Ia kembali menegaskan tidak pernah melakukan pemukulan. Yang terjadi, lanjutnya, hanya upaya mengambil telepon genggam Fauzi karena merasa terus direkam saat cekcok berlangsung.
"Tidak ada pemukulan. Saya hanya berusaha mengambil handphone karena dia terus berbicara sambil merekam," katanya.
Upaya tersebut, lanjut Achiruddin, tidak berhasil setelah seorang warga datang melerai keduanya.
Setelah situasi mereda, kakak Fauzi yang bernama Ardi datang ke lokasi. Achiruddin kemudian mengajak Ardi berdiskusi untuk mencari jalan keluar terkait persoalan lahan atas permintaan pemilik tanah.
Menurutnya, pembicaraan itu akhirnya membuahkan kesepakatan. Syahnan selaku pemilik tanah bahkan disebut sempat pergi mengambil uang sesuai hasil kesepakatan yang telah dicapai.
Achiruddin juga mengklaim, sebelum persoalan tersebut selesai, dirinya dan Fauzi telah saling berjabat tangan dan saling memaafkan di hadapan Ardi serta sejumlah warga.
"Kami sudah saling memaafkan. Bahkan Fauzi sempat meminta agar tanah timbun dimasukkan dari dia. Makanya saya heran ketika kemudian muncul kabar saya dilaporkan ke Polda Sumut atas dugaan pemukulan," ungkapnya.
Achiruddin Hasibuan Bantah Tuduhan Pemukulan terhadap Fauzi, Klaim Sudah Berdamai dan Saling Memaafkan
Diskusi pembaca untuk berita ini