Bioskop

Sorotan terbaru dari Tag # Bioskop

Dari Photobox ke Layar Bioskop, Reyno Anggoro dan Ekosistem Kreatif Bebaz Inc Terus Berkembang Nasional
Nasional
6 jam yang lalu

Dari Photobox ke Layar Bioskop, Reyno Anggoro dan Ekosistem Kreatif Bebaz Inc Terus Berkembang

Jakarta, katakabar.com - Di tangan Reyno Anggoro, Founder & CEO Bebaz Inc, sejak 2023 Bebaz Inc telah menghadirkan ekosistem entitas bisnis teknologi kreatif yang saling terhubung: PhotoBebaz, Bebaz Adz, Bebaz Labz, Bebaz Land, Santriwara.id, Norae dan Frieday, serta BEN Film. Di balik booth foto interaktif yang kini tersebar di berbagai area titik transportasi umum dan jaringan restoran, ada sebuah ekosistem bisnis lebih besar yang sedang dibangun. Reyno Anggoro, Founder & CEO Bebaz Inc, tidak membangun satu bisnis, melainkan membangun sebuah ekosistem yang menggabungkan teknologi dan kreativitas. Di tangan Reyno, sejak 2023 Bebaz Inc telah menghadirkan setidaknya tujuh entitas bisnis yang saling terhubung: PhotoBebaz (creative technology photobox), Bebaz Adz (media placement & brand activation), Bebaz Labz (unit R&D teknologi & pengembangan perangkat lunak ekosistem), Bebaz Land (self-photo studio tematik), Santriwara.id (kreator konten Islam digital), Norae dan Frieday (F&B bertema Korea), serta BEN Film (rumah produksi film). Masing-masing berdiri sendiri, namun dirancang untuk saling terhubung dengan cara yang unik. Salah satu ujung tombak ekosistem ini adalah PhotoBebaz, layanan creative technology photobox yang kini hadir di titik-titik mobilitas tinggi, antara lain ruang publik Taman Ismail Marzuki (TIM), Ring Road Gelora Bung Karno (GBK), dan Jakarta International Velodrome (JIV), hingga stasiun MRT, LRT Jakarta, Whoosh Halim, dan coffee shop. Dengan basis pengguna yang didominasi Gen Alpha, Gen Z, dan Milenial, serta potensi gross margin di atas 60 persen, PhotoBebaz membuktikan bisnis berbasis pengalaman kreatif dapat dijalankan secara efisien dan scalable. Model penempatannya yang fleksibel memungkinkan optimasi lokasi secara berkelanjutan dan menjadikannya salah satu unit bisnis dengan fundamental paling kuat dalam portofolio Bebaz Inc. PhotoBebaz beroperasi dalam satu ekosistem terintegrasi bersama Bebaz Adz untuk media placement digital dan Bebaz Labz untuk pengembangan perangkat lunaknya. Ekosistem yang sama turut menopang Bebaz Land, self-photo studio tematik yang hadir untuk mendukung gaya hidup generasi muda urban dalam mengekspresikan diri. "Setiap merek yang kami bangun adalah jawaban atas satu pertanyaan yang sama: bagaimana kreativitas bisa benar-benar bermakna bagi generasi urban Indonesia? Maka kami lakukan riset pasar dan pada akhirnya lahirlah ekosistem teknologi dan kreatif di dalam Bebaz Inc. Ekosistem ini dirancang untuk menghadirkan bentuk hiburan yang relevan dengan gaya hidup urban Gen Alpha, Gen Z, hingga Milenial, khususnya yang tinggal di Jabodetabek dan kota-kota besar Indonesia," kata Reyno. Di luar bisnis berbasis pengalaman fisik, Reyno melihat peluang di ruang digital. Pada 2026, ia meresmikan @santriwara.id, kreator konten edukasi Islami yang menghadirkan karakter Alif, Lam, dan Mim. Dalam waktu hanya tiga bulan sejak diluncurkan, akun ini tumbuh dengan memiliki lebih dari 41.000 pengikut dan lebih dari 500 ribu penyuka di Tiktok dan Instagram. Bebaz Inc juga mengoperasikan Frieday, restoran bertema Korea di Mbloc Space, serta Norae yang kini tengah dalam tahap pengembangan ulang. Keterlibatan Reyno Anggoro pada Produksi Film “Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati” Kini, Bebaz Inc bersiap memasuki babak baru. Melalui BEN Film, unit rumah produksi kreatifnya, perusahaan ini akan merilis film layar lebar perdana berjudul "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" pada Q4 2026, berkolaborasi dengan Sinergi Pictures. Sebuah cerita tentang kesehatan mental, depresi, dan hal-hal kecil yang ternyata penting. Film ini merupakan adaptasi novel fiksi karya Brian Khrisna (Gramedia, 2025) yang mengangkat tema kesehatan mental, depresi, dan pencarian makna hidup, dan menjadikannya salah satu film yang paling ditunggu di tahun 2026. Langkah ini menandai evolusi Bebaz Inc dari penyedia pengalaman teknologi dan kreatif menjadi kreator intellectual property (IP), sebuah model bisnis yang semakin diminati investor di tengah pertumbuhan industri film Indonesia yang terus memecahkan rekor penonton pascapandemi. "Kami memilih cerita ini karena nilai kejujurannya, dan itu yang selama ini menjadi cara Bebaz Inc membangun setiap bisnisnya. Dengan ekosistem yang kami miliki, dari komunitas, layar, hingga percakapan setelahnya, kami menargetkan 'Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati' menjadi salah satu film box office Indonesia tahun ini. Buku ini juga sangat populer dan bahkan telah mencapai cetakan ke-100 serta edisi spesial karena tingginya minat pembaca, menjadikannya salah satu film yang ditunggu di tahun 2026," ucap Reyno. Kolaborasi ini menegaskan BEN Film tidak masuk ke industri sebagai pendatang baru yang belum teruji, melainkan melalui kemitraan yang mempercepat proses membangun kredibilitas di industri. Seluruh lini bisnis Bebaz Inc saat ini aktif beroperasi di wilayah Jabodetabek dan kota-kota besar Indonesia, dengan total touchpoint lintas merek yang terus berkembang.

Siap Diproduksi! Film Drama Original Perdana Lyto Pictures Angkat Fenomena 'People Pleaser' Lifestyle
Lifestyle
Sabtu, 25 April 2026 | 08:05 WIB

Siap Diproduksi! Film Drama Original Perdana Lyto Pictures Angkat Fenomena 'People Pleaser'

Jakarta, katakabar.com - Lytopictures umumkan proyek film drama original perdana segera memulai proses shooting bulan ini dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 2026 ini. Film ini disutradarai oleh Bobby Prasetyo, ditulis oleh Evelyn Afnilia, serta diproduseri Andi Suryanto dan Marcella Daryanani. Kolaborasi ini menghadirkan karya yang memadukan pendekatan emosional, hangat, dan dekat dengan realita kehidupan modern. Mengangkat fenomena “people pleaser”, film ini terinspirasi dari keresahan tentang orang-orang yang sering merasa tidak enakan, sulit menolak, dan cenderung mengutamakan orang lain hingga melupakan dirinya sendiri.  Film ini dibintangi oleh Mawar de Jongh, bersama sejumlah artis dan komika terkenal seperti Ardit Erwandha, ⁠⁠Ummi Quary, Surya Saputra, ⁠⁠⁠Vonny Cornellya, Fatih Unru, Amel Carla, ⁠⁠Cut Mini, Taskya Namya, Femi Maringka, Fira Maringka, Marcella Daryanani, Fajar Nugra, Arif Alfiansyah, Musdalifah Basri, Yono Bakrie, Aci Resti dan ⁠⁠Sadana Agung. “Cerita ini lahir dari hal yang sangat dekat dengan banyak orang. Kami ingin mengemasnya secara hangat, jujur, dan tetap menghibur,” ungkap Andi Suryanto selaku Produser dari LYTO PICTURES. Lebih dari sekadar hiburan, film ini juga menjadi pengingat sederhana tentang pentingnya mengenali diri sendiri dan berani menetapkan batas dalam hubungan sosial. Nantikan film People Pleaser di Bioskop Indonesia, untuk berita selengkapnya bisa check di instagram @peoplepleaserfilm @lytopictures

Bagaimana Iklan Premium untuk TV dan Bioskop Meningkatkan Brand Value Lifestyle
Lifestyle
Minggu, 30 November 2025 | 14:40 WIB

Bagaimana Iklan Premium untuk TV dan Bioskop Meningkatkan Brand Value

Jakarta, katakabar.com - Iklan premium berperan penting dalam membangun citra merek yang bernilai tinggi melalui visual dan narasi berkualitas. Penayangan di TV atau bioskop memberikan kesan eksklusif yang memperkuat kepercayaan dan persepsi positif terhadap brand. Dalam dunia pemasaran modern, iklan premium telah menjadi senjata utama bagi perusahaan yang ingin memperkuat citra dan meningkatkan nilai merek mereka. Tidak hanya sekadar menampilkan produk, iklan jenis ini mengedepankan kualitas visual, narasi yang kuat, dan eksekusi yang memukau, menciptakan pengalaman emosional yang membekas di benak penonton. Melalui media besar seperti TV dan bioskop, pesan brand dapat menjangkau audiens dengan cara yang lebih dalam, berkelas, dan berpengaruh. Perusahaan yang berinvestasi dalam iklan premium tidak sekadar mencari eksposur. Mereka berupaya membangun persepsi merek mereka bernilai tinggi, profesional, dan dapat dipercaya. Ketika sebuah iklan tampil dengan kualitas produksi tinggi di layar lebar atau TV nasional, kesan pertama yang muncul pada penonton adalah eksklusivitas. Bukan hanya tentang tampilan visual, tetapi juga mengenai bagaimana pesan disampaikan: • Narasi yang menyentuh emosi. • Gambar dan pencahayaan yang sinematik. • Musik dan efek suara yang mendukung pesan brand. Semua elemen tersebut berpadu untuk membentuk pengalaman yang bukan hanya menjual produk, tetapi juga membangun cerita yang melekat pada identitas perusahaan. Meski era digital membawa banyak alternatif promosi, media konvensional seperti TV dan bioskop tetap memiliki daya tarik tersendiri untuk iklan premium. Alasannya sederhana: kedua media ini menawarkan atensi penuh dari audiens. Ketika seseorang menonton film di bioskop, mereka fokus tanpa gangguan notifikasi ponsel. Begitu pula ketika iklan tayang di televisi saat prime time, penonton cenderung lebih siap menerima pesan yang disampaikan. Inilah yang membuat TV dan bioskop menjadi platform ideal bagi brand yang ingin menonjolkan kesan profesional dan kredibel. Selain itu, produksi yang ditayangkan di layar besar membutuhkan kualitas visual yang luar biasa tinggi. Di sinilah peran perusahaan seperti High Angle menjadi penting dalam menghadirkan hasil produksi yang memenuhi standar industri visual modern. Berbeda dengan iklan standar, iklan premium menekankan pada storytelling yang kuat dan visual yang sinematik. Dengan penggarapan yang melibatkan tim kreatif berpengalaman serta peralatan produksi mutakhir, hasil akhirnya mampu menyampaikan pesan brand secara lebih mendalam. Beberapa keunggulan utama iklan premium antara lain: • Meningkatkan kredibilitas brand di mata konsumen dan mitra bisnis. • Menarik emosi penonton, bukan sekadar menampilkan fitur produk. • Meningkatkan engagement di berbagai kanal, termasuk media sosial dan platform digital. • Memperkuat positioning brand sebagai pemain utama dalam industrinya. Perusahaan yang memilih jalur ini memahami bahwa investasi dalam kualitas visual akan memberikan pengembalian jangka panjang dalam bentuk loyalitas pelanggan dan peningkatan nilai merek. Sebagai salah satu production house profesional di Indonesia, High Angle dikenal karena kemampuannya menghadirkan iklan premium yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga strategis dari sisi komunikasi bisnis. Tim mereka terdiri dari sutradara, sinematografer, dan kreator konten berpengalaman yang memahami bagaimana mengubah ide menjadi visual yang berdaya jual tinggi. High Angle juga menggabungkan teknologi modern dengan pendekatan kreatif untuk menghasilkan karya yang bisa tampil di berbagai platform, baik itu iklan media sosial, TV, maupun layar bioskop. Pendekatan ini memastikan setiap proyek memiliki daya tarik lintas kanal, memperluas jangkauan audiens tanpa kehilangan esensi pesan utama. Strategi Produksi yang Mengangkat Brand Value Dalam proses produksi, High Angle berfokus pada tiga pilar utama: 1. Konsep dan Strategi Kreatif Setiap proyek diawali dengan riset mendalam agar pesan sesuai dengan karakter brand. 2. Produksi Berkualitas Tinggi Penggunaan kamera, pencahayaan, dan efek visual berstandar bioskop menjamin hasil maksimal. 3. Distribusi Multi-Platform Iklan dirancang untuk bisa tayang di berbagai media, mulai dari TV, iklan komersial, hingga kanal digital. Pendekatan strategis ini menjadikan setiap produksi bukan hanya konten visual, tetapi alat komunikasi efektif yang mendorong penjualan dan memperkuat reputasi merek. Investasi dalam iklan premium bukan sekadar langkah promosi, melainkan strategi jangka panjang untuk memperkuat identitas dan nilai perusahaan di mata publik. Dalam lanskap bisnis yang kompetitif, visual yang kuat dan narasi yang autentik dapat menjadi pembeda utama antara brand yang sekadar dikenal dan brand yang benar-benar diingat.