PTPN

Sorotan terbaru dari Tag # PTPN

Holding PTPN Perkuat Diversifikasi Agribisnis, Produksi Kopi PTPN IV PalmCo Melonjak 225 Persen Nasional
Nasional
42 menit yang lalu

Holding PTPN Perkuat Diversifikasi Agribisnis, Produksi Kopi PTPN IV PalmCo Melonjak 225 Persen

Jakarta, katakabar.com - Holding Perkebunan Nusantara terus perkuat ketahanan portofolio bisnis melalui optimalisasi berbagai komoditas strategis di luar kelapa sawit. Melalui Sub Holding PTPN IV PalmCo, perusahaan tidak hanya menjaga kinerja bisnis inti (core business) kelapa sawit, tetapi juga mengakselerasi pertumbuhan komoditas non-core, yakni kopi, teh, dan karet. Hingga Mei 2026, ketiga komoditas tersebut mencatatkan tren peningkatan produksi dan efisiensi operasional yang konsisten. Sebagai entitas penyintas (surviving entity) hasil penggabungan PTPN III, PTPN IV, PTPN V, PTPN VI, dan PTPN XIII, PTPN IV PalmCo terus mengoptimalkan pengelolaan portofolio agribisnis secara terintegrasi sebagai bagian dari strategi transformasi Holding Perkebunan Nusantara. Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menerangkan pencapaian komoditas non-core menjadi indikator keberhasilan strategi diversifikasi usaha dan konsolidasi aset pasca-merger. "Pasca-merger, kami memiliki tanggung jawab untuk mengelola aset agrikultur yang lebih luas dan beragam. Publik memang lebih mengenal PTPN IV PalmCo melalui kelapa sawit, namun kami memiliki fokus yang sama besarnya untuk mengembangkan komoditas karet, teh, dan kopi. Optimalisasi pada sektor non-core ini terus kami dorong agar seluruh lini bisnis dapat beroperasi secara efisien, mandiri, dan berkontribusi positif pada profitabilitas perusahaan," kata Jatmiko, di pekan kedua Juli 2026 lalu. Hingga Mei 2026, ulas Jatmiko, komoditas kopi menjadi kontributor pertumbuhan tertinggi di antara lini non-core. Volume produksi kopi kering PTPN IV PalmCo mencapai 135.570 kilogram, meningkat 225 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. "Kenaikan volume produksi tersebut turut menjaga tren profitabilitas komoditas kopi. Sepanjang lima bulan pertama 2026, kopi membukukan laba bersih sebesar Rp3,07 miliar, melanjutkan kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 ketika salah satu unit usaha perusahaan, Java Coffee Estate, mencatatkan laba sebesar Rp42,70 miliar," ucapnya. Direktur Operasional PTPN IV PalmCo, Rediman Silalahi, menjelaskan peningkatan produksi kopi merupakan hasil penerapan standardisasi kultur teknis di lapangan sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap dinamika iklim. "Pertumbuhan pada komoditas kopi adalah wujud dari perbaikan kultur teknis yang kini lebih terstandarisasi. Kami mengawal program penyisipan tanaman dan pengaturan penaung secara ketat untuk menjaga mikroklimat perkebunan. Di tengah fluktuasi cuaca yang memengaruhi intensitas hujan dan cahaya, disiplin pangkas dan wiwil menjadi langkah krusial untuk menjaga stabilitas cabang-cabang produktif agar tetap berbuah optimal," tutur Rediman. Selain kopi, sambungnya, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo juga terus memperkuat daya saing komoditas karet melalui peningkatan kualitas produk. Pada kuartal I 2026, mutu Ribbed Smoked Sheet (RSS) terealisasi sebesar 99,63 persen, melampaui standar perusahaan sebesar 98 persen. Capaian tersebut memperkuat posisi produk karet perusahaan di pasar domestik maupun internasional. Menurut Rediman, pemenuhan kebutuhan tenaga kerja di perkebunan tetap menjadi fokus utama perusahaan dalam menjaga ritme produksi karet. "Untuk menjaga stabilitas produktivitas, kami menerapkan penataan tenaga deres secara komprehensif di seluruh regional guna menekan area yang tidak tersadap (hanca lowong). Melalui pendekatan Maximum Exploitation yang terukur, kami berupaya memastikan volume harian dan kualitas mutu karet PTPN IV PalmCo tetap terjaga dengan baik," paparnya. Sedang pada komoditas teh, imbuhnya, perusahaan terus menjalankan strategi efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas hasil produksi. Sepanjang tahun 2025, PTPN IV PalmCo berhasil membukukan efisiensi beban produksi sebesar Rp46,47 miliar. Upaya tersebut berlanjut hingga Mei 2026 melalui penerapan mekanisasi mesin petik dan penyempurnaan proses operasional di berbagai kebun teh yang terintegrasi. Jatmiko menekankan efisiensi di sektor hulu juga diimbangi dengan strategi penguatan pasar melalui optimalisasi portofolio produk. "Pada komoditas teh, kami menyeimbangkan efisiensi operasional dengan pemenuhan permintaan pasar. Selain merasakan dampak penghematan dari mekanisasi, arah produksi saat ini difokuskan pada portofolio Grade 1 seperti BOP I, BP, dan Dust, yang memiliki profil permintaan lebih stabil di pasar global," tandas Jatmiko. Kinerja positif komoditas kopi, karet, dan teh semakin memperkuat ketahanan portofolio bisnis Holding Perkebunan Nusantara pasca-transformasi. Melalui strategi diversifikasi agribisnis yang dijalankan PTPN IV PalmCo, perusahaan terus mengoptimalkan seluruh potensi aset perkebunan secara profesional, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan usaha serta memperkuat daya saing agribisnis nasional.

Kementan Dorong Holding PTPN Percepat Hilirisasi Gambir Nasional dari 'Ranah Minang' Nusantara
Nusantara
Minggu, 26 April 2026 | 20:21 WIB

Kementan Dorong Holding PTPN Percepat Hilirisasi Gambir Nasional dari 'Ranah Minang'

Jakarta, katakabar.com - Rencana hilirisasi komoditas gambir asal Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terus dimatangkan pemerintah melalui sinergi lintas sektor. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Provinsi Sumbar, dan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo, sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), tengah merumuskan langkah strategis untuk mengoptimalkan komoditas yang saat ini menguasai sekitar 80 persen pasokan pasar dunia tersebut. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menegaskan hilirisasi menjadi kunci utama agar nilai tambah komoditas gambir tidak lagi didominasi negara pengimpor. Ketika kunjungannya ke Sumatera Barat, Mentan secara khusus mendorong BUMN Perkebunan untuk mengambil peran sentral dalam membangun ekosistem pengolahan di dalam negeri. “Sekarang kita akan diskusikan (gambir). Kita sementara mapping dengan BUMN. PTPN kita dorong menjadi lokomotif hilirisasi,” tegas Amran. Ia menambahkan pemerintah tengah mempercepat realisasi proyek-proyek strategis di sektor perkebunan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Kolaborasi dengan berbagai pihak harus diperkuat agar komoditas unggulan seperti gambir memiliki nilai tambah tinggi dan berdampak langsung ke masyarakat. Kesimpulannya, kita akan melakukan groundbreaking sekitar 35 proyek. Semakin cepat terealisasi, semakin baik dampaknya bagi ekonomi nasional,” tuturnya. Dukungan terhadap rencana ini juga disampaikan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menyebut tren ekspor gambir menunjukkan peningkatan signifikan dalam dua tahun terakhir. “Dalam kurun dua tahun terakhir tren ekspor gambir juga menunjukkan peningkatan. Pada 2024 ekspor gambir mencapai 13.482 ton dengan nilai Rp574,7 miliar atau naik dibandingkan 2023 yang hanya 11.865 ton,” beber Mahyeldi. Terkait rencana pembangunan fasilitas pengolahan, Gubernur menambahkan pengelolaan akan dilakukan PTPN IV PalmCo. “Pabrik pengolahan gambir tersebut nantinya akan dikelola langsung oleh PT Perkebunan Nusantara IV. Berkemungkinan pabrik pengolahan itu dibangun di daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang merupakan sentra gambir nasional,” jelasnya. Pendekatan Realistis PTPN IV PalmCo Merespons penugasan tersebut, Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan kesiapan perusahaan mendukung program hilirisasi gambir sebagai bagian dari strategi penguatan nilai tambah komoditas perkebunan di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara. “Upaya hilirisasi menjadi langkah krusial agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat di dalam negeri. Gambir bisa menjadi berbagai bahan pangan seperti teh dan juga bahan baku kosmetik, sabun, sampo, hingga kebutuhan industri. Taninnya bahkan digunakan sebagai bahan tinta pemilu. Ini menunjukkan betapa luasnya pemanfaatan gambir,” tutur Jatmiko. Tetapi, kata Jatmiko, PTPN IV PalmCo mengedepankan prinsip kehati-hatian dan perhitungan bisnis yang matang dalam merealisasikan investasi hilirisasi. Saat ini, perusahaan tengah bekerja sama dengan Universitas Andalas (Unand) untuk menyusun studi kelayakan. “Kita tidak bisa hanya membangun pabrik tanpa melihat pasar. Produk apa yang paling cepat diterima, punya permintaan kuat, dan berpeluang dikuasai pasar, itu yang harus kita dorong lebih dulu,” tegas Jatmiko. Seiring dengan proses kajian tersebut, perusahaan juga memfokuskan intervensi jangka pendek pada penguatan sektor hulu guna meningkatkan produktivitas dan kualitas gambir petani rakyat. “Dengan pendekatan riset yang komprehensif, kita berharap produktivitas dan mutu produk gambir menjadi lebih baik, serta terbukanya akses pasar baru yang memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan petani,” imbuhnya. Sinergi antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Sumbar, Holding Perkebunan Nusantara, serta kalangan akademisi ini diharapkan mampu mentransformasi industri gambir nasional secara menyeluruh. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok gambir bernilai tambah tinggi di pasar global.