Pesawat

Sorotan terbaru dari Tag # Pesawat

CEO Evista Ucapkan Duka Cita atas Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korsel Internasional
Internasional
Kamis, 02 Januari 2025 | 10:05 WIB

CEO Evista Ucapkan Duka Cita atas Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korsel

Jakarta, katakabar.com - CEO Evista, Erlang Hadiwiguna sampaikan rasa duka cita mendalam atas kecelakaan pesawat Jeju Air yang terjadi di Korea Selatan. Dalam pernyataannya, Erlang menyampaikan simpati kepada keluarga korban serta seluruh pihak yang terdampak oleh insiden tragis ini. "Kami di Evista sangat berduka atas kabar kecelakaan pesawat Jeju Air. Doa kami panjatkan untuk para korban dan keluarga mereka yang mengalami kehilangan besar. Semoga mereka diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masa sulit ini," kata Erlang Hadiwiguna melalai pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (29/12) lalu.

Tiket Pesawat Mahal Tapi Maskapai Rugi, Operasionalnya Kacau! Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 01 Agustus 2024 | 10:24 WIB

Tiket Pesawat Mahal Tapi Maskapai Rugi, Operasionalnya Kacau!

Jakarta, katakabar.com - Sering jadi bahan sambat traveler, tiket pesawat lokal lebih mahal dari internasional. Benarkah ini akibat persaingan bisnis atau ada alasan lain di balik tiket pesawat yang mahal? Merujuk pada pernyataan Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association/INACA), mereka menyatakan meski penumpang naik, bisnisnya rugi dan lesu.

Perdana, RI Lakukan Penerbangan Komersial Gunakan Bahan Bakar Jet Campuran Bioavtur Nusantara
Nusantara
Sabtu, 28 Oktober 2023 | 10:44 WIB

Perdana, RI Lakukan Penerbangan Komersial Gunakan Bahan Bakar Jet Campuran Bioavtur

Jakarta, katakabar.com - Republik Indonesia melakukan penerbangan komersial perdana menggunakan bahan bakar jet yang dicampur dengan minyak kelapa sawit (bioavtur), pada Jumat (27/10) kemarin Penerbangan ini bagian dari upaya Indonesia, sebagai produsen sawit terbesar di dunia, dalam mendorong penggunaan bahan bakar nabati atau biofuel secara lebih luas untuk mengurangi impor bahan bakar. CEO Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dilansir dari laman Voa Indonesia, pada Sabtu (28/10) mengatakan, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia yang mengoperasikan pesawat Boeing 737-800NG membawa lebih dari 100 penumpang dari Jakarta ke Solo yang berjarak sekitar 550 kilometer. “Kami bakal berdiskusi lebih lanjut dengan Pertamina, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan pihak lain untuk memastikan bahan bakar ini layak secara komersial,” ujar Irfan dalam upacara seraya menambahkan pesawat tersebut rencananya bakal kembali ke Jakarta pada Jumat (27/10) malam. Garuda melakukan beberapa tes, termasuk uji penerbangan bahan bakar baru tersebut awal bulan ini dan uji darat mesin pada Agustus. Bahan bakar jet campuran minyak sawit ini diproduksi oleh Pertamina di kilang Cilacap, menggunakan teknologi hydroprocessed esters and fatty acid (HEFA) dan terbuat dari minyak inti sawit yang telah dimurnikan dan dihilangkan baunya. Pertamina menjelaskan, bahan bakar berbahan dasar kelapa sawit mengeluarkan lebih sedikit gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan atmosfer dibandingkan dengan bahan bakar fosil, dan negara-negara produsen minyak kelapa sawit telah menyerukan agar minyak nabati itu dimasukkan dalam bahan baku produksi bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF). “Pada tahun 2021 lalau, Pertamina berhasil memproduksi SAF jenis 2.0 di unit Cilacap dengan menggunakan teknologi co-processing dan terbuat dari minyak inti sawit olahan yang telah dimurnikan dan dhilangkan baunya dengan kapasitas produksi 1.350 kiloliter per hari,” cerita Alfian Nasution. Direktur Panas Bumi di Kementerian ESDM, Harris Yahya menimpali, penggunaan biofuel bakal menurunkan efek rumah kaca. Industri penerbangan, sebagai penghasil emisi gas rumah kaca terbesar, sedang mencari cara untuk mengurangi jejak karbonnya dengan menggunakan bahan bakar alternatif. Para ahli menuturkan industri ini membutuhkan 450 miliar liter SAF per tahun pada 2050, jika bahan bakar tersebut ingin dianggap berkontribusi sekitar 65 persen dalam upaya mitigasi mencapai target net-zero. Tapi, beberapa negara telah menyampaikan kekhawatirannya mengenai potensi deforestasi dalam produksi minyak sawit dari perkebunan. Uni Eropa telah memberlakukan pembatasan impor terhadap komoditas tersebut. Di tahun yang sama, Indonesia melakukan uji terbang dengan bahan bakar yang sama pada pesawat buatan Dirgantara Indonesia. Pesawat itu terbang dari kota Bandung, Jawa Barat, menuju ibu kota Jakarta. Indonesia telah memerintahkan pencampuran biofuel sebesar tiga persen pada bahan bakar jet selambatnya pada 2020 lalu, tapi implementasinya tertunda.

Pertamina Produksi Bioavtur dari Minyak Sawit Buat Pesawat Komersil Tepian Kata
Tepian Kata
Kamis, 12 Oktober 2023 | 20:43 WIB

Pertamina Produksi Bioavtur dari Minyak Sawit Buat Pesawat Komersil

Jakarta, katakabar.com - Di pekan pertama Oktober 2023 lalu, Bioavtur-SAF berhasil diuji coba pada pesawat komersil milik maskapai Garuda Indonesia penerbangan dari Soekarno Hatta International Airport, Tangerang, Banten, ke kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat. Pertamina lewat anak perusahaannya, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) yang dukung penuh usaha pemerintah untuk percepatan implementasi energi baru terbarukan (EBT) dengan memproduksi bioavtur Sustainable Aviation Fuel (SAF) dari campuran minyak inti kelapa sawit. Produksi SAF dilakukan di Kilang Cilacap, Jawa Tengah. Green Refinery inisiatif strategis Pertamina dalam mencapai target bauran EBT untuk dapat menghasilkan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dengan menggunakan bahan baku terbarukan (renewable feedstock). "Bioavtur-SAF berhasil diuji coba pada pesawat komersil milik maskapai Garuda Indonesia dalam penerbangan dari Soekarno Hatta International Airport, Tangerang, Banten, ke kawasan Pelabuhan Ratu, Sukabumi, Jawa Barat, kata Direktur Utama KPI, Taufik Aditiyawarman, lewat keterangan resmi, dilansir dari laman elaeis.co, pada Kamis (12/10). Ini menunjukkan tekad KPI, ujar Taufik, untuk menjadi first mover dalam penyediaan Bioavtur-SAF di kawasan regional. Diketahui, untuk kawasan Regional Asia Tenggara, saat ini hanya KPI yang berhasil melakukan commercial production Bioavtur hingga uji terbang. Keberhasilan uji coba Bioavtur-SAF ini berkat kerja sama Pertamina Group melalui Research dan Technology Innovation (RTI), Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan Pertamina Patra Niaga (PPN) bersama dengan Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Kementerian Perhubungan, ITB, APROBI (Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia), BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit), LEMIGAS, BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Garuda Indonesia dan Garuda Facility Maintenance. Bioavtur J2.4 sudah pernah diuji coba produksi di Kilang TDHT/Green Refinery RU IV pada periode 2020-2021 lalu, untuk keperluan uji terbang pesawat CN 235 yang teregister militer. Lalu, pada tahun 2023 ini berupa uji coba produksi untuk keperluan uji terbang pesawat komersial Garuda.