Gen Z
Sorotan terbaru dari Tag # Gen Z
Workshop: BPDP Dorong Gen Z Jadi Wirausaha UMKM Sawit
Yogyakarta, katakabar.com - Generasi muda punya peluang menjadi wirausaha Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) produk sawit, sebab lebih inovatif dan adaptif terhadap teknologi digital. Potensi ini jadi topik pembahasan dalam Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit angkat tema “Rintisan Wirausaha Perkebunan dan Oleofood” yang berlangsung di AKPY-Stiper, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (12/5) lalu. Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), Dr. Purwadi, mengatakan Indonesia masih menjadi pemain utama industri sawit global, baik dari sisi produksi, ekspor, maupun konsumsi. Disinilah, generasi muda memiliki peran penting untuk menjaga keberlanjutan industri strategis tersebut di masa depan. “Indonesia memiliki area sawit terluas di dunia, eksportir terbesar, sekaligus konsumen terbesar. Sawit menjadi komoditas unggulan Indonesia di berbagai aspek,” sebur Purwadi, dikutip dari laman resmi BPDP, Minggu pagi. Kata Dr. Purwadi, secara global lahan sawit hanya mencakup sekitar 6 persen dari total luas tanaman penghasil minyak nabati dunia. Tetapi, sawit dinilai paling unggul karena memiliki ratusan produk turunan yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. “Dari bangun pagi sampai tidur, banyak produk yang kita gunakan mengandung sawit. Karena itu sawit menjadi pesaing besar minyak nabati lainnya,” jelasnya. Purwadi juga menantang peserta workshop untuk mengambil peluang bisnis di sektor sawit. Menurutnya, keberlanjutan kejayaan sawit Indonesia sangat bergantung pada kesiapan generasi penerus. “Peluang bisnis sawit ini masih sangat besar untuk dikembangkan terutama produk-produk UKM. Tetapi ingat anak mudanya jangan sampai letoy dan bermalas-malasan. Kita harus mau belajar salah satunya melalui workshop ini,” ucap Purwadi. Ketua Pelaksana Workshop, Qayuum Amri, menjelaskan workshop terlaksana melalui kerja sama Majalah Sawit Indonesia yang didukung penuh oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) serta dari Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) dan AKPY-STIPER. Kegiatan tersebut, ulasnya, dirancang untuk mengenalkan potensi usaha sawit kepada generasi muda, termasuk praktik pembuatan produk oleofood berbasis sawit yang akan dilaksanakan di INSTIPER Bakery Academy pada hari kedua kegiatan. “Kami ingin menarik minat Gen Z agar menjadi penerus keberlanjutan sawit di masa depan. Mahasiswa akan diajak belajar langsung membuat produk oleofood berbasis sawit,” terang Qayuum. Selain pelatihan teknis, peserta juga akan mendapatkan materi kewirausahaan dan kisah sukses pelaku usaha kreatif. Qayuum menilai industri sawit memiliki potensi besar karena memiliki lebih dari 170 produk turunan yang dapat dikembangkan menjadi peluang bisnis baru. Sementara, sambutan sekaligus pembukaan workshop oleh Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM, Bagus Rachman. Ia menuturkan sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut karena dinilai sangat strategis dalam mendorong generasi muda menjadi pelaku usaha sawit yang adaptif dan kolaboratif. “Sangat menginspirasi sekali acara ini. Apresiasi setinggi-tingginya untuk Majalah Sawit, BPDP, dan AKPY. Tema ini sangat strategis untuk mendorong Gen-Z agar adaptif dan kolaboratif dalam optimalisasi sawit secara berkelanjutan,” imbuh Bagus Rachman dalam sambutan yang dibacakan oleh Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Menengah Kementerian UMKM RI, Refani Anwar Azis. Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, menimpali banyak program yang dapat dimanfaatkan generasi muda untuk terlibat dalam pengembangan industri sawit nasional. “Banyak sekali program-program yang bisa dinikmati Gen-Z dan generasi muda. Kalau teman-teman mau kuliah, BPDP punya program beasiswa dengan 42 kampus mitra BPDP untuk berbagai jenjang pendidikan mulai D3, D4, maupun S1,” kata Helmi. Menurut Helmi, BPDP juga mendorong lahirnya lebih banyak pelaku UMKM berbasis sawit. Ia menyebut sektor sawit memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dari ekspor nonmigas yang mencapai sekitar 9-10 persen. “BPDP sebagai BLU Kemenkeu siap berkolaborasi dengan teman-teman untuk mengembangkan sawit. Rasio kewirausahaan kita masih sekitar 3 persen, padahal indikator negara maju minimal 10 persen,” tuturnya. Karena itu, pihaknya berharap generasi muda dapat terinspirasi menciptakan produk-produk inovatif berbasis sawit, kakao, dan kelapa. Ia juga mencontohkan berbagai produk kreatif turunan sawit yang kini mulai berkembang di masyarakat. “Sekarang lidi sawit sudah dibuat menjadi peci dari Aceh seperti yang saya pakai saat ini. Ada juga batik sawit yang didirikan oleh CV Smart batik. Kami berharap melalui program ini lahir inovasi UKM sawit lainnya,” terang Helmi. Sesi Talkshow Workshop Gen-Z Preneur UMKM Sawit menghadirkan tiga narasumber, yakni Dwi Wulandari (Disperindag Kabupaten Sleman), Edy Santosa (Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman), dan M Ihsan ( CV Smart Batik).
Investor Kripto RI Usia Muda 60 Persen, Gen Z Paling Agresif Bertransaksi
Solo, katakabar.com - Pertumbuhan penggunaan aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren positif, dengan generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial muda, menjadi penggerak utama adopsi nasional. Hal ini mengemuka di kegiatan Roadshow Bulan Literasi Kripto (BLK) 2026 yang digelar di Universitas Sebelas Maret, Solo, Selasa (14/4) lalu, hasil kolaborasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), dan Tokocrypto. Berdasarkan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025, total 93 persen responden telah familiar dengan aset kripto, dengan lebih dari separuhnya merupakan Gen Z yang aktif menjadikan kripto sebagai bagian dari percakapan finansial sehari-hari di media digital dan komunitas online. Fenomena ini menegaskan peran generasi muda sebagai motor utama dalam pertumbuhan ekosistem kripto di Indonesia. Kepala Departemen Pengawasan Inovasi Aset Keuangan Digital (IAKD) Otoritas Jasa Keuangan, Dino Milano Siregar, menilai tingginya partisipasi generasi muda di pasar kripto belum sepenuhnya mencerminkan tingkat literasi finansial yang matang. Ia menjelaskan keterlibatan Gen Z tidak selalu didasarkan pada pertimbangan investasi yang rasional, melainkan juga dipengaruhi oleh dinamika sosial di ruang digital. “Partisipasi yang tinggi ini perlu kita lihat secara lebih kritis. Tidak semua didorong oleh pemahaman yang kuat, tetapi juga oleh faktor social learning, peer influence, hingga fear of missing out atau FOMO yang sangat kuat di kalangan generasi muda,” kata Dino. Ia menambahkan kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi regulator dan pelaku industri untuk memperkuat edukasi. “Di sinilah pentingnya peran literasi. Kita ingin memastikan bahwa generasi muda tidak hanya ikut tren, tetapi juga memahami risiko, memiliki strategi, dan mampu mengambil keputusan keuangan yang lebih bijak,” jelasnya. Gen Z Cenderung Lebih Aktif di Kripto Business Development & Research Lead Tokocrypto, Indriana, mengungkapkan dari sisi platform, Gen Z menunjukkan karakteristik yang berbeda dibanding generasi sebelumnya. “Gen Z cenderung lebih aktif dan memiliki risk appetite yang lebih tinggi. Mereka cepat dalam mengambil keputusan, terutama saat melihat peluang dari tren pasar. Namun di sisi lain, mereka juga mulai menunjukkan perkembangan positif dengan meningkatnya literasi, seperti diversifikasi aset dan pengelolaan portofolio yang lebih strategis,” ujarnya. Data internal Tokocrypto menunjukkan bahwa sebanyak 26,9% investor berada pada rentang usia 18–24 tahun dan 35,1% di usia 25–30 tahun. Artinya, lebih dari 60% pengguna platform didominasi generasi muda. Selain memiliki frekuensi transaksi yang tinggi, Gen Z juga dikenal sebagai digital-native yang mengandalkan media sosial, komunitas, dan influencer dalam mengambil keputusan investasi. Menurut Indriana, peran platform exchange tidak hanya sebatas sebagai fasilitator transaksi, tetapi juga sebagai penggerak edukasi. “Kami melihat edukasi sebagai fondasi penting untuk menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Melalui berbagai inisiatif seperti Tokocrypto Academy, Weekly Research, webinar, hingga workshop dan kolaborasi dengan kampus, kami ingin memastikan pengguna tidak hanya ikut tren, tetapi juga memahami risiko dan strategi investasi,” ucapnya. Sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi, Tokocrypto juga mengembangkan program edukasi berbasis komunitas seperti OBRAS (Obrolan Komunitas) yang telah menjangkau lebih dari 50 kota dengan total partisipasi lebih dari 200 ribu orang sepanjang 2025. Program ini menjadi salah satu bentuk pendekatan inklusif untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap aset kripto, termasuk di wilayah yang sebelumnya belum terjangkau edukasi. Selain edukasi, fitur-fitur pendukung seperti Dollar Cost Averaging (DCA), staking, dan convert juga dihadirkan untuk membantu pengguna membangun strategi investasi jangka panjang yang lebih disiplin. Pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi perilaku spekulatif dan mendorong pengambilan keputusan yang lebih terukur. Fenomena Dominasi Gen Z di Industri Kripto Fenomena dominasi Gen Z dalam adopsi kripto juga tercermin secara global. Studi Protocol Theory menunjukkan bahwa generasi muda di Amerika Serikat memiliki tingkat kepercayaan lebih tinggi terhadap kripto dibandingkan institusi keuangan tradisional, dengan 22% Gen Z lebih mempercayai kripto dalam menjaga aset mereka, dibandingkan hanya 13% pada Gen X dan 5% pada baby boomers. Preferensi ini didorong oleh kebutuhan akan kontrol, transparansi, dan akses terhadap aset digital. Menanggapi tren tersebut, Indriana, menilai pola ini juga mulai terlihat di Indonesia, terutama dari cara Gen Z memandang kepemilikan aset. “Gen Z cenderung ingin memiliki kendali langsung atas aset mereka dan lebih transparan dalam memantau pergerakannya. Ini yang membuat kripto menjadi menarik, karena memberikan rasa kontrol dan akses yang sebelumnya tidak mereka dapatkan di sistem keuangan konvensional,” tuturnya. Di sisi lain, laporan World Economic Forum juga menyoroti bahwa tekanan ekonomi seperti stagnasi pendapatan dan meningkatnya biaya hidup mendorong sebagian Gen Z untuk mencari alternatif investasi yang lebih berisiko, termasuk kripto . Hal ini menunjukkan selain faktor teknologi, kondisi ekonomi juga berperan dalam membentuk perilaku investasi generasi muda. Masih Indriana, kombinasi faktor teknologi dan ekonomi ini perlu diimbangi dengan pendekatan edukasi yang tepat. “Ketertarikan yang tinggi perlu diimbangi dengan pemahaman yang kuat. Tanpa literasi yang cukup, keputusan investasi bisa menjadi terlalu reaktif terhadap tren, bukan berdasarkan strategi jangka panjang,” kupasnya. Melalui diskusi panel dalam rangkaian BLK 2026, para pelaku industri berupaya mengeksplorasi secara kritis apakah tingginya partisipasi Gen Z di pasar kripto mencerminkan literasi finansial yang kuat, atau justru lebih dipengaruhi oleh dinamika sosial dan tren digital. Ke depan, kolaborasi antara regulator, pelaku industri, dan institusi pendidikan dinilai menjadi kunci dalam memastikan pertumbuhan ekosistem kripto yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.
Remaja Bernegara NasDem di Siak, Ajak Gen Z Duduk di Kursi Wakil Rakyat!
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Siak menggelar kegiatan Remaja Bernegara NasDem (RBN), Sabtu (10/1).
Tren Bisnis Digital 2026: Tiga Peluang Cuan Minim Modal Wajib Dilirik Milenial dan Gen Z
2. Jalur Pebisnis (Reseller) Namun, jika Anda berjiwa pengusaha dan ingin mengambil porsi kue keuntungan bisnis ini, Anda bisa mendaftar langsung ke sumbernya, yakni ProviderSMM.id. Sebagai salah satu referensi smm panel terbaik yang fokus melayani reseller, ProviderSMM.id memberikan akses harga "grosir" atau harga modal yang sangat rendah. Dengan mengakses langsung ke hulu (sumber utama), Anda memiliki keleluasaan untuk menjual kembali layanan tersebut di media sosial atau marketplace dengan profit margin yang Anda tentukan sendiri. Kesimpulannya, di tahun 2026, informasi adalah aset. Siapa yang mengetahui akses ke sumber produksi (supplier tangan pertama), dialah yang akan memenangkan persaingan bisnis dengan modal paling minim.
Kolaborasi BU Bersama Ilustrator Muda Bikin Karya Menginspirasi Gen Z Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Generasi Z dikenal generasi yang dinamis, kreatif, dan sangat terhubung dengan teknologi. Mereka tumbuh di era di mana peluang karier tidak hanya terbatas pada jalur konvensional, tapi terbuka lebar di berbagai bidang kreatif dan digital. Dalam dunia yang semakin kompetitif ini, kemampuan untuk berinovasi dan berpikir kreatif menjadi kunci kesuksesan. Binus University, sebagai institusi pendidikan yang selalu mendukung pengembangan potensi generasi muda, hadir untuk menjawab kebutuhan ini melalui karya-karya para alumninya yang mampu menjadi inspirasi bagi Generasi Z Indonesia. Kali ini, Binus University kembali ikut meramaikan acara bergengsi Indonesia International Education and Training Expo & Conference (IIETE) 2025 yang berlangsung pada 23 hingga 26 Januari 2025 di Hall B Jakarta Convention Center (JCC). Booth BINUS University yang terletak di A108 menjadi pusat perhatian para pengunjung dengan banyaknya program interaktif yang mendukung generasi muda agar berani mengeksplorasi minat dan bakat mereka untuk masa depan Indonesia.
Bersama Binus University di IIETE dan PPTJ 2025, Wujudkan Karier Impian Gen Z
Jakarta, katakabar.com - Binus University kembali berpartisipasi pada acara Indonesia International Education and Training Expo & Conference (IIETE) yang ke-33 di Jakarta Convention Center pada 23 hingga 26 Januari 2025. Ini untuk membangun antusiasme, Binus University akan menawarkan banyak pengalaman unik bagi pengunjung booth A108 di acara IIETE mendatang. Misalnya, siapa pun dapat melihat-lihat berbagai karya unik dari para Binusian, seperti instalasi seni mural, sablon printing, robot, perjamuan khusus dari mahasiswa hotel management, dan lainnya. Selain itu, pengunjung berkesempatan memenangkan hadiah menarik dari claw machine yang tersedia di booth dan mengabadikan momen mereka di photobooth yang sudah dihias dengan meriah.
Kala Gen Z Ditantang Ambil Peluang Pengembangan Kelapa Sawit Berkelanjutan
Medan, katakabar com - Generasi Z ditantang harus ambil peluang pengembangan kelapa sawit berkelanjutan di seminar nasional usung tema "Peluang dan Harapan Generasi Z dalam Menghadapi Masa Depan Kelapa Sawit Berkelanjutan", di acara memperingati Milad ke 60, Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara atau UISU. Sejumlah narasumber berkompeten hadir di seminar, yakni Dr H. Ali Jamil, Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian RI sekaligus Staf Ahli Bidang Infrastruktur Pertanian, Ir H. Irwan Perangin-angin, Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Ir H. Syahril Pane, Sekretaris Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia atau GAPKI Sumatera Barat, dan Dr Nurmawan, Kepala Peneliti Kelapa Sawit dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit atau PPKS. Seminar ini dipandu Dr. Syamsafitri, S.P., M.P., selaku moderator. Peserta seminar meliputi alumni, dosen, mahasiswa, dan berbagai stakeholder di bidang pertanian, khususnya kelapa sawit. Rektor UISU, Dr Safrida mengaku sangat mendukung kegiatan ini lantaran banyak sekali prestasi yang sudah dibuat FP UISU diantaranya program kreativitas mahasiswa, menang lomba inovasi internasional, dan hibah penelitian dosen.
Soroti Komunikasi Gen Z, Mahasiswa Diajak Bangun Relasi Interpersonal Lewat Webinar
Surabaya, katakabar.com - Buku legendaris "How to Win Friends and Influence People" karya Dale Carnegie kembali jadi sorotan, di acara Maxy Talks bertajuk "How to Win Friends" yang berlangsung pada Kamis, 19 Desember 2024 lalu. Isaac Munandar selaku CEO Maxy Academy membedah prinsip-prinsip komunikasi dan relasi interpersonal yang relevan untuk kehidupan profesional dan pribadi. Acara digelar di via Zoom ini dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan, utamanya mahasiswa. Isaac memaparkan, "Your network is your net worth," menekankan pentingnya membangun hubungan yang bernilai sebagai investasi kesuksesan jangka panjang. Di sesi diskusinya, Isaac menggarisbawahi komunikasi bukan sekadar berbicara. Menurutnya, pemimpin yang baik adalah komunikator yang baik, dan komunikator yang baik adalah pendengar yang baik. Mendengarkan dengan tulus, kata Isaac, fondasi membangun kepercayaan. Hal ini memungkinkan seseorang memahami kebutuhan dan perspektif lawan bicara, sehingga menciptakan hubungan yang lebih kuat dan harmonis.
Gen Z Ikuti Kuliah Umum Biar Paham Sawit Berkelanjutan
Pekanbaru, katakabar.com - Kelapa sawit salah satu komoditas unggulan Indonesia dan penyumbang devisa terbesar. Tapi, sering kali masih kurang mendapat perhatian dari generasi muda. Bahkan masih banyak yang belum paham proses pengelolaan, dan manfaat keberlanjutan industri ini, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Guna menjawab tantangan itu, Apical salah satu pengolah minyak nabati terkemuka, bersama dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), taja kuliah umum bertajuk "GreenFest with Sustainable Palm Oil" di Universitas Riau (UNRI), Pekanbaru, Senin (25/11).
Dialog 'KECE' Masa Depan Daerah, Generasi Z dan Milenial Undang H Asmar
Kepulaua Meranti, katakabar.com - Taja Dialog 'KECE' untuk Masa Depan Daerah, Generasi Z dan Milenial undang Calon Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar. Kegiatan tersebut bentuk kepedulian terhadap demokrasi oleh kalangan Generasi Z dan Milenial. Lantaran itu, mereka menunjukkan inisiatif dengan mengundang calon Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H Asmar dalam kegiatan Desak Asmar-Muzamil dengan tagline KECE atau Kerja Cepat) di jalan Merdeka, Sabtu (2/10) sore.