Kupas

Sorotan terbaru dari Tag # Kupas

AI Connect Makassar Series, Kupas Cara Kerja Vibe Coding dan Prinsip Etis AI Assisted Development Tekno
Tekno
Sabtu, 20 Desember 2025 | 08:37 WIB

AI Connect Makassar Series, Kupas Cara Kerja Vibe Coding dan Prinsip Etis AI Assisted Development

Makassar, katakabar.com - AI Connect Makassar Series mengupas cara kerja Vibe Coding serta prinsip etis dalam AI-Assisted Development. Acara ini menghadirkan pemateri dari akademisi dan industri, disertai demo langsung, diskusi, dan kuis interaktif yang diikuti lebih dari 100 peserta. Telkom AI Center of Excellence Makassar menggelar event “AI Connect Makassar Series: How Vibe Coding Works & Ethics” secara daring, pada 9 Desember 2025. Acara yang dipandu oleh Sunarti M.R., Business and Community Lead Telkom AI Connect Makassar, ini diikuti lebih dari 100 peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, praktisi teknologi, hingga komunitas digital. Kegiatan ini mengangkat tren pemanfaatan artificial intelligence (AI) dalam pengembangan perangkat lunak melalui pendekatan Vibe Coding, sekaligus menyoroti pentingnya aspek etika dalam praktik AI-assisted development. Topik tersebut relevan dengan meningkatnya adopsi AI di sektor teknologi, khususnya dalam proses coding. Survei GitHub menunjukkan bahwa lebih dari 70 persen developer global telah menggunakan atau mencoba AI-assisted coding untuk mendorong efisiensi dan produktivitas. Di sisi lain, pesatnya pemanfaatan AI juga menghadirkan tantangan baru, mulai dari menjaga kualitas kode, memahami konsep dasar pemrograman, hingga memastikan penggunaan teknologi tetap dilakukan secara bertanggung jawab. Untuk memberikan pemahaman praktis mengenai penerapan AI di dunia nyata, rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan sejumlah produk AI Telkom yang telah digunakan di lingkungan industri, antara lain BigBox, OCA, dan Antares Eazy. Sesi ini memberikan gambaran konkret tentang bagaimana AI dimanfaatkan untuk mendukung analitik data, layanan komunikasi berbasis AI, serta pengelolaan Internet of Things (IoT) secara terintegrasi dalam proses bisnis. Sejalan dengan pemaparan implementasi tersebut, pembahasan kemudian diarahkan pada aspek etika penggunaan AI dalam penulisan kode yang disampaikan oleh Anugrayani Bustamin, Dosen Teknik Informatika sekaligus Asisten Profesor Laboratorium AI Universitas Hasanuddin. Ia menegaskan pemanfaatan AI harus dibarengi integritas, tanggung jawab, serta pemahaman alur kerja yang memadai. Menurutnya, penggunaan AI tanpa batasan yang jelas berpotensi menimbulkan persoalan plagiarisme, penurunan kualitas kode, hingga risiko keamanan. Hal ini sejalan dengan rekomendasi UNESCO dalam Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence yang menekankan pentingnya penguatan kapasitas manusia agar pemanfaatan AI tetap bertanggung jawab. Setelah pembekalan etika, peserta diajak menyimak sesi praktik "How Vibe Coding Works" yang dibawakan oleh Pandu Rijal Pasa, Co-founder vibecoding.id sekaligus IT Instructor AI for Productivity. Dalam sesi ini, peserta diperlihatkan proses pengembangan website melalui pendekatan prompt-to-code, mulai dari penyusunan instruksi hingga evaluasi hasil. Ia menekankan pentingnya menjaga struktur kode agar pemanfaatan AI tidak menghasilkan kode yang sulit dikembangkan. Studi McKinsey mencatat bahwa penerapan AI dengan tata kelola yang baik berpotensi meningkatkan produktivitas pengembangan perangkat lunak hingga 20 hingga 45 persen. Salah satu peserta, Muh. Ilyas, mahasiswa Universitas Negeri Makassar, mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti kegiatan ini. “Saya jadi lebih memahami bahwa AI bukan hanya soal kecepatan membuat kode, tetapi juga membutuhkan pemahaman konsep dan etika agar hasilnya tetap berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan. Acaranya juga seru, ada open discussion dan kuis yang bikin kita semangat” ujarnya. Sementara, Program Lead Telkom AI Connect, Mizan Lazuardi, menegaskan bahwa edukasi AI perlu dibangun secara seimbang antara aspek teknis dan etika. “Pemanfaatan AI dalam pengembangan teknologi harus sejalan dengan standar kualitas dan tanggung jawab. Melalui AI Connect, kami berkomitmen membekali talenta digital agar mampu mengadopsi AI secara produktif,” ulasnya. Kegiatan ini ditutup dengan sesi kuis sebagai bentuk apresiasi kepada peserta. Melalui penyelenggaraan AI Connect, Telkom menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang edukasi dan kolaborasi AI yang relevan dalam mendukung penguatan ekosistem digital nasional.

Fashion Program BU Hadir di JFW 2026: Kupas Masa Depan Industri Mode Lewat Inovasi dan Teknologi Nasional
Nasional
Selasa, 04 November 2025 | 19:00 WIB

Fashion Program BU Hadir di JFW 2026: Kupas Masa Depan Industri Mode Lewat Inovasi dan Teknologi

Jakarta, katakabar.com - Jakarta Fashion Week (JFW) 2026 kembali hadir sebagai ajang bergengsi yang menampilkan semangat kolaborasi antara kreativitas, inovasi, dan teknologi dalam dunia mode. Salah satu program unggulannya, JFW Center Stage, menghadirkan talkshow bertajuk “Fashion Future: Reinventing the Art and Industry of Tomorrow”, yang digelar di penghujung Oktober 2025, di Atrium Pondok Indah Mall 3, Level 2. Talkshow ini dirancang sebagai wadah bagi pelaku dan akademisi industri fashion untuk berbagi wawasan, pengetahuan, serta pengalaman, sekaligus membuka ruang diskusi mengenai bagaimana kreativitas dan teknologi berperan dalam membentuk masa depan fashion. Usung tema besar JFW 2026, “Legacy of Tomorrow”, dihadirkan melalui percakapan yang menyoroti pergeseran paradigma dunia mode dari sekadar busana menjadi bentuk seni, budaya, dan pengalaman digital dan presentasi kreatif yang saling terhubung. Sesi ini menghadirkan dua pembicara ternama di dunia fashion: Adrien Roberts, Academic Committee of Accademia Costume and Moda, serta Dana Maulana, Co-Founder dan Director Danjyo Hiyoji, dengan Dicky Maryoga, selaku Subject Content Coordinator dari Fashion Program Binus University, sebagai moderator. Diskusi ini menggali bagaimana fashion presentation, khususnya dalam runway sudah bergeser ke arah yang kreatif dan menggunakan teknologi, hal ini telah mengubah cara desainer menampilkan karya dan berinteraksi dengan audiens. “Masa depan fashion bukan hanya tentang pakaian, tapi tentang bagaimana teknologi, kreativitas, narasi budaya, dan pengalaman visual berpadu menjadi satu bahasa baru dalam mengekspresikan identitas manusia. Tugas kita sebagai akademisi adalah menyiapkan generasi kreator yang tidak hanya adaptif, tapi juga visioner,” ujar Dicky Maryoga, Dosen Fashion Program Binus University. Acara ini turut dihadiri mahasiswa Fashion Program Binus University serta perwakilan komunitas dan profesional industri mode. Sebagai bentuk apresiasi terhadap talenta muda, dua alumni Fashion Program Binuw University Stephanie Widjaja dan Elandra Putri, desainer brand Jan Sober juga turut menampilkan karya koleksi terbaru mereka di panggung Jakarta Fashion Week 2026. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bagaimana pendidikan dan kreativitas dapat berjalan beriringan dalam membentuk desainer dengan visi global. Partisipasi Binus University dalam Jakarta Fashion Week 2026 mempertegas komitmen institusi ini untuk menjadi bagian dari transformasi industri fashion masa depan. Melalui Fashion Program yang berfokus pada kreativitas, teknologi, dan inovasi berkelanjutan, Binus @Alam Sutera berupaya mencetak generasi desainer yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menciptakan karya yang berdampak positif bagi masyarakat.

Kupas Tren Koin Meme dan AI, Bittime Hadirkan Koin Baru Ekonomi
Ekonomi
Senin, 18 Agustus 2025 | 14:00 WIB

Kupas Tren Koin Meme dan AI, Bittime Hadirkan Koin Baru

populer, Banana For Scale yang merupakan salah satu meme yang berasal dari Reddit. Token ini mewakili semangat humor dan kebersamaan yang menjadi ciri khas koin meme. Dari token yang penuh humor, kita beralih ke token yang penuh fungsi. SAROS, token native dari Saros Super App, sebuah platform Web3 yang dibangun di atas blockchain Solana. Meskipun awalnya berfokus pada layanan decentralized exchange atau DEX, Saros kini telah berkembang menjadi ekosistem komprehensif yang mencakup dompet non-kustodial, fitur DeFi, pusat NFT, dan sistem identitas khusus atau SarosID. Selain proyek-proyek dengan utilitas dan narasi budaya yang berbeda, Bittime juga menghadirkan AURA, token native dari proyek Aura on Solana, yang menggabungkan ekspresi budaya dan teknologi blockchain. Proyek ini berhasil membangun komunitas yang viral, terutama di media sosial TikTok, dengan mendorong partisipasi dan keterlibatan aktif. Lebih dari sekadar aset digital, AURA berfungsi sebagai media interaksi sosial dan simbol budaya dalam ekonomi terdesentralisasi, mirip dengan koin meme lainnya yang berfokus pada aspek komunitas dan ekspresi kreatif. Meski keempat token ini memiliki karakteristik unik, ada beberapa kesamaan mendasar, yaitu semuanya dibangun di atas blockchain yang cepat dan efisien, terutama Solana, yang dikenal dengan biaya transaksi rendah dan skalabilitas tinggi. Hal ini memungkinkan token-token ini untuk mendukung ekosistem yang dinamis dan interaksi yang sering.

Kupas Pectra Upgrade dan Dampak Pada Harga Ethereum Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 15 Januari 2025 | 18:06 WIB

Kupas Pectra Upgrade dan Dampak Pada Harga Ethereum

Jakarta, katakabar.com - Ethereum bakal memasuki babak baru dengan Pectra Upgrade yang dijadwalkan pada kuartal pertama 2025. Pembaruan ini dirancang untuk menyelesaikan masalah krusial seperti biaya gas tinggi dan keterbatasan transaksi per detik (TPS), yang selama ini menghambat potensinya. Dengan menggabungkan fitur Prague dan Electra, Ethereum tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga siap menjadi pilihan utama bagi pengembang dan investor institusional. Akankah pembaruan ini membawa Ethereum ke level harga baru yang spektakuler? Simak ulasannya!

Kupas Tren Pemasaran 2025 Bersama Indigo dan HIPMI Bantul Ekonomi
Ekonomi
Senin, 06 Januari 2025 | 21:29 WIB

Kupas Tren Pemasaran 2025 Bersama Indigo dan HIPMI Bantul

Jakarta, katakabar.com - Telkom Indonesia melalui Indigo kolaborasi dengan HIPMI Bantul taja diskusi panel bertajuk Ngobrol Bisnis angkat tema "Outlook 2025: Memahami Tren Pemasaran dan Pergeseran Nilai Pelanggan". Acara ini digelar pada 4 Desember 2024 di Atrium Galeria Mall, Yogyakarta, tujuannya memberikan wawasan kepada pelaku usaha mengenai perubahan lanskap pemasaran di tahun-tahun mendatang. Acara ini ajang diskusi strategis mengenai pentingnya digitalisasi, keberlanjutan, dan personalisasi menarik perhatian pelanggan. Konsumen kini tidak hanya melihat kualitas produk, tapi nilai yang diusung merek, pengalaman yang diberikan, serta komitmen terhadap isu sosial dan lingkungan. Melalui acara ini, Indigo dan HIPMI Bantul berupaya mendukung pelaku usaha untuk beradaptasi dengan tren ini dengan menciptakan solusi inovatif yang relevan dan berkelanjutan. Penyuluh Perindustrian Ahli Madya dari Disperindag, Rendra Prasetya menekankan pentingnya memahami tren pemasaran sebagai dasar pertumbuhan bisnis.

Kupas Fakta Rokok dan Produk Tembakau Alternatif Nusantara
Nusantara
Selasa, 24 September 2024 | 20:19 WIB

Kupas Fakta Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Jakarta, katakabar.com - Saat ini masih banyak mispersepsi yang beredar di publik menyebutkan rokok sama berbahayanya dengan produk tembakau alternatif bagi kesehatan. Akibatnya, produk tembakau alternatif dianggap bukan opsi bagi perokok dewasa yang selama ini kesulitan beralih merokok. Saat ini masih banyak mispersepsi yang beredar di publik menyebutkan rokok sama berbahayanya dengan produk tembakau alternatif bagi kesehatan. Akibatnya, produk tembakau alternatif dianggap bukan opsi bagi perokok dewasa yang selama ini kesulitan beralih merokok.