Tokenisasi

Sorotan terbaru dari Tag # Tokenisasi

Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor Internasional
Internasional
Rabu, 29 Juli 2026 | 10:03 WIB

Potensi Pasar Tokenisasi Aset Capai US$88 Miliar, Bittime: Tokenized US Stocks Diminati Investor

Jakarta, katakabar.com - Pasar tokenisasi aset Indonesia diproyeksikan mencapai US$88 miliar pada 2030. Bittime melihat Tokenized US Stocks semakin diminati investor seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi ke aset global. Tokenisasi aset diperkirakan akan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.  Riset Tiger Research menunjukkan, nilai pasar tokenisasi aset ata Real World Assets (RWA) di Indonesia diproyeksikan mencapai US$88 miliar pada 2030, dengan tingkat pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 31,7%. Pertumbuhan tersebut didukung oleh semakin kuatnya ekosistem digital Indonesia yang dinilai mampu mempercepat adopsi aset berbasis blockchain. Tiger Research juga menilai investor Indonesia mulai meningkatkan minat terhadap aset global, khususnya Tokenized US Stocks, karena menawarkan akses yang lebih mudah ke perusahaan-perusahaan global melalui teknologi blockchain. Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan tren tersebut menunjukkan investor Indonesia semakin terbuka terhadap diversifikasi portofolio ke aset global. "Tokenisasi membuka akses yang lebih mudah bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur ke perusahaan-perusahaan global. Kami melihat minat terhadap aset ini terus meningkat seiring berkembangnya ekosistem aset digital," ujar Ryan. Pilihan Aset dan Fitur Jadi Faktor Pendorong Seiring meningkatnya minat investor, pilihan aset yang tersedia di platform tokenisasi menjadi salah satu pertimbangan. Berdasarkan analisis Tiger Research dan benchmark industri yang dilakukan Bittime, platform dengan pilihan Tokenized US Stocks yang lebih komprehensif dinilai lebih mampu memenuhi kebutuhan investor yang ingin membangun portofolio global. Berdasarkan benchmark tersebut, Bittime menyediakan salah satu lini Tokenized US Stocks paling lengkap di antara platform aset digital lokal, mencakup saham perusahaan global seperti NVIDIA, Microsoft, Apple, Amazon, Alphabet (Google), Meta, Tesla, serta sejumlah ETF berbasis teknologi.  Selain kelengkapan pilihan aset, Bittime juga menjadi exchange aset kripto berlisensi pertama di Indonesia yang menghadirkan fitur Flexible Staking pada Tokenized US Stocks dengan reward hingga 7% APR, sehingga investor dapat memperoleh potensi imbal hasil tambahan tanpa kehilangan fleksibilitas dalam mengelola asetnya. Ryan mengatakan inovasi tersebut dikembangkan untuk menjawab karakteristik saham Amerika Serikat yang umumnya memiliki dividend yield lebih rendah dibandingkan saham di Indonesia. "Kami ingin menghadirkan pengalaman investasi yang lebih relevan melalui akses ke aset global yang disertai fitur bernilai tambah sesuai kebutuhan investor Indonesia," jelas Ryan. Minat tersebut juga tercermin pada data internal Bittime. Dalam 48 jam setelah peluncuran Flexible Earn, kepemilikan Tokenized US Stocks meningkat 106%, dengan sekitar 96% dana baru mengalir ke tokenized saham bertema AI, terutama NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Hampir 50% kepemilikan Tokenized US Stocks di Bittime juga langsung ditempatkan ke fitur Earn. Sementara, lima Tokenized US Stocks dengan kepemilikan terbesar pada pekan lalu adalah SpaceX (SPCXX), NVIDIA (NVDAX), Tesla (TSLAX), MicroStrategy (MSTRX), dan Apple (AAPLX).  Data tersebut menunjukkan investor Indonesia mulai membangun portofolio global dengan berinvestasi pada perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang, mulai dari sektor teknologi, kecerdasan buatan (AI), kendaraan listrik, hingga aset yang terkait dengan ekosistem aset digital. Ryan menilai proyeksi pasar tokenisasi aset yang terus bertumbuh menunjukkan peluang pengembangan investasi aset global di Indonesia juga semakin besar. "Potensi pasar tokenisasi aset yang terus berkembang menunjukkan investor Indonesia akan memiliki semakin banyak pilihan untuk mengakses aset global. Kami melihat Tokenized US Stocks menjadi salah satu segmen yang berpotensi tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan diversifikasi investasi dan dukungan regulasi yang semakin kuat," sebut Ryan.

Pasar Kripto Masih Stagnan, Data Bittime Ungkap Minat Investor pada Tokenisasi Saham AI Meningkat Internasional
Internasional
Selasa, 14 Juli 2026 | 10:03 WIB

Pasar Kripto Masih Stagnan, Data Bittime Ungkap Minat Investor pada Tokenisasi Saham AI Meningkat

Jakarta, katakabar.com - Data awal Bittime menunjukkan minat investor Indonesia terhadap Tokenized US Stocks terus meningkat, dengan mayoritas dana baru mengalir ke saham-saham AI seperti NVIDIA, Meta, dan Microsoft. Tren ini muncul di tengah pasar kripto yang masih bergerak stagnan dan sejalan dengan penguatan ekosistem inovasi keuangan digital oleh OJK. Minat investor Indonesia terhadap saham sektor kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mulai menunjukkan tren positif di tengah berkembangnya ekosistem tokenisasi aset di Indonesia. Sejalan dengan komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat inovasi teknologi sektor keuangan, data awal Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) berizin OJK, menunjukkan mayoritas dana investor pada layanan Tokenized US Stocks mengalir ke saham-saham AI. Di acara Simposium Nasional dan Forum Konsultasi Stakeholder Pengembangan dan Penguatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD), pada 2 Juli 2026 lalu, OJK menegaskan perkembangan teknologi, mulai dari AI hingga tokenisasi aset, membuka peluang besar bagi pengembangan sektor keuangan.  OJK juga tengah menyusun Roadmap IAKD 2026–2031 yang mencakup pengembangan tokenisasi aset, stablecoin, keamanan siber, transaksi Over-the-Counter (OTC), hingga Single Investor Identifier (SID). Menanggapi hal tersebut, Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan penguatan regulasi akan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri aset keuangan digital di Indonesia. "Komitmen OJK dalam penguatan IAKD,  memberikan kepastian bagi pelaku industri untuk terus berinovasi. Kami melihat langkah ini akan mempercepat adopsi aset digital sekaligus memperluas akses masyarakat Indonesia terhadap peluang investasi global melalui platform yang teregulasi," ujar Ryan. Di sisi lain, kondisi pasar aset kripto global masih bergerak cenderung stagnan. Berdasarkan data CoinMarketCap pada Rabu (8/7) pagi, harga Bitcoin berada di kisaran US$62.900, turun 0,59% dalam 24 jam terakhir, namun masih mencatat kenaikan 6,61% dalam sepekan.  Sementara, indeks Fear and Greed CoinMarketCap berada di level 27 atau fear, membaik dibandingkan pekan sebelumnya yang masih berada pada kategori extreme fear. Kondisi ini menunjukkan sebagian investor mulai mencari alternatif diversifikasi investasi yang memiliki eksposur terhadap tema pertumbuhan global, termasuk melalui tokenisasi saham.  Tokenisasi Saham AI Dominasi Minat Investor Dalam 48 jam setelah peluncuran flexible staking untuk Tokenized US Stocks, Bittime mencatat kepemilikan tokenized saham AS meningkat 106%. Sekitar 96% dana baru terkonsentrasi pada tokenized NVIDIA, Meta, dan Microsoft, sementara permintaan terhadap tokenized Apple, Google, Tesla, dan Amazon relatif lebih datar. Hampir 50% kepemilikan Tokenized US Stocks di Bittime juga langsung ditempatkan ke dalam fitur Earn untuk memperoleh reward hingga 7%, menunjukkan investor tidak hanya mencari eksposur ke saham global, tetapi juga peluang memperoleh imbal hasil dari aset digital. Melihat antusiasme tersebut, Bittime kembali menghadirkan kampanye Tokenized US Stocks pada pekan ini. Berdasarkan perilaku pengguna pada kampanye sebelumnya, SpaceX Token (SPCXX) dipilih sebagai insentif utama, sementara pengguna tetap dapat menikmati fitur Earn dengan reward hingga 7%. Ryan mengatakan tren tersebut menunjukkan investor Indonesia mulai lebih selektif dalam memilih sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang. "Minat yang tinggi terhadap saham-saham bertema AI menunjukkan investor Indonesia mulai berinvestasi berdasarkan tema pertumbuhan global. Tokenisasi aset membuat akses terhadap peluang investasi global menjadi lebih mudah, efisien, dan inklusif," jelas Ryan. Sebagai Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime terus memperluas akses masyarakat terhadap investasi global melalui Tokenized US Stocks. Sejalan dengan data OJK yang mencatat jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto telah mencapai 22,4 juta, data awal Bittime menunjukkan inovasi tokenisasi aset mulai mendapat respons positif dari investor Indonesia, khususnya untuk memperoleh eksposur pada perusahaan-perusahaan yang menjadi pemimpin perkembangan teknologi AI.

Bittime dan Nobu Bank Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global Ekonomi
Ekonomi
Rabu, 27 Mei 2026 | 11:10 WIB

Bittime dan Nobu Bank Jembatani Keuangan Tradisional Menuju Tokenisasi Aset Global

Jakarta, katakabar.com - Di tengah kondisi tekanan pada kondisi ekonomi Indonesia, Bittime, platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resmi gandeng Nobu Bank guna menjembatani sistem keuangan konvensional dengan ekosistem aset keuangan digital. Dalam agenda media gathering nya, Bittime bersama Nobu Bank resmi membagikan kolaborasi strategisnya melalui integrasi akses virtual account (VA) Nobu Bank yang kini telah tersedia di platform Bittime. Langkah in dipandang sebagai inovasi Bittime dan Nobu Bank dalam menghadirkan akses investasi aset digital yang lebih mudah dipahami, praktis, dan dapat diakses kapan saja oleh investor Indonesia. Business Director Bittime, Junji Misael menyampaikan bahwa pihaknya berharap untuk dapat memfasilitasi diversifikasi aset investor Indonesia di tengah volatilitas pasar. Terutama melalui onboarding dari Rupiah ke aset digital secara praktis dan efisien), sehingga diversifikasi aset menjadi lebih accessible. “Sebagai platform yang menyediakan aset-aset global berbasis tokenisasi, kami berkomitmen untuk menyediakan akses bagi investor untuk dapat dengan seamless berinvestasi 24/7 dan tanpa biaya tambahan (Zero Fee) dengan memanfaatkan IDR swap ke aset USDT. Terutama di tengah kondisi volatilitas dan tekanan pada nilai ekonomi Indonesia saat ini,” ungkap Junji. Melalui integrasi ini, pengguna diharap dapat menikmati proses yang lebih seamless mulai dari transaksi Rupiah hingga masuk ke aset digital dan tokenized global assets dalam satu ekosistem yang lebih efisien. Apalagi, kondisi volatilitas pasar cenderung mendorong investor untuk mencari aset-aset alternatif yang lebih stabil seperti USD, emas dan aset global sebagai aset diversifikasi portofolio sekaligus ‘lindung nilai’. Di saat bersamaan, tokenisasi aset-aset global seperti USD, emas, dan US stocks kini memberikan kemudahan perluasan pilihan investasi karena bersifat fraksional. Selaras dengan ini, Chandra Lesmana, Head of Universe Merchant Business and Interlink Development Nobu Bank menyampaikan bahwa, kedepannya masa depan keuangan akan semakin terhubung antara traditional finance (TradFi) dan digital finance. Kolaborasi Bittime dan Nobu Bank menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem finansial yang lebih inklusif, seamless, dan accessible bagi masyarakat Indonesia. “Harapannya dengan kolaborasi ini, kami dapat menghadirkan pengalaman investasi digital yang lebih seamless bagi masyarakat Indonesia. Sehingga dengan ini, Bittime dan Nobu Bank dapat mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan industri ekonomi kreatif Indonesia,” ungkap Chandra. Salah satu keunggulan yang ditawarkan dari kemitraan ini adalah “Only 10 minutes from Nobu Bank to Bittime. Bittime is the Indonesia's Global Assets Platform”. Di mana, melalui kolaborasi pengalaman pengguna yang kami hadirkan dapat ini lebih cepat dan praktis. Mulai dari pengguna Nobu Bank dapat registrasi di Bittime, menyelesaikan KYC, hingga melakukan transaksi aset digital pertama mereka. Konsep seluruh transaksi di satu tempat ini memungkinkan pengguna untuk mengakses aset global seperti emas, USD, dan US Stocks berbasis tokenisasi kapan saja dengan lebih fleksibel dengan imbal hasil hingga 10% APY pada token-token terdaftar. Guna merayakan kolaborasi strategis ini, Bittime dan Nobu Bank turut menghadirkan program promosi khusus yang ditujukan bagi para pengguna baru yang ingin memulai langkah investasi mereka.  Melalui kampanye cashback, para investor berkesempatan mendapatkan cashback sebesar 20% dengan nilai maksimal mencapai Rp100.000 dalam bentuk $USDT, cukup dengan melakukan deposit pertama menggunakan layanan Virtual Account Nobu Bank.  Sebelumnya, tentu perlu dipahami bahwa investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini.

Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD Terus Melemah, Bittime Hadirkan Aset-aset Tokenisasi RWA Ekonomi
Ekonomi
Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:05 WIB

Nilai Tukar Rupiah Terhadap USD Terus Melemah, Bittime Hadirkan Aset-aset Tokenisasi RWA

Jakarta, katakabar.com - Kondisi ekonomi nasional saat ini sedang menghadapi tantangan besar seiring dengan nilai tukar rupiah yang terus mengalami tekanan hebat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kini sentuh level Rp17.600. Bertepatan dengan ini Bittime hadirkan aset-aset tokenisasi Real World Assets (RWA) berbasis Stocks. Sebelumnya, investor seringkali menghadapi berbagai hambatan birokrasi dan biaya yang tinggi ketika mencoba mengakses aset pasar modal global atau komoditas internasional secara langsung. Fenomena volatilitas mata uang yang tidak menentu juga memperkuat kebutuhan akan alternatif lindung nilai (hedging) yang lebih efisien dan fleksibel guna menjaga daya beli serta nilai aset di masa depan. Menanggapi tantangan tersebut, Bittime menghadirkan aset-aset tokenisasi Real World Assets (RWA) yang membuka akses bagi masyarakat Indonesia ke ranah investasi dunia nyata secara digital.  Langkah strategis ini dirancang untuk menjembatani kesenjangan aksesibilitas investasi, sehingga masyarakat memiliki peluang yang sama untuk mendiversifikasi portofolio mereka di tengah ketidakpastian geopolitik. Dengan memanfaatkan teknologi blockchain, aset fisik maupun finansial konvensional kini dapat direpresentasikan dalam bentuk token digital yang sah dan memiliki nilai nyata. Fokus utama dari inovasi ini adalah memberikan kebebasan bagi investor untuk memiliki aset global dengan modal yang sangat terjangkau melalui sistem kepemilikan fraksional (fractional ownership). Melalui sistem ini, setiap individu dapat memiliki bagian dari aset berharga tanpa harus membeli satu unit utuh, sehingga batasan finansial tidak lagi menjadi penghalang untuk membangun portofolio yang tangguh.  Kehadiran RWA di ekosistem Bittime memastikan aset digital yang dimiliki pengguna memiliki dasar nilai yang berbanding satu banding satu dengan aset dunia nyata, memberikan rasa aman dan transparansi yang lebih tinggi. Integrasi ini memungkinkan investor untuk beralih dari aset kripto tradisional ke aset yang didukung oleh komoditas atau ekuitas global dengan sangat mudah.  Sebagai platform Pedagang Aset Keuangan Digital yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime menjamin bahwa seluruh proses transaksi berjalan dalam koridor regulasi yang ketat dan transparan bagi keamanan pengguna. Seiring dengan meningkatnya minat terhadap tokenisasi aset, Bittime secara resmi memperluas jajaran produknya dengan meluncurkan delapan token baru berbasis saham Amerika Serikat pada tanggal 13 Mei lalu.  Melalui pasangan perdagangan Rupiah (IDR), kini investor dapat dengan mudah memiliki eksposur terhadap perusahaan global seperti Netflix ($NFLXON), Starbucks ($SBUXON), Cisco ($CSCOON), Palantir ($PLTRON), Procter & Gamble ($PGON), Broadcom ($AVGOON), Alibaba ($BABAON), dan Eli Lilly ($LLYON). Apalagi, aset-aset tersebut dapat diperdagangkan tanpa batas waktu atau 24/7 karena bersifat terdesentralisasi. Selain itu, investor juga dapat meningkatkan potensi pertumbuhan asetnya dengan memanfaatkan fitur staking pada platform Bittime. Di mana, fitur ini memberikan imbal hasil tahunan (APY) sebagai passive income dari total jumlah aset yang dimiliki. Sehingga investor dapat meningkatkan potensi pertumbuhan portfolio tidak hanya dari nilai aset yang bertumbuh tetapi juga imbal hasil tahunan yang didapatkan. Tetapi perlu dipahami investasi sebaiknya tidak berdasar pada tren, melainkan pemahaman dan fundamental di baliknya. Unruk itu, edukasi berkelanjutan mengenai manajemen risiko dan analisis fundamental makro ekonomi menjadi pondasi utama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan di era digital ini. Di samping itu, aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi

Tokenisasi Emas Meningkat Saat Harga Emas Fisik Meroket Ekonomi
Ekonomi
Selasa, 14 Oktober 2025 | 11:00 WIB

Tokenisasi Emas Meningkat Saat Harga Emas Fisik Meroket

Jakarta, katakabar.com - Nilai pasar token emas global kini menembus rekor tertinggi. Berdasarkan laporan CoinGecko, nilai total pasar token emas telah melampaui 3,02 miliar dolar AS per 7 Oktober 2025. Pencapaian ini menjadi tonggak baru bagi aset logam mulia berbasis blockchain, dan mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap instrumen yang didukung oleh emas fisik. Kenaikan tersebut terjadi seiring dengan menguatnya harga emas di pasar internasional. Harga emas dunia kini berada di kisaran 3.900 dolar AS per troy ounce, sementara di Indonesia, harga emas Antam telah menembus Rp2,3 juta per gram pada 9 Oktober 2025, level tertinggi sepanjang tahun. Keterbatasan pasokan dan meningkatnya permintaan membuat emas batangan, terutama ukuran kecil, semakin sulit ditemukan di pasaran. Keterbatasan akses terhadap emas fisik mendorong munculnya inovasi baru melalui tokenisasi emas, atau dikenal dengan istilah RWA emas (Real World Asset). Sistem ini memungkinkan seseorang memiliki emas dalam bentuk digital yang nilainya setara dengan logam mulia sungguhan. Setiap token emas digital didukung oleh cadangan emas fisik yang disimpan di lembaga kustodian resmi dan diaudit secara rutin. Dengan mekanisme ini, investor dapat membeli pecahan emas kecil, misalnya 0,01 gram, tanpa harus menyimpan emas fisiknya secara langsung. Seluruh kepemilikan tercatat di jaringan blockchain, sehingga lebih transparan dan mudah diakses kapan saja. Konsep emas digital mulai dilirik oleh investor global sebagai cara berinvestasi yang lebih praktis. Token emas seperti PAXG dan XAUT kini menjadi pilihan utama di pasar internasional. Nilai keduanya melonjak seiring dengan rally harga emas dunia, memperkuat posisi emas sebagai aset pelindung nilai di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Kenaikan harga emas memunculkan kembali perbandingan klasik di kalangan investor: emas vs tanah dan emas vs Bitcoin. Tanah masih menjadi pilihan populer untuk jangka panjang karena nilainya stabil dan memiliki fungsi nyata. Tetapi, modal awal yang besar dan proses jual beli yang tidak fleksibel sering kali menjadi kendala bagi investor muda. Sementara, emas memiliki keunggulan dari sisi likuiditas dan kemudahan transaksi. Kini, dengan adanya tokenisasi, emas bahkan bisa dimiliki secara fraksional dan diperdagangkan secara digital. Di sisi lain, Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital” karena suplainya terbatas dan potensi kenaikan harganya besar. Meski demikian, volatilitasnya jauh lebih tinggi dibanding emas. Kombinasi antara emas dan aset kripto kini menjadi strategi diversifikasi baru. Emas memberikan stabilitas jangka panjang, sementara aset digital menawarkan peluang pertumbuhan yang lebih agresif. Arah Baru Investasi di Indonesia Tren tokenisasi emas menunjukkan bahwa cara masyarakat berinvestasi kini semakin modern. Dengan harga emas yang terus meningkat, emas digital menawarkan cara baru bagi investor untuk tetap memiliki eksposur terhadap pergerakan harga emas hari ini, tanpa harus membeli atau menyimpan logam mulia secara fisik. Beberapa platform lokal seperti Bittime menyediakan layanan jual beli aset digital, termasuk token emas. Kehadiran platform seperti ini membantu memperluas akses masyarakat terhadap investasi digital, sekaligus mendukung pertumbuhan ekosistem aset berbasis teknologi di Indonesia. Perpaduan antara emas fisik dan emas digital menjadi bukti bahwa dunia investasi sedang mengalami transformasi besar. Bagi masyarakat, memahami perbedaan antara dua bentuk kepemilikan ini merupakan langkah penting untuk menentukan strategi yang paling sesuai dengan tujuan dan profil risiko masing-masing.

Inovasi Tokenisasi: Cara Baru Ubah Dunia Investasi Real Estate Ekonomi
Ekonomi
Jumat, 07 Maret 2025 | 13:30 WIB

Inovasi Tokenisasi: Cara Baru Ubah Dunia Investasi Real Estate

Jakarta, katakabar.com - Tokenisasi properti dan transformasi pasar investasi real estate memang menghadirkan berbagai tantangan, tapi teknologi blockchain punya potensi untuk merevolusi industri ini, menjadikannya salah satu aplikasi yang paling menarik. Tokenisasi Real-Word Asset (RWA) dapat sepenuhnya mengubah cara investasi real estate dilakukan, memberikan solusi untuk masalah jangka panjang seperti ketidaklikuidan, banyaknya perantara, dan tingginya biaya transaksi. Menurut Mark Boiron, CEO Polygon, transformasi ini dapat membuka peluang baru bagi para investor, menjadikan pasar lebih aksesibel dan efisien. Dalam wawancaranya dengan Cointelegraph, Boiron menyoroti salah satu manfaat utama dari tokenisasi properti adalah potensi untuk menghilangkan perantara yang tidak perlu, yang selama ini memperumit dan meningkatkan biaya transaksi. Secara tradisional, proses investasi real estate dipenuhi dengan berbagai pihak tengah, mulai dari broker hingga penasihat hukum, yang secara signifikan menaikkan biaya membeli, menjual, dan mentransfer properti. Dengan menggunakan teknologi blockchain untuk men-tokenisasi properti, perantara ini bisa dikurangi atau bahkan dihilangkan, sehingga prosesnya menjadi lebih efisien. Pengurangan perantara dan penurunan biaya transaksi secara keseluruhan dapat mendemokratisasi akses ke investasi real estate, memungkinkan investor kecil untuk berpartisipasi dalam pasar yang sebelumnya didominasi oleh lembaga besar. Lalu, Boiron menekankan tokenisasi dapat meningkatkan likuiditas aset real estate, mempermudah investor untuk membeli dan menjual kepemilikan mereka dengan cara yang tidak mungkin dilakukan dengan metode tradisional. Terobosan ini bisa mengubah lanskap real estate secara fundamental, menjadikannya lebih dinamis, transparan, dan aksesibel bagi lebih banyak orang. Lumia Towers, sebuah proyek pengembangan real estate komersial senilai USD $220 juta yang sedang berlangsung di Istanbul, Turki, merupakan langkah signifikan mengintegrasikan teknologi blockchain ke dalam sektor properti. Proyek ini mencakup pembangunan dua gedung pencakar langit yang akan menampung 300 unit campuran, baik untuk ruang komersial maupun hunian. Untuk meningkatkan inovasi, pengembang menggunakan teknologi blockchain Polygon untuk men-tokenisasi seluruh proyek, memungkinkan struktur investasi dan kepemilikan yang lebih mudah dan efisien. Langkah ini menandakan tren yang berkembang penerapan blockchain di sektor real estate, menawarkan transparansi, aksesibilitas, dan likuiditas yang lebih baik dalam pasar yang selama ini bersifat tradisional. Mark Boiron, CEO Polygon, meyakini masa depan investasi real estate akan semakin bergantung pada teknologi blockchain. Ia berpendapat bahwa proses tokenisasi aset, seperti properti, dapat mengubah industri ini dengan membuatnya lebih efisien dan dapat diakses. Tapi, Boiron mengakui adopsi luas terhadap real estate yang ditokenisasi bergantung pada penerimaan dan pemahaman teknologi blockchain oleh regulator. Ia menekankan sebelum tokenisasi menjadi standar industri, regulator harus merasa nyaman dan percaya terhadap sistem blockchain dan platform publik yang bersifat tanpa izin. Meski ada tantangan yang harus dihadapi, potensi real estate yang ditokenisasi untuk mengubah lanskap investasi sangatlah besar. Tokenisasi real estate tidak hanya menyederhanakan proses membeli, menjual, dan mentransfer properti, tetapi juga membuka kemungkinan untuk kepemilikan fractional, di mana investor kecil bisa berpartisipasi dalam properti bernilai tinggi. Tapi, untuk mewujudkan visi ini sepenuhnya, regulator harus menciptakan kerangka kerja yang memastikan keamanan dan legitimasi transaksi berbasis blockchain. Setelah hambatan regulasi ini teratasi, real estate yang ditokenisasi berpotensi menjadi norma baru, yang akan mengubah cara properti dibeli, dijual, dan diinvestasikan secara global. Pergerakan harga Aset kripto, Saham Amerika Serikat, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Aset Kripto, Nanovest dapat menjadi pilihan kamu untuk mulai berinvestasi dan eksplor koin kripto lainnya, sebuah aplikasi investasi saham dan kripto yang terpercaya dan aman yang dapat menjadi pilihan terbaik bagi para investor di Indonesia.

Inovasi Tokenisasi: Cara Baru Ubah Dunia Investasi Real Estate Ekonomi
Ekonomi
Kamis, 06 Maret 2025 | 10:34 WIB

Inovasi Tokenisasi: Cara Baru Ubah Dunia Investasi Real Estate

Jakarta, katakabar.com - Tokenisasi properti dan transformasi pasar investasi real estate memang menghadirkan berbagai tantangan, tapi teknologi blockchain punya potensi untuk merevolusi industri ini, menjadikannya salah satu aplikasi yang paling menarik. Tokenisasi Real-Word Asset (RWA) dapat sepenuhnya mengubah cara investasi real estate dilakukan, memberikan solusi untuk masalah jangka panjang seperti ketidaklikuidan, banyaknya perantara, dan tingginya biaya transaksi. Menurut Mark Boiron, CEO Polygon, transformasi ini dapat membuka peluang baru bagi para investor, menjadikan pasar lebih aksesibel dan efisien. Dalam wawancaranya dengan Cointelegraph, Boiron menyoroti salah satu manfaat utama dari tokenisasi properti adalah potensi untuk menghilangkan perantara yang tidak perlu, yang selama ini memperumit dan meningkatkan biaya transaksi.