Talang Muandau, katakabar.com - Seorang karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengalami perbuatan tidak menyenangkan kuat dugaan dianiaya oleh supplier di kawasan nun jauh puluhan kilometer di sebelah selatan pusat perkotaan Duri, persisnya di kawasan Kecamatan Talang Muandau, Bengkalis, Riau.

Peristiwa dugaan penganiayaan terhadap karyawan SPPG tersebut ditengarai soal ayam potong yang dipasok bermasalah. Lantaran tidak terima SPPG menolak ayam potong bermasah, supplier emosi dan memukul alias bogem karyawan SPPG bernama HafizatHakim aliasAdam, Senin (3/8) sekitar pukul 17.56 WIB merupakan karyawan SPPG pada Makan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Beringin, Kecamatan Talang Muandau. Hal tersebut terlihat dari rekaman CCTV berdurasi 53 detik yang diterima katakabar.com, Selasa (4/8) siang

"Dalam Rekaman CCTV berdurasi 53 detik di lingkungan dapur terlihat dua pria dengan pakaian berwarna merah dan hitam mendatangi area SPPG Beringin. Situasi yang semula tenang, berubah tegang dalam hitungan detik.

Berdasarkan rekaman CCTV, pria berbaju merah diduga lebih dulu mendorong dan menampar korban hingga tubuhnya tersandar ke dinding. Tak lama, pria berbaju hitam terlihat melayangkan pukulan ke arah wajah korban."

Setelah insiden itu, kedua pria tersebut dengan santainya meninggalkan lokasi. Kepala SPPG Beringin, Kecamatan Talang Muandau, Ivan Wiliam Saragih mengatakan, dugaan penganiayaan itu dipicu persoalan pengembalian ayam yang sebelumnya dipesan untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Talang Muandau.

Dijelaskan Ivan, satu plastik ayam yang diterima pihak SPPG ditemukan dalam kondisi berubah warna sehingga tak layak konsumsi.

Demi menjaga kualitas bahan pangan yang akan disajikan kepada para penerima manfaat program MBG, ayam tersebut kemudian dikembalikan kepada supplier.

"Ayam yang dipesan untuk memenuhi kebutuhan pelayanan MBG di Kecamatan Talang Muandau, satu plastik sudah membiru sehingga diduga tidak layak dikonsumsi. Karena itu dikembalikan. Mungkin mereka tidak terima," terang Ivan, kepada wartawan Selasa (4/8).

Ivan menyayangkan tindakan kekerasan yang terjadi. Menurutnya, apabila terdapat permasalahan, seharusnya dilakukan secara musyawarah, bukan dengan emosi dan kekerasan.

Peristiwa tersebut telah dilaporkan ke Polsek Pinggir pada malam harinya agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kecamatan Pinggir.

Sedang, rekaman CCTV yang beredar menjadi salah satu barang bukti penting yang diharapkan dapat membantu proses penyelidikan guna mengungkap dugaan penganiayaan terhadap karyawan SPPG.