Home / Nusantara / Banjir Bandang Landa Sumbar dan Sumut, BMN Minta Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
Banjir Bandang Landa Sumbar dan Sumut, BMN Minta Penanganan Cepat dan Terkoordinasi
Ketua Umum Barisan Muda Nusantara, Dhimas Sriagung Mulya. Foto: Nur/katakabar.com.
Jakarta, katakabar.com - Barisan Muda Nusantara (BMN) mendesak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera mengambil langkah konkret, cepat, dan terkoordinasi dalam menangani banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di kedua provinsi tersebut.
Bencana banjir bandang dilaporkan menerjang beberapa daerah, di antaranya Kabupaten Solok di Sumatera Barat serta Tapanuli Tengah dan Kota Sibolga di Sumatera Utara. Peristiwa tersebut mengakibatkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta terganggunya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Ketua Umum Barisan Muda Nusantara, Dhimas Sriagung Mulya, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi masyarakat terdampak bencana. Ia menilai, respons yang lambat dan lemahnya koordinasi antar instansi berpotensi memperbesar dampak kerugian yang harus ditanggung warga.
“Dalam situasi darurat seperti ini, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah dituntut bergerak cepat, responsif, dan sigap,” ujar Dhimas melalui keterangan tertulisnya, Rabu kemarin.
BMN mendorong pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, Basarnas, serta unsur relawan untuk mempercepat proses evakuasi korban, distribusi logistik, dan penyediaan tempat pengungsian yang aman dan layak bagi warga terdampak.
Selain penanganan darurat, BMN juga menekankan pentingnya transparansi data dan informasi kepada publik. Pemerintah diharapkan menyampaikan informasi terkini terkait jumlah korban, tingkat kerusakan, kebutuhan mendesak masyarakat, serta langkah-langkah mitigasi yang sedang dilakukan agar bantuan dapat disalurkan tepat sasaran.
Tak hanya itu, BMN meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab banjir bandang, termasuk potensi alih fungsi lahan, kerusakan hutan, serta lemahnya pengawasan di kawasan rawan bencana. Langkah rehabilitasi lingkungan jangka panjang dinilai penting guna mencegah terulangnya bencana serupa di masa mendatang.
BMN juga menyoroti perlunya penguatan sistem peringatan dini (early warning system) dengan pemanfaatan teknologi dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat agar risiko jatuhnya korban jiwa dapat diminimalisir.
Dalam upaya penanggulangan bencana, BMN menyatakan siap berkolaborasi dengan pemerintah dan lembaga kemanusiaan.
Organisasi kepemudaan tersebut membuka ruang keterlibatan pemuda melalui mobilisasi relawan, penggalangan bantuan, serta edukasi mitigasi bencana di tengah masyarakat.
“Ini bukan semata soal bencana alam, tetapi juga tentang bagaimana pemerintah menunjukkan komitmen dan kapasitasnya dalam melindungi rakyat. Kami mendesak langkah nyata, bukan sekadar janji,” tegas Dhimas.
BMN berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti seruan tersebut melalui aksi nyata demi mempercepat pemulihan wilayah terdampak dan membangun ketahanan daerah terhadap bencana secara berkelanjutan.








Komentar Via Facebook :