Dubes India

Sorotan terbaru dari Tag # Dubes India

Dubes India dan Presiden RI ke 5 Hidupkan Lagi Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru Internasional
Internasional
10 jam yang lalu

Dubes India dan Presiden RI ke 5 Hidupkan Lagi Jejak Persahabatan Soekarno-Nehru

Jakarta, katakabar.com - Hubungan panjang Indonesia dan India kembali mendapat sorotan ketika Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty mengunjungi Presiden ke 5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, di penghujung Mei 2026 lalu. Pertemuan itu tidak sekadar menjadi agenda diplomatik biasa, tetapi berubah menjadi ruang nostalgia yang menyingkap kembali akar historis hubungan kedua negara sejak era Presiden Soekarno dan Perdana Menteri pertama India, Jawaharlal Nehru. Dalam suasana hangat yang dipenuhi cerita masa lalu, Megawati dan Sandeep membahas bagaimana kedekatan personal antara dua tokoh pendiri bangsa tersebut menjadi fondasi hubungan Indonesia dan India hingga hari ini. Pembicaraan tidak hanya menyentuh sejarah, tetapi juga berkembang ke isu geopolitik, demokrasi, hingga tantangan global yang dihadapi kedua negara. Pertemuan itu memperlihatkan hubungan Indonesia dan India tidak dibangun semata oleh kepentingan diplomatik modern, melainkan berakar pada persahabatan ideologis yang telah terjalin sejak masa perjuangan kemerdekaan. Kenangan Megawati Bersama Nehru Megawati membuka percakapan dengan mengenang pengalaman pribadinya saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Non-Blok di Beograd, Yugoslavia, pada 1 hingga 6 September 1961. Saat itu, Megawati masih berusia 14 tahun, tetapi telah ikut dalam delegasi Indonesia dan bertemu langsung dengan sejumlah tokoh besar dunia. Ia mengingat bagaimana dirinya duduk bersama para pendiri Gerakan Non-Blok, termasuk Jawaharlal Nehru. Momen tersebut menjadi salah satu pengalaman yang membekas dalam hidupnya. “Saya saat itu memakai kebaya,” kata Megawati sambil menunjukkan foto lama pertemuannya dengan Nehru. Megawati juga memperlihatkan sejumlah dokumentasi bersejarah lain, termasuk foto ketika Nehru berbincang dengan Presiden Soekarno di Istana Merdeka pada 8 Juni 1950. Di foto itu terlihat Guntur Soekarnoputra tengah bermain sepeda sambil membonceng Megawati kecil. Cerita-cerita tersebut menggambarkan bagaimana hubungan Indonesia dan India kala itu bukan hanya berlangsung di tingkat kenegaraan, tetapi juga terasa dekat secara personal di antara keluarga para pemimpin. Selain mengenang Nehru, Megawati turut menyinggung kedekatannya dengan Bijayananda “Biju” Patnaik, tokoh kemerdekaan India sekaligus pilot legendaris yang dikenal memiliki hubungan erat dengan Indonesia pada masa perjuangan. Fondasi Diplomasi dari Dua Bapak Bangsa Duta Besar India Sandeep Chakravorty menilai hubungan yang dibangun Soekarno dan Nehru telah menjadi warisan diplomatik penting bagi kedua negara. Menurutnya, kedekatan dua tokoh tersebut masih terasa dalam hubungan bilateral Indonesia dan India hingga saat ini. “Hubungan baik kedua negara sampai saat ini terjalin dan dibangun oleh kedua Bapak Bangsa, Presiden Soekarno dan PM Nehru,” ujar Sandeep. Ia juga mengungkapkan jejak sejarah keluarga Soekarno masih mendapat tempat khusus di India. Saat berkunjung ke Museum Nehru di New Delhi, Sandeep mengaku melihat foto Megawati bersama Soekarno dipajang di sana. “Saya juga melihat foto Ibu Megawati dan Soekarno dipajang di Museum Nehru di New Delhi,” ucapnya. Sandeep sendiri bukan sosok baru bagi Megawati. Ia mengaku pernah bertemu Megawati di Korea Utara pada 2011 dan kembali berjumpa saat Gala Dinner KTT G20 di Bali pada 2022. Pertemuan di Menteng kali ini menurutnya terasa sangat personal karena dipenuhi kenangan sejarah dan refleksi hubungan kedua negara. “Kehormatan besar dapat bertemu dengan Ibu Megawati Sukarnoputri, mantan Presiden Indonesia dan putri dari Presiden Sukarno. Beliau adalah simbol hidup dari eratnya hubungan kedua negara kita dan pertemuan kami terasa sangat hangat dengan cerita-cerita kenangan masa lalu,” imbuh Sandeep. Diplomasi Dibangun dari Simbol dan Kedekatan Dalam pertemuan itu, Megawati juga menceritakan bagaimana Presiden Soekarno dahulu memilih lokasi kedutaan India di Indonesia. Sebagai balasan, Nehru kemudian membantu mencarikan lokasi kedutaan Indonesia di New Delhi yang berada dekat dengan kediaman Perdana Menteri India saat itu. Cerita tersebut memperlihatkan bahwa diplomasi pada masa awal kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kerja sama formal, tetapi juga melalui simbol kedekatan dan penghormatan personal antar pemimpin negara. India sendiri dikenal sebagai salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara, terutama di tengah dinamika politik global pasca-Perang Dunia II dan lahirnya negara-negara baru di Asia. Hingga kini, hubungan Indonesia dan India terus berkembang dalam berbagai sektor, mulai dari perdagangan, teknologi, pendidikan, hingga kerjasama strategis di kawasan Indo-Pasifik. Bahas Geopolitik dan Masa Depan Demokrasi Selain nostalgia sejarah, pembahasan dalam pertemuan itu juga menyentuh isu-isu global yang lebih luas. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan Megawati dan Sandeep turut berdiskusi mengenai perkembangan geopolitik internasional dan tantangan demokrasi. “Tadi dalam pertemuan tersebut juga dibahas hal-hal strategis terkait geopolitik dan bagaimana meningkatkan kualitas demokrasi serta hubungan kedua negara,” timpal Hasto. Pembicaraan mengenai demokrasi menjadi relevan mengingat Indonesia dan India sama-sama dikenal sebagai negara demokrasi besar di Asia dengan populasi yang sangat besar dan keragaman sosial yang kompleks. Dalam konteks global yang terus berubah, kedua negara dinilai memiliki kepentingan yang sama untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus memperkuat posisi negara-negara berkembang dalam percaturan dunia. Pertemuan tersebut kemudian ditutup dengan pertukaran cenderamata. Sandeep menyerahkan miniatur Taj Mahal sebagai simbol India, sementara Megawati memberikan miniatur kapal Pinisi dan kemeja tenun endek sebagai representasi budaya Indonesia. Momen itu menjadi simbol kecil dari hubungan panjang dua negara yang dibangun bukan hanya oleh kepentingan politik, tetapi juga oleh memori sejarah, penghormatan budaya, dan persahabatan lintas generasi.

Dubes India Bertandang ke Masjid Agung Demak, Tegaskan Kedekatan Historis Internasional
Internasional
Sabtu, 21 Februari 2026 | 07:00 WIB

Dubes India Bertandang ke Masjid Agung Demak, Tegaskan Kedekatan Historis

Jakarta, katakabar.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, bertandang ke Masjid Agung Demak di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, guna menelusuri jejak sejarah hubungan India dan Indonesia yang telah terjalin sejak lama. Kunjungan tersebut dilakukan bersama sang istri dan dipusatkan di kawasan yang dulu menjadi pusat kejayaan Kesultanan Demak. Lawatan ini bertujuan untuk melihat langsung warisan spiritual Islam Nusantara yang selama ini telah ia dengar. “Saya sudah sering mendengar cerita tentang hubungan India dan Demak sejak dulu. Karena itu saya ingin melihat langsung peninggalannya," ujarnya dengan antusias. Di agenda tersebut, Dubes India didampingi jajaran Dinas Pariwisata Kabupaten Demak untuk menelusuri koleksi benda bersejarah di Museum Masjid Agung Demak, mengunjungi kompleks makam raja-raja Demak, serta mengamati detail arsitektur masjid yang tetap terjaga keasliannya. Kekaguman atas Warisan Spiritual Selama berada di dalam masjid, Dubes Sandeep beberapa kali tampak larut menikmati suasana. Ia mengaku merasakan ketenangan yang sulit dijelaskan saat berada di ruang utama masjid bersejarah tersebut. “Di sini terasa damai dan tenang. Masjid yang masih menjaga keaslian arsitektur tempo dulu seperti ini memiliki energi berbeda,” ucapnya. Selain arsitektur, ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap budaya lokal, termasuk sarung tradisional yang menurutnya unik dan sarat nilai filosofi. Dorong Jembatan Budaya Kunjungan ini turut mendapat sambutan dari Pemerintah Kabupaten Demak. Kepala Dinas Pariwisata Demak, Endah CR, menilai kehadiran Dubes India sebagai momentum penting bagi promosi wisata sejarah daerah. “Kami merasa terhormat atas kunjungan Dubes India. Ini bukti bahwa warisan sejarah Demak memiliki daya tarik internasional,” ulasnya. Menurut Endah, lawatan tersebut bukan sekadar agenda diplomatik, melainkan bagian dari jembatan budaya yang lebih luas. “Kami berharap kunjungan ini menjadi awal kerja sama budaya dan pariwisata yang lebih luas antara India dan Demak,” tuturnya. Kunjungan tersebut menegaskan kedekatan historis kedua bangsa yang telah terjalin sejak lama, sekaligus membuka ruang kolaborasi budaya di masa mendatang.

Dubes India Bepartisipasi DRDO di ID 2025, Tampilkan Terobosan Teknologi Pertahanan Modern Internasional
Internasional
Minggu, 15 Juni 2025 | 21:00 WIB

Dubes India Bepartisipasi DRDO di ID 2025, Tampilkan Terobosan Teknologi Pertahanan Modern

Jakarta, katakabar.com - Kedutaan Besar India di Jakarta umumkan partisipasi Defence Research and Development Organisation atau DRDO India di pameran internasional Indo Defence 2025 Expo & Forum yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Indonesia, pada 11 hingga 14 Juni 2025. Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty meresmikan partisipasi DRDO pada acara tersebut. Kehadiran DRDO di ajang bergengsi ini merupakan bagian integral dari Paviliun India, yang menampilkan kapabilitas teknologi pertahanan paling canggih dari India kepada komunitas global. Indo Defence Expo & Forum salah satu pameran pertahanan terbesar dan paling berpengaruh di kawasan Asia Pasifik. Digelar Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, ajang dua tahunan ini mempertemukan para pemangku kepentingan strategis dari sektor pertahanan, keamanan, dan industri pertahanan global, serta menjadi wadah penting untuk mempererat kerja sama pertahanan bilateral, regional, dan internasional. Melalui partisipasinya di Indo Defence 2025, India menegaskan komitmen strategisnya mendukung stabilitas dan keamanan di kawasan Indo-Pasifik, sekaligus memperluas peluang kerja sama industri pertahanan dengan mitra-mitra strategis, termasuk Indonesia. Sebagai lembaga penelitian dan pengembangan pertahanan utama milik Pemerintah India, DRDO memanfaatkan forum Indo Defence untuk menampilkan berbagai inovasi strategis yang lahir dari ekosistem penelitian pertahanan India yang kian maju. Beberapa sistem dan teknologi unggulan yang dipamerkan oleh DRDO meliputi: • ASTRA MK-I, rudal udara-ke-udara jarak menengah berkecepatan tinggi; • Remotely Operated Vehicle – Daksh, kendaraan robotik untuk penanganan bahan peledak; • Low Frequency Dunking Sonar (LFDS-X), sistem sonar canggih untuk operasi bawah laut; • Airborne Early Warning and Control (AEW&C), sistem peringatan dini dan kendali udara berbasis platform pesawat; • Wheeled Armoured Platform (WHAP), kendaraan tempur lapis baja serbaguna; • Varunastra Heavyweight Torpedo, torpedo berat untuk pertahanan laut dalam; • Man Portable Anti-Tank Guided Missile, sistem rudal anti-tank portabel generasi baru. Keseluruhan sistem tersebut kini dipamerkan di Hall F-46, Paviliun India, JIExpo Kemayoran, Jakarta, mengundang perhatian delegasi dari berbagai negara, pengambil keputusan, serta industri pertahanan global. Partisipasi India di Indo Defence 2025 juga selaras dengan visi Atmanirbhar Bharat (India Mandiri), yang menempatkan kemandirian teknologi sebagai fondasi pertumbuhan industri pertahanan nasional. Sejalan dengan itu, DRDO melalui unit Vehicles Research & Development Establishment (VRDE) di Ahilyanagar, Maharashtra, baru-baru ini mengambil langkah signifikan dengan melakukan alih teknologi sembilan sistem pertahanan kepada sepuluh perusahaan industri pertahanan domestik, memperkuat sinergi antara sektor publik dan swasta India.

Siap Perkuat Kemitraan Ekonomi! Dubes India Puji Inovasi UNO Minda di Indonesia Internasional
Internasional
Selasa, 25 Maret 2025 | 08:00 WIB

Siap Perkuat Kemitraan Ekonomi! Dubes India Puji Inovasi UNO Minda di Indonesia

Karawang, katakabar.com - Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, mengapresiasi inovasi dan komitmen UNO Minda memperkuat industri otomotif di Indonesia. Saat kunjungannya ke fasilitas PT Minda Asean Automotive di Karawang, Dubes Sandeep Chakravorty soroti peran strategis perusahaan pengembangan teknologi, efisiensi manufaktur, dan investasi berkelanjutan. Sejak hadir di Indonesia pada 2005, UNO Minda telah menjadi bagian integral dari ekosistem industri otomotif nasional. Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mempresentasikan pencapaiannya, termasuk penerapan teknologi canggih, peningkatan proses manufaktur, serta strategi ekspansi di masa depan. "Kami sangat bangga dapat menunjukkan bagaimana UNO Minda terus berkembang di Indonesia dengan mengadopsi praktik terbaik industri dan manajemen. Kehadiran Duta Besar India menjadi dorongan besar bagi seluruh tim kami," ujar Rajendra Belsare, Presiden Direktur PT Minda Asean Automotive.