Belitung Timur

Sorotan terbaru dari Tag # Belitung Timur

PTPP Dukung Asta Cita Pemerintah, PTPP Bangun Sekolah Garuda Belitung Timur Nasional
Nasional
Jumat, 15 Mei 2026 | 13:10 WIB

PTPP Dukung Asta Cita Pemerintah, PTPP Bangun Sekolah Garuda Belitung Timur

Jakarta, katakabar.com - PT PP (Persero) Tbk (PTPP), perusahaan konstruksi dan investasi nasional di bawah naungan Danantara Indonesia, terus menunjukkan komitmennya dukung pembangunan nasional melalui pembangunan proyek SMA Unggul Garuda Belitung Timur, sebagai bagian dari Program Sekolah Garuda yang diinisiasi pemerintah guna memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Proyek pembangunan SMA Unggul Garuda Belitung Timur memiliki nilai kontrak sebesar Rp218,68 miliar, dengan masa pelaksanaan selama 240 hari kalender. Hingga pekan ke 21, progres realisasi pembangunan proyek telah mencapai 24,5 persen lebih cepat dari target. Pembangunan SMA Unggul Garuda Belitung Timur bagian dari implementasi program strategis pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan nasional melalui penyediaan infrastruktur pendidikan modern, terintegrasi, dan berorientasi pada standar global. Proyek ini juga sejalan dengan visi Asta Cita Pemerintah, khususnya mendukung penguatan pembangunan sumber daya manusia unggul melalui peningkatan kualitas pendidikan, penguasaan sains dan teknologi, serta pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh wilayah Indonesia. Komitmen pemerintah terhadap pembangunan pendidikan unggulan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Stella Christie, ke lokasi proyek SMA Unggul Garuda Belitung Timur untuk meninjau langsung progres pembangunan sekolah Garuda yang dikerjakan oleh PTPP. Saat kunjungannya, Stella Christie, menyampaikan pembangunan SMA Unggul Garuda bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan akses pendidikan berkualitas yang merata di seluruh Indonesia. “Kehadiran sekolah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran yang mampu mendorong potensi generasi muda di daerah agar dapat bersaing di tingkat global,” ujar Stella Christie. Kawasan sekolah dirancang dengan konsep integrated campus development yang mengintegrasikan fasilitas akademik, asrama siswa, hunian tenaga pendidik, serta sarana penunjang lainnya dalam satu kawasan terpadu. Konsep tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang komprehensif, modern, dan berkelanjutan guna mendukung pengembangan kompetensi abad ke 21 seperti kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, kreativitas, dan literasi teknologi. Corporate Secretary PTPP, Joko Raharjo, menjelaskan pembangunan proyek ini menjadi bentuk nyata kontribusi perusahaan dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui penyediaan infrastruktur pendidikan berkualitas. “PTPP berkomitmen mendukung program strategis pemerintah dan implementasi Asta Cita melalui pembangunan infrastruktur pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan. Kehadiran SMA Unggul Garuda Belitung Timur diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan talenta unggul yang mampu mencetak generasi muda berdaya saing global sekaligus memperkuat pemerataan pendidikan di daerah,” ucap Joko. Dalam pelaksanaannya, proyek ini turut mengedepankan berbagai inovasi konstruksi guna meningkatkan efisiensi dan kualitas pekerjaan, di antaranya penerapan sistem pracetak untuk percepatan struktur, metode modular pada pekerjaan arsitektural, serta teknologi lifting terintegrasi guna meningkatkan efektivitas instalasi dan keselamatan kerja di lapangan. SMA Unggul Garuda Belitung Timur memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kawasan pendidikan berbasis asrama yang terintegrasi, desain adaptif terhadap karakter wilayah kepulauan Belitung, serta  fasilitas pendidikan berstandar nasional dan berorientasi global yang mendukung pembelajaran berbasis sains, teknologi, dan inovasi.

Ini Asa Bupati Belitung Timur di FGD HAI Sawit Indonesia dan BPDPKS Sawit
Sawit
Selasa, 25 Juni 2024 | 20:55 WIB

Ini Asa Bupati Belitung Timur di FGD HAI Sawit Indonesia dan BPDPKS

Belitung Timur, katakabar.com - Bupati Belitung Timur, Drs. Burhanuddin menyatakan, Forum Group Disscusion ini tahap awal untuk mengenalkan kepada Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi atau UMKM tentang hilirisasi yang dapat dimanfaatkan untuk ekspor. "Diskusi ini tentang bagaimana sawit dari hulu ke hilir bisa diekspor, melibatkan teman-teman dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Luar Negeri, dan Kementerian Industri, serta berdiskusi langsung dengan petani sawit. Untuk itu, petani kelapa sawit harus mampu menangkap peluang ini dan tidak ada yang tidak bisa dilakukan asalkan mereka serius," katabBupati Belitung Timur, dilansir dari laman website BPDPKS, pada Selasa (25/6). Melalui kegiatan ini, harap Burhanuddin, para pelaku UKMK dapat pahami lebih tentang proses berkelanjutan dari produksi hingga pemasaran, dan kualitas ini harus benar-benar dipahami oleh rekan-rekan UKM. Salah satu bentuk dukungan dan komitmen Pemerintah Daerah kepada para UKMK dilakukan pendampingan berkelanjutan setelah dilaksanakannya kegiatan hari ini. "Setelah pertemuan selesai, kita harus terus berkelanjutan membahas tindak lanjutnya. Dinas teknis bakal terus intens berkoordinasi dengan teman-teman Hai Sawit dan BPDPKS, serta menyediakan permodalan perbankan," jelasnya.

FGD HAI Sawit Indonesia dan BPDPKS, Ini Tentang Peluang Ekspor Produk UKMK Sawit Untuk Dunia Sawit
Sawit
Selasa, 25 Juni 2024 | 19:22 WIB

FGD HAI Sawit Indonesia dan BPDPKS, Ini Tentang Peluang Ekspor Produk UKMK Sawit Untuk Dunia

Belitung Timur, katakabar.com - Hai Sawit sebagai Media Sawit Masa Kini, dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS taja Forum Group Discusssion atau FGD tentang Peluang Eksport Produk UKMK Sawit Indonesia untuk Dunia. Kegiatan ini digelar dari 20 hingga 21 Juni 2024 lalu, diikuti pelaku Usaha Kecil, Menengah dan Koperasi atau UKMK dan Koperasi Provinsi Belitung Timur, secara resmi dibuka Bupati Belitung Timur, Drs. Bahruddin. Para peserta workshop diharapkan dapat mengidentifikasi, dan menganalisis berbagai peluang ekspor produk UKMK sawit Indonesia, khususnya di Provinsi Kepulauan Belitung, baik pasar domestic maupun ke pasar internasional, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak terkait lainnya untuk mendukung ekspor produk UKMK Kelapa Sawit. Pimpinan Umum Hai Sawit Indonesia, M. Gema Aliza Putra mengutarakan, pelaksanaan FGD ini langkah awal untuk mengenalkan dan mengembangkan UKMK berbasis kelapa sawit kepada para pelaku UKMK di Belitung Timur. Di mana untukmenangkap peluang ekonomi baru pengolahan produk-produk sawit. "Produk sawit yang dikenal masyarakat umum selama ini baru sebatas minyak goreng, CPO, dan kernel. Padahal sesungguhnya, ada produk-produk sawit turunan dari hasil pengolahan limbah sawit yang berpeluang untuk dikembangkan. Nah, itu yang disebut produk UKMK," tutur Gema. Lewat kegiatan FGD ini, kata Gema, pihaknya berkeinginan dorong kemampuan masyarakat, khususnya para pelaku UKMK di Belitung Timur, kembangkan sektor hilir kelapa sawit dan pemanfaatan limbahnya sehingga mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi. Untuk itu, ulas Gema, Hai Sawit Indonesia menghadirkan narasumber-narasumber mumpuni dan para pelaku eksportir dalam FGD ini. "Kami berharap ke depan keberlanjutan (sustainability) menjadi fokus utama. Pengolahan sawit ini dapat menjadi bisnis yang end-to-end, tidak terbatas pada minyak sawit saja, tapi memanfaatkan limbahnya menjadi produk bernilai ekonomi tinggi," terangnya.