Variasi

Sorotan terbaru dari Tag # Variasi

Harga TBS Sawit Swadaya Bervariasi di Sumut, Mulai Rp2.695 Hingga Rp3.480 Per Kg Sawit
Sawit
Kamis, 30 Oktober 2025 | 20:00 WIB

Harga TBS Sawit Swadaya Bervariasi di Sumut, Mulai Rp2.695 Hingga Rp3.480 Per Kg

Medan, katakabar.com - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit bervariasi di Provinsi Sumatera Utara khususnya hasil panen perkebunan petani swadaya cukup di kabupaten dan kota sentra kelapa sawit. Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumatera Utara, merincikan harga mulai Rp2.695 per kilogram hingga Rp3.480 per kilogram. Dari total 15 kabupaten dan kota sentra kelapa sawit yang tercatat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagai pamuncak, TBS sawit dibeli Rp3.480 per kilogram dengan kualitas hasil panen bagus. Sedang, Kabupaten Langkat harga TBS kelapa sawit terendah dibeli Rp2.695 per kilogram. Meski harga ini lebih rendah dibandingkan kabupaten lainnya, Langkat tetap menjadi salah satu penghasil utama TBS di Provinsi Sumatera Utara. Jika dibandingkan dengan harga petani plasma, harga swadaya ini jauh tertinggal. Di mana harga sawit plasma dibeli Rp3.575.49 per kilogram. Padahal harga kelapa sawit plasma tersebut mengalami penurunan di pekan ini. Ini rincian harga TBS kelapa sawit di kabupaten se Sumatera Utara, yakni Kabupaten Langkat Rp2.695 per kilogram, Kabupaten Deli Serdang Rp 2.870 per kilogram, Kabupaten Serdang Bedagai Rp3.040 per kilogram, Kabupaten Simalungun Rp2.810 per kilogram, Kabupaten Batu Bara Rp2.800 per kilogram, Kabupaten Asahan Rp2.820 per kilogram, Kabupaten Labura Rp2.830 per kilogram, Kabupaten Labuhan Batu Rp2.700 per kilogram. Terus, Kabupaten Labusel Rp2.850 per kilogram, Kabupaten Paluta Rp2.900 per kilogram, Kabupaten Palas Rp3.100 per kilogram, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) Rp2.880 per kilogram, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Rp 2.920 per kilogram, Kabupaten Madina Rp3.480 per kilogram, dan Kabupaten Pakpak Bharat Rp2.960 per kilogram.

Variasi Produk Sawit Beragam, Tungkot S: Hilirisasi Sawit Catatkan Kemajuan di Indonesia Tekno
Tekno
Selasa, 12 Desember 2023 | 14:36 WIB

Variasi Produk Sawit Beragam, Tungkot S: Hilirisasi Sawit Catatkan Kemajuan di Indonesia

Jakarta, katakabar.com - Variasi produk kelapa sawit makin beragam sehingga menghasilkan peningkatan nilai ekonomi produk. Ini menandakan hilirisasi kelapa sawit mencatatkan kemajuan di Indonesia. Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI), Tungkot Sipayung mengatakan, sejauh ini hilirisasi kelapa sawit sudah mencatat kemajuan yang besar. Variasi produk kelapa sawit semakin beragam, ujar Tungkot Sipayung, menghasilkan peningkatan nilai ekonomi produk kelapa sawit. "Menuju 750 jenis produk hilir dan kompetitif di pasar dunia. Semakin ke hilir nilai tambah besar dan semakin membutuhkan inovasi hilir," jelas Tungkot lewat keterangan resmi di Jakarta, dilansir dari laman ANTARA, pada Selasa ( 12/12). Cerita Tungkot, pada 2010 silam, Indonesia masih mengekspor Crude Palm Oil (CPO) atau barang mentah sekitar 70 hingga 80 persen. Tapi, di 2022, sekitar 90 persen ekspor berupa olahan sederhana atau setengah jadi. Menurut penilaiannya, sejauh ini hilirisasi kelapa sawit sudah mencatat kemajuan yang besar. Tapi, hilirisasi kelapa sawit domestik masih memerlukan percepatan adopsi inovasi agar dapat menghasilkan bermacam produk hilir. Keterlambatan adopsi inovasi terjadi, ulas Tungkot, lantaran masih rendahnya budaya inovatif dan kreatif di industri hilir. Inovasi belum menjadi indikator kinerja utama perusahaan, dan masih lemahnya dukungan kebijakan. "Dukungan dana riset yang disalurkan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) sudah tersedia dan telah dimanfaatkan para periset, dan hasil berupa invensi atau paten telah banyak. Untuk itu, mendorong agar hasil riset agar dapat diadopsi para pelaku industri," terangnya. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menjelaskan, dari 2018, hilirisasi industri kelapa sawit sudah berjalan dan tidak lagi didominasi Crude Palm Oil (CPO). Pada 2022, sebut Eddy, ekspor bahan baku CPO sebesar 3.463 ribu ton dari total ekspor kelapa sawit 33.928 ribu ton. Sedangkan, crude palm kernel oil (PKO) sebesar 107 ribu ton. Terus, ekspor dalam bentuk produk hilir berupa refined palm oil sebesar 24.410 ribu ton, refined PKO sebanyak 1.335 ribu ton, biodiesel sebesar 4.179 ribu ton dan oleokimia mencapai 4.179 ribu ton. Sisi lain, tambah Eddy, permintaan dalam negeri terus meningkat dari 16,7 juta ton pada 2019 menjadi 21,1 juta ton pada 2022, rincinya.