Sekayu, katakabar.com - Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) memang dahsyat! Salah satu sentra perkebunan kelapa sawit di Provinsi Sumatera Selatan ini melahirkan banyak inovasi berbahan sawit, baik berskala industri maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Muba daerah perdana di Indonesia mendapatkan kepercayaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar program peremajaan sawit rakyat (PSR) perdana dan diresmikan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) pada 2017 lalu.

Soal produk inovasi berbahan kelapa sawit, lewat keterangan resmi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Muba, Herryandi Sinulingga AP dilansir dari laman elaeis.co, Sabtu (7/9), di Kabupaten Muba sudah memiliki produk makanan bernama Dowitul.

Kata Herriyandi Sinulingga AP, Dowitul ini jenis dodol berbahan dasar kelapa sawit tanpa pemanis buatan,.yang diproduksi Yulianti SPd, seorang pelaku UMKM asal Desa Macang Sakti, Kecamatan Sanga Desa.

Lewat podcast yang dipandu host cantik bernama Randik di Radio Gema Randik di Gedung Dinas Komunikasi dan Informasi (Dinkominfo) Muba, Yulianti SPd, menyatakan Dowitul adalah produk dodol yang unik.

"Dowitul memiliki keunikan dan telah berhasil menarik perhatian konsumen, tidak hanya di dalam negeri, bahkan hingga luar negeri," cerita Yulianti dalam podcast tersebut, Kamis (5/9) lalu.

“Dodol yang kami produksi ini memiliki berbagai rasa. Misalnya, dodol rasa kacang yang dijual seharga Rp15.000 untuk satu boks berisi 10 buah, dan kemasan isi 20 buah seharga Rp35.000," ulasnya.

Dodol sawit bernama Dowitul tersebut, kata Yulianti, sudah dicicipi Gubernur Sumatera Selatan, dan dipesan untuk para jamaah haji di Arab Saudi.

"Dowitul telah terdaftar di BPOM dan dapat dipesan melalui akun Instagram (IG) @teras_selaras atau di warung PKK setempat," terangnya.

Apresiasi program Kominfo Muba, puji Yulianti, dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung usahanya, termasuk keluarga dan Dinas Kominfo.

Sebelumnya di awal April 2023, Dinas Kominfo Muba yang dipimpin Herriyandi Sinulingga AP telah membantu mempromosikan selai dan dodol sawit hasil kreasi Ana Khotijah dan Evita, di mana saat itu tercatat sebagai pelajar di SMK Negeri 1 Keluang.

Sama seperti Dowitul produksi Yulianti SPd, selai dan dodol produksi pelajar SMKN 1 Keluang tersebut telah melalui pengujian di BPOM Sumatera Selatan, dan Dinas Kesehatan, sehingga sudah dapat diproduksi dan dipasarkan secara luas ke tengah masyarakat.