Ditopang Sawit, Bupati Tegaskan Komitmen 'Muba Mandiri Pangan' Sawit
Sawit
Senin, 27 Oktober 2025 | 16:34 WIB

Ditopang Sawit, Bupati Tegaskan Komitmen 'Muba Mandiri Pangan'

Palembang, katakabar.com - Bupati Musi Banyuasin (Muba), H M Toha Tohet SH menyampaikan komitmen serius wujudkan kemandirian pangan berkelanjutan di Sumatera Selatan. "Kita komitmen wujudkan 'Muba Mandiri Pangan' berkelanjutan di Sumatera Selatan," tegas Toha saat mengikuti Dialog Interaktif bertema “Inovasi & Terobosan Mendorong Sumsel Mandiri Pangan” yang digelar Tribun Sumsel dan Sriwijaya Post di Hotel Novotel Palembang, Jumat (24/10) lalu. Gubernur Sumatera Selatan, Dr H Herman Deru, yang pimpin kegiatan diikuti para bupati dan wali kota se Sumatera Selatan. Forum ini menjadi ruang bertukar gagasan dan strategi untuk memperkuat gerakan 'Sumatera Selatan Mandiri Pangan'. Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyampaikan apresiasi kepada Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel atas penyelenggaraan forum yang memfasilitasi kepala daerah dalam berbagi inovasi pembangunan. Ia mengatakan, Sumatera Selatan memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. “Sumsel memiliki hamparan sawah dan perkebunan yang luas, termasuk kelapa sawit dan karet. Kabupaten Banyuasin dan OKI menjadi wilayah dengan sawah terluas, sementara Muba merupakan daerah yang sangat potensial, tidak hanya di bidang pertanian, tetapi energi dan perikanan,” ulasnya, dilansir dari laman MC Sumsel, Senin (27/10). Ia mengapresiasi capaian Kabupaten Musi Banyuasin yang berhasil menurunkan angka kemiskinan hingga satu digit pada peringatan HUT ke 69 tahun ini. “Muba telah mencatat sejarah baru dalam pengentasan kemiskinan, berkat kerja sama dan inovasi di berbagai sektor,” ucapnya. Sementara, Bupati Muba, H M Toha Tohet SH, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya dialog yang dinilai sangat strategis dan relevan dengan arah pembangunan daerah. “Tema Inovasi dan Terobosan Mendorong Sumsel Mandiri Pangan sejalan dengan visi pembangunan di Musi Banyuasin. Kami berkomitmen menjadi lumbung pangan regional untuk mendukung gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan yang diinisiasi oleh Bapak Gubernur,” tutur Toha. Menurutnya, kemandirian pangan di Muba tidak berhenti pada swasembada semata, tetapi menyangkut upaya membangun kedaulatan pangan yang berkelanjutan, dengan mengoptimalkan potensi lahan rawa dan sistem pertanian terintegrasi. Pemerintah Kabupaten Muba menargetkan tercapainya swasembada pangan secara mandiri pada tahun 2025, dengan fokus pada komoditas unggulan seperti padi dan jagung. Selain sektor pangan, Muba memiliki potensi besar di bidang perkebunan dan energi. Saat ini, terdapat sekitar 300 ribu hektare perkebunan kelapa sawit dan 200 ribu hektare perkebunan karet, yang terdiri dari kebun perusahaan dan milik masyarakat. Untuk memperkuat produktivitas, pemerintah daerah memberikan bantuan bibit unggul sawit, karet, dan pinang, serta potongan biaya sewa alat berat bagi petani yang membuka lahan baru. “Langkah-langkah ini bentuk dukungan nyata pemerintah kepada petani agar dapat meningkatkan hasil produksi secara berkelanjutan,” terangnya. Selain sektor pertanian, Musi Banyuasin dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi sumber daya alam terbesar di tingkat nasional. Kekayaan alam berupa minyak, gas, dan batu bara menjadikan Muba sebagai daerah dengan kontribusi penting bagi ekonomi Sumatera Selatan maupun Nasional. Dialog interaktif diikuti para kepala daerah penghasil pangan, dan perkebunan di Sumatera Selatan. Masing-masing kepala daerah memaparkan potensi wilayah serta strategi lokal dalam memperkuat ketahanan pangan provinsi.

Semoga Bisa Ditiru Kepedulian Sosial dan Lingkungan Perusahaan Sawit di Muba Sawit
Sawit
Sabtu, 28 Desember 2024 | 20:08 WIB

Semoga Bisa Ditiru Kepedulian Sosial dan Lingkungan Perusahaan Sawit di Muba

Sekayu, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan apresiasi kepedulian sosial PT Ghutrie Pecconina Indonesia atau GPI kepada masyarakat sekitar lingkungan perusahaan. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kami ucapkan rasa terima kasih kepada PT GPI yang telah berkontribusi dan memberikan bantuan kepada warga di sekitar perusahaan," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Muba, Drs H Apriyadi MSi di kegiatan Tree Planting Project serta Penyerahan Bantuan Sembako dan Bantuan Masjid yang digelar PT GPI di Areal HCV Sungai Piase, Kecamatan Lawang Wetan. Kegiatan ini, harap Apriyadi lewat siaran pers Diskominfo Muba,dilansir dari laman EMG, Sabtu (28/12), dapat dimaknai sebagai wujud rasa solidaritas perusahaan yang bergerak di sektor usaha perkebunan kelapa sawit dan pabrik pengolahan kelapa sawit itu dalam membantu sesama.

Perusahaan Sawit di Muba Belum Penuhi Kewajiban Bangun Plasma Sawit
Sawit
Selasa, 26 November 2024 | 14:24 WIB

Perusahaan Sawit di Muba Belum Penuhi Kewajiban Bangun Plasma

Sekayu, katakabar com - Penjabat Bupati Musi Banyuasin atau Muba, Sumatera Selatan, H Sandi Fahlepi diteruskan Sekda Kabupaten Muba, H Apriyadi Mahmud dengan tegas meminta perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Muba untuk memenuhi kewajiban membangun plasma dan segera mempercepat penyelesaian perizinan yang dibutuhkan. Itu ditekankan Sekdakab Muba di kegiatan Akselerasi Pemenuhan Kewajiban Fasilitasi Pembangunan Kebun Masyarakat Sekitar (FPKMS) atau plasma dan Sosialisasi Perangkat Monitoring Lahan dan Inventarisasi Gas Rumah Kaca (GRK) di ruang rapat Serasan Sekate.

Perusahaan Sawit Diminta Laksanakan Kewajiban Sesuai Aturan di Muba Nasional
Nasional
Minggu, 07 Januari 2024 | 22:07 WIB

Perusahaan Sawit Diminta Laksanakan Kewajiban Sesuai Aturan di Muba

Sekayu, katakabar.com - Pj Bupati Musi Banyuasin, Apriyadi Mahmud sorot keberadaan Perusahaan perkebunan khusus kelapa sawit di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan Salah satu menjadi sorotan persoalan kewajiban dan kepatuhan perusahaan kepada masyarakat di wilayah ring satu operasional. Itu ditegaskan Apriyadi saat rapat Forum Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka Sinergi Pembangunan antara dunia usaha dan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Musi Banyuasin di Guest House Griya Bumi Serasan Sekate. "Saya minta seluruh perusahaan perkebunan kelap sawit di Muba saling jaga dan patuh atas kewajiban sesuai ketentuan peraturan yang berlaku," tegasnya, dilansir dari laman website resmi Pemkab Muba, pada Ahad (7/1). Kepada semua perusahaan, harap Apriyadi, untuk mentaati aturan dan menuntaskan persoalan-persoalan lahan. "Jangan sampai menimbulkan permasalahan di kemudian hari," pintanya. Pemkab Muba, terangnya, sangat terbuka untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi terutama persoalan tuntutan plasma masyarakat yang seringkali terjadi. "Pihak pemerintah bakal menjadi penengah dan mencarikan solusi terbaik," jelasnya. Kepala Dinas Perkebunan Muba, Akhmad Toyibir MM menimpali, soal kewajiban masih banyak perusahaan perkebunan yang belum maksimal dalam penyediaan Sarana Prasarana (Sarpras) penanganan Karhutla di Muba. "Kami minta persoalan yang seperti ini harus serius untuk diprioritaskan. Apalagi fasilitas Sarpras pencegahan dan penanganan kebakaran kebun dan lahan, wajib dimaksimalkan," ucapnya. Perusahaan, tutur Apriyadi, mesti ikut andil maksimal untuk menghilangkan stempel selama ini yang kerap kali disematkan bagi Kabupaten Muba yang dinilai sebagai daerah penyumbang asap. "Kami minta terkait SDM dan Sarpras, harus maksimal disediakan," bebernya. Kepala Dinas PUPR Muba, Alpa Elan MPSDA meminta perusahaan perkebunan pro aktif turut merawat dan menjaga jalan yang dilalui kendaraan angkat angkut perusahaan perkebunan. "Kalau ada jalan yang rusak mesti segera diperbaiki, khususnya jalan yang dilalui kendaraan angkat angkut perusahaan perkebunan kelapa sawit," tandasnya.

Harkopnas 2023, Asa Bisa Hadir Pabrik Minyak Makan Merah di Muba Nasional
Nasional
Kamis, 13 Juli 2023 | 19:16 WIB

Harkopnas 2023, Asa Bisa Hadir Pabrik Minyak Makan Merah di Muba

Sekayu, katakabar.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan upacara memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke 76 tahun 2023, di halaman Museum Penghulu Muhammad Soleh Kabupaten Muba, pada Rabu (12/7). Bertindak sebagai inspektur upacara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Muba, Andi Wijaya Busro, dan perwira upacara Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Muba, H Irwan Syazili. "Pemerintah saat ini fokus pengembangan koperasi sektor riil guna membangun ekonomi anggota dan masyarakat yang lebih luas," ujar Asisten Perekonomian, Andi Wijaya. Dari sisi peluang kata Andi, koperasi sektor riil memiliki banyak potensi, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, jasa, pariwisata dan berbagai usaha lainnya. "Setiap wilayah kota dan kabupaten di Indonesia punya potensi unggulan, seperti komoditas, kerajinan, destinasi wisata, atau lainnya. Koperasi sektor riil harus jadi pemain utama pada potensi unggulan tersebut. Tujuannya agar manfaat dan nilai tambah yang dihasilkan dapat sebesar-besarnya terdistribusi ke anggota dan masyarakat," ulasnya. Dicontohkannya, salah satu sektor riil yang dikembangkan Kemenkop UKM saat ini pabrik Minyak Makan Merah di beberapa provinsi basis sawit. Pabrik ini sepenuhnya dimiliki para petani sawit anggota koperasi. "Hilirisasi produk dapat dilakukan dengan pabrik. Petani sawit tidak lagi hanya menjual Tandan Buah Segar (TBS), tapi menikmati nilai tambah dari produk akhir, seperti Minyak Makan Merah," bebernya. Berangkat dari situ, Andi berharap di bisa hadir pabrik Minyak Makan Merah di Muba. Kelak hasil panen petani lebih terserap maksimal dan harga meningkat. Komoditas unggulan mesti dikembangkan dengan cara demikian. Di mana koperasi bekerja dari hulu dan hilir, nilai tambah tinggi dan manfaat ke anggota meningkat," imbuhnya. Mantan Kepala DLH Kabupaten Muba ini menuturkan, untuk memajukan koperasi di Indonesia dibutuhkan landasan hukum yang kuat sebagai pegangan bagi semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, aparat penegak hukum dan pihak-pihak lainnya. Untuk itu Kemenkop UKM tengah menyusun RUU Perkoperasian sebagai pengganti Undang Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. "Dengan substansi yang kaya dan fundamental tersebut, kami meyakini wajah koperasi Indonesia akan berubah 5 hingga 10 tahun mendatang setelah Undang Undang disahkan sebagai momentum pemajuan koperasi," tambahnya. Diketahui, diserahkan sejumlah penghargaan bagi Koperasi Berprestasi tahun 2023, meliputi KUD Bersama Makmur Desa Srimulyo Kecamatan Tungkal Jaya, Koperasi Medak Makmur Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir, KUD Mandiri Jaya Makmur Desa Banjar Jaya Kecamatan Tungkal Jaya. Terus, KUD Jaya Usaha Mandiri Desa Sinar Harapan Kecamatan Tungkal Jaya, KPKS Suka Makmur Desa Sukadamai Baru Kecamatan Sungai Lilin, dan Koperasi Sereka Bersatu Jaya Desa Sereka Kecamatan Babat Toman. Berikutnya, KUD Sejahtera Kelurahan Babat Kecamatan Babat Toman, KUD Barokah Jaya Desa Tegal Mulyo Kecamatan Keluang, KUD Sumber Tani Mandiri Desa Sumber Harum Kecamatan Tungkal Jaya, KPN Sadar Desa Karang Waru Kecamatan Lawang Wetan, KPN Pengayoman Rutan Kelurahan Serasan Jaya Kecamatan Sekayu. Selain itu, Koperasi Simpan Pinjam Harum Desa Sugiwaras Kecamatan Babat Toman, Koperasi Maju Jaya Bersama RSUD Sekayu Kecamatan Sekayu, Koperasi Primkop Polres Muba Kecamatan Sekayu dan Primkop Kartika Kodim 0401 Muba Kecamatan Sekayu. Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Muba siapkan berbagai hadiah doorprize yang diundi, dan dibagikan kepada peserta dan tamu undangan yang hadir pada upacara peringatan Hari Koperasi Nasional.