MIND ID
Sorotan terbaru dari Tag # MIND ID
Pelatihan Kopi Bagi Jurnalis, Ubah Penikmat Jadi Pengusaha
Jakarta, katakabar.com - Kurun beberapa tahun terakhir, pertumbuhan kedai kopi skala kecil di berbagai daerah terus berkembang. Tidak hanya di kota besar, usaha kopi rumahan hingga gerai sederhana kini semakin mudah ditemui dan mampu menjangkau pasar di tingkat lokal. Tren ini tidak hanya didorong oleh meningkatnya minat masyarakat terhadap kopi, tetapi juga karena terbukanya peluang usaha di sektor ini. Dengan keterampilan dasar yang memadai, usaha kopi dapat dimulai dalam skala kecil dan berkembang secara bertahap. Melihat potensi tersebut, MIND ID menginisiasi pelatihan kopi bagi jurnalis serta pegiat homeless media sebagai upaya memperkenalkan keterampilan dasar yang juga sekaligus membuka wawasan mengenai peluang usaha di bidang ini. Kegiatan ini menghadirkan Coffee Expert dari Kieta Roastery. Para peserta belajar secara interaktif, tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik penyeduhan kopi. Bertempat di Kopi Praja, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai karakter rasa kopi, teknik penyeduhan sederhana yang dapat diterapkan di rumah, hingga demonstrasi pembuatan espresso. Di samping itu, peserta juga diperkenalkan pada gambaran dasar pengembangan usaha kopi dalam skala kecil. Manajer Kopi Praja, Eni, menyampaikan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperluas pemahaman masyarakat terhadap kopi. Terlebih, Indonesia merupakan salah satu produsen kopi terbesar di dunia dan memiliki beragam biji kopi berkualitas. “Kopi tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal pengetahuan dan peluang. Kami ingin masyarakat, termasuk jurnalis, bisa melihat kopi dari perspektif yang lebih luas,” ujar Eni. Menurutnya, jurnalis memiliki kedekatan tersendiri dengan budaya kopi. Di tengah aktivitas peliputan, kopi kerap menjadi bagian dari keseharian, baik sebagai teman bekerja maupun ruang untuk berdiskusi. “Antusiasme teman-teman jurnalis cukup tinggi. Mereka bukan hanya penikmat, tetapi juga tertarik memahami prosesnya. Dari situ, muncul potensi untuk mengembangkan keterampilan ini menjadi sesuatu yang lebih,” tambahnya. Salah satu peserta, Endy, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru, khususnya dalam teknik penyeduhan kopi yang lebih tepat. “Dulu hanya menyeduh secara sederhana menggunakan mesin. Sekarang jadi lebih paham tekniknya. Ke depan, ini juga bisa menjadi peluang usaha,” jelasnya. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya MIND ID dalam mendorong pengembangan kapasitas dan keterampilan masyarakat melalui pendekatan yang aplikatif.
Pendidikan Layak Menuju Kampus Impian
Jakarta, katakabar.com - Pagi di Asrama Pemali Boarding School selalu dimulai lebih awal. Sejumlah siswa sudah bangun sebelum matahari terbit, merapikan tempat tidur, bersiap mengikuti kegiatan pagi, sebelum benar-benar berangkat ke sekolah untuk mengikuti pelajaran akademik. Bagi mereka, rutinitas bangun pagi ini menjadi kewajiban yang diberikan contoh dengan sangat baik dari para seniornya. Kelak, kebiasaan menjadi modal bagi mereka untuk meningkatkan taraf hidup keluarganya di kampung halaman. Di lingkungan asrama, para siswa mendapatkan ruang dan kesempatan untuk belajar dan berkembang lebih baik. Melalui program sekolah berasrama berbasis beasiswa, anak-anak peserta didik yang berasal dari keluarga buruh harian, nelayan, hingga pekerja serabutan kini memiliki akses pada pendidikan yang sebelumnya sulit dijangkau. Program Pemali Boarding School yang didukung PT Timah, anggota holding industri pertambangan MIND ID, telah berjalan sejak tahun 2000, dan menjangkau wilayah Bangka Belitung, Karimun, hingga Meranti. Hingga kini, sekitar 952 alumni telah merasakan manfaat program tersebut. Di balik angka tersebut, Kepala Asrama Pemali Boarding School, Ulul, menyampaikan bahwa mayoritas siswa berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas. “Banyak orang tua yang awalnya ragu karena keterbatasan biaya. Mereka tidak membayangkan anaknya bisa mendapatkan fasilitas pendidikan seperti ini,” ujar Ulul. Tetapi, cerita Ulul, setelah memahami program ini memberikan dukungan penuh, dari perusahaan, mulai dari pendidikan hingga berbagai program pembinaan, para orang tua justru menjadi pihak yang paling mendorong anak-anaknya untuk mengikuti seleksi. Alhasil, setiap tahun sebanyak 36 siswa terpilih mendapatkan beasiswa penuh dan tinggal di asrama selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pemali. Proses seleksi dilakukan melalui asesmen akademik dan psikologi bekerja sama dengan tim dari Universitas Padjadjaran. Ulul menegaskan pembinaan di asrama tidak hanya berfokus pada akademik. Para siswa juga dibekali keterampilan seperti public speaking, pengelolaan media sosial, serta penguatan karakter dan kepemimpinan. Pembinaan ini dilakukan secara rutin untuk membantu siswa menghadapi tantangan di luar sekolah, baik di dunia kerja maupun kehidupan bermasyarakat. “Yang kita bangun bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga kepercayaan diri dan cara mereka melihat masa depan,” jelasnya. Dampak program ini mulai terlihat dari capaian para siswa. Tahun ini, sebanyak 20 siswa berhasil lolos ke perguruan tinggi melalui jalur prestasi, sementara siswa lainnya masih menjalani proses seleksi melalui jalur tes. Para siswa juga mencatatkan prestasi dalam lomba debat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris di tingkat Kabupaten Bangka. Di samping itu, dampak yang lebih krusial justru terlihat dalam jangka panjang. Banyak alumni yang melanjutkan pendidikan atau telah bekerja, dan perlahan mulai berkontribusi kembali di lingkungan sekitarnya. “Mereka tidak hanya berubah secara pribadi, tetapi juga membawa pengaruh bagi keluarga dan komunitasnya. Itu yang paling terasa,” tuturnya. Menurut Ulul, tantangan terbesar para siswa justru muncul pada masa awal adaptasi. Sebagian siswa belum pernah tinggal jauh dari orang tua dan harus menyesuaikan diri dengan pola belajar yang lebih disiplin. “Namun, proses itulah yang membentuk mereka. Seiring waktu, para siswa mulai menunjukkan perubahan. Mereka yang semula pendiam menjadi lebih berani berbicara, lebih percaya diri, dan mampu mengikuti ritme belajar yang lebih terstruktur,” terangnya. Bagi anak-anak dari pesisir dan kawasan tambang, kesempatan ini bukan sekadar soal bersekolah. Kesempatan ini menjadi titik awal yang membuka masa depan baru, untuk melanjutkan pendidikan, membantu keluarga, dan melihat masa depan dengan cara yang berbeda dari sebelumnya.
MIND ID Tegaskan Komitmen Keberlanjutan di Setiap Daerah Operasional
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID konsisten terapkan prinsip keberlanjutan di setiap daerah operasional. Komitmen ini tidak semata untuk memenuhi ketentuan regulasi, tetapi sebagai cara perusahaan mengoptimalkan sumber daya alam secara bertanggung jawab sekaligus menjaga keberlangsungan, keseimbangan lingkungan serta sosial di sekitar wilayah operasional. Direktur Strategi Hilirisasi dan Ekosistem Mineral MIND ID, Tedy Badrujaman, mengatakan praktik pertambangan yang baik merupakan fondasi utama dalam menjaga kinerja lingkungan sekaligus sosial di seluruh operasional Grup MIND ID. Menurutnya, keberlanjutan harus hadir sejak tahap perencanaan, operasional, hingga pemulihan. “Kalau berusaha harus memperhatikan kondisi alam sekitar. Ini adalah komitmen sesuai dengan aturan yang ada, dan bahkan kita mencoba lebih dari aturan yang ada. Apa pun yang kita jalankan adalah untuk lingkungan tempat hidup kita,” ujar Tedy. Kata Tedy, Anggota Grup MIND ID tidak hanya menjalankan program agar patuh terhadap aturan, tetapi juga berupaya menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan di sekitar area penambangan maupun pengolahan. Upaya ini dilakukan melalui inovasi yang melibatkan masyarakat yang dampaknya terukur dan dapat dibuktikan kinerjanya. Salah satu inovasi dijalankan PT Timah (Persero) Tbk (TIMAH) Pengolahan dan Pemurnian Muntok, melalui penerapan program Menjaga Nusantara: Muntok Berjaya dan Bahagia Melalui Inklusifitas Berkelanjutan dan Sejahtera. Program ini memanfaatkan Lahan Bekas Eks Tambang Ilegal untuk dijadikan tempat pembinaan usaha masyarakat yang mendukung ketahanan pangan daerah. TIMAH juga menjalankan program Bank Sampah sekaligus pembinaan usaha Pemanfaatan Limbah Kulit Udang menjadi Simbiotik. Untuk memperkuat sisi ekonominya, program Menjaga Nusantara juga diintegrasikan dengan pemberdayaan Kelompok Usaha Batik Ciprat, Batik Ecoprint dan UMKM Snack, serta budidaya sayuran dengan metode hidroponik, serta pembinaan kelompok usaha pempek udang yang anggotanya berasal dari mantan penambang ilegal. Di sisi lain, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) memiliki program inovasi sosial di Desa Kuta Tanjung. Program menggunakan pendekatan holistik yang mengintegrasikan penguatan ekonomi, sosial, dan lingkungan melalui pemanfaatan potensi lokal serta pemberdayaan masyarakat rentan, termasuk masyarakat miskin, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, dan pemuda. Dampak dari program terintegrasi ini, INALUM mampu mendukung peningkatan pendapatan masyarakat, terciptanya lapangan kerja lokal, pengelolaan puluhan ton sampah secara berkelanjutan, serta kontribusi nyata terhadap penurunan emisi gas rumah kaca. Program INALUM ini telah menghasilkan pendapatan ekonomi sebesar Rp2,9 miliar, mengelola 28.625,8 kilogram sampah melalui sistem bank sampah. Selanjutnya, kontribusi pada penurunan Global Warming Potential (GWP) mencapai 11.494 ton CO₂ ekuivalen. Adapun kedua program inovasi sosial dari TIMAH dan INALUM tersebut memperoleh apresiasi PROPER Emas 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup. Tedy menambahkan aktivitas pertambangan pada dasarnya akan mengubah bentang alam, namun dampaknya dapat dikendalikan dan dipulihkan apabila perusahaan menjalankan program keberlanjutan secara komprehensif dan terintegrasi. “Kami berupaya memastikan bagaimana kegiatan tambang diikuti dengan berbagai upaya pengendalian dan pemulihan yang sesuai kaidah, dan bahkan lebih jauh lagi untuk dapat menjaga kelestarian alam dengan inovasi sosial yang tepat,” jelasnya.
MIND ID Perkokoh Keunggulan Kompetitif Industri, Lewat Ekosistem Industri EV Battery di Karawang
Karawang, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan MIND ID konsisten meningkatkan nilai tambah mineral Indonesia untuk memperkuat peran industri dalam penguatan ekonomi nasional. Melalui pengembangan Ekosistem Industri EV Battery di Karawang, MIND ID mengoptimalkan keunggulan komparatif sektor tambang menjadi keunggulan kompetitif industri. Indonesia memiliki pasokan mineral strategis yang besar, mulai dari nikel, kobalt, mangan, bauksit, tembaga, dan batu bara, yang dapat diolah menjadi bahan baku utama baterai. Lewat fasilitas produksi manufaktur baterai kendaraan listrik di Karawang, Grup MIND ID memperkuat penguasaan teknologi, integrasi rantai pasok pengolahan sumber daya alam mineral, dan kualitas SDM yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Adapun, fasilitas produksi manufaktur baterai kendaraan listrik dikelola PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), perusahaan patungan (joint venture/JV) antara Indonesia Battery Corporation (IBC/Anggota Grup MIND ID) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co Limited, Brunp, Lygend (CBL) bernama CBL International Development Pte Ltd (Singapore-CBL). Fasilitas ini berfokus pada produksi sel baterai dan battery pack untuk kendaraan listrik dan Battery Energy Storage System (BESS) dengan kapasitas produksi sebesar 6,9 GWh per tahun yang akan ditingkatkan hingga sekitar 15 GWh pada fase berikutnya. Ekosistem ini upaya MIND ID memperkuat rantai pasok baterai, mempercepat transisi energi, dan membuka peluang nilai tambah industri demi membangun peradaban masa depan Indonesia. Komisi XII DPR RI melakukan kunjungan terhadap proyek ini untuk memastikan kesiapan industri baterai nasional sebagai upaya untuk meningkatkan keunggulan kompetitif industri yang khususnya akan mendukung transisi energi nasional. Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi XII DPR, Putri Zulkifli Hasan, menyampaikan transformasi industri yang mendukung energi bersih dan ekonomi rendah karbon merupakan agenda strategis nasional yang terus didorong melalui pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai. “Melalui kebijakan hilirisasi, pemerintah mendorong terbentuknya rantai pasok yang terintegrasi dari sektor hulu pertambangan hingga hilir industri manufaktur baterai. Hal ini menjadikan keterkaitan antara sektor energi, minerba, dan industri semakin erat dan strategis,” jelas Putri. Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif, menimpali fasilitas produksi baterai di Karawang ini ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada awal kuartal tiga tahun ini. "IBC sebagai Anggota Grup MIND ID berkomitmen untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global baterai sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat, yang sesuai dengan mandat dari Asta Cita Presiden," ulasnya. Kata Aditya fasilitas produksi baterai ini memproduksi baterai ion lithium dengan komposisi kimia NMC (nickel manganese cobalt) dan LFP (lithium ferro phosphate), yang mana kedua tipe ini dibutuhkan untuk mendukung agenda transisi energi nasional. "Saat ini, pasar baterai LFP di dunia dan Indonesia sudah terbentuk namun untuk pasar baterai NMC masih dalam tahap pertumbuhan. Oleh karena itu, IBC konsisten mendukung pemerintah untuk terus menstimulasi pengembangan pasar baterai nikel," ucapnya. Berdasarkan data yang dihimpun oleh IBC, mobil listrik yang menggunakan baterai jenis NMC di dunia telah mencapai 40 persen, tetapi di Indonesia pasar baterai NMC baru berkisar 4.persen. Hal itu juga terlihat dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) yang baru-baru ini dirilis. Tahun lalu penjualan mobil listrik di Tanah Air telah mencapai lebih dari 10.930 unit, dengan rincian yang menggunakan baterai jenis LFP sebanyak 99.613 unit sementara baterai jenis NMC hanya 4.317 unit. “Kami mendukung pemerintah dan legislatif untuk membuat kebijakan bagi penguatan pasar domestik bagi kendaraan baterai berbasis nikel, guna memperkuat daya tawar Indonesia di pasar global, sehingga pada akhirnya akan semakin memperkuat keunggulan kompetitif nasional," tandasnya.
Penting Menjaga Eksistensi Industri Mineral, Ini Buktinya
Jakarta, katakabar.com - Industri pertambangan tak cuma berkutat kegiatan ekstraktif, melainkan melibatkan banyak pihak untuk menciptakan nilai tambah dari komoditas sumber daya alam. Peran tersebut mencakup proses hilirisasi hingga pemanfaatan hasil tambang bagi kebutuhan manusia secara luas. Sebagian besar perusahaan tambang di Indonesia saat ini, seperti yang berada di bawah kendali negara melalui Holding Industri Pertambangan MIND ID. Kehadiran MIND ID menjadi representasi peran negara dalam mengelola kekayaan alam nasional agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar. Di bawah naungannya, terdapat sejumlah perusahaan dengan beragam komoditas strategis. Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, bergerak di bidang eksplorasi hingga pemasaran nikel, emas, perak, dan bauksit. Bukit Asam Tbk (PTBA) fokus pada pertambangan batu bara mulai dari eksplorasi hingga pengolahan. Freeport Indonesia (PTFI) mengelola tambang tembaga, emas, dan perak di Papua dari hulu hingga pengolahan. Sementara itu, Inalum berfokus pada peleburan serta hilirisasi aluminium sebagai bagian dari penguatan industri logam nasional. Timah (TINS) menjalankan bisnis pertambangan timah dari eksplorasi hingga pengolahan logam. Adapun Vale Indonesia (INCO) bergerak di sektor pertambangan dan pengolahan nikel. Tetapi, sejumlah perusahaan tambang juga dimiliki oleh pihak swasta yang turut berperan dalam ekosistem industri ini. Industri nikel Indonesia juga didominasi oleh konsorsium dan perusahaan asal China yang menguasai sekitar 75 persen kapasitas peleburan. Perusahaan-perusahaan tersebut terkonsentrasi di kawasan industri besar seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP). IMIP merupakan perusahaan patungan antara Tsingshan Steel Holding dari China dan PT Bintang Delapan Mineral dari Indonesia. Sementara IWIP dioperasikan melalui PT Weda Bay Nickel dengan komposisi saham yang melibatkan Tsingshan Group, Eramet dari Prancis, serta Antam dengan porsi minoritas. Di sektor batu bara, kepemilikan perusahaan cenderung tersebar di tangan konglomerat lokal dengan jaringan bisnis yang luas. Nama-nama besar tersebut telah lama dikenal dengan gurita bisnisnya di industri batu bara nasional. Sebut saja, PT Bumi Resources Tbk berada di bawah kendali Grup Bakrie. Lalu, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dikendalikan oleh Garibaldi Thohir usai spin off dari induk usahanya, Alamtri Resources Indonesia (ADRO). Tak Ketinggalan, PT Bayan Resources Tbk dipimpin oleh Low Tuck Kwong yang dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Sementara Sinar Mas Mining dimiliki keluarga Widjaja. Pengamat Ekonomi Energi Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai Indonesia masih cenderung sudah sangat baik pada sektor hulu karena dinilai lebih mudah dan murah secara investasi. Menurutnya, model ini membuat Indonesia cukup menjual sumber daya mentah tanpa perlu pengolahan lanjutan yang kompleks. Namun dia berpendapat, Indonesia memiliki potensi pengembangan industri pertambangan yang bernilai tambah lebih baik. "Sebetulnya Indonesia itu memiliki harapan bahwa kita tidak hanya mengembangkan dari sisi upstream ya ataupun hulu," jelas Yayan. Yayan pun mencontohkan bagaimana China melakukan pemanfaatan terhadap sumber daya alamnya. Negeri Tirai Bambu melakukan pengembangan yang mencakup sektor industri strategis seperti pertahanan, teknologi, hingga energi terbarukan termasuk kendaraan listrik. Yayan juga menyoroti pemanfaatan mineral dan mineral kritis di Indonesia masih dapat dikembangkan lebih lanjut. Dengan begitu, potensi hilirisasi dan industri dapat lebih berdampak kepada perekonomian nasional. Pada akhirnya, menjaga eksistensi industri mineral bukan sekadar mempertahankan aktivitas eksploitasi sumber daya alam, melainkan memastikan kekayaan alam Indonesia dikelola secara bijak, bernilai tambah tinggi, dan mampu menjadi fondasi kuat bagi kemandirian ekonomi serta kemajuan peradaban masa depan Indonesia.
MIND ID Perluas Peran Indonesia dan Kontribusi Global di Perjalanan Tahun Ketiga
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menandai perjalanan tiga tahun sebagai strategic active holding dengan kinerja yang terus tumbuh solid, didukung fondasi nasional yang kuat serta peran yang semakin luas di tingkat global. Memasuki usia ketiga, MIND ID tidak hanya mencerminkan perjalanan waktu, tetapi juga fase penguatan peran sebagai penggerak hilirisasi nasional yang mampu menciptakan nilai tambah lebih besar dari kekayaan sumber daya alam Indonesia. Perusahaan terus bergerak maju dari Indonesia menuju kontribusi yang lebih luas di dunia, sejalan dengan visi “MIND ID for Indonesia and the World.” Kurun tiga tahun terakhir, MIND ID memastikan pengelolaan dan pengolahan sumber daya mineral dan batu bara dijalankan secara terintegrasi untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian nasional. Penguatan tersebut diwujudkan melalui integrasi antar Anggota Grup yang meliputi ANTAM, Bukit Asam, Freeport Indonesia, INALUM, TIMAH, dan Vale Indonesia. Sinergi ini menjadi fondasi dalam membangun rantai pasok industri yang saling terhubung dan berdaya saing. Salah satu wujudnya adalah pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit menjadi alumina dan aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, yang menghubungkan dan memperkuat rantai pasok pengolahan aluminium nasional. Selain itu, integrasi rantai pasok emas nasional terus dikembangkan melalui sinergi antar entitas Grup, sejalan dengan pengoperasian fasilitas pemurnian logam mulia di Gresik. MIND ID juga berperan aktif dalam pembentukan ekosistem baterai kendaraan listrik dan energy storage berbasis hilirisasi nikel, yang menempatkan Indonesia sebagai bagian penting dalam rantai pasok global. Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menjelaskan hilirisasi mineral dan batu bara mandat strategis pemerintah yang sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden dalam mendorong industrialisasi dan peningkatan nilai tambah dalam negeri. “Dalam tiga tahun ini, kami terus memperkuat sinergi dan kolaborasi antar Anggota Grup agar setiap komoditas tidak hanya berhenti sebagai bahan baku, tetapi menjadi bagian dari rantai pasok industri yang saling terhubung dan menciptakan nilai tambah yang lebih besar,” ujarnya. Maroef menerangkan MIND ID adalah perusahaan holding tambang konsisten dalam meningkatkan hilirisasi guna menjadi pendorong penting dalam transformasi struktur ekonomi Indonesia, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang. Menurut Maroef, integrasi yang terbangun tidak hanya membuka potensi bisnis yang lebih optimal bagi kinerja perushaan, tetapi juga ikut memperkuat ekosistem industri dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah. Di sisi lain, kolaborasi ini turut mendorong penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah operasional. Ke depan, ucapnya, MIND ID akan terus memperluas pengembangan proyek hilirisasi strategis yang terintegrasi, mulai dari penguatan ekosistem baterai kendaraan listrik energi storage, hingga hilirisasi bauksit alumina aluminium. MIND ID juga akan terus memperluas kolaborasi dengan perusahaan global untuk menciptakan inovasi industri yang lebih maju guna meningkatkan daya saing, serta memastikan keberlanjutan hilirisasi dan industrialisasi masa depan. Momentum ulang tahun ketiga MIND ID tahun ini bertepatan dengan perayaan Idul Fitri, yang menjadi pengingat akan pentingnya refleksi dan pemurnian dalam setiap langkah. Nilai tersebut selaras dengan upaya MIND ID dalam memastikan setiap proses bisnis yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang lebih besar dan berkelanjutan bagi bangsa. Sejalan dengan itu, MIND ID menegaskan komitmennya memperkuat kolaborasi sehingga mampu terus menghadirkan nilai tambah yang tidak hanya memperkuat daya saing nasional, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam rantai pasok industri global. “Kekuatan terbesar MIND ID bukan hanya pada sumber daya yang dikelola, tetapi pada kebersamaan, soliditas, dan sinergi yang terbangun di seluruh Grup,” tandasnya.
Bersama MIND ID Mudik Lebih Ringan Perjalanan Lebih Tenang, Kok Bisa!
Jakarta, katakabar.com - Bagi sebagian besar orang Indonesia, mudik bukan sekadar berpindah dari kota tempat mencari rezeki ke kota tempat dibesarkan. Ia adalah perjalanan pulang yang sakral untuk menyambung silaturahmi dan menautkan kembali kenangan masa lalu. Rindu yang lama terpendam akhirnya bisa dilepaskan, kenangan yang lama tersimpan bisa diputar kembali sepanjang jalan pulang. Di ruas jalan darat yang padat, stasiun yang riuh, dan terminal yang sarat koper, jutaan langkah didorong oleh hal yang sama, yakni rindu dan kenangan. Tetapi sakralnya mudik kerap bersisian dengan realitas yang tak ringan kepadatan arus, perjalanan panjang, dan ongkos transportasi yang membengkak, membuat sebagian keluarga perlu menghitung ulang rencana pulang. Di sinilah moda transportasi yang aman, nyaman, sekaligus ramah di kantong menjadi penting. Ongkos yang lebih ringan memberi napas pada anggaran keluarga untuk berbagi rezeki kepada orang tua, sanak, dan tetangga di kampung. Program mudik bareng gratis yang didukung Grup MIND ID hadir sebagai solusi. Inisiatif ini wujud kehadiran perusahaan untuk menghantarkan rindu para perantau kembali ke kampung halaman lebih tenang, lebih aman, dan tanpa menambah beban biaya. Gelora Bung Karno Selasa (17/3) lalu, canda tawa anak-anak bercampur dengan riuhnya aba-aba panitia dan alunan musik dari panggung pelepasan pemudik. Di antara barisan bus yang siap berangkat, Sri Yuniarti mengeratkan genggaman pada tangan putrinya yang hampir lulus sekolah dasar, sambil merapikan barang bawaan dan memasukkannya ke dalam bagasi. Tak hanya pakaian, ia juga membawa penganan ringan sebagai buah tangan untuk orang tua dan saudara di Klaten. Bagi Sri, pagi itu penuh suka cita. Matanya tak lagi terpaut pada gedung-gedung pencakar langit Jakarta; pikirannya sudah melesat pada rumah sederhana dan keluarga yang siap menyambut. Ia mengapresiasi konsistensi Grup MIND ID memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan agar dapat mudik secara gratis. Menurutnya, penyelenggaraan yang rapi dan nyaman membuat perjalanan terasa lebih tenang. Sri dan keluarganya dibekali perlengkapan perjalanan seperti kaos, topi, bantal leher, goodie bag, obat-obatan, serta konsumsi selama di perjalanan. “Saya sudah tiga tahun ikut dan saya senang sekali. Pelayanannya bagus, semuanya bagus pokoknya. Kami juga merasa ringan, merasa senang bareng MIND ID,” cerita Sri. Di kesempatan lain, Fikro yang berprofesi sebagai pekerja housekeeping di Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM tampak tergesa-gesa mengejar bus yang ditumpanginya. Rindu bertemu keluarga terlihat jelas saat ia dan rekan-rekannya merapikan barang untuk segera naik. Fikro menyampaikan apresiasi kepada MIND ID yang terus konsisten mendukung program mudik bareng. Bukan hanya menyediakan transportasi, fasilitasnya lengkap dan terasa manfaatnya. “Saya harap MIND ID terus maju, sehingga program seperti ini terus diselenggarakan dan lebih banyak lagi masyarakat yang bisa merasakan manfaat mudik bareng,” jelasnya. Adapun Holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) bersama Anggota Grup ANTAM, Bukit Asam, INALUM, TIMAH, dan Vale Indonesia mendukung pelaksanaan Program Mudik Bersama 2026. Secara total, Grup MIND ID memberangkatkan 1.700 pemudik menggunakan 28 bus dan 4 kapal sebagai bentuk komitmen menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan hemat bagi masyarakat. Di tengah hiruk-pikuk arus mudik, pengalaman seperti milik Sri dan Fikro mengingatkan bahwa pulang tidak harus terasa berat. Dengan dukungan yang tepat, mudik bisa menjadi lebih ringan, dan rindu pun sampai ke tujuan dengan lebih tenang.
Mudik Aman dan Nyaman, MIND ID Berangkatkan 1.700 Pemudik
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama Anggota Grup yakni ANTAM, Bukit Asam, INALUM, TIMAH dan Vale Indonesia, dukung Program Mudik Bersama tahun 2026. Program ini terselenggara melalui kolaborasi antara Grup MIND ID dengan Kementerian ESDM melalui Mudik Bareng Sektor ESDM dan BP BUMN melalui Mudik Nyaman bersama BP BUMN, Selasa (17/3) kemarin. Pada Program Mudik Bareng Sektor ESDM 2026, Grup MIND ID menyediakan 15 bus untuk total 756 penumpang yang diberangkatkan langsung dari Kantor Kementerian ESDM. Keberangkatan rombongan pemudik sektor ESDM ini disaksikan langsung oleh Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin. Sementara, pada Program Mudik Nyaman Bersama BP BUMN, Grup MIND MIND ID menyediakan 13 bus dan 4 kapal untuk total 944 penumpang yang diberangkatkan langsung dari stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Keberangkatan rombongan pemudik ini disaksikan langsung oleh Wakil Direktur Utama MIND ID, Dany Amrul Ichdan. Jadi, secara total Grup MIND ID memberangkatkan 1.700 pemudik menggunakan 28 bus dan 4 kapal. Langkah ini merupakan komitmen perusahaan untuk menghadirkan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan hemat bagi masyarakat. Kehadiran manajemen puncak menegaskan komitmen MIND ID terhadap keselamatan dan kenyamanan peserta mulai dari kesiapan armada, pengaturan rute, hingga tata kelola keberangkatan yang tertib. Dalam mendukung kenyamanan dan keselamatan perjalanan, serta pencegahan resiko, MIND ID menyiapkan perlengkapan perjalanan seperti kaos, topi, bantal leher, goodie bag, obat-obatan perjalanan, serta konsumsi selama perjalanan. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan sektor ESDM termasuk Grup MIND ID yang proaktif dalam mendukung program Mudik Bareng tahun ini. Menurutnya program mudik bareng ini adalah bentuk kebersamaan pemerintah, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan keceriaan lebaran tahun 2026. "Kita doakan seluruh seluruh saudara-saudara kita yang melakukan program mudik bareng selalu dilindungi selama perjalanan dan bisa merayakan hari raya Idul Fitri nya nanti," jelasnya. Di tempat terpisah, Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN), Dony Oskaria, menerangkan program mudik gratis merupakan wujud nyata upaya pihaknya untuk hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya pada momentum penting seperti Idulfitri. Negara melalui perusahaan negara termasuk Grup MIND ID turut membantu masyarakat dalam mewujudkan perjalanan mudik dengan lebih aman dan nyaman. "Program Mudik Gratis BUMN merupakan wujud gotong royong dan kepedulian BUMN kepada masyarakat. Kami ingin memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan lebih aman, nyaman, dan selamat, sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas selama periode Lebaran," terang Dony. Pria Utama, Corporate Secretary MIND ID, menuturkan mudik bersama telah menjadi bagian dari tanggung jawab sosial MIND ID untuk mempermudah akses masyarakat kembali ke kampung halaman sekaligus membantu mengurai kepadatan arus mudik. “Mudik harus terasa nyaman di jalan dan tenang di hati. Melalui sinergi Kementerian ESDM dan BP BUMN, kami memastikan armada yang layak jalan, prosedur keberangkatan yang baik, dan layanan pendukung yang membuat pemudik tiba di rumah dengan selamat serta siap merayakan Lebaran,” timpalnya. Pria menekankan, program Mudik Bersama menjadi wujud nyata kehadiran MIND ID dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tidak hanya melalui pengelolaan sumber daya alam, tetapi juga melalui berbagai inisiatif sosial yang menyentuh kebutuhan masyarakat, yang sejalan dengan Asta Cita Presiden RI untuk meningkatkan kesejahteraan dan keharmonisan sosial masyarakat. Menurut Pria, momentum mudik memiliki makna yang lebih dari sekadar perjalanan fisik, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan keluarga dan memperkuat nilai kebersamaan.
Satu Kepedulian, Sejuta Harapan: Safari Ramadhan MIND ID Jangkau Lebih Dari 32.000 Anak
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama seluruh Anggota Grup melaksanakan Program Safari Ramadhan 2026 di seluruh wilayah operasional Grup MIND ID. Hal ini sebagai wujud dari nilai tambah hilirisasi kembali ke masyarakat, khususnya anak yatim piatu, anak penyandang cacat, anak pejuang kanker dan kelompok-kelompok rentan yag menjadi fondasi bagi masa depan Indonesia. Fokus dukungan kepada anak-anak ini sejalan dengan Asta Cita Presiden terkait dukungan bagi generasi muda dan penyandang disabilitas untuk pembangunan sumber daya manusia. Tahun ini, Safari Ramadhan MIND ID mengusung tema “Satu Kepedulian, Sejuta Harapan untuk Indonesia dan Dunia.” Tema tersebut menegaskan bahwa satu aksi kebaikan yang dilakukan secara kolektif dapat memantik jutaan harapan. MIND ID Bersama seluruh Anggota konsisten menguatkan berbagai program dukungan sosial guna yang mampu menumbuhkan semangat dan harapan bagi anak-anak. Secara keseluruhan, total bantuan yang disalurkan menjangkau 205 titik dari kabupaten Batubara, Sumatra Utara, hingga Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Dalam program tahun ini, Grup MIND ID menjangkau 32.357 orang penerima manfaat, 7.421 orang penerima santunan, 14.258 paket sembako, dan bantuan sosial lain seperti 6.611 paket makanan buka puasa, 5.000 sarana pendidikan, dan 187 sarana rumah ibadah. Sebagian besar bantuan diprioritaskan bagi anak pejuang kanker, anak berkebutuhan khusus/disabilitas, anak yatim piatu, serta kaum duafa di seluruh area operasi. Corporate Secretary MIND ID Pria Utama menegaskan bahwa hilirisasi bukan hanya soal kinerja ekonomi, melainkan tanggung jawab sosial untuk memajukan kualitas manusia Indonesia. "MIND ID proaktif memastikan integrasi dari kegiatan penambangan, pengolahan tidak hanya berhenti pada penciptaan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah sosial yang akan berpengaruh positif bagi kesatuan dan keberlanjutan Indonesia sebagai Bangsa yang besar," jelasnya. Pria menjelaskan prioritas MIND ID adalah mendukung pengembangan SDM generasi muda dari kalangan yang membutuhkan. Lantaran itu, bantuan yang diberikan pada tahun ini tidak berhenti pada kebutuhan dasar, tetapi juga mencakup dana pendidikan, sarana belajar, dukungan kesehatan seperti obat dan suplemen, serta perbaikan sarana elektronik primer di rumah tinggal dan tempat belajar agar anak-anak memiliki ruang tumbuh yang lebih layak. “Hilirisasi ditujukan untuk mewujudkan kemaslahatan. Setiap ton mineral yang kita kelola harus mampu membuka jalan bagi peningkatan kualitas hidup, terutama bagi anak-anak yang akan menjadi fondasi bagi pembangunan peradaban masa depan Indonesia,” tandas Pria.
Hilirisasi Buat Kemaslahatan Bangsa, MIND ID Pastikan Nilai Tambah Hulu Hilir
Jakarta, katakabar.com - Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID tegaskan perannya sebagai penggerak hilirisasi mineral dan batu bara nasional dengan memastikan pengelolaan sumber daya alam dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. MIND ID mendorong terciptanya nilai tambah industri yang lebih besar sekaligus memastikan manfaat ekonomi dan sosialnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Corporate Secretary MIND ID, Pria Utama, menyatakan sebagai strategic active holding, MIND ID mengintegrasikan seluruh kegiatan penambangan, pengolahan, hingga program tanggung jawab sosial di seluruh anggota Grup guna membangun ekosistem industri mineral nasional yang berkelanjutan. Program hilirisasi yang dijalankan oleh seluruh Anggota Grup terintegrasi dari hulu hingga hilir, dan mampu memperkuat rantai nilai industri mineral nasional serta menghasilkan dampak ekonomi yang lebih optimal bagi negara. “MIND ID secara konsisten menyatukan berbagai inisiatif hilirisasi di seluruh Grup dari hulu hingga hilir. Integrasi ini penting agar pengelolaan sumber daya mineral tidak berhenti pada aktivitas penambangan, tetapi mampu menciptakan nilai tambah industri yang lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujar Pria saat Buka Puasa Grup MIND ID Bersama Media, Kamis (5/3) lalu. Di sektor hulu, Pria menekankan MIND ID terapkan Good Mining Practice sejak tahap pra penambangan, penambangan, hingga pascatambang, agar kegiatan operasional tetap selaras dengan kelestarian lingkungan serta menjaga keanekaragaman hayati di sekitar wilayah kerja. Pendekatan ini menempatkan perlindungan ekosistem sebagai fondasi dalam menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan. Di tahap hilirisasi, lanjutnya, MIND ID terus mengembangkan berbagai proyek strategis sebagai penggerak rantai nilai mineral nasional. Beberapa proyek yang tengah dalam tahap pengembangan antara lain fasilitas Module & Pack (M&P) Plant dan Cell Plant Indonesia Battery Corporation (IBC) di Karawang sebagai bagian dari ekosistem baterai kendaraan listrik, pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit–alumina–aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat, serta ekspansi fasilitas logistik batu bara di koridor Tanjung Enim–Kramasan. Penguatan hilirisasi tersebut juga sejalan dengan tren investasi nasional. Pada 2025, sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen dari total realisasi investasi nasional, menunjukkan bahwa pengembangan industri berbasis sumber daya alam menjadi salah satu motor penting dalam transformasi ekonomi Indonesia. Pria menegaskan manfaat hilirisasi tidak hanya tercermin dari peningkatan nilai tambah industri, tetapi juga melalui penyerapan tenaga kerja lokal, peningkatan penerimaan daerah, serta pembangunan infrastruktur penunjang di wilayah operasi. MIND ID juga menjalankan berbagai program pemberdayaan UMK, peningkatan akses kesehatan, serta penguatan pendidikan masyarakat agar pertumbuhan industri dapat berjalan secara inklusif. “Bagi MIND ID, hilirisasi untuk kemaslahatan bangsa berarti memastikan setiap sumber daya mineral yang dikelola mampu menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional, memperkuat kemandirian industri, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi,” sebut Pria Utama.