Kesejahteraan
Sorotan terbaru dari Tag # Kesejahteraan
Replanting Sukses, Bupati Paser Raih Penghargaan Predikat Bupati Sawit Rakyat
Kalimantan Timur, katakabar.com - Program Peremajaan Sawit Rakyat atau PSR di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur sukses. Tercatat, hingga September 2025 sudah seluas 8.789 hektar kebun sawit rakyat berhasil direplanting. Lantaran prestasi ini, Bupati Paser, dr Fahmi Fadli diganjar penghargaan prestisius Bupati Perkebunan Sawit Rakyat. Penghargaan diberikan Pimpinan Umum SawitSetara, Eko Jaya Siallagan, di acara Setaracita 2025, di Balikpapan Sport Convention Centre pada 8 hingga 10 September 2025 lalu. Mewakili Bupati Paser, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan atau Disbunak Paser, Djoko Bawono, hadir terima penghargaan. Kata Djoko, keberhasilan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab Paser dalam mendukung keberlanjutan perkebunan sawit. “Replanting yang sudah kita capai seluas 8.789 hektar hasil kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, dan organisasi petani,” ulasnya lewata keterangan resmi, dilansir dari laman EMG, Kamis (11/9). Selain Pemkab Paser, capaian ini membawa berkah bagi organisasi petani sawit di daerah tersebut. DPD Apkasindo Kabupaten Paser mendapat penghargaan sebagai DPD Apkasindo Kalimantan Timur dengan capaian PSR terbanyak, sementara Koperasi Paser Sejahtera Bersama dinobatkan sebagai Koperasi Petani PSR Berkelanjutan. Ketua DPD Apkasindo Paser, Ajansyah, menegaskan, penghargaan ini hasil kerja bersama. “Ini bukan hanya kerja kami, tetapi juga dukungan penuh dari Pemkab Paser. Sinergi inilah yang membuat PSR di Paser bisa berjalan maksimal,” jelasnya. Ketua Asosiasi Petani Perkebunan Inti Rakyat atau Aspekpir Paser, Aliyadi, aminkan Ajansyah. Ia menilai keberhasilan PSR tidak bisa dilepaskan dari peran pemerintah daerah. “Mulai dari program peremajaan hingga dukungan sarana dan prasarana koperasi, semuanya tidak lepas dari campur tangan Pemkab Paser,” ucapnya. Penghargaan yang diraih Bupati Paser, Fahmi Fadli ini sekaligus menegaskan posisi Kabupaten Paser sebagai satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang sukses menjalankan program replanting sawit rakyat.
Kesejahteraan Karyawan: Krakatau Steel Grup Bangun Tempat Kerja untuk Bertumbuh
karyawannya. KSG telah memulai berbagai langkah nyata dan strategis untuk membangun tempat kerja yang lebih sehat dan harmonis. Salah satu inisiatif unggulan yang menjadi motor penggerak budaya ini adalah kehadiran BPOSKSG (Badan Pembina Olahraga dan Seni Krakatau Steel Group). Program ini dirancang sebagai wadah integratif yang menyatukan aspek fisik, mental, sosial, dan budaya. Secara umum, BPOSKSG hadir untuk melakukan pembinaan dan promosi kegiatan olahraga dan seni budaya kepada karyawan di lingkungan. Ini ruang ekspresi, dan interaksi, tapi juga berperan penting dalam menurunkan tingkat stres akibat tekanan dan rutinitas kerja, meningkatkan interaksi lintas unit kerja, yang memperkuat kolaborasi dan solidaritas serta menumbuhkan rasa bangga dan memiliki terhadap perusahaan.
Lewat TJSL Dorong Keberlanjutan dan Kesejahteraan KAI Salurkan Rp8,1 Miliar ke Masyarakat
Jakarta, katakabar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menunjukkan komitmennya menciptakan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau TJSL. Lihat, sepanjang Januari hingga April 2025, KAI telah salurkan dana sebesar Rp8.146.190.013 untuk berbagai inisiatif sosial, lingkungan, dan pemberdayaan usaha mikro yang tersebar di berbagai wilayah operasional perusahaan. EVP of Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji menjelaskan, TJSL KAI tidak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab korporasi, tapi strategi berkelanjutan untuk mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs, khususnya aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. “Sebesar Rp5.153.280.784 dari total dana tersebut digunakan untuk program bina lingkungan, termasuk di dalamnya berbagai inisiatif unggulan seperti KAI Quick Respon yang hadir tanggap dalam situasi darurat bencana dan krisis sosial. Melalui program ini, KAI hadir sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat terdampak,” jelas Agus. Di bidang kesehatan, kata Agus, program KAI Sehat Sejahtera menjadi salah satu ujung tombak KAI meningkatkan akses layanan kesehatan, baik melalui pengobatan gratis dengan Rail Clinic, penyuluhan kesehatan, hingga dukungan fasilitas sanitasi di wilayah pelosok. Begitu pula dukungan terhadap pendidikan berkelanjutan dijalankan melalui KAI EduFriend, sebuah program pendampingan dan pemberian bantuan pendidikan bagi anak-anak di sekitar jalur rel maupun wilayah binaan KAI. Hal ini turut menjawab SDG 4 atau Pendidikan Berkualitas secara konkret. Selain itu, KAI aktif meningkatkan kesadaran keselamatan perjalanan kereta api melalui program Sosialisasi Keselamatan PERKA dan kampanye anti pelecehan, dan kekerasan terhadap perempuan di atas KA, sejalan dengan upaya menciptakan transportasi publik yang aman dan inklusif (SDG 5 dan 11). “Lingkungan hidup menjadi prioritas dengan hadirnya program KAI Go Green dan Bersih-Bersih Lingkungan atau BBL. Aktivitas ini tidak hanya fokus pada penghijauan dan pengurangan emisi, namun juga pada pembentukan budaya ramah lingkungan di kalangan masyarakat dan Insan KAI,” tambah Agus. Pada aspek hubungan sosial, program KAI DungMas dan KAI Pling dirancang sebagai jembatan yang menguatkan koneksi antara KAI dan komunitas di sekitar wilayah operasional. Branding desa binaan pun menjadi bentuk konkrit KAI dalam mendukung pembangunan berbasis potensi lokal.
Asa FPKMS Asa Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Jambi, katakabar.com - Petani kelapa sawit di Indonesia prinsipnya dukung kebijakan Fasilitas Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS). Apalagi bertujuan meningkatkan kesejahteraan. Tapi, untuk memastikan keberhasilan program itu, ada beberapa hal yang perlu diperjelas dan dipertegas agar tidak timbul kerancuan di masa depan. Salah seorang pengurus DPP Apkasindo, Dermawan Harry Oetomo menjelaskan, di antara hal penting bentuk perusahaan perkebunan yang dimaksud dan kewajiban yang harus dipenuhi perusahaan tersebut, sehingga tidak menimbulkan pro-kontra, penting bagi semua pihak untuk memahami sistem dan ketentuan yang berlaku, serta memiliki kepastian hukum yang jelas. "Program ini harus didukung dengan panduan yang jelas, bukan hanya regulasi yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Perkebunan. Panduan ini diharapkan bisa memberikan gambaran konkret tentang mekanisme yang harus diikuti, serta memastikan bahwa program berjalan dengan baik tanpa menimbulkan kebingungan atau masalah di lapangan," jelasnya, dilansir dari laman EMG, Minggu (12/1). Selain itu, ujar Dermawan, untuk mempermudah pelaksanaan program FPKMS, pengelolaan kebun sawit sebaiknya melibatkan kelembagaan petani sawit se Indonesia. Jadi, kelembagaan ini dapat berperan sebagai pengusul dalam program PSR - Sarpras dan juga mendukung pengembangan sektor hilirisasi kelapa sawit di masa depan.
Asa Aspek PIR di Hari Sawit Nasional 2024
Jakarta, katakabar.com - Asosiasi Petani Kelapa sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspek PIR) sambut Hari Sawit Nasional tahun 2024 garisbawahi betap penting peran petani kelapa sawit menopang industri kelapa sawit nasional. Pada 18 November ini tidak hanya memperingati sejarah penanaman kelapa sawit pertama secara komersial di Indonesia pada 1911 lampau, tapi menjadi momentum perkuat keberlanjutan, dan kesejahteraan petani.
Majukan UKMK Kelapa Sawit Tingkatkan Nilai Tambah dan Kesejahteraan
Solo, katakabar.com - Memajukan Usaha Kecil Menengah dan Koperasi atau UKMK dapat tingkatkan nilai tambah, dan kesejahteraan petani kelapa sawit. "Upaya memajukan UKMK kelapa sawit telah menjadi bagian produk-produk UKMK, berupa pangan, kerajinan, dan non-pangan. Itu sudah dilakukan agar meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan pelaku UKMK," ujar Kepala Divisi UKMK Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit atau BPDPKS, Helmi Muhansyah, dilansir dari laman resmi BPDPKS, pada Sabtu (25/5). Langkah ini dilakukan, ulas Hemi, lewat kegiatan Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik sudah sering digelar yang didukung BPDPKS. "Misalanya belum lama ini, Sawit Indonesia dan BPDPKS kolabirasi dukung pemberdayaan pelaku UKMK khususnya di Solo," jelasnya. Ketua Panitia Pelaksana Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik, Qayuum Amri menyatakan, kegiatan Temu UKMK Sawit telah dilakukan pada 2023 lalu. "Pada tahun ini, kami laksanakan kegiatan sama bagian dari edukasi manfaat serta kontribusi kelapa sawit bagi Indonesia," ucap Qayuum. Dijelaskan Qayuum, Solo dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Temu UKM Sawit karena perkembangan jumlah pelaku UKM bertambah pesat. "Pada 2023, jumlah UKM sebanyak 13.203 pelaku usaha, terjadi kenaikan 18,33 persen dibandingkan tahun 2022 yang berjumlah 11.157 pelaku usaha," terangnya. Faktor lainnya pesatnya kegiatan berskala nasional dan internasional yang menempatkan Solo sebagai destinasi kota MICE atau meeting, incentive, convention and exhibition yang membuka lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. "Kami mau usulkan Solo dijadikan Pusat Promosi UKM Sawit agar masyarakat dan wisatawan mengetahui manfaat serta kebaikan sawit bagi Indonesia. Bagi masyarakat yang ingin mengetahui batik, makanan, dan kerajinan yang memiliki kandungan sawit dapat belajar langsung dari pelaku UKM di Solo dan sekitarnya," tuturnya. Kegiatan Temu UKMK dan Promosi Sawit Baik ini dibuka Gatot Sutanto, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surakarta. "Kami sambut baik usulan Solo untuk dijadikan pusat promosi UKM kelapa sawit sebagai wahana edukasi masyarakat dan melawan kampanye negatif sawit," kata Gatot yang mewakili Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka. Industri kelapa sawit, sebut Gatot, menghadapi kampanye negatif berkaitan isu lingkungan dan persaingan antar minyak nabati seperti minyak kedelai, minyak jagung, dan olive oil. "Kegiatan promosi seperti Temu UKMK sangat dibutuhkan untuk menyebarkan manfaat positif kelapa sawit kepada masyarakat terutama pelaku UKM," tandasnya.
Eratani Sinergi BPJS Ketenagakerjaan Dukung Peningkatan Keamanan dan Kesejahteraan Petani
Jakarta, katakabar.com - Berkomitmen untuk meminimalisir risiko petani selaku pekerja rentan, PT Eratani Teknologi Nusantara mengambil langkah kolaboratif bersama BPJS Ketenagakerjaan, mengadvokasi serta memfasilitasi keikutsertaan Petani Binaan Eratani untuk mendaftarkan diri dalam program perlindungan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk memberikan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) kepada Petani Binaan Eratani yang bekerja dalam sektor informal. Sektor informal bagian dari ekonomi dan lapangan kerja yang umum ditemui di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus 2023 mencatat sektor informal di Indonesia melibatkan sekitar 82,67 juta orang dari total 147,71 juta angkatan kerja, dengan kontribusi besar dari petani. Pekerjaan pada sektor pertanian dianggap memiliki risiko tinggi di banyak negara karena melibatkan manusia. Petani memiliki kecenderungan untuk menghadapi beban kerja yang berat, ketidakpastian iklim, serta kondisi lingkungan yang tidak aman sehingga menyebabkan kelelahan kerja. Kelelahan kerja dapat berisiko terjadinya kecelakaan kerja sehingga diperlukan adanya upaya perlindungan jaminan sosial dari risiko yang mungkin timbul. Andrew Soeherman, CEO Eratani, menegaskan, dalam menjalankan perusahaan, kami tidak hanya berfokus pada kemajuan teknologi di sektor pertanian, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan dan keamanan petani. Integrasi dengan BPJS Ketenagakerjaan memungkinkan kami memberikan perlindungan yang layak bagi Petani Binaan Eratani. Dessy Sriningsih, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Mangga Dua, menyambut kolaborasi ini sebagai langkah penting dalam menjamin masa depan yang lebih baik bagi petani Indonesia. “Kerja sama ini merupakan langkah monumental dalam memastikan masa depan yang berkelanjutan dan terlindungi bagi petani Indonesia. Hal ini menegaskan komitmen kami untuk memperluas jangkauan jaminan sosial ke semua lapisan masyarakat, termasuk sektor pertanian yang bersifat informal," tutur Dessy. Saat ini, PT Eratani Teknologi Nusantara telah menggandeng 22.000 petani dan berupaya memberikan perlindungan terhadap risiko profesi mereka, dengan proses yang dilaksanakan secara bertahap. Eratani secara proaktif terlibat dalam subsidi premi untuk representatif Petani Binaan Eratani yang retensi sekaligus memfasilitasi seluruh proses pegaplikasian hingga klaim BPJS Ketenagakerjaan. Melalui program perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), Petani Binaan Eratani akan menerima cakupan menyeluruh untuk perawatan medis dan rehabilitasi sampai pulih sepenuhnya. Dalam situasi kecelakaan kerja yang menyebabkan kematian, keluarga yang ditinggalkan berhak mendapatkan biaya pemakaman Rp10.000.000, beasiswa pendidikan Rp174.000.000 untuk dua anak hingga perguruan tinggi, dan kompensasi 48 kali dari gaji tercatat. Sedang, jika terjadi kematian bukan karena kecelakaan kerja, keluarga akan menerima biaya pemakaman dengan nominal yang sama, beasiswa serupa, santunan kematian Rp20.000.000, dan santunan berkala Rp12.000.000. Perbedaan hak yang diberikan terletak pada jenis dan jumlah santunan yang disesuaikan pada penyebab kematian. Melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan, Eratani diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dalam menghadapi risiko pekerjaan. Kontak: Indifa Sekar Andjani Marketing Communications Associate Eratani Tel. +62 812-8201-7232 Email: indifa.sekar@eratani.co.id Website: https://eratani.co.id/
Bangun Kesejahteraan Lewat Vertikal Garden Sayuran di Sukun Malang
katakabar.com - Mahasiswa Agribisnis Universitas Katolik Widya Karya melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RW 13, Sukun Malang. Selain mengejar tanggung jawab akademis, tapi mengimplementasikan solusi inovatif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kuliah Kerja Nyata (KKN) tidak hanya sekedar tanggung jawab mahasiswa untuk menyelesaikan studi. Ini momen di mana mahasiswa memanfaatkan pengetahuan yang dimiliki untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Di RW 13, Sukun Malang, mahasiswa jurusan Agribisnis dari Universitas Katolik Widya Karya selain menunjukkan dedikasi mereka terhadap ilmu pertanian, tapi membangun kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan pembuatan vertikal garden sayuran. Menggali Potensi Lingkungan Dalam proses awal KKN, mahasiswa Agribisnis melakukan survei terhadap potensi lingkungan RW 13 Sukun Malang. Ditemukan lahan terbatas menjadi kendala utama untuk bercocok tanam. Ini jadi titik awal inspiratif untuk menciptakan solusi inovatif yang tidak hanya memberikan keberlanjutan pangan tetapi juga memanfaatkan ruang terbatas secara optimal. Pentingnya pertanian perkotaan menjadi fokus dalam mengatasi masalah ini. Pertanian vertikal, khususnya vertikal garden, menjadi pilihan karena dapat diterapkan di berbagai ruang, termasuk halaman sempit di perkotaan. Selain memberikan solusi untuk masalah lahan, vertikal garden dapat meningkatkan kualitas udara dan memberikan keindahan estetika. Implementasi Vertikal Garden Sayuran Proses implementasi vertikal garden di RW 13, Sukun Malang melibatkan partisipasi aktif warga dan mahasiswa. Pembentukan tim kolaboratif menjadi kunci sukses dalam mewujudkan proyek ini. Mahasiswa Agribisnis memberikan pengetahuan praktis tentang jenis sayuran yang cocok untuk ditanam secara vertikal dan memberikan pemahaman tentang pengelolaan tanaman yang baik. Pertemuan rutin digelar untuk memberikan pemahaman kepada warga, sekaligus membentuk komunitas yang peduli terhadap pertanian perkotaan. Warga diajak aktif dalam proses perawatan dan pemeliharaan vertikal garden, menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap proyek ini. Pemilihan sayuran yang ditanam disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi warga sekitar. Misalnya sayuran hijau seperti bayam dan kangkung, serta ditanam tanaman buah mini seperti cabai dan tomat. Keberagaman jenis sayuran bertujuan memberikan variasi nutrisi dan menciptakan keberlanjutan pangan yang lebih baik. Mewujudkan Pertanian Berkelanjutan Melalui KKN Kegiatan KKN mahasiswa Agribisnis Universitas Katolik Widya Karya di RW 13, Sukun Malang, menggambarkan betapa pentingnya peran mahasiswa dalam mengatasi tantangan pertanian perkotaan. Lewat pembuatan vertikal garden sayuran dan memberikan solusi keterbatasan lahan serta memberdayakan masyarakat setempat. Proyek ini selain tentang tanaman, tentang membangun komunitas yang peduli pertanian berkelanjutan. Kesinambungan proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh inspiratif bagi masyarakat lain dan menunjukkan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif. Contact: Universitas Katolik Widya Karya 0821 3980 8707 fp@widyakarya.ac.id
PKS Baru Diresmikan, Semoga Kesejahteraan Petani Meningkat
Labusel, katakabar.com - Pabrik Kelapa Sawit (PKS) baru diresmikan itu berada di Aek Raso Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Provinsi Sumatera Utara. Bupati Labuhanbatu Selatan, H Edimin hadir saat peresmian Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT. Khurnia Sawit Jaya, Jumat (5/1) lalu. PKS ini tambah daftar puluhan pabrik yang sama lebih dulu ada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Bupati Labusel, H Edimin ucapkan selamat dan sukses dengan dibukanya pabrik PT PKS Khurnia Sawit Jaya. “Saya atas nama pemerintahan kabupaten labuhanbatu selatan sampaikan selamat atas peresmian PT PKS Khurnia Sawit Jaya,” kata H Edimin, dilansir dari laman klik pendidikan, pada Ahad (7/1). Berdirinya PKS ini, Harap Bupati Labusel, mudah-mudahan pendapatan petani kelapa sawit dan daerah Kabupaten Labusel terus meningkat. "Masyarakat Aek Raso dan sekitarnya akan mendapatkan berbagai manfaat kehadiran pabrik sawit ini," jelasnya. Menurutnya, hadirnya pabrik kelapa sawit PKS Khurnia Sawit Jaya sangat membantu masyarakat sekitar, seperti terbukanya lapangan kerja bagi putra daerah untuk menjadi pekerja di pabrik. "Hasil panen sawit masyarakat bakal semakin dekat untuk dijual ke pabrik dengan harga jual bakal meningkat. Pabrik sawit bakal mendorong berbagai dampak kemajuan perekonomian masyarakat sekitar," ulasnya. Selain lapangan kerja terbuka, ucapnya, pertumbuhan dunia usaha di sekitar pabrik tumbuh dengan sendirinya. Apalagi, Labuhanbatu Selatan daerah sentra sawit membutuhkan begitu banyak pabrik untuk pengolahan. "Jadi, dibukanya pabrik kelapa sawit di Labuhanbatu Selatan mendukung program pemerintah hilirisasi produk hasil pertanian," terangnya. Biasanya produksi kelapa sawit jutaan ton diekspor dari Labuhanbatu Selatan, sehingga dengan adanya pabrik bakap bisa dikurangi. Lantas, minyak sawit setengah jadi baru di jual ke luar daerah bahkan keluar negeri dan harganya jauh lebih mahal. Ke depannya, harapnya, mudah-mudahan investor lainnya muncul untuk membuka PKS di Labuhanbatu Selatan. Bahkan bisa hingga tahap pengolahan Crude Palm Oil (CPO) tapi pabrik mengolah hingga menjadi minyak goreng. Pabrik turunan hasil sawit lainnya dimunculkan seperti pabrik sabun, kosmetik dan pabrik pengolah hasil sawit lainnya. Jika hal ini terwujud Kabupaten Labuhanbatu Selatan bakal sejahtera masyarakatnya di masa datang.
Perkebunan Sawit Mesti Berdampak Positif Kesejahteraan Masyarakat
Sampit, katakabar.com - Hamparan perkebunan kelapa sawit capai ratusan ribu hektar mesti mampu membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarkat setempat khususnya. Hal itu ditekankan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur, Juliansyah. Menurutnya, Kotawaringin Timur miliki perkebunan kelapa sawit sangat luas di Indonesia. Jadi, mestinya memberikan peningkatan atas kesejahteraan dan pendapatan di daerah,” harapnya, dilansir, pada Jumat (22/12). Apalagi, terang Juliansayah, dengan adanya kebijakan harmonisasi keuangan daerah dan pusat, yakni dana bagi hasil yang diperoleh pemerintah Kotawaringin Timur harusnya lebih banyak dibandingkan daerah lainnya mengingat daerah menyumbang pemasukan yang lebih besar dari sektor perkebunan ini. Berkaitan dengan hasil audit, ulasnya, sesuai laporan keuangan yang dihasilkan dari penerapan standar akuntansi dan berbasis aktual memberi manfaat lebih baik bagi para pemangku kepentingan. “Bagi pengguna maupun pemeriksa laporan keuangan, dan suatu proses menjamin transparansi serta akuntabilitas,” tegasnya. Semua anggaran, harapnya, baik itu dari dana bagi hasil perkebunan kelapa sawit dan perijinannya ini dikelola secara transparan dan dipergunakan untuk kepentingan masyarakat yang berada di wilayah sekitar perusahaan diprioritaskan untuk diperhatikan dan dikembangkan sumber daya manusianya.