Lewat Inovasi Produk Turunan, BPDPKS Dorong Diversifikasi Tingkatkan Nilai Tambah Sawit Sawit
Sawit
Rabu, 04 Desember 2024 | 14:26 WIB

Lewat Inovasi Produk Turunan, BPDPKS Dorong Diversifikasi Tingkatkan Nilai Tambah Sawit

Malang, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS terus gencarkan program diversifikasi produk sawit untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Kepala Divisi Usaha Kecil Menengah dan Koperasi BPDPKS, Helmi Muhansah menegaskan, sawit memiliki prospek menjanjikan dengan potensi pengembangan produk turunan yang dapat memenuhi kebutuhan pangan, pakan, hingga manufaktur. “Selain minyak mentah atau Crude Palm Oil dan inti sawit atau PKO, sawit dapat diolah menjadi produk, seperti helm berbahan bio-komposit, parafin, pengawet buah, hingga baterai berbasis limbah sawit,” ujar Helmi saat Workshop “Diversifikasi Produk Kelapa Sawit Khusus Pakan Ternak, Biomassa, Cokelat, Krimer, dan Dupa Sawit” di Jakarta, Selasa (25/11) lalu.

Manfaat Minyak Makan Merah Dipromosikan di Bandung Nasional
Nasional
Senin, 14 Agustus 2023 | 16:17 WIB

Manfaat Minyak Makan Merah Dipromosikan di Bandung

Jakarta, katakabar.com - Usaha Kecil Menengah dan Koperasi (UKMK), pekebun sawit, perangkat desa, akademisi, mahasiswa dan komunitas Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) bagian dari stakeholder di Bandung, datang mengikuti sosialisasi temanya, 'Manfaat Minyak Makan Merah untuk Kuliner dan Kesehatan'. Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) dan Pusat Penelitian Surfaktan dan Bioenergi (SBRC) IPB University yang menggelar sosialisasi, pada Jumat (11/8) lalu. Di kegiatan itu, peserta diberi pemahaman materi tentang teknologi produksi minyak sawit mentah atau CPO dan minyak makan merah, manfaat kesehatan dan penyajian minyak makan merah. Tidak hanya itu, peserta dicekoki pengembangan produk turunan minyak makan merah, potensi dan analisa usaha minyak makan merah, dan terakhir praktek pembuatan produk turunan minyak makan merah. Kepala SBRC IPB University, Meika Syahbana Rusli menjelaskan, pengolahan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit jadi minyak makan merah dukung peningkatan nilai tambah sawit, bisa dirasakan manfaatnya para petani kelapa sawit. "Produksi minyak makan merah solusi meningkatkan kesejahteraan para petani kelapa sawit sekaligus mendukung program sirkular ekonomi yang direncanakan pemerintah," ujarnya dilansir dari laman elaeis.co, pada Senin (14/8). Kata Meika, proses pengolahan buah sawit jadi minyak makan merah bisa dijalankan kapasitas olah yang lebih kecil sehingga terjangkau para petani sawit, dan bisa dijual langsung. Tapi perlu diperhatikan saat konsumsi bagaimana menjaga agar kandungan karoten dan fitonutrien lainnya di dalam minyak makan merah tetap terjaga selama pengolahan. Di mana salah satunya dengan mencegah pemanasan yang berlebih. Harapannya kegiatan sosialisasi ini mampu membuka peluang potensi baru pemanfaatan minyak makan merah untuk berbagai produk olahan, jelasnya. Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah menimpali, kegiatan ini jadi salah satu upaya BPDPKS sosialisasikan dan promosikan kebaikan sawit hadapi kampanye negatif terhadap sawit Indonesia. "Minyak makan merah salah satu produk hasil riset yang berpotensi untuk dikomersialisasikan. BPDPKS siap memberikan support agar minyak makan merah dirasakan manfaatnya lebih luas oleh masyarakat, termasuk pemanfaatan untuk peluang pengembangan usaha bagi UKMK," ulasnya. Memang lanjut Helmi, minyak makan merah masih menemui tantangan terutama terkait pemahaman masyarakat. Padahal di dalam minyak makan merah terkandung berbagai nutrisi penting, seperti Vitamin A, Vitamin E, dan beta karoten yang masih tinggi. Tidak hanya itu, minyak makan merah relevan dengan kebijakan jangka pendek pemerintah untuk menekan stunting pada tahun 2024. Anggota Komite Riset BPDPKS, Tatang Hernas Soerawidjaja menuturkan, proses pemurnian minyak sawit selama ini dilakukan dengan menghilangkan warna merahnya atau pigmen beta karoten. Itu sebabnya, sesudah pemurnian, produsen minyak goreng diwajibkan melakukan fortifikasi dengan vitamin A yang bahan bakunya masih diimpor. "Beta karoten dapat diuraikan oleh tubuh menjadi dua molekul vitamin A yang sangat penting dalam pencegahan berbagai penyakit seperti gangguan penglihatan dan stunting," bebernya. Potensi isolasi beta karoten sendiri dari minyak sawit atau CPO sebelum diproses mejadi biodiesel sangat besar. Ini mengingat sebanyak 10 juta ton CPO dikonversi menjadi biodiesel saat ini," sebutnya.

Pekebun Sawit Ikut Pelatihan Teknis ISPO di Jambi, Ini Targetnya Nasional
Nasional
Rabu, 12 Juli 2023 | 09:55 WIB

Pekebun Sawit Ikut Pelatihan Teknis ISPO di Jambi, Ini Targetnya

Jambi, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Ditjenbun Kementan) kerja sama dengan PT Sumberdaya Indonesia Berjaya (SIB) gelar 'Pelatihan Teknis ISPO bagi Pekebun Kelapa Sawit Provinsi Jambi', dari 10 hingha 15 Juli 2023 nanti. "Kontribusi industri kelapa sawit sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," ujar Direktur Perlindungan Perkebunan Ditjenbun, Hendratmojo Bagus Hudor. Data BPS menunjukkan kata Hendratmojo, ekspor produk pertanian tahun 2022 mencapai Rp640,56 triliun. Di mana 95 persen sumbangan dari sub sektor perkebunan, dan 70 persen kontribusi dari ekspor produk kelapa sawit dan turunannya. Selain penghasil devisa yang sangat besar sambungnya, sawit menyediakan jutaan lapangan kerja. Itu sebabnya, pengelolaannya terus didorong agar lestari dan berkelanjutan, produktivitasnya meningkat demi kesejahteraan pekebun ke depan, harapnya. Dijabarkan Hendratmojo lagi, tutupan lahan sawit Indonesia mencapai 16,38 juta hektar. Seluas 6,9 juta hektar dikelola petani. Terus sekitar 2,8 juta hektar kebun sawit rakyat itu saat ini masuk usia peremajaan, sudah tua dan produktivitasnya sangat rendah. Selain peremajaan tanaman tua, peningkatan produksi dan pembangunan tata kelola sawit lestari berkelanjutan mesti dilakukan dengan mencetak petani yang handal dan kompeten. Untuk itu, perlu dilakukan pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dengan pengenalan Good Agricultural Practices (GAP) kepada petani. "Produktivitas kebun sawit rakyat baru mencapai 3 hingga 4 ton Crude Palm Oil (CPO) per hektar. Padahal potensinya 6 hingga 7 ton per hektar. Lantaran itu, perlu kerja keras untuk meningkatkan produktivitas, salah satunya melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR) yang didanai oleh BPDPKS,” tegasnya. Nah, untuk meningkatkan daya saing di pasar global, pemerintah mesti dorong sertifikasi perkebunan kelapa sawit melalui ISPO. "Sertifikasi ISPO bertujuan menangkal berbagai kritikan dan kampanye hitam yang terus didengungkan Uni Eropa. Mereka terus menghadang sawit dengan berbagai regulasi, sertifikasi ISPO solusi dan menjawab tudingan mereka,” terangnya. Direktur Utama PT SIB, Andi Yusuf Akbar menimpali, para pekebun yang menjadi peserta pelatihan sesuai Rekomendasi Teknis (Rekomtek) Ditjenbun sebanyak 36 orang, yakni meliputi 31 pekebun dari Kabupaten Merangin dan 5 orang dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ulasnya. ISPO kali pertama dibuat regulasinya pada tahun 2011 tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 19 Tahun 2011 tentang Pedoman Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan. Sertifikasi ISPO dilaksanakan lembaga independen secara transparan yang bertujuan untuk memastikan dan meningkatkan pengelolaan sawit sesuai kriteria ISPO, imbuhnya.