https://www.katakabar.com

  • Beranda
  • Pilihan
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Info Iklan
  • Privacy

https://www.katakabar.com

Privacy     Info Iklan     Pedoman Media Siber     Redaksi     Disclaimer     Tentang Kami    

https://www.katakabar.com

  • Home
  • ";
  • Sumut
  • Riau
  • Hukrim
  • Lingkungan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kabar Khusus
  • Kesehatan
  • Sawit
  • Lainnya
    • Pendidikan
    • Internasional
    • Editorial
    • Ekonomi
    • Advertorial
    • Tekno
    • Lifestyle
    • Tepian Kata
    • Serba Serbi
    • Wisata
    • Nusantara
    • Nasional
    • Katakabar TV
    • Mitos dan Fakta
  • Buku

Home

Trending

Pilihan

Katakabar TV

Home / Nasional / Deforestasi  Picu Kayu Hanyut Saat Banjir di Sumatera, LindungiHutan Serukan Reforestasi Hulu DAS

Deforestasi  Picu Kayu Hanyut Saat Banjir di Sumatera, LindungiHutan Serukan Reforestasi Hulu DAS


Sabtu, 13 Desember 2025 | 16:35 WIB  

Editor : Sahdan
Deforestasi  Picu Kayu Hanyut Saat Banjir di Sumatera, LindungiHutan Serukan Reforestasi Hulu DAS

Foto: Istimewa/katakabar.com.

www.katakabar.com | Artikel ID: 42755 | Artikel Judul: Deforestasi  Picu Kayu Hanyut Saat Banjir di Sumatera, LindungiHutan Serukan Reforestasi Hulu DAS | Tanggal: Sabtu, 13 Desember 2025 - 16:35

Banda Aceh, katakabar.com - Lonjakan deforestasi di Pulau Sumatra kurun dua tahun terakhir kembali menunjukkan dampak nyatanya. Kayu-kayu besar terbawa arus banjir dalam sejumlah kejadian akhir November hingga awal Desember 2025, menandai hutan di hulu tidak lagi berfungsi sebagai penyangga air dan tanah.

Fenomena ini menjadi alarm bagi publik kerusakan ekosistem di hulu tidak lagi sebatas statistik, tetapi sudah terlihat dalam bentuk material raksasa yang hanyut melewati permukiman warga.

Pulau Sumatra tercatat kehilangan sekitar 222.000 hektar hutan pada periode 2023–2024, sebuah kenaikan signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Angka ini menunjukkan daerah tangkapan air, lereng bukit, dan wilayah hulu yang mestinya menjadi zona perlindungan justru mengalami tekanan paling besar. Ketika pohon hilang, akar yang seharusnya menahan tanah ikut hilang. Ketika kanopi hutan menipis, hujan deras tidak lagi tertahan dan langsung mengalir deras ke hilir.

Itu sebabnya banjir tahun ini membawa kayu gelondongan dan batang besar yang seharusnya masih berdiri kokoh sebagai bagian dari hutan dewasa.

Bagi banyak ahli lingkungan, ini adalah indikator paling jelas bahwa deforestasi sudah merusak struktur ekosistem. Tanah menjadi rentan erosi, air mengalir dengan kecepatan lebih tinggi, dan sungai mendadak meluap membawa material berat yang dapat menghancurkan jembatan, rumah, lahan pertanian, bahkan membahayakan nyawa.

Bencana yang berulang bukan hanya soal cuaca ekstrem. Di banyak daerah, hujan deras yang dahulu tidak menimbulkan masalah kini berubah menjadi banjir bandang atau longsor.

Masyarakat hilir yang tidak pernah menyentuh hutan di hulu justru menjadi pihak yang menanggung kerugiannya. Kerusakan rumah, akses tertutup, air bersih terganggu, aktivitas ekonomi lumpuh. Semua terjadi karena hutan yang seharusnya menjadi peredam bencana sudah tidak lagi utuh.

Melihat kondisi ini, LindungiHutan menegaskan reforestasi adalah langkah mendesak, bukan pilihan jangka panjang. Pemulihan kawasan hulu, terutama di daerah aliran sungai yang kritis, diperlukan untuk mengembalikan kemampuan tanah menyerap air dan mengurangi risiko banjir. Menanam pohon bukan lagi sekadar simbol gerakan hijau, tetapi sebuah intervensi ekologis yang berdampak langsung pada keselamatan masyarakat.

“Setiap pohon yang tumbuh kembali adalah satu penahan tanah, satu penyimpan air, satu pelindung bagi warga di hilir. Ketika kayu hanyut menjadi pemandangan rutin setiap banjir, itu artinya kita kehilangan pertahanan alami kita,” ujar Arin Khurota, Publications Officer LindungiHutan.

LindungiHutan mengajak masyarakat, perusahaan, dan berbagai pihak untuk ikut mendukung reforestasi dan memulihkan fungsi hulu sungai. Aksi ini dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni dengan menanam pohon di area kritis. Untuk berkontribusi dalam kampanye penanaman, publik dapat mengunjungi www.lindungihutan.com/corporatree dan memilih lokasi yang ingin dibantu pemulihannya.

LindungiHutan percaya dengan mengembalikan hutan, kita mengembalikan masa depan. Kayu hanyut yang kita lihat hari ini adalah peringatan. Pohon yang kita tanam hari ini adalah harapan.

www.katakabar.com | Artikel ID: 42755 | Artikel Judul: Deforestasi  Picu Kayu Hanyut Saat Banjir di Sumatera, LindungiHutan Serukan Reforestasi Hulu DAS | Tanggal: Sabtu, 13 Desember 2025 - 16:35

TOPIK TERKAIT

# Deforestasi# Picu# Kayu Hanyut# Banjir# Sumatera# LindungiHutan# Seru# Reforestasi# Hulu DAS
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Lingkungan

    Luncurkan Fitur Embed, LindungiHutan Permudah Perusahaan Tampilkan Data CSR Secara Real Time

    Sabtu, 13 Des 2025 | 16:00 WIB
  • Nasional

    Pemerintah Mesti Lindungi dan Fasilitasi Kegiatan Filantropi Bencana Sumatera

    Sabtu, 13 Des 2025 | 11:41 WIB
  • Nusantara

    Bersama Kitabisa! Hisense Indonesia Salurkan Bantuan Percepat Pemulihan Pasca Banjir di Sumatera

    Jumat, 12 Des 2025 | 11:19 WIB
  • Sumut

    Potret Labura dan Bupati Hendriyanto Sitorus Satukan Langkah Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera

    Kamis, 11 Des 2025 | 22:42 WIB
  • Riau

    Bupati Kepulauan Meranti Tinjau Sejumlah Titik Rawan Banjir di Selatpanjang

    Selasa, 09 Des 2025 | 22:14 WIB
Rektor

TERPOPULER

  • Eksperimen Senpi Gagal, Pelajar SMP Islamic Center Siak Meninggal karena Tertembak

    Rabu, 08 Apr 2026 | 14:21 WIB
  • FPAN Diminta Tak Catut Nama PPPK Paruh Waktu dalam Aksi Demo di BPJSTK Sumbagut

    Rabu, 01 Apr 2026 | 21:41 WIB
  • RUPS Bank Sumut 2026, Pemda Tambah Modal, Dorong Akselerasi Ekonomi Daerah

    Senin, 06 Apr 2026 | 21:45 WIB
  • KPK Monitor Rp142 M, Sejak Desember 2025, di Labuhanbatu, Masyarakat Benarkah!

    Minggu, 05 Apr 2026 | 19:12 WIB
  • Warga Gajah Sakti dan Titian Antui Dikerangkeng Polisi Gegara Jualan Pil Ekstasi

    Kamis, 02 Apr 2026 | 19:28 WIB
Tuk Malim Daiwah



  • Tentang Kami     Disclaimer     Redaksi     Pedoman Media Siber     Info Iklan     Privacy    

    katakabar.com 2019 - - All Right Reserved Desain by : Aditya

    Network :