'Biji-biji Initiative' dan 'Mereka' Perkuat Literasi AI di Sekolah Lewat Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit
Jakarta, katakabar.com - Penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan. Menurut UNESCO, lebih dari dua pertiga siswa sekolah menengah di negara berpendapatan tinggi (high income countries) telah menggunakan AI dalam aktivitas belajar mereka. Di sisi lain, UNESCO juga menegaskan besarnya potensi AI dalam meningkatkan kualitas pembelajaran harus diimbangi dengan kemampuan guru dan siswa untuk memahami risiko serta menggunakan teknologi tersebut secara aman, kritis, dan bertanggung jawab. Berangkat dari kebutuhan tersebut, Biji-biji Initiative bersama ekosistem pengembangan talenta Mereka, sebagai mitra strategis Microsoft, meluncurkan Microsoft AI Classroom Toolkit, sebuah learning resource yang dirancang untuk membantu pendidik membangun literasi AI di ruang kelas sekaligus mendorong penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab sejak usia dini. Seperti yang disampaikan oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, AI akan menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu dimiliki generasi masa depan. Untuk itulah, Microsoft AI Classroom Toolkit kami hadirkan untuk membantu para pendidik dalam menggunakan AI tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga membentuk kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit diselenggarakan pada 23 Juni 2026 di kantor Microsoft Indonesia, di kawasan Jakarta Selatan. Acara ini dihadiri oleh Digital Safety Director, Asia, Microsoft, Madeline Shepherd, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., perwakilan Save the Children Indonesia, serta puluhan guru dari berbagai daerah di Indonesia. Toolkit ini dikembangkan sebagai resource pembelajaran kreatif yang menggabungkan pendekatan naratif dengan materi instruksional sehingga menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi pendidik maupun siswa usia 13 hingga 15 tahun. Melalui berbagai studi kasus dan aktivitas kelas, Microsoft AI Classroom Toolkit membantu guru membuka diskusi mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab, mulai dari memahami potensi fabrikasi informasi (AI hallucination), menjaga privasi data pribadi, mengenali potensi bias pada hasil AI, hingga membangun kebiasaan digital yang sehat demi menjaga kesehatan mental di era AI. Sebagai bagian dari peluncuran, diselenggarakan pula diskusi panel bertajuk "Mengajar di Era AI" yang menghadirkan perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Microsoft Indonesia, dan Save the Children Indonesia. Diskusi ini membahas berbagai peluang sekaligus tantangan pemanfaatan AI dalam lingkungan pendidikan. "Anak-anak kelompok yang tumbuh bersama teknologi AI. Karena itu, literasi AI perlu dibangun tidak hanya dari sisi keterampilan menggunakan teknologi, tetapi juga dari kemampuan memahami risikonya, menjaga keamanan digital, serta tetap mengedepankan empati, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis. Kolaborasi seperti ini menjadi langkah penting agar AI benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung tumbuh kembang anak secara positif," ujar Ratri Sutarto selaku Director of Program Development and Impact Save the Children Indonesia. Selain sesi diskusi, tercatat sekitar 70 guru dari berbagai sekolah yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia turut mengikuti workshop bertajuk "AI di Ruang Kelas”. Menutup rangkaian acara, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Dr. Suparto, S.Ag., M.Ed., Ph.D., menyampaikan transformasi pendidikan di era digital memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia industri, dan masyarakat. Kami mengapresiasi inisiatif Microsoft bersama Biji-biji Initiative dan Mereka dalam menghadirkan Microsoft AI Classroom Toolkit sebagai sumber belajar yang membantu guru memahami sekaligus mengajarkan pemanfaatan AI secara bertanggung jawab. Harapannya, semakin banyak pendidik Indonesia yang mampu memanfaatkan teknologi untuk memperkaya proses pembelajaran tanpa mengesampingkan aspek etika, keamanan, dan karakter peserta didik. Melalui peluncuran Microsoft AI Classroom Toolkit, Biji-biji Initiative, Mereka, dan Microsoft Indonesia berharap semakin banyak sekolah di Indonesia yang mampu membangun budaya pemanfaatan AI yang tidak hanya inovatif, tetapi juga bertanggung jawab. Dengan memperkuat literasi AI sejak di ruang kelas, para pendidik dan siswa diharapkan dapat memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, berkreasi, dan berkolaborasi secara aman sekaligus menjadi bekal menghadapi masa depan digital. 'Visi Itu Murah', Pesan Narko Santoso Mencuri Perhatian Leadership Youth Summit 4.0 Jakarta, katakabar.com - Di tengah derasnya arus motivasi yang mendorong generasi muda untuk “berani bermimpi besar”, Narko Santoso, CTA., CHt., justru membuka sesinya dengan sebuah kalimat yang tidak biasa. “Visi itu murah.” Kalimat singkat tersebut sontak mengundang perhatian ratusan peserta Leadership Youth Summit 4.0 yang diselenggarakan oleh Ideal Indonesia di Gedung Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), Jakarta. Alih-alih berbicara mengenai strategi menghasilkan keuntungan, peluang investasi, atau kesuksesan finansial, Founder NS TRADE sekaligus Top 50 Global Trader itu justru mengajak peserta untuk mempertanyakan kembali fondasi di balik setiap mimpi yang mereka miliki. Menurut Narko, dunia hari ini dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki visi besar. Hampir semua orang memiliki target, impian, dan cita-cita yang tinggi. Namun, hanya sedikit yang benar-benar mempersiapkan sistem untuk mewujudkannya. “Visi itu murah, karena semua orang punya. Semua orang bisa bermimpi, semua orang bisa punya keinginan. Tapi yang mahal sistemnya - eksekusinya bagaimana, mitigasi risikonya bagaimana, dan bagaimana kita mempersiapkan diri menghadapi situasi terburuk.” Pesan tersebut menjadi benang merah dalam sesi kepemimpinan yang membahas bagaimana generasi muda dapat membangun daya saing di tengah perubahan dunia yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, Artificial Intelligence (AI), serta disrupsi di berbagai sektor industri. Leadership Youth Summit 4.0 sendiri mempertemukan mahasiswa, organisasi kepemudaan, profesional muda, pelaku industri, komunitas, hingga pemimpin organisasi dalam sebuah forum kolaboratif untuk membahas kepemimpinan, inovasi, literasi finansial, pengembangan sumber daya manusia, serta kesiapan menghadapi tantangan masa depan. Pada sesi panel diskusi, Narko Santoso hadir bersama Biltraviano Ferian Harda, S.Kom., MBIS., Group CEO DOT Indonesia Group, serta Ike Suharjo, S.IP., M.Si., entrepreneur dan politikus. Ketiga narasumber membagikan perspektif mengenai kualitas kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia dalam menghadapi era transformasi digital. Berbeda dengan pendekatan yang sering menekankan motivasi semata, Narko lebih banyak berbicara mengenai pentingnya membangun sistem berpikir (systems thinking), sebuah cara pandang yang menurutnya akan menentukan apakah seseorang mampu bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Menurutnya, banyak orang menghabiskan waktu mencari motivasi baru, padahal yang sesungguhnya dibutuhkan adalah membangun kebiasaan dan proses yang dapat dijalankan secara konsisten setiap hari. Ia juga menilai keinginan generasi muda untuk mencari cara yang lebih cepat bukanlah sesuatu yang keliru. Justru, kemampuan menemukan solusi yang lebih efisien salah satu karakter penting dalam dunia modern. Namun, efisiensi tersebut harus tetap dibangun di atas integritas. “Kita kadang pengen apa-apa itu kalau bisa instan, cepat. Pengennya selalu dimudahkan, cari jalan pintas, cari jalan cepat. Apakah itu salah? Tidak. Justru saya kalau mencari tim, selalu mencari orang-orang yang berpikir seperti itu. Tetapi caranya harus halal, legal, dan bertanggung jawab. Cari cara tercepat, apalagi sekarang kita terbantu AI. Namun jangan pernah menghalalkan segala cara," jelasnya. Bagi Narko, perkembangan Artificial Intelligence bukan ancaman, melainkan akselerator bagi mereka yang memiliki fondasi berpikir yang benar. Teknologi mampu mempercepat proses belajar, meningkatkan produktivitas, hingga membantu pengambilan keputusan. Namun AI tidak akan pernah menggantikan disiplin, karakter, dan kemampuan seseorang membangun sistem kerja yang baik. Ia menegaskan sistem terbaik selalu dimulai dari bagaimana seseorang mengelola dirinya sendiri. Mulai dari mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga energi, hingga memahami kapan harus berhenti untuk memulihkan diri. “Bangun dulu sistem untuk diri kita sendiri. Cara kita mengatur waktu, menentukan prioritas, menjaga ritme kerja, sampai mengatur waktu istirahat. Mesin saja bisa overheat kalau dipaksa terus bekerja, apalagi manusia. Setelah itu barulah kita bicara sistem dalam organisasi atau pekerjaan. Ketika kita berbicara tentang sistem, kita sedang berbicara tentang lima atau sepuluh tahun ke depan, bukan hanya apa yang kita kerjakan hari ini," bebernya. Sepanjang sesi berlangsung, antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengangkat isu kepemimpinan, pengembangan karier, AI, kewirausahaan, hingga bagaimana membangun daya tahan mental di tengah perubahan yang begitu cepat. Turut hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut Tommy Tarumanegara, Chief Strategic & Execution Officer (CSEO) NS TRADE, yang mengikuti rangkaian forum serta menjalin diskusi dan networking bersama peserta, narasumber, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan yang hadir. Melalui forum tersebut, Narko berharap semakin banyak generasi muda Indonesia mulai menggeser cara pandang mereka terhadap kesuksesan. Menurutnya, masa depan tidak akan dimenangkan oleh mereka yang memiliki motivasi terbesar, melainkan oleh mereka yang mampu membangun sistem terbaik untuk mengeksekusi setiap ide, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bertumbuh secara berkelanjutan. “Pada akhirnya, yang membedakan seseorang bukanlah seberapa besar ia bermimpi, tetapi seberapa disiplin ia membangun sistem yang membuat mimpi tersebut dapat diwujudkan," tandasnya.
Melongok Progres Remediasi TTM, PHR dan Komisi III DPRD Riau Perkuat Sinergi Pemulihan Lingkungan
Pekanbaru, katakabar.com - Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melakukan peninjauan lapangan mengenai progres pemulihan Tanah Terkontaminasi Minyak (TTM) di area operasi WK Rokan, Selasa (1/7). Kunjungan tersebut sebagai langkah sinergi strategis untuk memastikan pengerjaan proyek lingkungan ini memenuhi baku mutu ekologis sekaligus menjadi katalisator bagi pengembangan potensi ekonomi daerah di wilayah operasional. Bagi DPRD 'Bumi Lancang Kuning' nama lain dari Riau, pengawasan langsung di lokasi ini menunjukkan fungsi legislatif guna memastikan proyek strategis memberikan multiplier effect yang nyata bagi Provinsi Riau. Dengan memastikan pemulihan lahan berjalan optimal, DPRD mendukung lahan tersebut kembali menjadi aset produktif bagi kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan visi pembangunan ekonomi berkelanjutan di daerah. Ketua Komisi III DPRD Riau, H. Edi Basri, menyampaikan DPRD Riau berkomitmen mengawal keberhasilan program pemulihan lingkungan ini. Kami melihat kesungguhan PHR dalam menjalankan roadmap pemulihan hingga 2030. "Sinergi ini akan kami perkuat agar setiap kendala di lapangan teratasi secara kolaboratif, sehingga target pemulihan lahan mencapai sasaran lingkungan sekaligus membawa nilai tambah keekonomian yang signifikan bagi masyarakat Riau," ujar Edi. VP Remediation & Asset Retirement PHR, Ovulandra Wisnu Widyastho, menegaskan nilai strategis kolaborasi ini. “Kunjungan ini memperkuat transparansi kami kepada mitra kerja di DPRD Riau. Penanganan TTM merupakan mandat negara melalui SKK Migas untuk menuntaskan tanggung jawab pemulihan lingkungan di Wilayah Kerja Rokan,” ulasnya lewat keterangan resmi. Ovu menambahkan, hingga saat ini 20 lokasi telah selesai dipulihkan, sementara 43 lokasi lainnya berjalan aktif. “Kami terus memastikan seluruh proses ini berjalan selaras dengan standar lingkungan yang tinggi, guna menjaga operasional migas tetap menjadi penggerak ekonomi utama di Provinsi Riau”, tegasnya. Hingga saat ini, PHR telah mengajukan 100 dokumen Rencana Pemulihan Fungsi Lingkungan Hidup (RPFLH) kepada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Seluruh tahapan pengerjaan di lapangan dilakukan dengan pengawasan ketat, baik dari sisi teknis maupun prosedur pengadaan yang mengacu pada Pedoman Tata Kerja (PTK) 007 SKK Migas. PHR dan DPRD Riau sepakat untuk terus mengedepankan koordinasi intensif guna memastikan keberlanjutan program, keterlibatan potensi ekonomi lokal, serta kepatuhan penuh terhadap prinsip-prinsip Good Corporate Governance. Tentang PHR Zona Rokan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) merupakan salah satu anak perusahaan Pertamina yang bergerak dalam bidang usaha hulu minyak dan gas bumi di bawah Subholding Upstream, PT Pertamina Hulu Energi (PHE). PHR berdiri sejak 20 Desember 2018. Pertamina mendapatkan amanah dari Pemerintah Indonesia untuk mengelola Wilayah Kerja Rokan sejak 9 Agustus 2021. Pertamina menugaskan PHR untuk melakukan proses alih kelola dari operator sebelumnya. Proses transisi berjalan selamat, lancar dan andal. PHR melanjutkan pengelolaan Zona Rokan selama 20 tahun, mulai 9 Agustus 2021 hingga 8 Agustus 2041. Daerah operasi Zona Rokan seluas sekitar 6.200 km2 berada di 7 kabupaten/kota di Provinsi Riau. Terdapat 80 lapangan aktif dengan 11.300 sumur dan 35 stasiun pengumpul (gathering stations). Zona Rokan memproduksi seperempat minyak mentah nasional atau sepertiga produksi pertamina. Selain memproduksi minyak dan gas bagi negara, PHR mengelola program tanggung jawab sosial dan lingkungan dengan fokus di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi masyarakat dan lingkungan.
PTPN Group Dorong Perguruan Tinggi Perkuat Talenta Adaptif
Pekanbaru, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara dorong Universitas Riau untuk dapat menyiapkan sumber daya manusia unggul, dan adaptif yang mampu menjawab tantangan industri masa depan. Pada kegiatan bertajuk “Transformasi Sarjana ke Talenta melalui Student Journey ASRI” yang dihadiri langsung Rektor Universitas Riau, Profesor Dr Sri Indarti serta ratusan Kepala Program Studi di Universitas Riau, Pekanbaru, di pekan ketiga Mei 2026 lalu, Region Head PTPN IV Regional III Bambang Budi Santoso menjelaskan bahwa di lingkungan kerja di BUMN, terutama PTPN IV PalmCo telah mengalami perubahan secara fundamental seiring derasnya arus digitalisasi, disrupsi teknologi, persaingan global, hingga tuntutan keberlanjutan lingkungan. Untuk itu, ucap dia, talenta yang memiliki karakter kuat, mampu belajar cepat, lincah beradaptasi, dan siap bekerja di tengah perubahan yang dinamis. “BUMN hari ini membutuhkan talenta yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki learning agility, kemampuan beradaptasi, serta mampu bekerja kolaboratif di tengah perubahan yang sangat cepat,” jelas Bambang yang juga alumni Fakultas Ekonomi Universitas Riau tersebut. Sebagai contoh, ia menjabarkan transformasi yang berlangsung di PTPN IV PalmCo telah mengubah pola operasional perusahaan secara menyeluruh melalui penerapan teknologi digital berbasis data. Mulai dari pengelolaan kebun, pemantauan panen, transportasi, pengolahan di pabrik, hingga pengawasan produksi secara real-time melalui pemanfaatan geospasial, artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), serta dashboard digital terintegrasi. Menurut Bambang, sektor perkebunan modern kini telah berkembang menjadi industri berbasis teknologi presisi atau precision agriculture yang membutuhkan SDM dengan penguasaan teknologi dan kemampuan berpikir adaptif. “Transformasi industri tidak bisa dihindari. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menyiapkan lulusan yang siap menghadapi perubahan, menguasai teknologi, dan memiliki pola pikir inovatif,” papar pria berkacamata itu. Selain penguatan kompetensi teknis, Bambang juga menekankan pentingnya karakter sebagai pondasi utama dalam membangun talenta masa depan. Ia mengatakan proses rekrutmen yang dilangsungkan oleh BUMN ini tidak lagi menitikberatkan pada indeks prestasi atau sertifikat kompetensi, tetapi mengukur integritas, etika kerja, hingga kemampuan menyelesaikan persoalan melalui implementasi budaya kerja AKHLAK. .“Attitude adalah fondasi, sedangkan hard skill menjadi akselerator. Keduanya harus berjalan beriringan,” tutur pria berkacamata tersebut. Dalam paparannya, Bambang turut menguraikan sejumlah kompetensi yang diproyeksikan menjadi kebutuhan utama industri masa depan, seperti data analytics, digital mindset, sustainability, green energy, serta pemahaman terhadap AI dan otomasi. Ia juga memperkenalkan konsep EntrePlanters, yakni transformasi pola pikir insan perkebunan agar tidak hanya bekerja sebagai pegawai administratif, namun memiliki mentalitas layaknya entrepreneur yang mengedepankan inovasi, efisiensi, ownership mindset, dan keberlanjutan bisnis. Kepala Unit Penunjang Akademik pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKK), Julita SE MSi Ak CA, menyampaikan Student Journey ASRI yang resmi diluncurkan tersebut merupakan bagian dari pengembangan sistem terintegrasi Universitas Riau untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik. "Sistem ini diharapkan mampu memenuhi keterampilan, pengalaman organisasi, kepemimpinan, serta portofolio talenta yang dibutuhkan dunia usaha dan dunia industri. Dengan demikian, potensi dan keterampilan yang dimiliki mahasiswa dapat lebih mudah dikenali serta disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja," beber Julita. Senada, Rektor Universitas Riau, Prof Sri Indarti menilai peluncuran Student Journey ASRI sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan perkembangan industri di era digital. Di kegiatan yang sama, Sri secara khusus menyampaikan apresiasi atas kesediaan Bambang, yang juga merupakan mahasiswanya angkatan 1993 tersebut untuk hadir secara langsung memberikan wawasan dan pengalaman kepada sivitas akademika Universitas Riau. Menurut Sri, pemaparan tersebut menjadi bekal penting dalam memperkuat pengembangan future talent di lingkungan kampus agar lebih selaras dengan kebutuhan industri modern. Sri juga menyampaikan kebanggaannya karena Bambang merupakan salah satu alumni Universitas Riau yang berhasil menorehkan karier hingga menjadi pucuk pimpinan di lingkungan PTPN IV Regional III. Menurutnya, capaian tersebut menjadi contoh nyata bahwa lulusan Universitas Riau mampu bersaing dan dipercaya memimpin perusahaan besar nasional. “Beliau adalah salah satu alumni Universitas Riau yang patut menjadi teladan. Perjalanan karier hingga dipercaya menjadi Region Head PTPN IV Regional III menunjukkan bahwa alumni Universitas Riau mampu tampil dan bersaing di tingkat nasional,” tuturnya. Ia berharap sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri dapat terus diperkuat guna menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan transformasi global yang terus berkembang.
PTPN Group Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Program Rumah dan Jamban Sehat di Sergai
Serdang Bedagai, katakabar.com - PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara III (Persero), terus perkuat kontribusi mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Di antara program TJSL ini diwujudkan melalui penyerahan bantuan bedah rumah dan pembangunan jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatra Utara. Kehadiran program tersebut membawa kebahagiaan bagi Darmawan, warga Desa Pekan Tanjung Beringin, Kecamatan Tanjung Beringin, selama ini mendambakan tempat tinggal yang aman dan layak huni. "Seperti mimpi rasanya bisa punya rumah yang layak huni seperti ini," ucap Darmawan saat menghadiri acara Penyerahan Bantuan Bedah Rumah dan Jamban Sehat yang berlangsung di Pekan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai, di pekan kedua Juni 2026 lalu. Program ini bagian dari komitmen berkelanjutan PTPN IV PalmCo mendukung Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting). Pada 2026 ini, perusahaan merealisasikan bantuan berupa satu unit bedah rumah dan pembangunan tujuh unit jamban sehat bagi masyarakat di Kabupaten Serdang Bedagai. Pelaksana Harian (Plh) Region Head PTPN IV Regional I, Ahmad Diponegoro, menjelaskan perbaikan kualitas hunian dan sanitasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung upaya pencegahan stunting secara berkelanjutan. Program tersebut merupakan kelanjutan dari intervensi gizi yang telah dijalankan perusahaan sejak September 2025. "Tahun lalu, kami mendampingi hingga 200 balita di Sergai melalui pemberian makanan tambahan bergizi setiap minggunya selama enam bulan penuh, lengkap dengan paket komoditas pangan esensial berupa telur, beras, kacang hijau, dan minyak goreng. Hasil evaluasi bersama Dinas P2KBP2PA menunjukkan tingkat keberhasilan yang mencapai 98 persen. Sebanyak 196 balita secara total berhasil terbebas dari risiko stunting dan kini mencapai tumbuh kembang ideal," tutur Ahmad Diponegoro. Keberhasilan tersebut mendorong perusahaan untuk melanjutkan intervensi yang lebih komprehensif. Tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan nutrisi masyarakat (people), perusahaan juga memperhatikan aspek sanitasi dan lingkungan tempat tinggal (planet) guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dalam jangka panjang. Program TJSL ini dijalankan dengan berpedoman pada prinsip keberlanjutan 3P (People, Planet, Profit). Melalui pendekatan tersebut, PTPN IV PalmCo menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis harus berjalan selaras dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan sekitar wilayah operasional perusahaan. Acara penyerahan bantuan turut dihadiri perwakilan Wakil Bupati Serdang Bedagai, Kepala Dinas P2KBP2PA Kabupaten Serdang Bedagai, General Manager Unit Group Serdang 2, Manajer Kebun Rambutan, serta jajaran camat dari Kecamatan Sei Bamban, Sei Rampah, Tanjung Beringin, dan Tebing Tinggi. Melalui kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat, PTPN IV Regional I berharap program tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan juga berharap produktivitas operasional yang terus terjaga dapat menjadi fondasi untuk memperluas berbagai program sosial yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sebagai bagian dari transformasi yang dijalankan PTPN IV PalmCo dan Holding Perkebunan Nusantara, program ini menjadi wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah berkelanjutan melalui pembangunan sosial yang inklusif, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta dukungan terhadap pencapaian target pembangunan nasional, khususnya dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
BLU Kemenkeu Perkuat Kolaborasi Pembangunan Berkelanjutan dan Penciptaan Nilai Tambah Ekonomi
Jakarta, katakabar.com - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) berpartisipasi dalam pergelaran Jakarta Fiscal Forum (JFF) 2026 yang dihelat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi DKI Jakarta. Forum ini menjadi ruang dialog dan kolaborasi antarpemangku kepentingan dalam memperkuat peran kebijakan fiskal guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan. Angkat tema “Fiskal Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan Jakarta sebagai Kota Global”, JFF 2026 pertemukan berbagai pemangku kepentingan dari unsur pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akademisi, praktisi, dunia usaha, serta lembaga terkait untuk mendiskusikan berbagai isu strategis pembangunan, termasuk pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan dan penciptaan nilai tambah ekonomi. Kegiatan di Gedung Jusuf Anwar, Komplek Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, tersebut dibuka Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, dan menghadirkan Prof. Firdaus Ali, Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, sebagai pembicara kunci. Forum ini juga dihadiri Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi DKI Jakarta, M. Syaibani, serta perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, dan pelaku usaha. Partisipasi BPDP dalam forum ini bagian dari komitmen lembaga untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang berkelanjutan. Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan, BPDP memiliki peran strategis dalam mendorong pengembangan sektor perkebunan melalui berbagai program, antara lain pengembangan biodiesel, peremajaan sawit rakyat, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, promosi, serta penyediaan sarana dan prasarana perkebunan. Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP menyampaikan bahwa JFF 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan kontribusi sektor perkebunan kepada berbagai pemangku kepentingan. "JFF 2026 menjadi ruang yang strategis bagi BPDP untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus memperkenalkan berbagai program pengembangan perkebunan kepada khalayak yang lebih luas. Melalui partisipasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor perkebunan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan nilai tambah, pengembangan SDM, hingga dukungan terhadap ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan. Kami berharap forum ini dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong manfaat yang semakin besar bagi masyarakat," bebernya. Melalui partisipasi dalam JFF 2026, BPDP perkenalkan berbagai program strategis yang telah dijalankan dalam mendukung peningkatan nilai tambah komoditas perkebunan, penguatan ekonomi kerakyatan, pengembangan energi terbarukan, serta pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan. Ke depan, BPDP akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak guna memastikan program-program yang dijalankan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
Lintasarta dan OpenClaw Perkuat Ekosistem Agentic AI Percepat Transformasi Industri Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Perkembangan Agentic AI atau AI Agents semakin mendapat perhatian dari pelaku industri di Indonesia. Tingginya minat tersebut tercermin dalam OpenClaw Meetup Jakarta #4 yang didukung Lintasarta melalui Cloudeka dan berhasil menarik lebih dari 500 pendaftar. Antusiasme ini menunjukkan pemanfaatan AI tidak lagi berhenti pada tahap eksplorasi, tetapi mulai bergerak menuju implementasi nyata untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan pengambilan keputusan bisnis. Sebagai salah satu komunitas AI yang berkembang pesat di Indonesia, OpenClaw telah menjadi ruang kolaborasi bagi para AI practitioner, developer, startup, enterprise, dan technology leaders untuk berbagi pengalaman dalam membangun, mengintegrasikan, dan mengoperasikan AI Agents di lingkungan produksi. Topik yang dibahas mencakup AI automation, AI engineering, multi-agent systems, hingga implementasi Agentic AI untuk berbagai kebutuhan industri. Momentum ini sejalan dengan proyeksi Gartner yang memperkirakan bahwa pada 2028 sekitar 33 persen aplikasi perangkat lunak enterprise akan mengadopsi Agentic AI, meningkat signifikan dari kurang dari 1 persen pada 2024. Pada periode yang sama, sekitar 15 persen keputusan operasional sehari-hari diproyeksikan dapat dijalankan secara otonom oleh AI Agents. Perubahan ini menandai lahirnya era baru autonomous enterprise yang akan mengubah cara organisasi beroperasi dan menciptakan nilai bisnis. Gidion Suranta Barus, Chief Cloud Officer Lintasarta, mengatakan adopsi Agentic AI membutuhkan lebih dari sekadar model AI yang canggih. Organisasi juga memerlukan fondasi digital yang mampu memastikan keamanan, integrasi, kedaulatan data, serta kesiapan infrastruktur untuk menjalankan AI dalam skala enterprise. “Agentic AI menjadi salah satu evolusi paling penting dalam perjalanan transformasi digital. Tetapi keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh teknologi AI itu sendiri, melainkan oleh kesiapan fondasi digital yang menopangnya. Lantaran itu, Lintasarta terus memperkuat Intelligent Core sebagai fondasi yang mengintegrasikan konektivitas, cloud, cybersecurity, dan AI dalam satu ekosistem yang aman, terintegrasi, dan siap mendukung kebutuhan industri,” ujar Gidion. Sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison Group, Lintasarta menghadirkan Intelligent Core sebagai fondasi digital yang mengintegrasikan kapabilitas Connectivity, Cloud, Cybersecurity, dan Collaboration-AI (4C) untuk membantu organisasi mengadopsi teknologi AI secara lebih cepat, aman, dan terukur. Dengan prinsip Sovereign, Integrated, dan Seamless Experience, Intelligent Core memungkinkan organisasi membangun dan menjalankan berbagai solusi AI di atas infrastruktur yang berdaulat, aman, dan sesuai dengan kebutuhan bisnis masing-masing. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui gerakan AI Merdeka, dengan mempercepat pengembangan ekosistem AI nasional melalui Laskar AI yang mencetak talenta digital dan AI Indonesia serta Semesta AI yang memberdayakan startup dan pengembangan berbagai AI use case di berbagai sektor industri strategis. Melalui AI Merdeka, Lintasarta mempertegas perannya sebagai AI Factory yang menghubungkan talenta, teknologi, dan kebutuhan industri untuk membangun ekosistem AI Indonesia yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan. Pada akhirnya, melalui dukungannya terhadap OpenClaw Meetup, Lintasarta menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem AI nasional yang terbuka dan kolaboratif. Bagi Lintasarta, percepatan adopsi AI tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara komunitas teknologi, penyedia infrastruktur, pengembang solusi, akademisi, pemerintah, dan pelaku industri. Perwakilan OpenClaw, Sofian Hadiwijaya, menjelaskan kolaborasi lintas ekosistem menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi Agentic AI di Indonesia. “AI Agents memiliki potensi besar untuk mentransformasi cara organisasi bekerja. Namun untuk mewujudkannya dibutuhkan ruang kolaborasi yang memungkinkan komunitas, industri, dan penyedia teknologi saling berbagi pengetahuan serta pengalaman implementasi. Kami mengapresiasi dukungan Lintasarta yang tidak hanya menyediakan platform diskusi, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam membangun ekosistem AI Indonesia,” ucapnya. Kolaborasi antara Lintasarta dan OpenClaw menjadi bagian dari upaya mendorong terbentuknya ekosistem AI yang berdaulat, inklusif, dan berkelanjutan. Dengan menghubungkan komunitas, teknologi, dan kebutuhan industri, Lintasarta ingin memastikan bahwa pemanfaatan AI di Indonesia tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga menciptakan dampak nyata bagi produktivitas, daya saing, dan kedaulatan digital nasional.
Semarak Hari Bhayangkara ke 80, Polda Riau Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Lewat Olahraga Bersama
Pekanbaru, katakabar.com - Polda Riau menggelar olahraga bersama dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80 di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Gajah Mada, Kota Pekanbaru, Minggu (28/6). Kegiatan yang diikuti ratusan personel Polri, TNI, unsur pemerintah daerah, stakeholder terkait, dan masyarakat itu diawali dengan jalan santai, kemudian dilanjutkan dengan senam bersama. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, mengatakan kegiatan olahraga bersama tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema "Polri untuk Masyarakat". "Hari ini kita jalan santai dilanjutkan dengan olahraga bersama. Ini adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polri untuk masyarakat," ujar Herry. Ia menjelaskan, menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara, Polda Riau telah melaksanakan berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Menurutnya, olahraga bersama tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi momentum mempererat sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, stakeholder, dan masyarakat. "Diharapkan dengan olahraga pagi bersama ini, bukan hanya memberi manfaat kesehatan, tetapi juga memperkuat sinergi dengan teman-teman dari TNI, pemerintah daerah, stakeholder terkait, dan seluruh masyarakat agar terus memupuk kebersamaan dan kolaborasi dalam memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara," jelasnya. Herry menambahkan, rangkaian Hari Bhayangkara ke 80 selanjutnya akan diisi dengan kegiatan syukuran dan pemberian penghargaan. "Pelaksanaan perayaan Hari Bhayangkara akan dilaksanakan pada tanggal 1 dan 2 Juli 2026. Kami berharap seluruh masyarakat dapat hadir bersama-sama, karena Polri, TNI, dan pemerintah daerah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Sinergi ini harus terus kita bangun," tandasnya.
Peluang Karier Remote Meningkat, KVA Perkuat Skill Talenta Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Di tengah meningkatnya peluang kerja remote global, KVA perkuat talenta Indonesia melalui pelatihan Virtual Assistant berbasis praktik agar siap memenuhi kebutuhan pasar internasional dan membangun karier digital yang berkelanjutan. Beberapa tahun terakhir, lanskap kerja global mengalami transformasi signifikan. Berbagai perusahaan, mulai dari rintisan (startup) hingga korporasi, secara masif mengadopsi sistem kerja remote untuk menekan biaya operasional tanpa mengorbankan produktivitas. Mereka mulai mengalihkan berbagai fungsi strategis, mulai dari tugas administrasi, dukungan pelanggan, hingga manajemen proyek, kepada tenaga kerja jarak jauh, untuk memastikan usaha tetap berjalan tanpa harus menambah biaya kehadiran fisik di kantor. Perubahan paradigma ini telah mengukuhkan Virtual Assistant (VA) sebagai pilar penting dalam ekosistem bisnis modern. Tren ini membuka peluang besar bagi masyarakat Indonesia untuk membangun karier dari rumah. Virtual Assistant bukan lagi profesi sampingan atau pekerjaan sementara, melainkan telah berkembang menjadi karier profesional dengan permintaan tinggi, baik dari bisnis lokal maupun internasional. Tetapi realitanya, tingginya permintaan tidak lantas diikuti dengan ketersediaan talenta yang mumpuni. Banyak yang mengira menjadi VA hanya bermodal laptop dan koneksi internet, padahal klien, terutama dari luar negeri atau perusahaan yang sedang bertumbuh, menuntut standar profesionalisme yang tinggi. Mereka mengharapkan keahlian teknis yang spesifik, kedisiplinan, kemampuan komunikasi yang matang, serta pemahaman teknologi digital yang luas. Tanpa bekal yang memadai, banyak individu yang mencoba masuk ke dunia VA akhirnya kesulitan bertahan karena belum siap menghadapi dinamika kerja remote yang cepat dan menuntut. Kesenjangan keterampilan inilah yang menjadi penyebab utama mengapa banyak pencari kerja belum mampu memanfaatkan peluang besar di sektor remote. Di sinilah peran Kursus Virtual Assistant (KVA) menjadi krusial. Mimi Amilia, sosok veteran di industri virtual assistant dengan pengalaman lebih dari 13 tahun, pendiri Virtual Assistant Indonesia (VAI), sekaligus pengajar utama di KVA, telah menyaksikan langsung tingginya permintaan pasar global akan tenaga kerja remote yang benar-benar siap pakai. “Banyak yang tertarik menjadi VA karena iming-iming kerja fleksibel dan penghasilan menarik. Namun, tanpa bekal keterampilan yang memadai, mereka seringkali gagal memenuhi ekspektasi klien yang membutuhkan akurasi, kecepatan, dan komitmen tinggi,” jelas Mimi. KVA hadir sebagai inkubator talenta digital dengan pendekatan yang sangat berbeda dari kursus online biasa. Keunggulan utama KVA terletak pada metode pembelajaran berbasis pengalaman langsung atau experiential learning. "Mimi tidak hanya mengajarkan apa itu Virtual Assistant, tetapi juga bagaimana menjadi VA bernilai tinggi. “Kami tidak hanya mengajarkan teori. Setiap peserta dibimbing langsung untuk menguasai keterampilan yang applicable di dunia nyata, sesuai dengan tuntutan pasar global,” tambah Mimi. Peserta belajar melalui contoh kasus nyata yang Mimi temui selama puluhan tahun berkarier. Pendekatan ini memastikan bahwa lulusan KVA tidak hanya “bisa bekerja”, tetapi benar-benar “mahir” dan siap menghadapi tuntutan klien global. Aspek lain yang ditekankan adalah pembangunan karakter dan pola pikir entrepreneur. Bekerja dari rumah menuntut integritas, kedisiplinan diri, kemampuan manajemen diri dan komitmen terhadap kualitas. “Seorang VA yang sukses adalah mitra strategis bagi kliennya. Mereka harus mampu berpikir proaktif, mengantisipasi kebutuhan, dan memberikan solusi, bukan hanya menjalankan perintah,” tegas Mimi. Kurikulum KVA dirancang komprehensif, mencakup manajemen proyek digital, komunikasi bisnis, penguasaan kolaborasi remote, mengelola ekspektasi klien, hingga strategi personal branding. Yang membedakan, peserta tidak hanya diajar bagaimana menjadi VA, tetapi juga cara menjadi VA bernilai tinggi, yang mampu meningkatkan kredibilitas mereka di pasar internasional agar dapat menawarkan layanan premium dan membangun hubungan jangka panjang dengan klien. Pendekatan menyeluruh inilah yang membuat banyak lulusan KVA berhasil bekerja dengan klien dari Amerika Serikat, Australia, Singapura, hingga Inggris, semuanya tanpa harus meninggalkan rumah. Beberapa lulusan bahkan berhasil mengembangkan bisnis VA mereka sendiri dan tidak sedikit pula yang mencapai pendapatan lebih tinggi dari standar upah regional karena layanan mereka memenuhi standar global. Di tengah banyaknya tantangan yang dihadapi pencari kerja di sektor konvensional, profesi VA menjadi jawaban bagi mereka yang menginginkan karier fleksibel, aman, dan berkembang. Peran KVA sebagai lembaga pelatihan menjadi kunci agar talenta Indonesia mampu bersaing di tengah kompetisi usaha yang semakin ketat. Dengan peluang pasar yang terus meningkat, KVA meyakini bahwa profesi Virtual Assistant akan menjadi salah satu karier paling menjanjikan di masa depan. Dengan pelatihan yang tepat dan bimbingan berpengalaman, masa depan karier remote Indonesia tampak semakin cerah.
Perkuat Pilar Sosial ESG, Pelindo Multi Terminal Tempatkan SDM Pusat Perubahan
Medan, katakabar.com - Sejalan dengan komitmen perusahaan implementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia sebagai bagian dari pilar sosial (Social) dalam roadmap keberlanjutan perusahaan. Penguatan kapasitas, ketangguhan, dan kemampuan adaptasi insan perusahaan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis di tengah perubahan industri yang berlangsung semakin cepat. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam gelaran BREATH (Balancing, Resilience, Energy, and Health) Session Series 33 yang mengangkat tema “People at the Center of Change: Resilience, Adaptability, and Continuity”, yang digelar Kamis (18/6) di Grha Pelindo Medan, serta diikuti secara daring oleh insan perusahaan. Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menegaskan keberlanjutan perusahaan di tengah perubahan industri yang berlangsung cepat tidak hanya ditentukan oleh sistem, teknologi, maupun fasilitas, melainkan terutama oleh kesiapan manusia di dalam organisasi. “Kita tidak bisa hanya mengandalkan sistem yang ada atau fasilitas yang terus kita perbaiki. Yang paling menentukan adalah manusianya. Karena itu, SDM harus dipersiapkan dengan baik agar mampu menjaga keberlanjutan perusahaan dan menjadi penggerak utama transformasi yang sedang berlangsung,” ujar Edi. Ia menambahkan industri kepelabuhanan dan logistik saat ini bergerak sangat dinamis, ditandai oleh perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan pelanggan, serta tuntutan efisiensi yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menuntut insan perusahaan untuk memiliki resilience, adaptability, dan continuity dalam menjalankan peran dan tanggung jawabnya. “Kunci utama menghadapi perubahan sesungguhnya berada di tangan kita sendiri. Dengan ketangguhan, kemampuan beradaptasi, dan semangat untuk terus berkembang, kita yakin insan Pelindo Multi Terminal mampu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan sekaligus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya. Sementara, Komisaris Pelindo Multi Terminal, Gugun Gumilar, pada sesi paparan menekankan perubahan berkelanjutan selalu berangkat dari manusia sebagai pusat transformasi organisasi. Ia menyampaikan dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian, faktor penentu keberhasilan organisasi bukan semata teknologi atau sistem, melainkan kualitas manusia yang ada di dalamnya. “Perubahan yang berkelanjutan selalu dimulai dari cara berpikir manusia. Ketika berbicara tentang transformasi perusahaan, sesungguhnya yang sedang kita bicarakan adalah bagaimana membangun manusia yang tangguh, adaptif, dan memiliki karakter yang kuat,” timpalnya. Gugun menerangkan resilience bukan hanya kemampuan bertahan, tetapi juga kemampuan untuk bangkit dan menjadikan tantangan sebagai energi untuk tumbuh. Sementara adaptability mencerminkan kesiapan menerima perubahan, dan continuity memastikan nilai, budaya, serta tujuan perusahaan tetap terjaga di tengah transformasi. “Perubahan besar tidak terjadi secara instan. Semuanya berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Ketika setiap insan perusahaan memiliki komitmen untuk terus belajar dan memberikan kontribusi positif, perubahan tersebut akan membawa dampak nyata bagi kemajuan perusahaan,” bebernya. Pada kegiatan yang sama, perusahaan juga memberikan apresiasi kepada para inovator yang berkompetisi dalam program pengembangan inovasi di lingkungan Pelindo Group, yakni Pelindo IDEA dalam mewakili Pelindo Multi Terminal. Selain itu, perusahaan juga memberikan penghormatan kepada pekerja yang telah memasuki masa purnabakti atas dedikasi dan kontribusinya selama menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.
Tokocrypto Bergabung ke ICEx Group, Perkuat Ekosistem Aset Digital Indonesia
Jakarta, katakabar.com - Tokocrypto resmi bergabung ke dalam ekosistem ICEx Group sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur pasar aset keuangan digital di Indonesia. Bergabungnya Tokocrypto ke dalam ekosistem ini menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung penuh pertumbuhan industri aset digital nasional serta memperluas kontribusi terhadap ekosistem keuangan digital yang semakin matang. Langkah ini berlangsung di tengah pertumbuhan industri aset keuangan digital nasional yang terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah akun konsumen aset keuangan digital dan aset kripto di Indonesia mencapai 21,70 juta per April 2026, meningkat dari 21,37 juta pada Maret 2026. Dari sisi aktivitas perdagangan, nilai transaksi aset kripto di pasar spot tercatat sebesar Rp22,98 triliun pada April 2026. Secara kumulatif, transaksi spot aset kripto sepanjang Januari hingga April 2026 telah mendekati Rp99 triliun. Capaian ini menunjukkan minat masyarakat terhadap aset digital tetap kuat, seiring meningkatnya kebutuhan terhadap platform perdagangan yang mampu menghadirkan layanan yang lengkap, mudah diakses, dan relevan dengan perkembangan pasar. ICEx Group merupakan ekosistem infrastruktur aset keuangan digital terintegrasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ekosistem ini terdiri dari Indonesia Crypto Exchange (ICEx) sebagai bursa aset keuangan digital, Crypto Asset Clearing International (CACI) sebagai lembaga kliring, serta International Crypto Custodian (ICC) sebagai pengelola tempat penyimpanan aset digital. Pengembangan Pasar Aset Kripto Melalui keikutsertaan Tokocrypto dalam ekosistem ICEx Group, perusahaan berharap dapat memperluas kontribusinya terhadap pengembangan pasar aset digital nasional yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pasar aset digital dengan potensi pertumbuhan terbesar di kawasan. CEO ICEX Group, Kai Hamza, menyampaikan bergabungnya Tokocrypto semakin memperkuat komitmen bersama industri dalam membangun ekosistem aset keuangan digital yang teregulasi dan berstandar tinggi. "Kami menyambut baik bergabungnya Tokocrypto ke dalam ekosistem ICEX Group. Dengan telah bergabungnya lima PAKD hingga saat ini, kami melihat momentum positif bagi penguatan infrastruktur pasar aset keuangan digital Indonesia. Fokus kami tetap pada pembangunan ekosistem yang mengedepankan integritas pasar, efisiensi operasional, perlindungan investor, dan kepatuhan terhadap regulasi," jelasnya. Sebagai salah satu exchange aset kripto terkemuka di Indonesia, Tokocrypto terus memperkuat posisinya melalui pertumbuhan pengguna, pengembangan produk, serta perluasan ekosistem layanan. Tokocrypto telah dipercaya oleh lebih dari 5 juta pengguna dan menyediakan akses perdagangan lebih dari 400 aset kripto berbasis rupiah. Perusahaan juga terus mendorong kinerja bisnis yang solid dan berorientasi pada profitabilitas, dengan fokus pada pertumbuhan berkelanjutan, inovasi produk, serta peningkatan pengalaman pengguna. CEO Tokocrypto Calvin Kizana, mengatakan, bergabungnya Tokocrypto ke ICEx Group merupakan milestone penting bagi perusahaan untuk memperluas kontribusinya dalam pengembangan industri aset digital Indonesia. Langkah ini diharapkan menjadi awal dari peluang yang lebih besar bagi Tokocrypto ke depan. “Tokocrypto menyambut positif bergabungnya kami ke dalam ekosistem ICEx Group. Langkah ini sejalan dengan komitmen kami untuk mendukung penuh pertumbuhan industri aset keuangan digital nasional dan memperkuat ekosistem pasar yang semakin terintegrasi. Kami percaya kolaborasi antar pelaku industri, dukungan infrastruktur pasar, serta inovasi berkelanjutan akan menjadi fondasi penting bagi perkembangan ekosistem aset digital Indonesia ke depan,” ujar Calvin. Perkuat Pertumbuhan Tokocrypto menghadirkan berbagai layanan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pengguna aset digital, mulai dari perdagangan spot, Staking, hingga Pembelian Berkala atau Dollar Cost Averaging (DCA) yang membantu pengguna melakukan pembelian aset kripto secara terencana dan konsisten. Selain itu, Tokocrypto juga mengembangkan fitur Gift Card, Chatroom sebagai ruang interaksi komunitas, serta elemen gamification melalui berbagai program dan pengalaman berbasis komunitas yang lebih interaktif. Tidak hanya berfokus pada perdagangan aset digital, Tokocrypto juga memperkuat peran edukasi dan literasi melalui Tokonews dan Tokocrypto Academy. Kedua inisiatif ini menjadi bagian penting dari ekosistem Tokocrypto dalam menyediakan informasi pasar, wawasan industri, serta materi edukasi seputar blockchain, aset kripto, investasi, dan trading bagi masyarakat luas. Pertumbuhan jumlah konsumen, peningkatan nilai transaksi, serta hadirnya infrastruktur pasar yang semakin terintegrasi menunjukkan bahwa industri aset keuangan digital Indonesia memiliki peluang besar untuk terus berkembang. Dengan dukungan regulasi, inovasi produk, edukasi berkelanjutan, dan kolaborasi ekosistem, aset digital diharapkan dapat menjadi bagian penting dari transformasi jasa keuangan nasional.