Kunjungan
Sorotan terbaru dari Tag # Kunjungan
Kunjungan Modi ke Indonesia: Mampukah Hubungan India-Indonesia Melompat Lebih Jauh?
Oleh: Gurjit Singh Jakarta, katakabar.com - Kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi ke Indonesia dijadwalkan berlangsung waktu dekat menghadirkan peluang untuk mengangkat salah satu kemitraan strategis yang paling belum dimanfaatkan secara optimal di Asia. Sebagai dua negara demokrasi besar, kekuatan maritim, anggota G20, dan suara penting bagi Global South, India dan Indonesia selama ini belum sepenuhnya memaksimalkan potensi hubungan bilateral mereka. Kunjungan ini berpotensi menjadi titik balik yang penting. Namun, hal tersebut hanya dapat terwujud apabila kedua negara mampu melampaui simbolisme diplomatik dan mulai melembagakan kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, konektivitas, keamanan maritim, serta hubungan antar masyarakat. Dari Kemitraan Strategis Menuju Konvergensi Strategis Hubungan kedua negara memperoleh momentum penting saat Presiden Indonesia Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke India pada Januari 2025, yang bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Lima kesepakatan yang mencakup bidang kesehatan, pengobatan tradisional, kerja sama digital, keamanan maritim, dan pertukaran budaya menunjukkan semakin luasnya agenda bilateral. Kehadiran Presiden Prabowo sebagai tamu utama dalam perayaan Hari Republik India juga menegaskan meningkatnya arti penting Indonesia dalam strategi Indo-Pasifik India. Pertanyaan yang lebih besar tetap muncul: apakah berbagai capaian tersebut mampu menghasilkan lompatan besar dalam hubungan kedua negara? Jawabannya bergantung pada kemampuan India dan Indonesia untuk mengubah hubungan yang selama ini banyak didorong oleh kedekatan diplomatik menjadi hubungan yang didasarkan pada saling ketergantungan ekonomi dan teknologi. Fondasi Sudah Terbangun Secara historis, India dan Indonesia memiliki hubungan peradaban yang kuat dan saling pengertian politik yang mendalam. Kerja sama dalam perjuangan antikolonial, semangat Konferensi Asia-Afrika Bandung, serta dukungan terhadap tatanan dunia yang lebih multipolar telah menciptakan fondasi hubungan yang kokoh. Beberapa tahun terakhir, sejumlah perkembangan positif juga terlihat. Kerja sama maritim dan angkatan laut terus berkembang melalui patroli dan latihan bersama. Hubungan pertahanan semakin erat, termasuk meningkatnya ketertarikan Indonesia terhadap peralatan pertahanan India. Pertukaran budaya dan pendidikan juga terus meningkat, termasuk dukungan India terhadap pelestarian kompleks Candi Prambanan. Selain itu, investasi India di Indonesia mulai bertumbuh, pembahasan mengenai mekanisme perdagangan menggunakan mata uang lokal terus berjalan, dan kerja sama antara Penjaga Pantai India dengan BAKAMLA Indonesia semakin diperkuat. Namun demikian, perdagangan bilateral masih berada di bawah potensi yang sesungguhnya. Investasi India di Indonesia juga masih tertinggal dibandingkan China, Jepang, Korea Selatan, maupun Singapura. Hubungan India-Indonesia kerap digambarkan sebagai hubungan yang penting secara strategis, tetapi belum berkembang secara optimal dari sisi ekonomi. Mengapa Momentum Saat Ini Berbeda Sejumlah perkembangan global menjadikan momentum saat ini sangat berbeda dibandingkan periode sebelumnya. Kepemimpinan Global South India dan Indonesia semakin memandang diri mereka sebagai pemimpin Global South. Sebagai dua negara berkembang besar, keduanya memiliki kepentingan bersama dalam reformasi tata kelola global, pembiayaan iklim, pendanaan pembangunan, ketahanan pangan, serta akses terhadap teknologi. Di tengah globalisasi yang menghadapi tekanan akibat rivalitas geopolitik, fragmentasi rantai pasok, dan meningkatnya proteksionisme, India dan Indonesia memiliki kesempatan untuk bersama-sama memperjuangkan tatanan ekonomi yang lebih inklusif. Berbeda dengan banyak kerja sama Global South yang sering kali hanya bersifat retoris, India dan Indonesia memiliki skala ekonomi dan pengaruh diplomatik yang cukup besar untuk memengaruhi berbagai forum internasional seperti G20, BRICS, dan ASEAN. Ketahanan Pangan dan Energi Kedua negara juga menghadapi tantangan yang serupa dalam menghadapi inflasi pangan, fluktuasi harga energi, dan dampak perubahan iklim. Indonesia merupakan produsen penting komoditas seperti minyak sawit, nikel, dan batu bara, sementara India merupakan salah satu pasar konsumen terbesar di dunia. Investasi bersama dalam pengolahan pangan, pupuk, energi terbarukan, biofuel, dan cadangan strategis dapat meningkatkan ketahanan kedua negara. Ketahanan pangan dan energi berpotensi menjadi salah satu pilar terkuat kerja sama masa depan karena didorong oleh kepentingan jangka panjang, bukan sekadar pertimbangan politik jangka pendek. Peluang Besar di Bidang Maritim dan Pertahanan Dimensi maritim mungkin menawarkan peluang strategis yang paling besar. Indonesia berada di jalur strategis Selat Malaka, Selat Lombok, dan Selat Sunda, yang merupakan salah satu titik paling penting dalam geopolitik Indo-Pasifik. Sementara itu, India terus memperkuat keterlibatan maritimnya di kawasan timur melalui kebijakan Act East dan strategi Indo-Pasifik. Kedua negara memiliki berbagai kepentingan yang sama, mulai dari kebebasan navigasi, peningkatan kesadaran domain maritim, penanggulangan penangkapan ikan ilegal, pemberantasan pembajakan dan kejahatan lintas negara, pengamanan rantai pasok, hingga respons terhadap bencana. Tahap berikutnya dari kerja sama maritim seharusnya tidak lagi terbatas pada latihan bersama. Kolaborasi industri pertahanan, fasilitas pemeliharaan, produksi bersama, serta transfer teknologi dapat menjadi agenda yang lebih strategis. Keinginan Indonesia untuk mendiversifikasi pemasok pertahanan juga membuka peluang yang lebih besar bagi sistem dan platform pertahanan India. Kemitraan Digital Berpotensi Mengubah Permainan Bidang yang mungkin paling menjanjikan adalah kerja sama digital. Peluncuran Indonesia Open Network (ION), yang terinspirasi oleh Open Network for Digital Commerce (ONDC) di India, mencerminkan transfer pengetahuan yang penting dalam bidang infrastruktur digital publik. Keberhasilan India dalam membangun berbagai digital public goods, mulai dari sistem identitas digital hingga infrastruktur pembayaran, telah menarik perhatian dunia. Dengan ekonomi digital yang besar dan terus berkembang, Indonesia menjadi mitra yang ideal untuk mengadaptasi berbagai inovasi tersebut. Kerja sama digital ke depan dapat mencakup pembangunan infrastruktur digital publik, pengembangan kecerdasan buatan, keamanan siber, teknologi finansial, digitalisasi UMKM, serta pengembangan keterampilan digital. Di tengah persaingan teknologi global yang semakin intensif, kemitraan digital India dan Indonesia berpotensi menjadi model kerja sama baru bagi negara-negara Global South. Tantangan Masih Menghambat Meski terdapat optimisme, sejumlah kendala masih menghambat kemajuan hubungan kedua negara. Kurangnya Pemahaman Salah satu tantangan terbesar adalah minimnya pemahaman kedua negara satu sama lain. Banyak pelaku bisnis India justru lebih memahami Eropa, Amerika Utara, atau negara-negara Teluk dibandingkan Indonesia. Sebaliknya, banyak masyarakat Indonesia masih melihat India terutama melalui lensa sejarah dan budaya. Institusi yang mendorong pertukaran pemikiran secara berkelanjutan masih sangat terbatas. Karena itu, penguatan think tank, jaringan akademik, dan lembaga penghubung menjadi kebutuhan yang mendesak. Persoalan Persepsi Sebagian pemangku kepentingan di Indonesia juga menilai bahwa beberapa pihak di India masih memandang hubungan bilateral melalui perspektif "senioritas peradaban" dengan terlalu menekankan pengaruh historis India terhadap budaya Indonesia. Narasi seperti ini berpotensi menimbulkan resistensi. Indonesia modern adalah negara yang berdaulat dan memiliki identitasnya sendiri. Oleh karena itu, hubungan masa depan harus dibangun atas dasar kemitraan yang setara, bukan warisan budaya semata. Ekosistem Bisnis yang Belum Kuat Perusahaan India juga sering menghadapi kesulitan dalam memahami lanskap politik dan regulasi Indonesia. Dibandingkan perusahaan Jepang dan China, banyak perusahaan India dinilai masih memiliki jaringan lokal yang lebih terbatas. Berbagai tantangan seperti proses administrasi yang lambat, keterbatasan fasilitasi bisnis, hambatan dalam pengadaan pemerintah, serta kurangnya informasi pasar masih menjadi kendala. Selain itu, infrastruktur diplomasi ekonomi dan komersial India juga kerap dinilai masih kurang dibandingkan beberapa negara pesaing. Mobilitas Sumber Daya Manusia Hubungan bisnis kedua negara masih banyak didominasi oleh tingkat CEO dan manajemen senior. Mobilitas profesional muda, peneliti, mahasiswa, perusahaan rintisan, dan tenaga kerja terampil masih relatif terbatas. Padahal, peningkatan mobilitas dapat memperkuat pemahaman dan menciptakan basis dukungan yang lebih luas bagi hubungan bilateral. Kurangnya Proyek Unggulan Salah satu kelemahan yang paling terlihat adalah minimnya proyek-proyek unggulan yang dapat menjadi simbol keberhasilan kerja sama. China memiliki proyek infrastruktur. Jepang memiliki kawasan industri. Korea Selatan memiliki ekosistem manufaktur. India memerlukan proyek serupa, seperti taman teknologi, pusat layanan kesehatan unggulan, laboratorium kecerdasan buatan bersama, kemitraan universitas, kolaborasi pendidikan bergaya IIT, atau pusat manufaktur farmasi. Tanpa keberhasilan yang terlihat secara nyata, persepsi publik akan terus tertinggal dibandingkan retorika diplomatik. Mampukah Kunjungan Modi Menghasilkan Lompatan Besar? Lompatan besar sangat mungkin terjadi, tetapi tidak otomatis terwujud. Keberhasilan bergantung pada kemampuan kedua negara untuk mengubah hubungan yang selama ini didasarkan pada niat baik strategis menjadi kerja sama yang menghasilkan capaian konkret. Tiga prioritas menjadi sangat penting. Pertama, membangun kemitraan teknologi dan digital yang komprehensif dengan fokus pada kecerdasan buatan, infrastruktur digital publik, dan inovasi. Kedua, menciptakan proyek-proyek unggulan di bidang kesehatan, pendidikan, dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ketiga, memperdalam kerja sama maritim dan industri pertahanan sehingga kemitraan India-Indonesia dapat menjadi salah satu pilar stabilitas Indo-Pasifik. India dan Indonesia saat ini memiliki konvergensi kepentingan yang sangat jarang terjadi. Keduanya memiliki kepentingan dalam kepemimpinan Global South, keamanan maritim, ketahanan pangan dan energi, serta pengembangan teknologi masa depan. Kunjungan Presiden Prabowo ke India pada 2025 telah menciptakan momentum. Kunjungan Perdana Menteri Narendra Modi ke Indonesia memberikan kesempatan untuk mengubah momentum tersebut menjadi transformasi strategis. Apakah hubungan India dan Indonesia dapat mengalami lompatan besar akan lebih ditentukan oleh implementasi dibandingkan deklarasi. Apabila kedua negara mampu mengatasi kesenjangan pengetahuan, hambatan birokrasi, dan berbagai kesalahpahaman, serta menghadirkan proyek-proyek unggulan yang nyata, maka kemitraan India dan Indonesia berpotensi menjadi salah satu hubungan bilateral paling penting di kawasan Indo-Pasifik sekaligus model kerja sama Global South yang praktis dalam dekade mendatang.
Kunjungan Kapal Pesiar Meningkat, Pelindo Multi Terminal Dorong Pariwisata dan Ekonomi Daerah
Medan, katakabar.com - PT Pelindo Multi Terminal (SMPT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatat tren pertumbuhan positif kunjungan kapal pesiar di tiga branch/cabang pelabuhan yang dikelolanya sepanjang tahun 2025. Sepanjang 2025, Pelindo Multi Terminal melayani 49 kunjungan kapal pesiar di Pelabuhan Tanjung Emas (Semarang), Lembar (Lombok Barat), dan Parepare (Sulawesi Selatan). Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 47 kunjungan kapal pesiar. Dari total kunjungan tersebut, Branch Tanjung Emas mencatat 24 kapal pesiar, Branch Lembar sebanyak 24 kapal pesiar, dan Branch Parepare melayani 1 kapal pesiar selama tahun 2025. Kapal-kapal pesiar tersebut membawa total 119.377 wisatawan mancanagera, meningkat dari 114.304 wisawatan pada 2024, atau tumbuh sekitar 4,4 persen (yoy). “Pelindo Multi Terminal memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan dalam melayani kapal pesiar, mulai dari dermaga dan terminal penumpang, pengaturan arus wisatawan, hingga aspek keselamatan dan kemanan. Peningkatan kunjungan kapal pesiar sepanjang tahun 2025 menunjukkan bahwa pelabuhan-pelabuhan yang dikelola Pelindo Multi Terminal semakin diminati sebagai destinasi singgah,” ujar VP Komunikasi Korporasi Pelindo Multi Terminal, Farid Chairmawan. Menurutnya, perusahaan juga terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas pariwisata setempat, pelaku industri perjalanan wisata, serta UMKM lokal dalam penyambutan wisatawan mancanegara melalui atraksi budaya, promosi destinasi wisata, dan penyediaan ruang bagi produk-produk lokal sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat. "Dari Pelabuhan Tanjung Emas, wisatawan kapal pesiar kerap mengunjungi berbagai destinasi wisata antara lain Candi Borobudur, Candi Gedong Songo, wisata sejarah di Ambarawa, serta city tour mengelilingi Kota Semarang," jelasnya. Sedang, dari Pelabuhan Lembar, wisatawan umumnya mengunjungi berbagai destinasi unggulan di Lombok seperti Senggigi, Tiga Gili, Museum di Kota Mataram, Sekotong, hingga Mandalika. Dari Pelabuhan Parepare, wisatawan kapal pesiar menikmati wisata kota dan budaya Sulawesi Selatan. “Ke depan, kami akan terus meningkatkan kualitas layanan sehingga harapannya tren kunjungan kapal pesiar tahun 2026 bisa terus bertumbuh positif. Kami juga terus bersinergi dan berkolaborasi dengan sejumlah stakeholders sehingga kunjungan kapal pesiar ini dapat mendorong pertumbuhan pariwisata dan pergerakan roda ekonomi daerah,” tambah Farid.
Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Kepala Staf Pertahanan India Kunjungan Resmi ke Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Kepala Staf Pertahanan India (Chief of Defence Staff/CDS), Jenderal Anil Chauhan, tiba di Indonesia pada Minggu (26/10) untuk memulai kunjungan resmi selama enam hari, dari 26 hingga 31 Oktober 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama pertahanan dan memperdalam kemitraan strategis antara India dan Indonesia sebagai dua negara Mitra Strategis Komprehensif di kawasan Indo-Pasifik. Selama kunjungan, Jenderal Chauhan dijadwalkan melakukan pertemuan dengan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin serta Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI), Jenderal Agus Subiyanto. Selain itu, ia juga akan bertemu dengan para Kepala Staf TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara untuk membahas peluang peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, keamanan maritim, dan pembangunan kapasitas militer. Sebagai bagian dari agenda, Jenderal Chauhan akan mengunjungi Bandung dan Surabaya untuk meninjau sejumlah industri pertahanan dan galangan kapal utama di kedua kota tersebut. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperluas kolaborasi di sektor industri pertahanan, produksi bersama, serta pengembangan teknologi antara India dan Indonesia. Selain pertemuan resmi, Jenderal Chauhan melakukan diskusi strategis dengan para eksekutif perusahaan pertahanan Indonesia serta berinteraksi dengan lembaga kajian pertahanan dan keamanan (think tank) guna memperdalam dialog kebijakan dan memperkuat hubungan kelembagaan antara kedua negara. Menurut pernyataan resmi, kunjungan ini menunjukkan peningkatan hubungan pertahanan antara India dan Indonesia serta menjadi tindak lanjut atas hasil-hasil kerja sama pertahanan yang disepakati dalam kunjungan kenegaraan Presiden RI, H Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Sebagai dua negara maritim yang memiliki posisi strategis di Indo-Pasifik, India dan Indonesia terus memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas kawasan, keamanan maritim, dan perdamaian regional.
H Asmar Terima Kunjungan PT ITA, Bahas Progres Pelatihan Batik Ecoprint dari Mangrove
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar, terima kunjungan perwakilan PT Imbang Tata Alam atau PT ITA di Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Rabu (17/9). Kunjungan tersebut bahas progres pelatihan pembuatan batik ecoprint berbahan alami mangrove yang diinisiasi oleh perusahaan bersama kelompok masyarakat binaan. Di kunjungan itu, hadir Komunikasi Officer PT ITA, Hari Maulana, dan CSR Coordinator EMP, Arip Hidayatuloh, yang turut mendampingi pertemuan bersama Bupati. "Kami sampaikan progres pelatihan batik ecoprint dari bahan alami mangrove dan daun-daunan lokal. Produk ini nantinya akan dihasilkan oleh kelompok Mangrove Merbau," ujar Hari Maulana. Selain kegiatan pelatihan, PT ITA juga menyampaikan kontribusinya dalam pembangunan infrastruktur. Di antaranya pembangunan akses jalan menuju Batang Malas sepanjang 1 kilometer dengan lebar 4 meter. "Untuk tahun mendatang, PT ITA berkomitmen melanjutkan kontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti," jelasnya. Menanggapi hal tersebut, Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar menyampaikan apresiasi atas upaya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh PT ITA, terutama pengembangan batik ecoprint berbasis bahan alami. "Saya sangat bangga karena masyarakat binaan PT ITA mampu menghasilkan produk batik ecoprint dari pewarna alami mangrove dengan kualitas yang tidak kalah dari daerah lain," ujar H Asmar.
Gubri Resmikan GPM, Serahkan Bantuan Rumah, dan Lihat Jembatan PS di 'Kota Sagu'
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Gubernur Riau, Abdul Wahid, didampingi Bupati Kepulauan Meranti, H. Asmar, meresmikan kegiatan Gerakan Pangan Murah atau GPM di halaman Kantor Desa Alah Air Timur, Rabu (10/8). Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Selain pelaksanaan GPM, Gubernur juga secara simbolis serahkan bantuan 8 unit Rumah Layak Huni kepada warga Kepulauan Meranti melalui program BAZNAS Provinsi Riau. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup dan memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat kurang mampu. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan Jembatan Panglima Sampul, salah satu infrastruktur penting yang sedang dibangun dan menjadi prioritas dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Kepulauan Meranti. Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kapolda Riau, Irjen Pol. Dr. Herry Heryawan, Kepala Pelaksana BAZNAS Provinsi Riau, Idris, S.E. Sy, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, jajaran Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, Sekretaris Daerah, para camat, kepala desa, dan sejumlah tokoh masyarakat. Gubernur Riau, Abdul Wahid menyampaikan, kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Riau dalam mendukung pembangunan yang merata dan berkelanjutan. “Kami fokus menyelesaikan infrastruktur seperti jembatan, meningkatkan pendidikan, serta menyalurkan bantuan yang tepat sasaran. Pemerintah tidak bisa bergerak sendiri, kami butuh partisipasi aktif masyarakat,” tegas Gubernur.
Thermax Sambut Kunjungan Kemenperin ke Fasilitas di Cilegon
Cilegon, katakabar.com - PT Thermax Indonesia terima kunjungan resmi dari Kementerian Perindustrian atau Kemenperin di fasilitas manufaktur perusahaan yang berlokasi di Cilegon, Senin (25/8) lalu. Delegasi dipimpin Andi Rizaldi, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri atau BSKJI, bersama Apit Pria Nugraha, Kepala Pusat Industri Hijau. Rabindranath Pillai, President Director PT Thermax Indonesia menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan tenaga kerja lokal. “Kami berkomitmen untuk terus berinvestasi di Indonesia, memperluas fasilitas, serta mengutamakan tenaga kerja lokal. Saat ini lebih dari 90 persen karyawan kami adalah putra-putri Indonesia. Ke depan, kami akan menambah kapasitas dan menghadirkan lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat,” ujar Rabindranath. Di kunjungan ini, perwakilan Kemenperin menyampaikan apresiasi terhadap langkah Thermax. Andi Rizaldi mengatakan, kami sudah berkomitmen dengan sembilan asosiasi industri, seperti semen, baja, dan pupuk, untuk mencapai net zero emission 2050.
Kunjungan Delegasi Parlemen India Hari Terakhir Tegaskan Komitmen Anti-Terorisme
Jakarta, katakabar.com - Delegasi Parlemen Multi-Partai Republik India yang dipimpin Shri Sanjay Kumar Jha telah menyelesaikan kunjungan resminya ke Indonesia. Tepat di penghujung Mei 2025 lalu, Ia bertolak dari Jakarta menuju Kuala Lumpur, Malaysia, sebagai destinasi terakhir dari rangkaian lawatan diplomatik kawasan. Selama tiga hari berada di Jakarta, delegasi melakukan serangkaian pertemuan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia, mencakup pejabat pemerintah, tokoh masyarakat, dan mitra kerja sama lintas sektor. Melalui dialog yang intensif, dan konstruktif, India menyampaikan secara tegas prinsip-prinsip kebijakan luar negerinya, khususnya terkait penolakan total terhadap segala bentuk terorisme. Delegasi menyampaikan posisi India secara jelas dan konsisten, menekankan komitmen negara tersebut dalam mendukung upaya global untuk memberantas terorisme, serta menyerukan kerja sama internasional yang lebih erat dalam mencegah penyebaran ekstremisme. Sikap ini mendapat sambutan positif dan dukungan penuh dari para mitra di Indonesia. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan India memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara mitra di kawasan, serta memperluas kolaborasi strategis di bidang keamanan, stabilitas regional, dan pembangunan berkelanjutan. Di tengah tantangan global yang semakin kompleks, pendekatan India yang berbasis pada prinsip ketegasan terhadap terorisme menjadi landasan penting bagi kerja sama internasional yang lebih efektif.
Bupati Inhu Tegaskan Dukung Program PGRI Tapi Dengan Syarat
Indragiri Hulu, katakabar.com - Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, secara tegas mendukung program organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Indragiri Hulu selagi sesuai regulasi. Sokongan tersebut disampaikan Ade Agus Hartanto di pertemuan yang digagas pihak pengurus PGRI Indragiri Hulu saat datang bertandang di Ruang Kerjanya, Sabtu siang (15/3). "Mari kita bersinergi membangun daerah, khususnya sektor pendidikan lebih baik ke depan dengan cara musyawarah," ajaknya. Audiensi itu inisiatif pihak pengurus organisasi sekaligus silaturahmi, dan memperkenalkan jajaran kepengurusan PGRI Inhu periode 2020-2025. Di pertemuan, pihak pengurus PGRI menyampaikan kondisi organisasi, dan beberapa capaian prestasi dalam kurun 5 tahun terakhir. Eka misalnya, mengatakan prestasi yang telah disandang bentuk usaha PGRI Inhu untuk bersinergi dengan Pemkab Indragiri Hulu. Dituturkannya, wadah organisasi ini terus mendukung kegiatan pemerintah di bidang pendidikan.
Bahas Program Rumah MBR, Plt Bupati Kepulauan Meranti Terima Anjangsana DPD HIMPERRA Riau
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, H Asmar terima kunjungan atau anjangsana Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA) Provinsi Riau di Jalan Dorak, Senin (20/1). Ketua DPD HIMPERRA Provinsi Riau, DR (HC) Donny Satria Putra, SE, MBA yang pimpin kunjungan, guna membahas program pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Di pertemuan itu, HIMPERRA menyampaikan rencana pelaksanaan program pemerintah pusat yang menargetkan pembangunan tiga juta unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh Indonesia. Program ini mencakup penyediaan rumah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Kepulauan Meranti. “Kami meminta dukungan penuh dari Pak Bupati agar program ini dapat berjalan dengan baik di Kepulauan Meranti. Kami berharap data masyarakat yang memenuhi kriteria penerima rumah MBR dapat disiapkan oleh pemerintah daerah,” ujar Donny Satria Putra. HIMPERRA turut mengapresiasi langkah Bupati yang telah menindaklanjuti Surat Keputusan SK Bupati terkait pembebasan BPHTB, bagi masyarakat penerima Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk kategori MBR.
Plt Bupati Kepulauan Meranti Terima Kunjungan Komisi VII DPR RI Fraksi PKS
Kepulauan Meranti, katakabar.com - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar terima kunjungan kerja, sekaligus silaturahmi dari Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Badan Legislasi (Baleg) bersama jajaran pengurus DPD PKS Kabupaten Kepulauan Meranti, di Rumah Dinas Bupati, Jalan Merdeka, Selatpanjang, Jumat (17/1). Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Al Amin, S.Pd., M.M menjelaskan, kunjungan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi, serta mencari dukungan atas sejumlah program yang sedang dan akan dijalankan di Kabupaten Kepulauan Meranti. "Kami berharap DPR RI dapat membantu dan mendukung program-program yang kami usulkan, khususnya untuk kesejahteraan masyarakat Meranti," ujar Al Amin. Di kegjatan tersebut, Plt Bupati Kepulauan Meranti, H Asmar ucapkan selamat datang kepada H. Hendry Munief, MBA, anggota DPR RI Komisi VII dari Dapil Riau 1, beserta rombongan. Harapannya ada kolaborasi antara DPR RI dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti untuk membawa program-program pembangunan yang bermanfaat bagi daerah tersebut. "Kami berharap dukungan dari DPR RI untuk menghadirkan program kementerian di Kepulauan Meranti, melestarikan budaya lokal, serta menyelesaikan persoalan infrastruktur, seperti pembangunan pemecah ombak," kata H Asmar. Sedang, H Hendry Munief, MBA menyatakan, kunjungan ini merupakan upaya untuk memastikan program-program yang dirancang dapat terlaksana dengan baik di Kepulauan Meranti. "Kami berkomitmen untuk mendukung pembangunan yang berdampak nyata bagi masyarakat. Semoga sinergi antara DPR RI dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dapat berjalan lancar," jelas Hendry.