Madina (katakabar) - Bangunan Sekolah Dasar Negeri itu bernama 240 masih terbuat dari kayu berada di Desa Bandar Panjang Tuo, Kecamatan Muarasipongi, Kabupaten Mandailing Natal, Privinsi Sumatera Utara
Kondisi bangunan cukup miris, memprihatinkan dan mengkhawatirkan bak "Kandang Kambing".
Lihat, dinding bangunan dan lantai dari semen lokal belajar bocah bocah Desa di lereng gunung Bukit Barisan, masih terbuat dari kayu sudah usam di makan usia.
Santing lamanya tak diperhatikan Pemerintah, dinding dari kayu sudah berlubang dan lantai semen rusak berat.
Begitu dengan dinding pemisah lokal belajar rusak berat. Meja dan Bangku dari kayu sangat tak layak. Plafon serta jendela kondisinya tambah parah, mendongak ke atas tampak plafon dari triplek berlubang lantaran atap bangunan bocor saat hujan deras mengguyur kolong langit Kecamatan Muarasipongi.
Di lansir dari Laman Mandailingonline.com, bangunan SDN 240 sudah tak layak. Iba melihat bocah bocah kampung bersekolah di bangunan kayu dengan kondisi memprihatinkan dan mengkhawatirkan.
"Warga apalah daya, cuma bisa mengurut dada sembari berharap kepada Pemerintah dan Dinas Terkait jangan menutup mata agar segera melakuman rehab berat bangunan sekolah", kata warga setempat tak mau ditulis namanya.
Tak hanya, masalah bangunan SDN 240 yang membuat miris. Disiplin tenaga pendidik dan kependidikan serta siswa dipertanyakan warga.
Itu sebabnya, warga desa lainnya, Hilmi meminta Dinas Terkait melakukan evaluasi terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah lantaran rendahnya tingkat kehadiran.
"Warga berharap ada evaluasi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah", sebutnya.
Alamak.., SDN 240 Muarasipongi Bak Kandang Kambing
Diskusi pembaca untuk berita ini