak, Banten. Di tangan kreatif para perajin, bahan sederhana ini diubah menjadi krey, dan sapu lidi yang laris manis, hingga menembus pasar Banten, Jakarta, bahkan Jawa Barat. Hasilnya, perputaran cuan (uang) miliaran rupiah per bulannya. Cerita Imam Suangsa, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lebak, kerajinan ini bukan sekadar usaha sampingan. “Pendapatan dari krey, dan sapu lidi dapat membantu ekonomi keluarga, dan bisa turunkan angka kemiskinan,” ujarnya, dilansir dari laman EMG, Minggu (19/10). Saat ini, sekitar 500 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) bergerak di bidang krey, dan sapu lidi. Di mana rata-rata perajin meraih Rp3 juta per bulan, sehingga total perputaran uang di sektor ini mencapai Rp1,5 miliar. Krey dipakai untuk melindungi teras rumah dan rumah makan dari terik matahari atau cipratan hujan, sedang sapu lidi jadi andalan menyapu halaman rumah hingga ruas jalan. UMKM ini tersebar di berbagai kecamatan, seperti Rangkasbitung, Maja, Cimarga, Cileles, Banjarsari, dan Leuwidamar. Lokasinya strategis lantaran dekat perkebunan kelapa sawit, baik milik PTPN III Cisalak Baru maupun masyarakat lokal. Pengepul menampung krey seharga Rp30 ribu per lembar dan sapu lidi Rp1.000 per buah, sebelum dijual ke luar daerah. Mulyadi 55 tahun dan Sa'adah 50 tahun, pasangan suami istri dari Kampung Cihiyang, Rangkasbitung Timur, sudah menekuni usaha ini 15 tahun lamanya. Dari tiga hingga empat lembar krey yang mereka buat setiap hari, mereka bisa meraih Rp3 juta per bulan. “Sekarang kehidupan lebih tenang, bisa sekolahkan anak dan penuhi kebutuhan rumah tangga,” ujar Mulyadi. Sementara, Toto 55 tahun, pengepul yang menampung 150 perajin, menimpali setiap hari ia menjual sekitar 200 lembar krey ke pedagang di Banten, Jakarta, dan Jawa Barat dengan harga Rp40 ribu per lembar.

Petani Banten Terpaksa Jual Sawit ke Lampung Gegara Hasil Panen Tak Tertampung PKS Sawit
Sawit
Selasa, 24 Desember 2024 | 21:55 WIB

Petani Banten Terpaksa Jual Sawit ke Lampung Gegara Hasil Panen Tak Tertampung PKS

Banten, katakabar.com - Hasil kebun yang melimpah ternyata tidak selalu memberikan keuntungan bagi petani. Lihat, yang terjadi di Provinsi Banten, hasil kebun kelapa sawit yang meningkat justru belum memberikan keuntungannya bagi petani. Ketua Aspek-PIR Banten, M Nur mengatakan, kebun kelapa sawit di Banten beberapa pekan belakangan produksinya meningkat. Tak main-main, peningkatan yang terjadi bisa sampai 200 persen. "Siklus ini memang terjadi setiap tahunnya, biasanya kenaikan terjadi pada musim penghujan. Saat ini di Banten mulai turun hujan sehingga tanaman kelapa sawit berbuah lebih banyak ketimbang di musim kemarau," ujarnya dilansir dari laman EMG, Selasa (24/12).

BPDPKS Bersama Aspekpir Edukasi Generasi Z Tentang Sawit Positif Nusantara
Nusantara
Senin, 16 Oktober 2023 | 11:26 WIB

BPDPKS Bersama Aspekpir Edukasi Generasi Z Tentang Sawit Positif

Banten, katakabar.com - Anak-anak muda dan pelajar (generasi) Z diedukasi tentang kelapa sawit lewat kegiatan Forus Group Discussion (FGD) Palm Oil in Gen Z Era, di Debatete Resto, Lebak, Banten pada 14 hingga 15 Oktober 2023, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia yang menghelat kegiatan. Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono, Ketua Dewan Pengawas Aspekpir dan Wakil Menteri Pertanian periode 2011-2014, Rusman Heriawan, Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah, Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat, Ketua DPD I Aspekpir Banten, Muhammad Nur dan Wakil Ketua Aspekpir, Agus Sutarman, turut hadi di acara. Peserta kegiatan, meliputi puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Lebak, Banten serta perwakilan anak-anak petani kelapa sawit di Lebak, para kelompok tani, pengurus koperasi kelapa sawit dan anggota Aspekpir Kabupaten Lebak dan Banten. "Kegiatan FGD Palm Oil In Gen Z Era di Lebak ini salah satu upaya BPDPKS terus mempromosikan kebaikan-kebaikan kelapa sawit menghadapi kampanye negatif," ujar Helmi Muhansyah, dilansir dari laman RM.id, pada Senin (16/10). Dijelaskannya, melalui kegiatan ini milenial Gen Z diharapkan bisa berperan dan turut mengkampanyekan kebaikan-kebaikan kelapa sawit Indonesia. Tidak hanya itu, kata Helmi, menginspirasi untuk bisa memanfaatkan kebaikan kelapa sawit dengan melakukan aksi nyata antara lain dengan mengupload kegiatan FGD dengan hastag sawit baik di sosial media masing-masing. Menurutnya, kunci agar masyarakat ikut serta mengkampanyekan kebaikan kelapa sawit tidak boleh hanya sekadar kata-kata saja tapi soal rasa. "Masyarakat mesti bisa merasakan kebaikan kelapa sawit," tuturnya lewat keterangan resminya. BPDPKS punya fungsi menjalankan kebijakan Pemerintah dalam program pengembangan sawit berkelanjutan melalui kemitraan Usaha Keci Menengah dan Koperasi (UKMK) kelapa sawit dengan menghadirkan 'rasa' bukan sekedar 'frasa', tambahnya. Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono menilai, FGD Palm Oil In Gen Z Era sangat penting mengedukasi anak-anak muda generasi Z untuk mengenal lebih dekat tentang kelapa sawit seperti apa peluang UKM berbasis kelapa sawit yang bisa dikembangkan. Untuk itu, harap Setiyono, setelah anak-anak muda mengikuti kegiatan ini, nanti ada motivasi dan dorongan dari dalam hati para generasi Z untuk berkarya atau memproduksi beragam produk dan olahan yang bersumber dari kelapa sawit. "Saya harap lahir satu produk UMKM unggulan dari Lebak, Banten yang ke depan dapat menjadi andalan Aspekpir untuk dikembangkan lebih besar," bebernya. Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat mengapresiasi kegiatan ini guna mendorong anak muda generasi z untuk memaksimalkan penguasaan teknologi guna mendukung perkembangan kelapa sawit di Indonesia yang berkelanjutan. "Kelapa sawit komoditas yang sangat penting. Dari bangun tidur hingga tidur kembali, kehidupan kita tidak bisa terlepas dari kelapa sawit sehingga hal ini menjadi peluang usaha ke depan bagi anak-anak muda generasi z," terangnya. Kepada generasi Z, imbau Rahmat, untuk mengenali kelapa sawit. Sawit sangat baik dan hampir semua kebutuhan kita, berkaitan dengan kelapa sawit. "Jangan pernah berputus asa dan raihlah pendidikan lebih tinggi," serunya. Di kegiatan itu, peserta dibekali dengan materi-materi pokok tentang peran strategis BPDPKS, kelembagaan kelapa sawit, teknik budidaya kelapa sawit, mengenal produk kecantikan berbasis kelapa sawit hingga pemanfaatan sosial media dan teknik branding produk berbasis kelapa sawit. Terus, dipamerkan beragam produk kerajinan olahan pangan dari anak-anak petani kelapa sawit binaan Aspekpir Banten maupun kerajinan yang memanfaatkan limbah kelapa sawit serta beragam produk kosmetika berbahan baku dari kelapa sawit. Ketua DPD I Aspekpir Banten, Muhammad Nur mengharapkan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di daerah lainnya di Banten, khususnya di Pandeglang. Hal ini guna mengedukasi anak-anak petani kelapa sawit agar bisa meneruskan usaha petani sawit yang telah dilakukan orang tuanya. Apalagi kelapa sawit sangat penting bagi masyarakat Banten, khususnya Lebak dan Pandeglang. "Jangan sampai, orang tuanya bergelut di sawit, tapi anak-anaknya, saudara dan kerabatnya, tidak tahu tentang sawit. Padahal sawit adalah sumber penghidupan keluarganya," timpal Nur Muhammad.

Dukung Pembukaan Lahan Sawit di Banten, Anggota DPR RI: Sawit Miliki Kontribusi Ekonomi Nusantara
Nusantara
Jumat, 22 September 2023 | 22:38 WIB

Dukung Pembukaan Lahan Sawit di Banten, Anggota DPR RI: Sawit Miliki Kontribusi Ekonomi

Tangerang, katakabar.com - Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Marinus Gea siap memberikan dukungan dan pendampingan kepada masyarakat Banten yang mau buka lahan untuk perkebunan kelapa sawit seiring tren positif industri sawit. "Kelapa sawit miliki kontribusi pertumbuhan ekonomi. Jadi, tidak menutup kemungkinan daerah seperti Kabupaten Serang dan perbatasan Kabupaten Tangerang dikelola jadi perkebunan kelapa sawit. Kalau sudah dibuka lahan perkebunan sawit, otomatis bakal banyak membuka lapangan pekerjaan baru," ujarnya dilansir dari laman ANTARA, pada Jumat (22/9). Soal dukungan pembukaan lahan kelapa sawit sudah disosialisasikan bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) kepada masyarakat di Desa Carenang, Cisoka, Kabupaten Tangerang. Tidak hanya kedua daerah tersebut, kata Marinus Gea, secara geologis beberapa wilayah di Banten, seperti Lebak dan Pandeglang, terdapat beberapa lahan perkebunan sawit. Kelapa sawit sebagai komoditas penting di Indonesia telah banyak memberikan sumbangsih yang besar kepada pertumbuhan ekonomi dan devisa negara. Sebagai upaya mencapai visi Indonesia Emas 2045, yakni membangun negara maju yang berdaulat, adil, dan makmur. Menurutnya, sektor kelapa sawit menjadi salah satu sektor yang perlu diperhatikan dengan serius. "Indonesia adalah negara yang memiliki perkebunan kelapa sawit terluas dan pengekspor kelapa sawit terbesar di dunia, hingga menjelajah berbagai belahan dunia, seperti benua Eropa, Amerika, dan Asia," jelasnya. Staf Senior Bidang Kemitraan BPDPKS, Muhamad Rahmat menimpali, kelapa sawit disebut sebagai komoditas andalan yang tidak dapat tergantikan dalam perekonomian nasional. Industri kelapa sawit, ulas Rahmat, telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Kelapa sawit telah mendorong pertumbuhan industri dengan memproduksi lebih dari 146 jenis produk hilir. "Mulai dari minyak goreng, makanan ringan, pasta gigi, margarin, biodiesel, dan beberapa produk lain," bebernya. Selain itu, BPDPKS turut memberikan pendampingan kepada para petani sawit yang telah beroperasi di atas lima tahun. "Sosialisasi yang kita lakukan ini hendaknya bisa meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kelapa sawit, produk turunannya, serta kebijakan sawit nasional," imbuhnya.

Kelapa Sawit itu Baik Tak Seperti Isu Beredar, Ini penjelasnnya Nusantara
Nusantara
Minggu, 10 September 2023 | 11:48 WIB

Kelapa Sawit itu Baik Tak Seperti Isu Beredar, Ini penjelasnnya

Banten, katakabar.com - Kelapa sawit itu baik, tidak seperti isu yang beredar. Buktinya memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara. Tapi, seiring berjalan pengembangannya, isu pro dan kontra serta kampanye hitam sawit secara masif digencarkan. Di moment Perkebunan Indonesia Expo (Bunex) tahun 2023, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan menginisiasi adanya acara diskusi dan tanya jawab, sebagai bagian dari rangkaian acara Bunex tahun 2023 digelar di ICE BSD City Tangerang, Banten, pada Kamis (7/9) hingga Sabtu (9/9). Direktur Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung turut berpartisipasi dalam rangkaian acara Bunex tahun 2023 ini, mengedukasi dan mengubah persepsi buruk masyarakat terhadap kelapa sawit, sekaligus memberikan sosialisasi kepada generasi muda bahwa sawit itu baik, tidak seperti isu yang beredar. "Kampanye negatif sawit ini terbentuk disebabkan kurang pemahaman mengenai tanaman (kelapa sawit). Banyak mitos yang beredar tentang kelapa sawit sebagai tanaman yang boros air, merusak lingkungan dengan limbahnya, dan mengancam satwa liar, serta isu negatif lainnya," ujar Tungkot dilansir dari laman VIVA.co.id, pada Minggu (10/9). Menurutnya, hal ini penting sosialisasi dan edukasi sesuai fakta yang ada. Di mana kelapa sawit itu ada di setiap kegiatan kita sehari-hari. Hasil tanya jawab Tungkot dengan para pelajar, generasi muda masih berasumsi citra sawit merugikan dan perlu dibatasi penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, sebab diisukan dapat mempengaruhi kesehatan. Direktur Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) ini meluruskan persepsi tersebut. "Selama 24 jam sehari kita, selalu ada kaitannya dengan sawit, dari mulai bangun tidur, kita sikat gigi dengan produk turunan sawit, sampai halnya kita mandi, makan, dandan, itu mengandung sawit," jelasnya. Selain kegiatan tanya jawab, diskusi serta seminar, Bunex tahun 2023 dimeriahkan dengan kegiatan cerdas cermat dengan topik tanaman kelapa sawit. Adanya kegiatan edukasi sawit ini diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat yang selama ini keliru atau menganggap negatif tentang sawit. "Sawit itu baik. Selama Good Agriculture Practices (GAP) dikelola dengan baik dan pengelolaan kebunnya dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku," kata Tungkot. Kita berharap dengan edukasi sawit atau kampanye positif ini, dapat memberikan pemahaman yang benar dan membantu masyarakat memilah mana fakta mana mitos tentang sawit," imbuhnya. Masih Tungkot, penting satu pemahaman yang benar tentang sawit, sebab mindset dapat berdampak signifikan terhadap keberlangsungan kelapa sawit Indonesia. Justru sebagai generasi muda, sudah saatnya berkontribusi aktif mengembangkan dan memperkuat kelapa sawit Indonesia dari hulu hingga ke hilirnya, agar kelapa sawit Indonesia beserta produk turunannya semakin bernilai tambah, berkualitas mutu baik dan berdaya saing. "Bila bersama kita perkuat sawit Indonesia, kita bisa buktikan atau menepis isu negatif kelapa sawit. Akhirnya keberterimaan kelapa sawit Indonesia di pasar global semakin positif dan menggugurkan kampanye hitam sawit," sebutnya.

Bukan Main, Petani Riang Kebun Sawit Sudah Mulai Panen Walau Harga Rendah Nasional
Nasional
Minggu, 09 Juli 2023 | 15:57 WIB

Bukan Main, Petani Riang Kebun Sawit Sudah Mulai Panen Walau Harga Rendah

Banten, katakabar.com - Seorang pekebun kelapa sawit, M Nur serta pekebun lainnya sumringah, riang dan gembira lihat kelapa sawit hasil program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) tiga tahun lalu sudah mulai panen dan produksi. Diceritakan M Nur, kebun kelapa sawit itu diusulkan masuk program PSR tahun 2020 lalu, pas umur tiga puluh bulan kelapa sawit sudah panen perdana. "Alhamdulillah, kelapa sawit tumbuh subur di atas lahan seluas Khusus kebun saya ada 2,5 hektar sudah mulai panen perdana," ujar Ketua Aspekpir Banten ini, pada Minggu (9/7). Saya tergabung dalam kelompok tani Marga Luyu kata M Nur, di mana seluas 58 hektar kebun kelapa sawit diajukan PSR pada 2020 lalu. Dari luas 50 hektar itu, baru sebagian yang sudah bisa dipanen lantaran pengerjaan PSR beberapa waktu lalu dilakukan secara bertahap. "Satu buah kelapa sawit berbobot 7,8 kilogram. Kami sangat bersyukur kualitas dan produktifitas semakin bagus bisa mendongkrak perekonomian petani makin meningkat," jelasnya, dilansir dari laman elaeis.co. Menurutnya, petani kelapa sawit saat ini terbentur dengan harga yang cukup rendah. Di mana harga ditetapkan Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) lantaran belum ada sistem penetapan dari Dinas Perkebunan (Disbun). "Harga jual saat ini Rp1.780 per kilogram. Kita sudah usulkan agar pemerintah melakukan penetapan harga seperti daerah penghasil sawit lainnya," ulasnya. Ditambahkannya, permintaan petani kabarnya saat ini tengah diproses, dan sudah ada progres mudah-mudah twrwujud.