Generasi Z

Sorotan terbaru dari Tag # Generasi Z

Dukung Generasi Z, Maxy Academy Ajak Adisty Ambarpratiwi Bicara Ketahanan Mental di Era Digital Nasional
Nasional
Kamis, 31 Oktober 2024 | 11:19 WIB

Dukung Generasi Z, Maxy Academy Ajak Adisty Ambarpratiwi Bicara Ketahanan Mental di Era Digital

Surabaya, katakabar.com - Maxy Academy sukses gelar Maxy Talk di Surabaya usung tema "Empowering Gen Z to Overcome Every Challenge". Acara ini dihelat bagian dari inisiatif Maxy Academy untuk mendukung generasi muda dalam menghadapi berbagai tekanan sosial dan mental di era modern. Berfokus pada pentingnya ketahanan emosional dan strategi mengelola stres, acara ini berhasil menarik perhatian para peserta yang ingin memperkuat kesejahteraan mental mereka. Adisty Ambarpratiwi, M.Psi., Psikolog, seorang psikolog yang berpraktik di Baby Bright Asia dan VITA School Surabaya, membuka sesi dengan penekanan pada pentingnya mengenali batas diri dan mengelola tekanan secara bijaksana. "Kesehatan mental adalah landasan bagi setiap keputusan yang kita buat. Ketika kita merasa stres atau cemas, itu adalah alarm alami yang menunjukkan bahwa tubuh kita mencapai batasnya," ujar Adisty.

Bangun Karakter Lewat Kebaya, Generasi Z dalam 'Cultural Fusion' di Semarang Nusantara
Nusantara
Senin, 12 Agustus 2024 | 21:24 WIB

Bangun Karakter Lewat Kebaya, Generasi Z dalam 'Cultural Fusion' di Semarang

Semarang, katakabar.com - Di tengah perdebatan mengenai pelestarian budaya tradisional dan modernisasi, kebaya sebagai busana khas Indonesia kini menghadapi tantangan untuk tetap relevan di kalangan generasi muda. Kebaya telah lama menjadi simbol keanggunan dan identitas perempuan Indonesia. Tapi di era digital ini, banyak anak muda yang lebih tertarik pada fashion modern dan internasional, sehingga kebaya mulai tersisih.

BPDPKS Bersama Aspekpir Edukasi Generasi Z Tentang Sawit Positif Nusantara
Nusantara
Senin, 16 Oktober 2023 | 11:26 WIB

BPDPKS Bersama Aspekpir Edukasi Generasi Z Tentang Sawit Positif

Banten, katakabar.com - Anak-anak muda dan pelajar (generasi) Z diedukasi tentang kelapa sawit lewat kegiatan Forus Group Discussion (FGD) Palm Oil in Gen Z Era, di Debatete Resto, Lebak, Banten pada 14 hingga 15 Oktober 2023, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia yang menghelat kegiatan. Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono, Ketua Dewan Pengawas Aspekpir dan Wakil Menteri Pertanian periode 2011-2014, Rusman Heriawan, Kepala Divisi UKMK BPDPKS, Helmi Muhansyah, Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat, Ketua DPD I Aspekpir Banten, Muhammad Nur dan Wakil Ketua Aspekpir, Agus Sutarman, turut hadi di acara. Peserta kegiatan, meliputi puluhan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Lebak, Banten serta perwakilan anak-anak petani kelapa sawit di Lebak, para kelompok tani, pengurus koperasi kelapa sawit dan anggota Aspekpir Kabupaten Lebak dan Banten. "Kegiatan FGD Palm Oil In Gen Z Era di Lebak ini salah satu upaya BPDPKS terus mempromosikan kebaikan-kebaikan kelapa sawit menghadapi kampanye negatif," ujar Helmi Muhansyah, dilansir dari laman RM.id, pada Senin (16/10). Dijelaskannya, melalui kegiatan ini milenial Gen Z diharapkan bisa berperan dan turut mengkampanyekan kebaikan-kebaikan kelapa sawit Indonesia. Tidak hanya itu, kata Helmi, menginspirasi untuk bisa memanfaatkan kebaikan kelapa sawit dengan melakukan aksi nyata antara lain dengan mengupload kegiatan FGD dengan hastag sawit baik di sosial media masing-masing. Menurutnya, kunci agar masyarakat ikut serta mengkampanyekan kebaikan kelapa sawit tidak boleh hanya sekadar kata-kata saja tapi soal rasa. "Masyarakat mesti bisa merasakan kebaikan kelapa sawit," tuturnya lewat keterangan resminya. BPDPKS punya fungsi menjalankan kebijakan Pemerintah dalam program pengembangan sawit berkelanjutan melalui kemitraan Usaha Keci Menengah dan Koperasi (UKMK) kelapa sawit dengan menghadirkan 'rasa' bukan sekedar 'frasa', tambahnya. Ketua Umum Aspekpir Indonesia, Setiyono menilai, FGD Palm Oil In Gen Z Era sangat penting mengedukasi anak-anak muda generasi Z untuk mengenal lebih dekat tentang kelapa sawit seperti apa peluang UKM berbasis kelapa sawit yang bisa dikembangkan. Untuk itu, harap Setiyono, setelah anak-anak muda mengikuti kegiatan ini, nanti ada motivasi dan dorongan dari dalam hati para generasi Z untuk berkarya atau memproduksi beragam produk dan olahan yang bersumber dari kelapa sawit. "Saya harap lahir satu produk UMKM unggulan dari Lebak, Banten yang ke depan dapat menjadi andalan Aspekpir untuk dikembangkan lebih besar," bebernya. Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat mengapresiasi kegiatan ini guna mendorong anak muda generasi z untuk memaksimalkan penguasaan teknologi guna mendukung perkembangan kelapa sawit di Indonesia yang berkelanjutan. "Kelapa sawit komoditas yang sangat penting. Dari bangun tidur hingga tidur kembali, kehidupan kita tidak bisa terlepas dari kelapa sawit sehingga hal ini menjadi peluang usaha ke depan bagi anak-anak muda generasi z," terangnya. Kepada generasi Z, imbau Rahmat, untuk mengenali kelapa sawit. Sawit sangat baik dan hampir semua kebutuhan kita, berkaitan dengan kelapa sawit. "Jangan pernah berputus asa dan raihlah pendidikan lebih tinggi," serunya. Di kegiatan itu, peserta dibekali dengan materi-materi pokok tentang peran strategis BPDPKS, kelembagaan kelapa sawit, teknik budidaya kelapa sawit, mengenal produk kecantikan berbasis kelapa sawit hingga pemanfaatan sosial media dan teknik branding produk berbasis kelapa sawit. Terus, dipamerkan beragam produk kerajinan olahan pangan dari anak-anak petani kelapa sawit binaan Aspekpir Banten maupun kerajinan yang memanfaatkan limbah kelapa sawit serta beragam produk kosmetika berbahan baku dari kelapa sawit. Ketua DPD I Aspekpir Banten, Muhammad Nur mengharapkan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di daerah lainnya di Banten, khususnya di Pandeglang. Hal ini guna mengedukasi anak-anak petani kelapa sawit agar bisa meneruskan usaha petani sawit yang telah dilakukan orang tuanya. Apalagi kelapa sawit sangat penting bagi masyarakat Banten, khususnya Lebak dan Pandeglang. "Jangan sampai, orang tuanya bergelut di sawit, tapi anak-anaknya, saudara dan kerabatnya, tidak tahu tentang sawit. Padahal sawit adalah sumber penghidupan keluarganya," timpal Nur Muhammad.